stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Konsep Dasar Risiko Kredit (Definisi, Sumber, Taksonomi)
RPS minggu 1 · 2x50 menit

Konsep Dasar Risiko Kredit

Manajemen Risiko Kredit — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 1: menjelaskan konsep dasar dan sumber risiko kredit. Empat indikator capaian yang harus Anda kuasai sebelum meninggalkan kelas.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Definisi risiko kredit (BCBS) & pembedaannya dari risiko pasar/operasional
  • Tiga komponen kerugian: PD, LGD, EAD → EL = PD × LGD × EAD
  • Sumber risiko korporasi vs ritel/UMKM (≥3 contoh per segmen)
Jam ke-2 (50 menit)
  • Risk driver sistemik vs idiosinkratik (diversifiable vs non-diversifiable)
  • Siklus kredit 5 tahap + mitigasi (agunan, covenant, jaminan)
  • Konteks POJK 17/2014 & Basel III; persiapan pertemuan 2 (5C)
Posisi dalam alur 14 pertemuan: fondasi konseptual sebelum kita membahas 5C (P2), laporan keuangan debitur (P3), PD (P4), LGD/EAD (P5), hingga studi kasus terintegrasi (P14).

Mengapa Risiko Kredit adalah Risiko #1 Bank

Untuk bank komersial, risiko kredit biasanya menyerap 60–70% total kerugian ekonomi dalam siklus — jauh di atas risiko pasar dan operasional.

Total Kredit Perbankan RI
~Rp 7.500 T
OJK SPI ~Des 2024 (dihedge); NPL bruto industri ~2,2–2,7%
Kredit Tere restrukturisasi Pandemi
~Rp 845 T
Puncak ~2021 (OJK, dihedge) — bukti kerentanan shock sistemik
Pertanyaan pemantik: apa yang membedakan bank yang selamat dari krisis dengan yang tumbang? Jawabannya hampir selalu kualitas manajemen risiko kredit.
Bagian 1 · 1/4
Definisi & Taksonomi Risiko
Diskusi kelas: apakah penurunan peringkat obligasi korporasi dari BBB ke BB+ adalah "rugi" bagi bank sebelum default benar-benar terjadi? Mengapa?

Definisi Risiko Kredit (BCBS, 2000)

Risiko kredit adalah risiko bahwa counterparty atau debitur gagal memenuhi kewajibannya sesuai kontrak, sehingga menimbulkan kerugian finansial bagi pemberi kredit. (adaptasi BCBS, Principles for the Management of Credit Risk, 2000)
Default / Kredit Event
Gagal bayar, restrukturisasi paksa, atau kepailitan
EAD — Exposure at Default
Nominal terutang saat default, bukan saat kontrak ditandatangani
LGD — Loss Given Default
Porsi eksposur hilang bersih setelah recovery agunan

Risiko kredit juga mencakup credit migration risk — penurunan kualitas kredit sebelum default terjadi.

Risiko Kredit vs Pasar vs Operasional

Tiga pilar risiko Basel — sumbernya berbeda, begitu pula alat kelolaannya.

DimensiRisiko KreditRisiko PasarRisiko Operasional
PemicuGagal bayar / migrasi peringkat debiturPerubahan harga pasar (bunga, valas, saham)Kegagalan proses, sistem, atau human error
Sumber kerugianCounterparty / debiturPergerakan variabel pasarInternal bank
HorizonSering jangka panjang (bulanan–tahunan)Intrahari hingga harianTidak terduga, sporadis
Alat utamaPD/LGD/EAD, scoring, agunanVaR, sensitivitas, hedging derivatifKontrol internal, asuransi, SOP
Contoh IndonesiaNPL Bank Bukopin 2014–2017; KTA bermasalah 2019Rugi valas bank korporasi 1997/2008Skandal banker fictive BNI 2003 (~Rp 1,7 T)

Tiga Komponen Kerugian: PD, LGD, EAD

Kerugian kredit yang diharapkan (expected loss) adalah produk tiga komponen — inilah atom risiko kredit modern.

