stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-09
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 9: Manajemen Kinerja
RPS minggu 9 · 3 SKS

Manajemen Kinerja

Manajemen Kinerja dan Kompensasi — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 9: merancang sistem manajemen kinerja yang selaras strategi (BSC, KPI/OKR, 360°).

Jam ke-1 (50 menit)
  • Konsep manajemen kinerja (Armstrong) dan siklusnya
  • Balanced Scorecard Kaplan-Norton (4 perspektif)
  • Widget interaktif: bsc-scorecard-builder
Jam ke-2 (50 menit)
  • KPI vs OKR: tradisional vs Google model
  • Continuous check-in (Adobe) & 360-degree feedback
  • Widget reuse: motivasi-harapan-vroom
Posisi dalam alur: UTS (P8) → manajemen kinerja (P9) → pay-for-performance (P10) → tunjangan (P11) → kelompok khusus (P12).

Mengapa Manajemen Kinerja Krusial

Manajemen kinerja adalah sistem yang mengarahkan perilaku karyawan ke pencapaian strategi organisasi. Tanpa sistem efektif, strategi tetap di kertas.

Strategy Execution Gap
~70%
strategi formal yang gagal dieksekusi (Kaplan-Norton, dihedge)
Adobe Check-in (2012)
−30% turnover
penghapusan yearly review → continuous feedback mengurangi turnover dan biaya 80.000 jam manajer
Pertanyaan pemantik: di tempat kerja Anda, apakah penilaian kinerja benar-benar mengarahkan perilaku ke strategi, atau sekadar formalitas tahunan?
Bagian 1 · 1/4
Siklus Manajemen Kinerja
Diskusi kelas: dalam pengalaman Anda, tahap mana dari siklus kinerja yang paling lemah di organisasi Anda?

Siklus Manajemen Kinerja (Armstrong)

Empat tahap yang berputar secara berkelanjutan: perencanaan, eksekusi, evaluasi, pengembangan.

1. PERENCANAANsasaran, KPI, OKRtarget agreement2. EKSEKUSIcoaching, monitoringcheck-in rutin3. EVALUASIpenilaian, BSC360° feedback4. PENGEMBANGANfeedback, IDPtraining, promosi

Siklus ini berputar terus-menerus — bukan satu kali per tahun. Continuous check-in Adobe memperpendek siklus dari tahunan ke mingguan/bulanan.

Balanced Scorecard (Kaplan-Norton, 1996)

BSC menyeimbangkan 4 perspektif: finansial, pelanggan, proses internal, pembelajaran & pertumbuhan. Mencegah over-focus pada finansial jangka pendek.

PerspektifPertanyaan IntiContoh KPI Bank
1. FinansialBagaimana pemegang saham melihat kita?ROE, NIM, NPL, CASA ratio
2. PelangganBagaimana pelanggan melihat kita?NPS, retention rate, complaint resolution time
3. Proses InternalProses apa yang harus kita unggulkan?Cycle time loan approval, error rate, digital adoption
4. PembelajaranBagaimana kita terus memperbaiki?Training hours, employee engagement, internal promotion rate
Bobot perspektif harus selaras strategi. Bank dengan strategi Differentiation akan memberi bobot tinggi pada Pelanggan; bank Cost Leadership akan memberi bobot tinggi pada Proses Internal.
Bagian 2 · 2/4
Widget BSC Builder
Eksperimen langsung dengan widget — atur bobot dan achievement tiap perspektif, lihat total skor dan threshold bonus.

Widget Interaktif: BSC Scorecard Builder

Atur bobot dan achievement per perspektif. Total skor tertimbang menentukan threshold bonus kinerja.

Hitung dari Nol: BSC Manual

Skenario: Manager Budi di bank dengan strategi Differentiation. Bobot BSC: Finansial 30%, Pelanggan 35%, Proses 20%, Pembelajaran 15%. Achievement: Finansial 88%, Pelanggan 95%, Proses 90%, Pembelajaran 85%. Berapa total BSC? Apakah mencapai threshold bonus?
PerspektifBobotAchievementSkor Tertimbang
1. Finansial30%88%26,40
2. Pelanggan35%95%33,25
3. Proses Internal20%90%18,00
4. Pembelajaran15%85%12,75
Total BSC100%90,40
Threshold Bonus
90% bonus
Total BSC 90,40 ≥ 90% threshold → Budi menerima 90% dari target bonus tahunan. Verifikasi dengan widget di slide sebelumnya.

KPI vs OKR — Tradisional vs Google

KPI (Key Performance Indicator) fokus pada target realistis yang harus dicapai. OKR (Objectives & Key Results) fokus pada stretch goals yang "sukses besar" jika 70% tercapai.

DimensiKPI (Tradisional)OKR (Google model)
FilosofiTarget realistis yang harus dicapaiStretch goals ambisius
Skor sukses100% (kalau kurang = gagal)60–70% (sweet spot ala Google)
Frekuensi reviewTahunan/kuartalanKuartalan (cepat)
Kaitan rewardLangsung ke bonus/promosiTidak langsung (decupled)
Cocok untukOperasional, bank, manufakturInovasi, tech, growth
Risk OKR jika langsung dikaitkan bonus: karyawan akan sandbagging (target rendah agar mudah capai). Risk KPI jika terlalu kaku: tidak mengakomodasi inovasi.
Bagian 3 · 3/4
Continuous Check-in & 360°
Diskusi kelas: pernahkah Anda menerima feedback dari rekan kerja atau bawahan (bukan hanya atasan)? Apa kelebihannya?

