Posisi dalam alur: P6 (rating per debitur) → portofolio & konsentrasi → P8 (mitigasi) → P13 (credit risk transfer). Hari ini membahas layer konsentrasi di atas EL individual.
Motivasi: Krisis Indonesia 1997 & 2008
Krisis finansial besar selalu menunjukkan pola yang sama: portofolio yang terlihat terdiversi runtuh serentak saat korelasi menyatu ke 1.
Krisis 1997 (Indonesia)
Konsentrasi grup bank captive + utang valas → runtuh serentam saat rupiah melemah 400%
Krisis 2008 (Global)
Subprime mortgage + CDO → korelasi global menyatu; portofolio terdiversi geografis tetap runtuh
Pelajaran: diversifikasi mengurangi idiosinkratik, TETAPI tidak dapat menghilangkan sistemik — modal ekstra tetap wajib.
Bagian 1 · 1/4
Risiko Individual vs Portofolio
Diskusi kelas: jika bank memiliki 1.000 debitur dengan masing-masing EL Rp 1 juta, apakah total EL = Rp 1 miliar? Bagaimana dengan UL?
EL vs UL Portofolio
EL bersifat aditif linear; UL tidak — perbedaan yang menjelaskan mengapa diversifikasi mengurangi UL tetapi tidak EL.
EL Portofolio (Aditif)
EL_total = Σ ELᵢ (penjumlahan linear)
Tidak bergantung korelasi antar debitur
Dipricing ke bunga sebagai biaya yang pasti
UL Portofolio (Non-Aditif)
UL_total < Σ ULᵢ jika korelasi < 1
Diversifikasi mengurangi UL portofolio
Ditutup oleh modal economic capital
Implikasi: diversifikasi tidak mengurangi EL (biaya pasti), tetapi mengurangi UL (modal yang dibutuhkan).
Sumber Risiko Portofolio: Sistematis vs Idiosinkratik
Dua komponen risiko portofolio — salah satu dapat didiversifikasi, yang lain tidak.
Idiosinkratik (Diversifiable)
Spesifik satu debitur (skandal, kesalahan manajemen)
Dapat dihilangkan dengan portofolio besar
Law of large numbers bekerja
Tidak butuh modal tambahan
Sistematis (Non-Diversifiable)
Berasal dari faktor makro bersama (resesi, suku bunga)
Menimpa semua debitur sektor/ekonomi
Tidak dapat dihilangkan
Butuh buffer modal ekstra
Kesalahan mahal: menyangka portofolio terdiversi = aman dari krisis sistemik. Padahal korelasi menyatu ke 1 di stress.
Hitung dari Nol: EL Portofolio Tiga Fasilitas
Skenario: Bank XYZ memiliki 3 fasilitas — F1 (PD 2%, LGD 50%, EAD Rp 100 M); F2 (PD 4%, LGD 40%, EAD Rp 50 M); F3 (PD 3%, LGD 60%, EAD Rp 80 M).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. EL F1
PD × LGD × EAD = 2% × 50% × Rp 100 M
Rp 1.000.000.000
2. EL F2
PD × LGD × EAD = 4% × 40% × Rp 50 M
Rp 800.000.000
3. EL F3
PD × LGD × EAD = 3% × 60% × Rp 80 M
Rp 1.440.000.000
4. EL Portofolio
EL F1 + EL F2 + EL F3 (aditif)
Rp 3.240.000.000
5. EL/EAD Portofolio
EL Portofolio ÷ Total EAD (Rp 230 M)
1,41%
Kesimpulan
EL Rp 3,24 M (1,41%)
EL aditif — tidak bergantung korelasi; UL portofolio akan berbeda (lebih rendah dari jumlah UL)
Bagian 2 · 2/4
Ukuran Konsentrasi
Diskusi kelas: di bank Anda, dimensi konsentrasi mana yang paling sering luput dari monitoring — single name, sektor, geografis, atau collateral?
