stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Portofolio Risiko Kredit — Konsentrasi & Diversifikasi
RPS minggu 7 · 2x50 menit

Portofolio Risiko Kredit — Konsentrasi & Diversifikasi

Manajemen Risiko Kredit — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 7: menganalisis konsentrasi risiko kredit dan strategi diversifikasi portofolio.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Risiko individual vs portofolio: EL aditif, UL tidak
  • Empat dimensi konsentrasi (single name, sektor, geografis, collateral)
  • HHI sebagai ukuran konsentrasi sektoral
Jam ke-2 (50 menit)
  • Default correlation & co-movement antar debitur
  • Manfaat & batas diversifikasi; contagion risk
  • Strategi mitigasi: limit, sekuritisasi, credit derivatives
Posisi dalam alur: P6 (rating per debitur) → portofolio & konsentrasi → P8 (mitigasi) → P13 (credit risk transfer). Hari ini membahas layer konsentrasi di atas EL individual.

Motivasi: Krisis Indonesia 1997 & 2008

Krisis finansial besar selalu menunjukkan pola yang sama: portofolio yang terlihat terdiversi runtuh serentak saat korelasi menyatu ke 1.

Krisis 1997 (Indonesia)
Konsentrasi grup bank captive + utang valas → runtuh serentam saat rupiah melemah 400%
Krisis 2008 (Global)
Subprime mortgage + CDO → korelasi global menyatu; portofolio terdiversi geografis tetap runtuh
Pelajaran: diversifikasi mengurangi idiosinkratik, TETAPI tidak dapat menghilangkan sistemik — modal ekstra tetap wajib.
Bagian 1 · 1/4
Risiko Individual vs Portofolio
Diskusi kelas: jika bank memiliki 1.000 debitur dengan masing-masing EL Rp 1 juta, apakah total EL = Rp 1 miliar? Bagaimana dengan UL?

EL vs UL Portofolio

EL bersifat aditif linear; UL tidak — perbedaan yang menjelaskan mengapa diversifikasi mengurangi UL tetapi tidak EL.

EL Portofolio (Aditif)
  • EL_total = Σ ELᵢ (penjumlahan linear)
  • Tidak bergantung korelasi antar debitur
  • Dipricing ke bunga sebagai biaya yang pasti
UL Portofolio (Non-Aditif)
  • UL_total < Σ ULᵢ jika korelasi < 1
  • Diversifikasi mengurangi UL portofolio
  • Ditutup oleh modal economic capital
Implikasi: diversifikasi tidak mengurangi EL (biaya pasti), tetapi mengurangi UL (modal yang dibutuhkan).

Sumber Risiko Portofolio: Sistematis vs Idiosinkratik

Dua komponen risiko portofolio — salah satu dapat didiversifikasi, yang lain tidak.

Idiosinkratik (Diversifiable)
  • Spesifik satu debitur (skandal, kesalahan manajemen)
  • Dapat dihilangkan dengan portofolio besar
  • Law of large numbers bekerja
  • Tidak butuh modal tambahan
Sistematis (Non-Diversifiable)
  • Berasal dari faktor makro bersama (resesi, suku bunga)
  • Menimpa semua debitur sektor/ekonomi
  • Tidak dapat dihilangkan
  • Butuh buffer modal ekstra
Kesalahan mahal: menyangka portofolio terdiversi = aman dari krisis sistemik. Padahal korelasi menyatu ke 1 di stress.

Hitung dari Nol: EL Portofolio Tiga Fasilitas

Skenario: Bank XYZ memiliki 3 fasilitas — F1 (PD 2%, LGD 50%, EAD Rp 100 M); F2 (PD 4%, LGD 40%, EAD Rp 50 M); F3 (PD 3%, LGD 60%, EAD Rp 80 M).
LangkahPerhitunganNilai
1. EL F1PD × LGD × EAD = 2% × 50% × Rp 100 MRp 1.000.000.000
2. EL F2PD × LGD × EAD = 4% × 40% × Rp 50 MRp 800.000.000
3. EL F3PD × LGD × EAD = 3% × 60% × Rp 80 MRp 1.440.000.000
4. EL PortofolioEL F1 + EL F2 + EL F3 (aditif)Rp 3.240.000.000
5. EL/EAD PortofolioEL Portofolio ÷ Total EAD (Rp 230 M)1,41%
Kesimpulan
EL Rp 3,24 M (1,41%)
EL aditif — tidak bergantung korelasi; UL portofolio akan berbeda (lebih rendah dari jumlah UL)
Bagian 2 · 2/4
Ukuran Konsentrasi
Diskusi kelas: di bank Anda, dimensi konsentrasi mana yang paling sering luput dari monitoring — single name, sektor, geografis, atau collateral?

