RPS minggu 8 · UTS · 3 SKS
UTS — Sintesis Blok Kompensasi Manajemen Kinerja dan Kompensasi — Magister Manajemen FEB UNDIP Selamat datang di pertemuan kedelapan — UTS yang mensyntesiskan seluruh blok kompensasi P1 sampai P7. Tujuh minggu terakhir kita membangun pipeline sistematis dari konsep dasar sampai struktur gaji formal. Hari ini Anda akan didorong untuk mengintegrasikan semuanya menjadi analisis kasus yang utuh: diagnostik Pay Model, audit compa-ratio, dan rekomendasi adjustment. Pertemuan ini terdiri dari tiga bagian: (1) review singkat kerangka sintesis, (2) diagnostik kasus Bank XYZ, dan (3) rekomendasi adjustment. Bawa semua catatan dan output dari P2 sampai P7 karena akan menjadi referensi Anda. Setelah UTS ini, kita akan masuk blok kinerja (P9) dan pay-for-performance (P10) yang menggunakan struktur gaji yang kita bangun sebagai pondasi. Peta UTS Hari Ini UTS menguji kemampuan sintesis lintas blok: dari strategi bisnis sampai compa-ratio, dalam satu analisis kasus terintegrasi.
Kasus Bank XYZ: struktur reward dan data compa-ratio Diagnostik Pay Model Milkovich (3 tujuan + 4 kebijakan) Identifikasi red zone dan misalignment strategi Rekomendasi adjustment compa-ratio (1 tahun) Rekomendasi alignment strategi (3 tahun) Business case: biaya vs ROI Bobot: Bagian A 50%, Bagian B 50%. Kriteria penilaian: ketepatan analisis, kedalaman rekomendasi, kualitas komunikasi.
UTS hari ini terdiri dari dua bagian yang harus Anda kerjakan dalam 100 menit total. Bagian A (60 menit) adalah diagnostik: Anda akan menerima kasus Bank XYZ dengan data struktur reward dan compa-ratio 20 karyawan. Tugas Anda: diagnosa Pay Model Milkovich untuk identifikasi area masalah, identifikasi red zone (compa-ratio <0,90), dan identifikasi misalignment strategi. Bagian B (40 menit) adalah rekomendasi: Anda harus memberikan rekomendasi adjustment compa-ratio untuk tahun pertama (quick wins) dan rekomendasi alignment strategi untuk tiga tahun (transformation). Akhiri dengan business case yang membandingkan biaya vs ROI. Bobot 50-50. Kriteria penilaian: ketepatan analisis (apakah hitungan benar?), kedalaman rekomendasi (apakah logis dan dapat dieksekusi?), kualitas komunikasi (apakah jelas dan terstruktur?). Mari kita mulai dengan review kerangka sintesis. Review Kerangka Sintesis: Pay Model Pay Model Milkovich menjadi peta diagnostik utama — tiga tujuan dan empat kebijakan harus Anda evaluasi untuk Bank XYZ.
STRATEGI BISNIS Bank XYZ: ? STRATEGI IMBALAN Bank XYZ: ? TUJUAN IMBALAN 3 tujuan: ? 3 TUJUAN 1. Internal consistency (P3–P4) 2. Market competitiveness (P6) 3. Recognize contributions (P10) 4 KEBIJAKAN 1. Internal alignment 2. External competitiveness 3. Employee contribution 4. Management (P7) UTS DIAGNOSTIC Red zone compa-ratio Misalignment strategi Adjustment budget 3-year transformation Sebelum masuk kasus, mari kita review kerangka sintesis yang akan menjadi peta diagnostik Anda. Pay Model Milkovich adalah kerangka inti: tiga tujuan (internal consistency, market competitiveness, recognize contributions) dan empat kebijakan (internal alignment, external competitiveness, employee contribution, management). Dalam diagnostik Bank XYZ, Anda harus mengevaluasi setiap tujuan dan kebijakan — apakah tercapai atau tidak. Output diagnostik: identifikasi red zone (compa-ratio <0,90 yang menandakan masalah market competitiveness), misalignment strategi (strategi reward tidak selaras strategi bisnis), dan budget adjustment yang diperlukan. Kerangka ini sudah Anda pelajari sejak P2 — sekarang waktunya mengaplikasikannya untuk kasus nyata. Cek Pemahaman: Konsep Kunci Verifikasi pemahaman Anda dengan tiga pertanyaan cepat sebelum masuk kasus.
