Sumber data: LK audited vs tidak audited, kapan dipercaya
Hitung CR/QR dari neraca; DuPont decomposition ROE
Jam ke-2 (50 menit)
Red flags manajemen laba agresif & accrual vs cash
Studi kasus emiten BEI dengan red flags
Proyeksi arus kas 3 tahun & DSCR scenario analysis
Posisi dalam alur: P2 (5C kualitatif) → rasio kuantitatif → P4 (PD scoring) → P5 (LGD/EAD). Laporan keuangan adalah sumber data utama Capacity & Capital.
Mengapa Laporan Keuangan, Bukan Sekadar Cek Saldo
Saldo rekening koran menunjukkan kas hari ini, laporan keuangan menunjukkan struktur & keberlanjutan bisnis debitur.
Rekening Koran
Snapshot kas — bisa dimanipulasi dalam jangka pendek (parking funds menjelang pengajuan kredit)
Laporan Keuangan Audited
Struktur 3 tahun — pola pendapatan, biaya, arus kas; sulit dimanipulasi lintas tahun
Saldo kas tinggi menjelang pengajuan kredit = sinyal parking funds, bukan kesehatan struktural. Selalu cross-check laporan arus kas.
Bagian 1 · 1/4
Tujuan & Kerangka
Diskusi kelas: dari empat klaster rasio (likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, aktivitas), klaster mana yang paling menentukan keputusan kredit jangka panjang vs jangka pendek?
Kerangka 4 Klaster Rasio
Empat klaster yang membentuk peta analisis keuangan debitur — masing-masing menjawab pertanyaan berbeda.
Solvabilitas — struktur permodalan jangka panjang sehat? (DAR, DER, Interest Coverage)
Klaster 3 & 4 — Keberlanjutan Bisnis
Profitabilitas — menghasilkan laba cukup? (NPM, ROA, ROE)
Aktivitas — efisien mengelola aset? (DSO, DIO, CCC)
Empat klaster tidak berdiri sendiri — DuPont decomposition menunjukkan bagaimana mereka saling membentuk ROE.
Sumber Data: LK Audited vs Tidak
Sumber
Reliabilitas
Kapan Dipakai
LK Audited (KAP)
Tinggi — opini auditor independen
Debitur korporasi besar, plafond > Rp 10 M
LK Reviewed (KAP)
Sedang — review tanpa opini penuh
Debitur menengah, antar-tahun audit
LK Internal / Tidak Diaudit
Rendah — perlu verifikasi tambahan
UMKM; wajib cross-check rekening koran
Rekening Koran + Invoice
Sangat berguna untuk UMKM
Cash flow-based lending; verifikasi operasional
Tax Return (SPT)
Konservatif — biasanya understated
Cross-check pendapatan LK internal
Jangan pernah menerima LK internal tanpa verifikasi: kunjungan workshop, stok opname, dan trade reference adalah penyangga wajib.
Hitung dari Nol: CR & QR dari Neraca TLKM
Skenario: PT Telkom Indonesia (TLKM) ~2022 (data publik ilustratif, dihedge ~; verifikasi idx.co.id): Aset lancar ~Rp 31 T; utang lancar ~Rp 20 T; inventaris rendah ~Rp 2 T; kas ~Rp 8 T.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Current Ratio (CR)
Aset Lancar ÷ Utang Lancar = Rp 31 T ÷ Rp 20 T
1,55×
2. Quick Ratio (QR)
(Aset Lancar − Inventaris) ÷ Utang Lancar = (Rp 31 − Rp 2) ÷ Rp 20
1,45×
3. Cash Ratio
Kas ÷ Utang Lancar = Rp 8 T ÷ Rp 20 T
0,40×
Kesimpulan
CR 1,55× sehat
QR 1,45× menunjukkan likuiditas tidak bergantung inventaris (khas perusahaan jasa)
Coba Sendiri: Eksplorasi 4 Klaster Rasio Keuangan
Geser komponen neraca debitur untuk melihat bagaimana likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas bergerak bersamaan — peta analisis yang harus dikuasai sebelum menyentuh DuPont.
Bagian 2 · 2/4
Empat Klaster Rasio
Diskusi kelas: pernahkah Anda melihat debitur dengan rasio keuangan indah di semua klaster, tetapi ternyata default? Apa yang terlewat?
Klaster Likuiditas — CR, QR, Cash Ratio
Menilai kemampuan membayar utang jangka pendek dari aset lancar.
Current Ratio (CR)
Formula: Aset Lancar ÷ Utang Lancar
Benchmark: 1,5–2,0× (industri)
Terlalu tinggi juga sinyal inefisiensi modal kerja
Diurai menjadi profitabilitas (NPM 8%) × efisiensi aset (1,25×) × leverage (2×)
Coba Sendiri: Deteksi Window Dressing Rasio
Saldo kas tinggi menjelang pengajuan kredit sering adalah parking funds, bukan kesehatan struktural. Bandingkan rasio sebelum dan sesudah window dressing untuk merasakan seberapa mudah laporan keuangan dimanipulasi.