PDProbability of DefaultLGDLoss Given Default×Expected Losscadangan PSAK 71
EL = PD × LGD × EAD

Hitung dari Nol: Expected Loss Fasilitas Korporasi

Skenario: Bank Mandiri menyalurkan investment loan Rp 100 miliar ke PT ABC (rating internal BB). Dari data historis bank, debitur rating BB memiliki PD 4%/tahun. Agunan tanah ~Rp 60 miliar dengan recovery rate historis 70% (setelah biaya lelang). Asumsikan EAD = saldo terutang penuh = Rp 100 miliar.
LangkahPerhitunganNilai
1. Recovery (Rp)agunan × recovery rate = Rp 60 M × 70%Rp 42.000.000.000
2. LGD (rasio)(EAD − recovery) ÷ EAD = (Rp 100 M − Rp 42 M) ÷ Rp 100 M0,58 (58%)
3. EL (Rp)PD × LGD × EAD = 4% × 58% × Rp 100 MRp 2.320.000.000
4. EL sebagai % EADEL ÷ EAD = Rp 2,32 M ÷ Rp 100 M2,32%
Kesimpulan
~Rp 2,32 M
Cadangan expected loss upfront — biaya modal yang dipungut dari margin bunga debitur
Bagian 2 · 2/4
Sumber Risiko Korporasi vs Ritel
Diskusi kelas: pada krisis pandemi 2020, segmen mana yang lebih dulu menujukkan kelonjakan NPL — korporasi atau UMKM/ritel? Mengapa?

Sumber Risiko Kredit Korporasi

Empat sumber utama yang saling berinteraksi — tidak boleh dinilai satu per satu.

Sumber 1 & 2
  • Cyclicality industri — sensitivitas pendapatan debitur terhadap siklus ekonomi (perbankan-properti vs consumer staples)
  • Governance & ownership — struktur pemegang saham, rekam jejak manajemen, related-party transactions
Sumber 3 & 4
  • Solvabilitas & struktur permodalan — Debt/Equity, interest coverage, kewajiban valas
  • Risiko spesifik industri — regulasi sektor, teknologi, rantai pasok
Contoh emiten: Garuda Indonesia (siklus industri + governance, PKPU 2021), Asia Pulp & Paper (solvabilitas + cyclicality, 2001), Titan Mining (komoditas).

Sumber Risiko UMKM & Ritel

Lebih agregat, lebih cepat bergerak, lebih sulit dimodelkan per debitur.

Sumber 1 & 2
  • Ketahanan arus kas rumah tangga/UMKM — pendapatan, beban tetap, tabungan cadangan
  • Siklus pendapatan & lapangan kerja — PHK atau gaji tertunda langsung memengaruhi KMK dan KTA
Sumber 3 & 4
  • Asimetri informasi — laporan keuangan UMKM sering tidak diaudit, sulit diverifikasi
  • Konsentrasi geografis/sektoral — bank daerah rentan shock lokal (gempa, banjir, kebijakan daerah)
Contoh Indonesia: KTA cash loan 2018–2020 (NPL naik dari ~2% ke ~4%+ di beberapa bank), KUR (kredit bersubsidi UMKM).

Risk Driver: Sistemik vs Idiosinkratik

Sumber risiko kredit selalu bisa dipilah menjadi dua: yang berasal dari sistem (sama untuk semua debitur) dan yang khas satu debitur.

Sistemik / Makroekonomi (non-diversifiable)
  • Siklus ekonomi — resesi → NPL naik di hampir semua segmen
  • Kebijakan moneter — BI7DRR naik → beban bunga debitur mengambang naik
  • Shock eksternal — pandemi, perang komoditas, depresiasi rupiah
Idiosinkratik / Spesifik Debitur (diversifiable)
  • Kualitas manajemen & governance
  • Strategi bisnis & posisi kompetitif
  • Skandal atau kasus hukum spesifik
Implikasi: bank dapat mendiversifikasi idiosinkratik (portofolio banyak debitur), tetapi tidak dapat mendiversifikasi sistemik → memerlukan buffer modal ekstra.

Hitung dari Nol: Konsentrasi Sektoral sebagai Pengganda Risiko

Skenario: Bank XYZ, portofolio kredit Rp 1.000 miliar, alokasi Properti 40%, Agribisnis 30%, Ritel 30%. Saat krisis properti (2017–2019), PD segmen properti naik dari 3% ke 12%; segmen lain tetap 3%. Asumsikan LGD seragam 50%.
LangkahPerhitunganNilai
1. EL properti pra-shock3% × 50% × Rp 400 MRp 6.000.000.000
2. EL properti pasca-shock12% × 50% × Rp 400 MRp 24.000.000.000
3. EL segmen lain (tetap)3% × 50% × Rp 600 MRp 9.000.000.000
4. EL total pasca-shockLangkah 2 + Langkah 3Rp 33.000.000.000
5. EL total pra-shockLangkah 1 + Langkah 3Rp 15.000.000.000
6. Peningkatan EL(Rp 33 M − Rp 15 M) ÷ Rp 15 M × 100%+120%
Kesimpulan
+120%
Shock 1 segmen (40% portofolio) menggandakan EL agregat — konsentrasi sektoral sebagai pengganda risiko
Bagian 3 · 3/4
Siklus Kredit & Mitigasi
Diskusi kelas: di bank tempat Anda bekerja, di tahap siklus kredit manakah risiko paling sering "bocor"? Origination, monitoring, atau workout?