Definisi Konsentrasi (4 Dimensi)

Empat dimensi konsentrasi yang harus dipantau bank secara terpisah — masing-masing punya implikasi risiko berbeda.

Dimensi 1 & 2
  • Single name — eksposur ke satu debitur/grup
  • Sektor — proporsi portofolio di satu industri (properti, perbankan)
Dimensi 3 & 4
  • Geografis — konsentrasi wilayah (Jawa vs luar Jawa)
  • Collateral — jenis agunan dominan (tanah, saham)
BMPK OJK: batas single counterparty 25% modal; batas grup terkait lebih ketat — mitigasi konsentrasi single name.

Herfindahl-Hirschman Index (HHI)

HHI adalah ukuran konsentrasi yang paling banyak dipakai — sederhana tetapi powerful untuk analisis portofolio.

HHI = Σ (sᵢ)²   di mana   sᵢ = pangsa pasar eksposur segmen i (dalam desimal)
Interpretasi HHI
  • HHI < 0,10 — tidak terkonsentrasi
  • 0,10 ≤ HHI < 0,18 — moderat
  • HHI ≥ 0,18 — tinggi (warning)
Range HHI
  • Minimum: 1/n (terdiversi sempurna)
  • Maksimum: 1,0 (monopoli)
  • n = jumlah segmen
Penggunaan
  • Konsentrasi sektoral
  • Konsentrasi single name
  • Stress testing Basel

Hitung dari Nol: HHI Portofolio Sektoral

Skenario: Bank XYZ memiliki portofolio Rp 1.000 miliar dengan alokasi sektoral: Properti Rp 400 M (40%), Agribisnis Rp 300 M (30%), Ritel Rp 200 M (20%), Manufaktur Rp 100 M (10%). Hitung HHI sektoral.
LangkahPerhitunganNilai
1. Properti (s₁²)0,40²0,1600
2. Agribisnis (s₂²)0,30²0,0900
3. Ritel (s₃²)0,20²0,0400
4. Manufaktur (s₄²)0,10²0,0100
5. HHI total0,16 + 0,09 + 0,04 + 0,010,30
Kesimpulan
HHI 0,30 (tinggi)
> threshold 0,18 — portofolio terkonsentrasi sektoral; perlu strategi diversifikasi atau limit sektoral
Bagian 3 · 3/4
Diversifikasi & Korelasi
Diskusi kelas: dalam portofolio Anda, pasangan sektor mana yang paling tinggi korelasi default-nya? Bagaimana Anda mengetahuinya?

Default Correlation & Co-movement

Korelasi default menentukan seberapa besar diversifikasi dapat mengurangi UL portofolio — semakin rendah korelasi, semakin besar manfaat diversifikasi.

Sumber Korelasi Default
  • Faktor makro bersama (resesi, suku bunga, kurs)
  • Keterkaitan sektor (supplier-buyer)
  • Eksposur geografis sama
  • Common shock (pandemi, perang)
Implikasi Portofolio
  • ρ = 0 → manfaat diversifikasi maksimum
  • ρ → 1 → tidak ada manfaat diversifikasi
  • Di stress, ρ cenderung → 1 (contagion)
Default correlation tidak konstan — di stress normal mungkin rendah, tetapi melonjak ke 1 saat krisis sistemik.

Manfaat & Batas Diversifikasi

Diversifikasi punya batas — setelah jumlah debitur tertentu, manfaat marginal menjadi sangat kecil.

Jumlah debitur (n)UL portofolioUL sistematis (floor)Batas diversifikasi praktisManfaat diversifikasisangat besarManfaat marginalsangat kecil

Contagion Risk & Sektoral Spillover

Contagion adalah fenomena krisis yang menyebar dari satu debitur atau sektor ke yang lain — sering melalui keterkaitan yang tidak terlihat di kondisi normal.