Pertanyaan Konsep 1. Apa rumus compa-ratio? gaji aktual ÷ midpoint 2. Apa arti compa-ratio 0,85? 15% di bawah midpoint — red zone 3. Tiga tujuan Pay Model? Internal consistency · Market competitiveness · Recognize contributions 4. Empat pilihan posisi pasar? Lead / Match / Lag / Hybrid 5. Range spread 60% berarti? Max = 1,60 × Min
Jika Anda dapat menjawab kelima pertanyaan di atas tanpa ragu, Anda siap masuk kasus. Jika tidak, review materi P2 dan P7 sebelum lanjut.
Lima pertanyaan cek pemahaman ini adalah prasyarat sebelum masuk kasus. Jika Anda dapat menjawab kelima pertanyaan tanpa ragu, Anda siap. Jika tidak, luangkan 5 menit untuk review materi P2 dan P7 sebelum melanjutkan. UTS tidak akan menguji hafalan — tetapi menguji kemampuan aplikasi konsep. Pastikan konsep dasar sudah Anda kuasai sebelum mengaplikasikannya pada kasus Bank XYZ. Miskonsepsi yang Sering Muncul di UTS Tiga jebakan klasik yang sering menggagalkan jawaban UTS — kenali sebelum mengerjakan.
Miskonsepsi Kenapa Salah Yang Benar "Compa-ratio rendah selalu berarti underpaid" Belum tentu — bisa karena karyawan baru atau junior dalam grade Bandingkan dengan masa kerja & peer setara "Strategi Match selalu aman karena tidak mahal" Match aman untuk grade regular, tetapi underpay untuk talent langka Hybrid: Match regular + Lead talent kritis "Catch-up gaji = solusi tunggal" Tanpa address penyebab akar (strategi, talent pipeline), masalah kambuh Catch-up + structural change + pipeline
Tips: baca kasus 2 kali. Identifikasi strategi bisnis dulu, baru hubungkan ke strategi reward — jangan terburu hitung angka.
Tiga miskonsepsi yang sering menggagalkan jawaban UTS. Pertama: compa-ratio rendah belum tentu berarti underpaid — bisa karena karyawan baru atau junior dalam grade. Yang benar adalah membandingkan dengan masa kerja dan peer setara. Kedua: strategi Match tidak selalu aman — Match aman untuk grade regular, tetapi underpay untuk talent langka seperti tech. Yang benar adalah Hybrid strategy: Match untuk regular, Lead untuk talent kritis. Ketiga: catch-up gaji bukan solusi tunggal. Tanpa address penyebab akar (strategi reward, talent pipeline, culture), masalah akan kambuh. Yang benar adalah kombinasi catch-up + structural change + talent pipeline. Tips penting: baca kasus minimal 2 kali. Identifikasi strategi bisnis dulu, baru hubungkan ke strategi reward — jangan terburu-buru menghitung angka. Logika diagnostik lebih dinilai daripada ketepatan angka. Bagian A · Diagnostik
Kasus Bank XYZ
Membaca kasus dengan saksama: identifikasi strategi bisnis, struktur reward saat ini, dan data compa-ratio 20 karyawan.
Sekarang kita masuk Bagian A diagnostik. Anda akan diberikan kasus Bank XYZ dengan tiga informasi inti: (1) strategi bisnis dan reward saat ini, (2) struktur grade formal dengan midpoint per grade, dan (3) data compa-ratio 20 karyawan di berbagai grade. Tugas Anda: diagnosa Pay Model untuk identifikasi area masalah, identifikasi red zone, dan identifikasi misalignment. Baca kasus dengan saksama — detail kecil sering mengandung petunjuk penting. Slide berikut memberikan ringkasan kasus. Kasus Bank XYZ — Profil Singkat Bank XYZ adalah bank menengah Indonesia dengan 3.000 karyawan, fokus segmen UMKM dan ritel.
