stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Pemeringkatan Kredit Internal (Internal Credit Rating)
RPS minggu 6 · 2x50 menit

Pemeringkatan Kredit Internal (Internal Credit Rating)

Manajemen Risiko Kredit — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 6: menjelaskan mekanisme sistem pemeringkatan kredit internal bank.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Tujuan & arsitektur sistem rating internal
  • Master scale: pemetaan skor numerik ke kelas rating
  • Tiga pendekatan rating: expert, statistical, hybrid
Jam ke-2 (50 menit)
  • Kalibrasi rating ke PD historis (migration matrix)
  • Siklus rating: assignment → monitoring → migration
  • Aplikasi manajerial: rating → pricing, limit, decision
Posisi dalam alur: P5 (PD/LGD/EAD) → rating internal → P7 (portofolio) → P12 (Basel IRB). Rating adalah operasionalisasi PD per debitur.

Mengapa Bank Invest di Rating Internal

Rating internal adalah infrastruktur kritikal bank — bukan overhead, melainkan mesin penggerak pricing, limit, dan keputusan.

Tanpa Rating
Keputusan ad hoc, tidak konsisten, sulit diaudit regulator
Dengan Rating
Konsistensi, pricing-to-risk, capital relief via Basel IRB
Bank IRB Advanced dapat capital relief signifikan (RWA lebih rendah) jika rating divalidasi regulator — ROI investasi sistem rating.
Bagian 1 · 1/4
Tujuan & Komponen
Diskusi kelas: jika bank Anda harus memilih antara 7 kelas rating vs 20 kelas rating, apa trade-off yang harus dipertimbangkan?

Tujuan Rating Internal

Empat fungsi utama yang membuat rating internal menjadi infrastruktur kritikal bank modern.

Fungsi 1 & 2
  • Pricing-to-risk — spread bunga sesuai PD per rating
  • Limit setting — plafon maksimum berbasis rating
Fungsi 3 & 4
  • Capital allocation (RWA) — bobot risiko Basel IRB
  • Portfolio monitoring — migrasi rating sebagai early warning
Rating tunggal menggerakkan empat keputusan berbeda — efisiensi operasional yang tidak dapat digantikan model ad hoc.

Arsitektur Sistem Rating

Sistem rating bukan satu model — ekosistem terstruktur dengan komponen yang saling melengkapi.

DATA INPUTLK, SLIK, behavioralSCORING MODELskor numerik 0-100MASTER SCALEkelas AAA-DKALIBRASI PDrating → PD%OUTPUT: PRICING · LIMIT · RWA · EARLY WARNINGempat keputusan manajerial digerakkan rating tunggal

Hitung dari Nol: Pemetaan Skor Numerik ke Master Scale

Skenario: Bank XYZ memiliki model scoring dengan rentang 0–100. Master scale: AAA (90–100), AA (80–89), A (70–79), BBB (60–69), BB (50–59), B (40–49), CCC (30–39), D (<30). Debitur PT GHI memiliki skor 72.
LangkahPerhitungan/KlasifikasiNilai
1. Identifikasi rentangSkor 72 jatuh di rentang70–79
2. Kelas ratingYang sesuai dengan rentangA
3. PD terkalibrasiDari data historis bank untuk kelas A0,50% per tahun
4. Implikasi pricingSpread = base + risk premium ASpread rendah
5. Implikasi limitLimit standar kelas AMis. maks Rp 50 M
Kesimpulan
Skor 72 → Rating A
PD 0,50% → spread rendah; limit tinggi; RWA bobot ringan
Bagian 2 · 2/4
Pendekatan Rating
Diskusi kelas: untuk segmen korporasi besar dengan sedikit debitur (mis. < 200), pendekatan rating mana yang paling realistis?

Pendekatan Expert-based

Credit officer memberi rating berdasarkan penilaian kualitatif terstruktur — paling cocok untuk segmen dengan data tipis.

Kelebihan
  • Menangkap nuansa kualitatif yang model lewatkan
  • Tidak butuh data historis besar
  • Fleksibel untuk kasus non-standar
Kelemahan
  • Subjektif — tidak konsisten lintas analis
  • Sulit divalidasi statistik
  • Rawan bias kognitif (confirmation, anchoring)
Praktik: expert-based untuk korporasi besar; dipadukan scoring card terstruktur untuk konsistensi minimum.

Pendekatan Statistical-based

Model kuantitatif menghasilkan skor otomatis — paling cocok untuk segmen massal dengan data melimpah.

Kelebihan
  • Konsisten — tidak ada variasi analis
  • Validatable secara statistik (AUC, Kappa)
  • Scalable untuk jutaan debitur
Kelemahan
  • Butuh data historis besar (> 10.000 obs)
  • Tidak menangkap kasus non-standar
  • Dapat merosot saat populasi bergeser (PSI)
Praktik: ritel, KTA, KUR, kartu kredit — di mana bank punya jutaan data historis default.

Pendekatan Hybrid (Expert + Model)

Kombinasi model statistik sebagai baseline dengan override analyst terdokumentasi — pendekatan IRB Advanced Basel.

MODEL SCOREbaseline otomatisOVERRIDE ANALYSTterdokumentasi + justifikasiFINAL RATINGdigunakan pricing/limit
Persyarat IRB Advanced: dokumentasi override & tracking akurasi — bukan model murni atau expert murni.