Definisi Konsentrasi (4 Dimensi)
Empat dimensi konsentrasi yang harus dipantau bank secara terpisah — masing-masing punya implikasi risiko berbeda.
Dimensi 1 & 2
Single name — eksposur ke satu debitur/grup
Sektor — proporsi portofolio di satu industri (properti, perbankan)
Dimensi 3 & 4
Geografis — konsentrasi wilayah (Jawa vs luar Jawa)
Collateral — jenis agunan dominan (tanah, saham)
BMPK OJK: batas single counterparty 25% modal; batas grup terkait lebih ketat — mitigasi konsentrasi single name.
Herfindahl-Hirschman Index (HHI)
HHI adalah ukuran konsentrasi yang paling banyak dipakai — sederhana tetapi powerful untuk analisis portofolio.
HHI = Σ (sᵢ)² di mana sᵢ = pangsa pasar eksposur segmen i (dalam desimal)
Interpretasi HHI
HHI < 0,10 — tidak terkonsentrasi
0,10 ≤ HHI < 0,18 — moderat
HHI ≥ 0,18 — tinggi (warning)
Range HHI
Minimum: 1/n (terdiversi sempurna)
Maksimum: 1,0 (monopoli)
n = jumlah segmen
Penggunaan
Konsentrasi sektoral
Konsentrasi single name
Stress testing Basel
Hitung dari Nol: HHI Portofolio Sektoral
Skenario: Bank XYZ memiliki portofolio Rp 1.000 miliar dengan alokasi sektoral: Properti Rp 400 M (40%), Agribisnis Rp 300 M (30%), Ritel Rp 200 M (20%), Manufaktur Rp 100 M (10%). Hitung HHI sektoral.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Properti (s₁²)
0,40²
0,1600
2. Agribisnis (s₂²)
0,30²
0,0900
3. Ritel (s₃²)
0,20²
0,0400
4. Manufaktur (s₄²)
0,10²
0,0100
5. HHI total
0,16 + 0,09 + 0,04 + 0,01
0,30
Kesimpulan
HHI 0,30 (tinggi)
> threshold 0,18 — portofolio terkonsentrasi sektoral; perlu strategi diversifikasi atau limit sektoral
Bagian 3 · 3/4
Diversifikasi & Korelasi
Diskusi kelas: dalam portofolio Anda, pasangan sektor mana yang paling tinggi korelasi default-nya? Bagaimana Anda mengetahuinya?
Default Correlation & Co-movement
Korelasi default menentukan seberapa besar diversifikasi dapat mengurangi UL portofolio — semakin rendah korelasi, semakin besar manfaat diversifikasi.
Sumber Korelasi Default
Faktor makro bersama (resesi, suku bunga, kurs)
Keterkaitan sektor (supplier-buyer)
Eksposur geografis sama
Common shock (pandemi, perang)
Implikasi Portofolio
ρ = 0 → manfaat diversifikasi maksimum
ρ → 1 → tidak ada manfaat diversifikasi
Di stress, ρ cenderung → 1 (contagion)
Default correlation tidak konstan — di stress normal mungkin rendah, tetapi melonjak ke 1 saat krisis sistemik.
Manfaat & Batas Diversifikasi
Diversifikasi punya batas — setelah jumlah debitur tertentu, manfaat marginal menjadi sangat kecil.
Contagion Risk & Sektoral Spillover
Contagion adalah fenomena krisis yang menyebar dari satu debitur atau sektor ke yang lain — sering melalui keterkaitan yang tidak terlihat di kondisi normal.
Mekanisme Contagion
Direct exposure — bank A eksposur ke bank B yang default
Common asset — semua bank jual agunan serupa bersamaan (fire sale)
Confidence channel — deposan rush di bank sejenis
Supplier-buyer — default supplier menghentikan produksi buyer
Contoh Indonesia
Krisis 1997: bank captive grup runtuh serentak
Krisis 2008: pasar CDO global membeku, contagion lintas benua
Pandemi 2020: UMKM sektor pariwisata gagal bayar supplier
Property 2017: fire sale tanah jatuh harga serentak
Contagion menjelaskan mengapa portofolio terlihat terdiversi tetap runtuh — keterkaitan tersembunyi muncul saat stress.