Strategi bisnis: differentiation via digital customer experience Strategi reward saat ini: Match (persentil 50) di seluruh grade Filosofi SDM: long-term employment, training kuat Turnover 12%/tahun (industri 8%) 12 grade formal (G1–G12) Range spread 50% per grade 20 karyawan sample compa-ratio Tantangan: tech talent pindah ke fintech Pertanyaan diagnostik: apakah strategi reward Match selaras dengan strategi bisnis Differentiation yang menuntut tech talent premium?
Bank XYZ adalah bank menengah Indonesia dengan 3.000 karyawan, fokus segmen UMKM dan ritel. Strategi bisnis: differentiation via digital customer experience. Strategi reward saat ini: Match di persentil 50 untuk seluruh grade. Filosofi SDM: long-term employment dengan training kuat. Turnover 12 persen per tahun — di atas industri 8 persen. Data kunci: 12 grade formal, range spread 50 persen, 20 karyawan sample compa-ratio. Tantangan utama: tech talent (engineer, data scientist) pindah ke fintech seperti Gojek, Ovo, DANA. Pertanyaan diagnostik utama: apakah strategi reward Match selaras dengan strategi bisnis Differentiation yang menuntut tech talent premium? Ini adalah misalignment potensial yang harus Anda identifikasi. Slide berikut memberikan data compa-ratio sample. Data Compa-ratio 20 Karyawan Sample Distribusi compa-ratio per grade. Identifikasi red zone (compa-ratio <0,90) dan misalignment.
Grade Jabatan Representative Midpoint (Rp jt) Rata-rata Compa-ratio % Red Zone (<0,90) G3 Teller, CS Junior 8,5 0,98 0% G5 CS Senior, Officer 13,5 0,95 10% G7 Supervisor, Analyst 20,0 0,92 20% G9 Manager, Tech Engineer 32,0 0,82 50% G11 Senior Manager, Senior Engineer 50,0 0,78 70%
Pola: red zone memburuk di grade senior — tech talent (G9, G11) sangat di bawah midpoint karena Match tidak cukup untuk talent langka.
Data compa-ratio 20 karyawan sample menunjukkan pola yang sangat mengkhawatirkan. Grade junior (G3, G5) memiliki compa-ratio sehat 0,95–0,98 dengan red zone minimal. Tetapi grade senior (G9, G11) compa-ratio turun ke 0,78–0,82 dengan red zone 50–70 persen. Pola ini menjelaskan mengapa turnover Bank XYZ 12 persen — jauh di atas industri 8 persen. Tech talent (engineer, data scientist) di G9 dan G11 pindah ke fintech yang membayar Lead di persentil 75–90. Diagnostik utama: strategi reward Match tidak selaras dengan strategi bisnis Differentiation yang menuntut tech talent premium. Bank XYZ harus mengubah strategi reward menjadi Hybrid — Match untuk grade junior, Lead untuk tech talent senior. Ini adalah rekomendasi utama yang harus Anda susun di Bagian B. Slide berikut memberikan framework untuk rekomendasi. Diagnostik dengan Pay Model Matrix Klasifikasikan temuan ke dalam matriks 3 tujuan × 4 kebijakan Pay Model — agar rekomendasi menyeluruh.
Dimensi Pay Model Status Bank XYZ Implikasi Internal consistency OK — job evaluation akurat, grade formal berjalan Tidak ada masalah struktural internal External competitiveness MASALAH — Match tidak cukup untuk tech talent Red zone memburuk di grade senior Recognize contributions SEBAGIAN — merit pay ada, tetapi compa-ratio tidak di-address Merit increase tidak mengejar red zone Administration OK — payroll tepat waktu, survei Mercer tier 2 Upgrade survei ke tier 1 untuk akurasi
Pesan: gunakan matriks ini sebagai checklist diagnostik di jawaban Anda. Setiap dimensi harus dievaluasi eksplisit.