Hitung dari Nol: Kalibrasi Rating ke PD Historis

Skenario: Bank XYZ memiliki 5 kelas rating (A, B, C, D, E) dengan data historis default 10-tahun. Total observasi: A=500, B=1.000, C=800, D=400, E=200. Default observasi: A=1, B=5, C=20, D=30, E=40.
RatingDefault ObservasiTotal ObservasiPD (Default/Obs)
A15000,20%
B51.0000,50%
C208002,50%
D304007,50%
E4020020,00%
Verifikasi
PD monoton naik saat rating turun (A < B < C < D < E) — properti master scale wajib
Bagian 3 · 3/4
Siklus Rating
Diskusi kelas: di bank Anda, berapa sering rating debitur korporasi di-review — tahunan, kuartalan, atau event-driven?

Siklus: Assignment → Monitoring → Migration

Rating bukan keputusan satu kali — siklus sepanjang hidup kredit yang menentukan early warning capability bank.

1. Assignment
  • Saat origination / annual review
  • Scoring model + analyst override
  • Output: rating awal → pricing & limit
2. Monitoring
  • Kunjungan debitur, review LK kuartalan
  • SLIK monitoring, news tracking
  • Trigger event-driven review
3. Migration
  • Rating naik/turun berdasarkan review
  • Migrasi turun = early warning
  • Migrasi matriks = analisis portofolio
Bank dengan monitoring lemah terlambat menangkap deteriorasi — opsi mitigasi (restrukturisasi dini, tambah agunan) tertutup.

Override & Governance

Governance rating menentukan kredibilitas sistem — tanpa disiplin, rating menjadi formalitas.

Disiplin Override
  • Setiap override terdokumentasi dengan justifikasi
  • Tracking override rate per analis
  • Tracking akurasi override historis
  • Approval threshold: override > 2 notch perlu RMC
Governance Struktur
  • Risk Management Committee (RMC) tingkat direksi
  • Model validation function independen
  • Audit internal tahunan sistem rating
  • Regulator review (OJK) berkala

Rating Migration Matrix

Migration matrix adalah tabel probabilitas perpindahan rating dari satu periode ke periode berikutnya — alat analisis portofolio paling kuat.

Dari \ KeAAAAAABBBBBDefault
AAA92%6%1%0,5%0,3%0,2%
AA3%89%6%1%0,5%0,5%
A0,5%4%88%6%1%0,5%
BBB0,2%1%5%84%8%1,8%
BB0,1%0,5%2%7%78%12,4%
Diagonal utama = stabilitas rating; off-diagonal = migrasi. Probabilitas default di kolom terakhir adalah PD 1-tahun per rating awal.
Bagian 4 · 4/4
Aplikasi Manajerial
Diskusi kelas: bagaimana rating memengaruhi negosiasi kredit dengan debitur korporasi besar yang merasa rating-nya "terlalu rendah"?

Rating → Pricing, Limit, Decision

Rating tunggal menggerakkan tiga keputusan manajerial yang berbeda — efisiensi operasional sistem rating.

RatingSpread (di atas base)Limit Maks (ilustrasi)RWA Bobot (Basel)
AAA+0,5%Rp 200 M20%
AA+0,8%Rp 150 M30%
A+1,2%Rp 100 M50%
BBB+2,0%Rp 50 M100%
BB+3,5%Rp 25 M150%
B & belowDecline
Rating tinggi → spread rendah, limit tinggi, modal ringan. Rating rendah → spread tinggi atau decline — pricing-to-risk operasional.

Studi Kasus: Internal Rating Bank Korporasi Indonesia

Konteks (ilustrasi): Bank korporasi XYZ menerapkan sistem rating hybrid 10-kelas dengan migration matrix 8-tahun. Tantangan: konsistensi override antar cabang dan validasi PD ke data historis.
Tahap ImplementasiKeputusan KunciOutput
1. Desain master scale10 kelas AAA-D dengan rentang skorMaster scale formal
2. Scoring model korporasiHybrid: logit + expert card 5CSkor numerik 0-100
3. Kalibrasi PD historisMigration matrix 8 tahun; smoothing PlattPD 0,1% – 25% per rating
4. Governance overrideThreshold > 2 notch perlu RMCOverride rate ~12% (sehat)
5. Validasi independenModel validation function; AUC 0,80Sertifikasi IRB Advanced
6. Aplikasi pricing-to-riskSpread rating-based; limit per kelasMargin portofolio +50 bps
Pelajaran
Sistem rating adalah investasi multi-tahun — ROI datang dari capital relief IRB & pricing-to-risk yang konsisten

Ringkasan Kunci Pertemuan 6

Master Scale
Skor numerik → kelas ordinal; PD monoton naik saat rating turun
Hybrid IRB
Model + override terdokumentasi; persyaratan validasi regulator
Rating → 4 Keputusan
Pricing, limit, RWA, early warning digerakkan rating tunggal

Bawa kerangka rating internal sebagai jembatan operasional PD ke keputusan harian — fondasi P7 (portofolio) & P12 (Basel IRB).

Persiapan P7: baca Saunders & Allen bab 7 (portofolio); refresh konsep HHIs, default correlation, concentration risk.