Bagian 4 · 4/4
Strategi Mitigasi
Diskusi kelas: dari tiga strategi mitigasi konsentrasi (limit, sekuritisasi, derivatif), mana yang paling realistis untuk bank menengah Indonesia?
Limit Sektoral & Single Counterparty Limit
Limit adalah alat mitigasi konsentrasi paling sederhana dan paling banyak dipakai — murah, efektif, tetapi membatasi pertumbuhan.
Single Counterparty
BMPK OJK: maks 25% modal
Grup terkait lebih ketat
Large exposure reporting
Sektoral
Internal limit per sektor (mis. properti maks 20%)
LTV regulasi untuk properti
Sectoral stress test
Geografis & Collateral
Limit per wilayah/provinsi
Limit per jenis agunan
Limit per valuta (valas risk)
Limit efektif tetapi membatasi pertumbuhan — trade-off antara mitigasi konsentrasi dan agresi komersial.
Sekuritisasi, Credit Derivatives, Syndication
Tiga instrumen transfer risiko yang lebih sophisticated — akan kita dalami di P13 Credit Risk Transfer.
Sekuritisasi
Pool aset → SPV → tranches ke investor
Pindah eksposur dari bank ke investor
Capital relief jika eligible
Credit Derivatives (CDS)
Protection buyer pays premium
Protection seller covers default
Synthetic transfer tanpa pindah aset
Syndication
Kredit besar dibagi beberapa bank
Reduce single name concentration
Praktik umum korporasi besar
Detail mekanisme & capital treatment di P13 — hari ini cukup pahami posisinya dalam mitigasi konsentrasi.
Studi Kasus: Konsentrasi Bank Umum Indonesia
Konteks (ilustrasi): Bank umum XYZ memiliki portofolio Rp 200 triliun dengan konsentrasi: 35% properti, 20% consumer goods, 15% agribisnis, 30% lainnya. 60% eksposur di Pulau Jawa. 70% agunan adalah tanah.
Dimensi Konsentrasi
Indikator
Implikasi Risiko
Sektor properti 35%
HHI sektoral > 0,18 (tinggi)
Rentan shock pasar properti (mis. 2017)
Geografis Jawa 60%
Konsentrasi wilayah
Rentan shock ekonomi Jawa (gempa, kebijakan)
Collateral tanah 70%
Fire sale risk
Drop harga tanah simultan = LGD naik
Single name top-10
~25% portofolio
Konsentrasi group/BUU besar
Rekomendasi
Diversifikasi sektoral ke consumer staples & agribisnis; geografis ke eastern Indonesia; collateral mix dengan SBN & piutang
Ringkasan Kunci Pertemuan 7
EL vs UL
EL aditif (linear); UL tidak — diversifikasi mengurangi UL, bukan EL
4 Dimensi Konsentrasi
Single name, sektor, geografis, collateral — monitor semuanya
HHI & Korelasi
HHI > 0,18 = konsentrasi tinggi; korelasi naik ke 1 di stress = contagion
Bawa kerangka portofolio (EL vs UL, konsentrasi, korelasi) sebagai lensa analitis di P8 (mitigasi) & P13 (credit risk transfer).
Persiapan P8: baca Saunders & Allen bab 8 (CRM); refresh konsep agunan, covenant, jaminan dari P2.
Coba Sendiri: Pemetaan Risiko Portofolio 5×5
Posisikan eksposur debitur di matriks probabilitas × dampak 5×5 dan lihat zona 4T (Treat/Tolerate/Transfer/Terminate) yang direkomendasikan.
Coba Sendiri: Risk Register — Inherent vs Residual
Bangun daftar risiko portofolio dengan skor inherent, lalu terapkan mitigasi (covenant, agunan, jaminan) untuk melihat residual turun.