Continuous Check-in Adobe

Adobe menghapus yearly review 2012, mengganti dengan check-in berkelanjutan antara manajer dan karyawan. Output: −30% turnover, 80.000 jam manajer/tahun dihemat.

Prinsip Check-in
  • Frekuensi: mingguan/bulanan (bukan tahunan)
  • Format: percakapan informal 30–60 menit
  • Fokus: development, bukan judgment
  • Tidak ada skor 1–5, tidak ada formality
Outcome Adobe (sejak 2012)
  • Voluntary turnover turun 30%
  • 80.000+ jam manajer/tahun dihemat
  • Engagement naik (Gallup)
  • Diikuti GE, Microsoft, Deloitte
Praktik Indonesia: BCA, Unilever, Gojek mengadopsi varian check-in — frekuensi kuartalan untuk formality, mingguan untuk coaching.

360-Degree Feedback

360-degree feedback mengumpulkan penilaian dari multiple sources: self, peer, manager, direct report. Lebih kaya dari review atasan-only.

Sumber Utama
Self (15%) · Peer (25%) · Manager (40%) · Direct report (20%)
Keunggulan
Multidimensi, mengurangi bias manajer tunggal, akurat untuk kompetensi
Risk
Subjektif, bisa jadi popularity contest, butuh kalibrasi
Praktik terbaik: anonymous feedback, minimum 3 raters per kategori, kalibrasi komite, focus on development (bukan promotion decision tunggal).
Bagian 4 · 4/4
Widget Motivasi Vroom
Eksperimen dengan widget motivasi-harapan-vroom — atur Expectancy, Instrumentality, Valence, lihat motivasi total.

Widget Reuse: Motivasi Vroom

Widget reuse dari registry — motivasi = E × I × V. Identifikasi lever terbesar untuk perbaikan motivasi karyawan.

Studi Kasus: Adobe — Transformasi 2012

Bagaimana Adobe mengubah sistem manajemen kinerja dari yearly review ke continuous check-in.

Sebelum 2012Sesudah 2012
Yearly review formal, skor 1–5Continuous check-in, no score
80.000+ jam manajer/tahun untuk appraisalWaktu dialihkan ke coaching
Voluntary turnover tinggiTurnover turun 30%
Karyawan takut review tahunanFeedback jadi rutinitas berkembang
Fokus backend-lookingFokus forward-looking
Pelajaran: transformasi sistem kinerja adalah keputusan strategis yang membutuhkan leadership commitment, training manajer, dan kesabaran 2–3 tahun untuk hasil.

Gagalnya Performance Review Tradisional

Mengapa banyak organisasi meninggalkan yearly review tradisional? Bukti riset menunjukkan kelemahan sistemik.

KelemahanBukti/Dampak
Bias recency (terakhir diingat)Manajer nilai 3 bulan terakhir, lupa performa 9 bulan awal
Haloy effect (1 kelemahan mendominasi)Satu kesalahan kecil merusak rating setahun
Central tendency (semua nilai 3)Manajer takut konflik, semua dapat "average"
Demotivasi rating rendahRating 2 sering memicu resign, bukan improve
Backend-looking, bukan forwardEvaluasi masa lalu, bukan pengembangan masa depan
Solusi: continuous feedback (Adobe), real-time coaching, development plan forward — bukan rating tahunan.

Cascading BSC: Strategi → KPI Individu

Keunggulan BSC adalah cascading — strategi perusahaan mengalir ke KPI setiap level sampai individu.

Level Cascading
  • Corporate — ROE 15%, NPS 60
  • Divisi — Cost ratio, cycle time
  • Tim — Throughput, defect rate
  • Individu — Teller: kecepatan, akurasi
Contoh BCA Teller
  • Finansial: cross-sell ratio
  • Pelanggan: kecepatan layanan <3 menit
  • Proses: akurasi 99,5%
  • Pembelajaran: sertifikasi produk baru
Cascading sukses = alignment vertikal. Setiap pegawai paham kontribusinya ke strategi perusahaan.

Ringkasan Kunci Pertemuan 9

Siklus Kinerja
Armstrong: perencanaan → eksekusi → evaluasi → pengembangan (siklus berkelanjutan)
BSC & KPI/OKR
Balanced Scorecard 4 perspektif + pilihan KPI (operasional) vs OKR (stretch)
Check-in & 360°
Continuous feedback Adobe + multidimensi 360-degree untuk kompetensi

Empat lensa ini (siklus · BSC · KPI/OKR · check-in/360°) menjadi input ke pay-for-performance P10 minggu depan.

Persiapan P10: baca Milkovich bab 10 tentang pay-for-performance; bawa output BSC (skor 90,4) dan compa-ratio untuk diolah di merit matrix.