Posisi dalam alur: P5 (PD/LGD/EAD) → rating internal → P7 (portofolio) → P12 (Basel IRB). Rating adalah operasionalisasi PD per debitur.
Mengapa Bank Invest di Rating Internal
Rating internal adalah infrastruktur kritikal bank — bukan overhead, melainkan mesin penggerak pricing, limit, dan keputusan.
Tanpa Rating
Keputusan ad hoc, tidak konsisten, sulit diaudit regulator
Dengan Rating
Konsistensi, pricing-to-risk, capital relief via Basel IRB
Bank IRB Advanced dapat capital relief signifikan (RWA lebih rendah) jika rating divalidasi regulator — ROI investasi sistem rating.
Bagian 1 · 1/4
Tujuan & Komponen
Diskusi kelas: jika bank Anda harus memilih antara 7 kelas rating vs 20 kelas rating, apa trade-off yang harus dipertimbangkan?
Tujuan Rating Internal
Empat fungsi utama yang membuat rating internal menjadi infrastruktur kritikal bank modern.
Fungsi 1 & 2
Pricing-to-risk — spread bunga sesuai PD per rating
Limit setting — plafon maksimum berbasis rating
Fungsi 3 & 4
Capital allocation (RWA) — bobot risiko Basel IRB
Portfolio monitoring — migrasi rating sebagai early warning
Rating tunggal menggerakkan empat keputusan berbeda — efisiensi operasional yang tidak dapat digantikan model ad hoc.
Arsitektur Sistem Rating
Sistem rating bukan satu model — ekosistem terstruktur dengan komponen yang saling melengkapi.
Hitung dari Nol: Pemetaan Skor Numerik ke Master Scale
Skenario: Bank XYZ memiliki model scoring dengan rentang 0–100. Master scale: AAA (90–100), AA (80–89), A (70–79), BBB (60–69), BB (50–59), B (40–49), CCC (30–39), D (<30). Debitur PT GHI memiliki skor 72.
Diskusi kelas: untuk segmen korporasi besar dengan sedikit debitur (mis. < 200), pendekatan rating mana yang paling realistis?
Pendekatan Expert-based
Credit officer memberi rating berdasarkan penilaian kualitatif terstruktur — paling cocok untuk segmen dengan data tipis.
Kelebihan
Menangkap nuansa kualitatif yang model lewatkan
Tidak butuh data historis besar
Fleksibel untuk kasus non-standar
Kelemahan
Subjektif — tidak konsisten lintas analis
Sulit divalidasi statistik
Rawan bias kognitif (confirmation, anchoring)
Praktik: expert-based untuk korporasi besar; dipadukan scoring card terstruktur untuk konsistensi minimum.
Pendekatan Statistical-based
Model kuantitatif menghasilkan skor otomatis — paling cocok untuk segmen massal dengan data melimpah.
Kelebihan
Konsisten — tidak ada variasi analis
Validatable secara statistik (AUC, Kappa)
Scalable untuk jutaan debitur
Kelemahan
Butuh data historis besar (> 10.000 obs)
Tidak menangkap kasus non-standar
Dapat merosot saat populasi bergeser (PSI)
Praktik: ritel, KTA, KUR, kartu kredit — di mana bank punya jutaan data historis default.
Pendekatan Hybrid (Expert + Model)
Kombinasi model statistik sebagai baseline dengan override analyst terdokumentasi — pendekatan IRB Advanced Basel.
Persyarat IRB Advanced: dokumentasi override & tracking akurasi — bukan model murni atau expert murni.
Hitung dari Nol: Kalibrasi Rating ke PD Historis
Skenario: Bank XYZ memiliki 5 kelas rating (A, B, C, D, E) dengan data historis default 10-tahun. Total observasi: A=500, B=1.000, C=800, D=400, E=200. Default observasi: A=1, B=5, C=20, D=30, E=40.
Rating
Default Observasi
Total Observasi
PD (Default/Obs)
A
1
500
0,20%
B
5
1.000
0,50%
C
20
800
2,50%
D
30
400
7,50%
E
40
200
20,00%
Verifikasi
PD monoton naik saat rating turun (A < B < C < D < E) — properti master scale wajib
Bagian 3 · 3/4
Siklus Rating
Diskusi kelas: di bank Anda, berapa sering rating debitur korporasi di-review — tahunan, kuartalan, atau event-driven?