Bagian 3 · 3/4
Red Flags & Kualitas Laba
Diskusi kelas: pernahkah Anda melihat debitur yang laporan keuangan tiba-tiba membaik dramatis menjelang pengajuan kredit? Apa yang harus dicurigai?
Manajemen Laba Agresif — Sinyal
Manajemen laba adalah manipulasi legal dalam batas PSAK untuk menghaluskan atau menaikkan laba yang dilaporkan.
Teknik Umum
Revenue recognition agresif — akui pendapatan sebelum shipment
Capitalization expenses — kapitalisasi biaya yang seharusnya beban
Inventory valuation — manipulasi FIFO/LIFO untuk menaikkan margin
Provision under-reserving — cadangan kerugian terlalu kecil
Sinyal Peringatan
Pertumbuhan laba konsisten tinggi saat industri tertekan
Accruals rasio tinggi (laba naik tapi arus kas tidak)
Frekuensi ganti KAP auditor atau CFO mendadak
Related-party transactions meningkat
Kualitas Laba: Accrual vs Cash
Laba berkualitas tinggi = laba yang didukung arus kas operasi. Laba accrual-heavy = laba rapuh.
$$\text{Accruals Ratio} = \dfrac{\text{Laba Bersih} - \text{Arus Kas Operasi}}{\text{Total Aset}}$$
Laba Berkualitas (Low Accruals)
Arus kas operasi ≈ laba bersih
Accruals ratio < 5%
Laba tahan lama, dapat dibagi sebagai dividen
Laba Rapuh (High Accruals)
Laba bersih >> arus kas operasi
Accruals ratio > 10% (peringatan)
Sering diikuti reversal di periode berikutnya
Aturan praktis: jika laba naik 20% tetapi arus kas operasi flat, curigai manajemen laba.
Studi Kasus: Emiten BEI dengan Red Flags
Konteks (ilustrasi): Beberapa kasus emiten BEI menunjukkan pola red flags yang dapat dideteksi dari laporan keuangan sebelum pengungkapan resmi.
Red Flag
Manifestasi di LK
Implikasi Kredit
Accruals rasio > 15%
Laba naik, arus kas operasi stagnan/negatif
Turunkan skor Capacity; perlu verifikasi pendapatan
Piutang tumbuh >> pendapatan
DSO memanjang tajam
Sinyal sales push ke channel lemah; reversal berisiko
Inventaris naik tajam
DIO memanjang; penurunan permintaan tersembunyi
Risiko obsolescence; write-down potensial
Ganti KAP / CFO mendadak
Pengumuman kecil tetapi signifikan
Sengketa akuntansi internal; perlu audit khusus
Related-party transactions
Pendapatan/utang ke entitas afiliasi besar
Pendapatan tidak arm's length; bisa di-port out
Pelajaran
Deteksi red flags harus dilakukan sebelum pengungkapan resmi — analisis kredit yang baik bersifat predictive, bukan reaktif
Coba Sendiri: Altman Z-Score Satu Angka Tiga Zona
Altman Z-Score mengkristalisasi lima rasio keuangan menjadi satu skor yang membagi debitur menjadi tiga zona: aman, abu-abu, dan distress. Geser komponen untuk merasakan ambang batas distress.
Bagian 4 · 4/4
Proyeksi Arus Kas & DSCR
Diskusi kelas: dalam proyeksi arus kas debitur, asumsi mana yang paling sering over-optimistic di pengalaman Anda?
Proyeksi Arus Kas 3-Tahun & Scenario Analysis
DSCR adalah rasio kunci keputusan kredit — harus diuji dalam tiga skenario.
Threshold umum: DSCR ≥ 1,3× base case dan ≥ 1,1× downside untuk approve. Severe downside boleh dilanggar jika collateral kuat.
Coba Sendiri: Bongkar ROE dengan DuPont
Geser slider NPM, Aset Turnover, dan Equity Multiplier untuk melihat dari mesin mana ROE debitur berasal — profitabilitas, efisiensi aset, atau leverage. Alat wajib sebelum menyetujui kredit jangka panjang.
ROE = NPM × Aset Turnover × Equity Multiplier — bedakan ROE sehat vs berbahaya
Accruals & Red Flags
Laba tanpa arus kas = rapuh; deteksi dini sebelum pengungkapan resmi
Bawa kerangka 4 klaster + DuPont + DSCR scenario sebagai alat utama di pertemuan 4 (PD scoring) & 14 (studi kasus terintegrasi).
Bacaan pendalaman: analisis kredit · rasio pasar · modal kerja. Persiapan P4: baca Saunders & Allen bab 4-5 (PD estimation); refresh konsep probabilitas dasar; bawa satu dataset historis default (anonimized) jika tersedia.