Siklus Kredit Lima Tahap

Manajemen risiko kredit adalah proses berkelanjutan, bukan satu titik keputusan.

1. ORIGINATIONakuisisi debitur2. UNDERWRITINGanalisis 5C, scoring3. APPROVALcredit committee4. MONITORINGearly warning5. WORKOUTrecovery / restrukturisasi

Pekerjaan sesungguhnya dimulai setelah pencairan — di tahap monitoring dan workout.

Mitigasi: Agunan, Covenant, Jaminan

Tiga alat utama mitigasi risiko kredit, dengan karakteristik berbeda — semua akan kita dalami di P8.

1. Agunan (Collateral)
  • Aset dijanjikan untuk dieksekusi bila default
  • Mekanisme: menurunkan LGD
  • Contoh: tanah, bangunan, mesin, ekuitas
2. Covenant
  • Klausul kontrak yang membatasi perilaku debitur
  • Mekanisme: early warning & pemicu default awal
  • Contoh: DAR ≤ 2×, DSCR ≥ 1,3×
3. Jaminan Pihak Ketiga
  • Penjaminan oleh entitas lain
  • Mekanisme: menurunkan PD efektif/LGD
  • Contoh: Jamkrindo, corporate guarantee induk
Mitigasi tidak menghilangkan risiko — ia memindahkan atau mengurangi magnitude. Pada kasus APP 2001, jaminan internal grup tidak ada artinya karena seluruh grup runtuh serentak.

Studi Kasus: NPL Perbankan Indonesia 2020–2024

Tanggapan OJK terhadap pandemi menunjukkan siklus kredit lifecycle dalam aksi nyata.

PeriodePeristiwaDinamika Risiko
Mar 2020PSBB nasional; POJK 11/2020 relaksasi restrukturisasiNPL ritel/UMKM mulai naik tajam
~2021Kredit tere restrukturisasi puncak ~Rp 845 T (OJK, dihedge)Beban risiko digeser, bukan dihapus
2022–2023Taper-off restrukturisasi bertahapNPL netto industri terkendali ~1–2%
2024Pulih pasca-pandemiPerhatian ke segmen KPR, kredit mobil
Tiga pelajaran: (1) Restrukturisasi dini mencegah krisis sistemik; (2) Bank dengan early warning kuat pulih lebih cepat; (3) Kebijakan regulator menggeser beban risiko dari waktu ke waktu, bukan menghapusnya.
Bagian 4 · 4/4
Konteks Regulasi Indonesia
Diskusi kelas: apakah standar internasional Basel III selalu cocok untuk struktur perbankan Indonesia yang didominasi UMKM/ritel?

POJK 17/2014 & Kerangka Basel III

OJK mewajibkan setiap bank punya kerangka manajemen risiko kredit yang memenuhi POJK 17/2014 dan Basel III.

POJK 17/2014 (Manajemen Risiko)
  • Bank wajib punya kebijakan, proses, sistem identifikasi–pengukuran–monitoring–pengendalian
  • Struktur risk management setingkat direksi (RMC – Risk Management Committee)
  • Chief Risk Officer melapor langsung ke direksi
Basel III (BCBS, 2010/2011)
  • CAR minimum 8% (Tier 1 ≥ 6%)
  • Capital conservation buffer 2,5% tambahan
  • Countercyclical buffer 0–2,5% di rezim normal
  • Indonesia (POJK) terapkan CAR industri ~25% per 2024 (OJK, dihedge)
CAR rata-rata industri Indonesia (~25%) jauh di atas minimum 8% — buffer kuat untuk shock berat seperti pandemi.

Ringkasan Kunci Pertemuan 1

Tiga Komponen
EL = PD × LGD × EAD — atom seluruh matematika risiko kredit modern
Sistemik vs Idiosinkratik
Hanya idiosinkratik yang dapat didiversifikasi; sistemik butuh buffer modal
Siklus 5 Tahap
Origination → underwriting → approval → monitoring → workout

Bawa tiga lensa ini (EL · sistemik vs idiosinkratik · siklus 5 tahap) sebagai peta rujukan sepanjang semester.

Persiapan P2: baca Saunders & Allen (2010) bab 2 tentang 5C; bawa satu contoh kasus keputusan kredit dari pengalaman kerja untuk dianalisis lewat character-capacity-capital-collateral-condition.