Siklus: Assignment → Monitoring → Migration
Rating bukan keputusan satu kali — siklus sepanjang hidup kredit yang menentukan early warning capability bank.
1. Assignment
Saat origination / annual review
Scoring model + analyst override
Output: rating awal → pricing & limit
2. Monitoring
Kunjungan debitur, review LK kuartalan
SLIK monitoring, news tracking
Trigger event-driven review
3. Migration
Rating naik/turun berdasarkan review
Migrasi turun = early warning
Migrasi matriks = analisis portofolio
Bank dengan monitoring lemah terlambat menangkap deteriorasi — opsi mitigasi (restrukturisasi dini, tambah agunan) tertutup.
Override & Governance
Governance rating menentukan kredibilitas sistem — tanpa disiplin, rating menjadi formalitas.
Disiplin Override
Setiap override terdokumentasi dengan justifikasi
Tracking override rate per analis
Tracking akurasi override historis
Approval threshold: override > 2 notch perlu RMC
Governance Struktur
Risk Management Committee (RMC) tingkat direksi
Model validation function independen
Audit internal tahunan sistem rating
Regulator review (OJK) berkala
Rating Migration Matrix
Migration matrix adalah tabel probabilitas perpindahan rating dari satu periode ke periode berikutnya — alat analisis portofolio paling kuat.
Dari \ Ke
AAA
AA
A
BBB
BB
Default
AAA
92%
6%
1%
0,5%
0,3%
0,2%
AA
3%
89%
6%
1%
0,5%
0,5%
A
0,5%
4%
88%
6%
1%
0,5%
BBB
0,2%
1%
5%
84%
8%
1,8%
BB
0,1%
0,5%
2%
7%
78%
12,4%
Diagonal utama = stabilitas rating; off-diagonal = migrasi. Probabilitas default di kolom terakhir adalah PD 1-tahun per rating awal.
Bagian 4 · 4/4
Aplikasi Manajerial
Diskusi kelas: bagaimana rating memengaruhi negosiasi kredit dengan debitur korporasi besar yang merasa rating-nya "terlalu rendah"?
Rating → Pricing, Limit, Decision
Rating tunggal menggerakkan tiga keputusan manajerial yang berbeda — efisiensi operasional sistem rating.
Rating
Spread (di atas base)
Limit Maks (ilustrasi)
RWA Bobot (Basel)
AAA
+0,5%
Rp 200 M
20%
AA
+0,8%
Rp 150 M
30%
A
+1,2%
Rp 100 M
50%
BBB
+2,0%
Rp 50 M
100%
BB
+3,5%
Rp 25 M
150%
B & below
Decline
—
—
Rating tinggi → spread rendah, limit tinggi, modal ringan. Rating rendah → spread tinggi atau decline — pricing-to-risk operasional.
Studi Kasus: Internal Rating Bank Korporasi Indonesia
Konteks (ilustrasi): Bank korporasi XYZ menerapkan sistem rating hybrid 10-kelas dengan migration matrix 8-tahun. Tantangan: konsistensi override antar cabang dan validasi PD ke data historis.
Tahap Implementasi
Keputusan Kunci
Output
1. Desain master scale
10 kelas AAA-D dengan rentang skor
Master scale formal
2. Scoring model korporasi
Hybrid: logit + expert card 5C
Skor numerik 0-100
3. Kalibrasi PD historis
Migration matrix 8 tahun; smoothing Platt
PD 0,1% – 25% per rating
4. Governance override
Threshold > 2 notch perlu RMC
Override rate ~12% (sehat)
5. Validasi independen
Model validation function; AUC 0,80
Sertifikasi IRB Advanced
6. Aplikasi pricing-to-risk
Spread rating-based; limit per kelas
Margin portofolio +50 bps
Pelajaran
Sistem rating adalah investasi multi-tahun — ROI datang dari capital relief IRB & pricing-to-risk yang konsisten
Ringkasan Kunci Pertemuan 6
Master Scale
Skor numerik → kelas ordinal; PD monoton naik saat rating turun
Hybrid IRB
Model + override terdokumentasi; persyaratan validasi regulator
Rating → 4 Keputusan
Pricing, limit, RWA, early warning digerakkan rating tunggal
Bawa kerangka rating internal sebagai jembatan operasional PD ke keputusan harian — fondasi P7 (portofolio) & P12 (Basel IRB).
Persiapan P7: baca Saunders & Allen bab 7 (portofolio); refresh konsep HHIs, default correlation, concentration risk.