Mekanisme Contagion
  • Direct exposure — bank A eksposur ke bank B yang default
  • Common asset — semua bank jual agunan serupa bersamaan (fire sale)
  • Confidence channel — deposan rush di bank sejenis
  • Supplier-buyer — default supplier menghentikan produksi buyer
Contoh Indonesia
  • Krisis 1997: bank captive grup runtuh serentak
  • Krisis 2008: pasar CDO global membeku, contagion lintas benua
  • Pandemi 2020: UMKM sektor pariwisata gagal bayar supplier
  • Property 2017: fire sale tanah jatuh harga serentak
Contagion menjelaskan mengapa portofolio terlihat terdiversi tetap runtuh — keterkaitan tersembunyi muncul saat stress.
Bagian 4 · 4/4
Strategi Mitigasi
Diskusi kelas: dari tiga strategi mitigasi konsentrasi (limit, sekuritisasi, derivatif), mana yang paling realistis untuk bank menengah Indonesia?

Limit Sektoral & Single Counterparty Limit

Limit adalah alat mitigasi konsentrasi paling sederhana dan paling banyak dipakai — murah, efektif, tetapi membatasi pertumbuhan.

Single Counterparty
  • BMPK OJK: maks 25% modal
  • Grup terkait lebih ketat
  • Large exposure reporting
Sektoral
  • Internal limit per sektor (mis. properti maks 20%)
  • LTV regulasi untuk properti
  • Sectoral stress test
Geografis & Collateral
  • Limit per wilayah/provinsi
  • Limit per jenis agunan
  • Limit per valuta (valas risk)
Limit efektif tetapi membatasi pertumbuhan — trade-off antara mitigasi konsentrasi dan agresi komersial.

Sekuritisasi, Credit Derivatives, Syndication

Tiga instrumen transfer risiko yang lebih sophisticated — akan kita dalami di P13 Credit Risk Transfer.

Sekuritisasi
  • Pool aset → SPV → tranches ke investor
  • Pindah eksposur dari bank ke investor
  • Capital relief jika eligible
Credit Derivatives (CDS)
  • Protection buyer pays premium
  • Protection seller covers default
  • Synthetic transfer tanpa pindah aset
Syndication
  • Kredit besar dibagi beberapa bank
  • Reduce single name concentration
  • Praktik umum korporasi besar
Detail mekanisme & capital treatment di P13 — hari ini cukup pahami posisinya dalam mitigasi konsentrasi.

Studi Kasus: Konsentrasi Bank Umum Indonesia

Konteks (ilustrasi): Bank umum XYZ memiliki portofolio Rp 200 triliun dengan konsentrasi: 35% properti, 20% consumer goods, 15% agribisnis, 30% lainnya. 60% eksposur di Pulau Jawa. 70% agunan adalah tanah.
Dimensi KonsentrasiIndikatorImplikasi Risiko
Sektor properti 35%HHI sektoral > 0,18 (tinggi)Rentan shock pasar properti (mis. 2017)
Geografis Jawa 60%Konsentrasi wilayahRentan shock ekonomi Jawa (gempa, kebijakan)
Collateral tanah 70%Fire sale riskDrop harga tanah simultan = LGD naik
Single name top-10~25% portofolioKonsentrasi group/BUU besar
Rekomendasi
Diversifikasi sektoral ke consumer staples & agribisnis; geografis ke eastern Indonesia; collateral mix dengan SBN & piutang

Ringkasan Kunci Pertemuan 7

EL vs UL
EL aditif (linear); UL tidak — diversifikasi mengurangi UL, bukan EL
4 Dimensi Konsentrasi
Single name, sektor, geografis, collateral — monitor semuanya
HHI & Korelasi
HHI > 0,18 = konsentrasi tinggi; korelasi naik ke 1 di stress = contagion

Bawa kerangka portofolio (EL vs UL, konsentrasi, korelasi) sebagai lensa analitis di P8 (mitigasi) & P13 (credit risk transfer).

Persiapan P8: baca Saunders & Allen bab 8 (CRM); refresh konsep agunan, covenant, jaminan dari P2.

Coba Sendiri: Pemetaan Risiko Portofolio 5×5

Posisikan eksposur debitur di matriks probabilitas × dampak 5×5 dan lihat zona 4T (Treat/Tolerate/Transfer/Terminate) yang direkomendasikan.

Coba Sendiri: Risk Register — Inherent vs Residual

Bangun daftar risiko portofolio dengan skor inherent, lalu terapkan mitigasi (covenant, agunan, jaminan) untuk melihat residual turun.