Diagnostik Pay Model Matrix membantu Anda menyusun analisis yang menyeluruh. Internal consistency: OK karena job evaluation akurat dan grade formal berjalan — tidak ada masalah struktural internal. External competitiveness: MASALAH besar — strategi Match tidak cukup untuk tech talent yang pasar membayar Lead di persentil 75–90. Implikasi: red zone memburuk di grade senior. Recognize contributions: SEBAGIAN — merit pay ada, tetapi compa-ratio yang sudah rendah tidak di-address, sehingga merit increase tidak mengejar red zone. Administration: OK — payroll tepat waktu, tetapi survei Mercer tier 2 kurang granular untuk tech role; upgrade ke tier 1 akan memberi akurasi lebih. Pesan kunci: gunakan matriks ini sebagai checklist diagnostik di jawaban Anda. Setiap dimensi harus dievaluasi eksplisit agar rekomendasi menyeluruh, bukan hanya fokus ke satu masalah. Hitung dari Nol: Cost Adjustment Red Zone Skenario: Bank XYZ ingin catch-up 50% red zone G9 (compa-ratio rata-rata 0,82 → target 0,91) dalam 1 tahun. G9 memiliki 100 karyawan. Hitung biaya tahunan.
Langkah Perhitungan Nilai 1. Midpoint G9 data Rp 32,0 jt/bln 2. Gaji rata-rata saat ini 0,82 × Rp 32 jt Rp 26,24 jt/bln 3. Target gaji (compa 0,91) 0,91 × Rp 32 jt Rp 29,12 jt/bln 4. Kenaikan per karyawan Rp 29,12 − Rp 26,24 Rp 2,88 jt/bln 5. Karyawan catch-up 50% 50% × 100 karyawan 50 karyawan 6. Biaya tahunan catch-up 50 × Rp 2,88 × 12 Rp 1.728.000.000
Kesimpulan
~Rp 1,7 M/tahun
Cost catch-up 50% red zone G9. Bandingkan dengan cost turnover (200% × Rp 26 jt × 10 resign) = Rp 5,2 M/tahun — catch-up lebih murah.
Hitungan ini adalah business case konkret untuk rekomendasi adjustment. Catch-up 50 persen red zone G9 (compa-ratio 0,82 ke 0,91) memerlukan biaya Rp 1,7 miliar per tahun untuk 50 karyawan. Bandingkan dengan cost turnover: jika 10 tech engineer resign (rate realistis dengan compa-ratio 0,82), biaya penggantian 200 persen × Rp 26,24 jt × 12 bln × 10 = Rp 6,3 miliar per tahun. ROI catch-up sangat positif: investasi Rp 1,7 miliar menghemat potensi kerugian turnover Rp 6,3 miliar. Sebagai praktisi SDM strategis, Anda harus mampu menyusun business case seperti ini — bukan sekadar "karyawan perlu kenaikan gaji", tetapi "investasi Rp X menghemat kerugian Rp Y dengan ROI Z persen". Ini adalah bahasa yang dimengerti CFO dan board. Slide berikut memberikan template rekomendasi 3 tahun. Bagian B · Rekomendasi
3-Tahun Transformation Roadmap
Draft rekomendasi transformation 3 tahun: quick wins, structural change, dan sustainable model.
Bagian B rekomendasi adalah dimana Anda dituntut memberikan solusi konkret dan dapat dieksekusi. Template yang saya sarankan adalah roadmap 3 tahun: Tahun 1 quick wins (catch-up red zone prioritas), Tahun 2 structural change (perubahan strategi reward), Tahun 3 sustainable model (integrasi dengan talent pipeline). Slide berikut memberikan framework rekomendasi yang dapat Anda adaptasi untuk kasus Anda. Rekomendasi 3-Tahun Roadmap Roadmap transformation dari Match ke Hybrid (Match junior + Lead tech talent) selama 3 tahun.
Tahun Inisiatif Biaya (Rp M/tahun) Outcome Tahun 1 (Quick wins)Catch-up 50% red zone G9–G11; bonus retention tech talent 3,5 Turnover turun dari 12% → 10% Tahun 2 (Structural)Perubahan strategi reward ke Hybrid; skill-based pay untuk tech; survei Mercer tier 1 5,0 Compa-ratio tech talent ke 0,95; turnover 8% Tahun 3 (Sustainable)Integrasi talent pipeline; LTI untuk tech senior; pay equity audit tahunan 4,0 Sustainable competitive positioning
Total Investasi 3 Tahun
Rp 12,5 M
Investasi transformation vs benefit turnover reduction (Rp 6 M/tahun × 3 = Rp 18 M) = net benefit Rp 5,5 M + sustainable positioning
Rekomendasi 3-tahun roadmap ini adalah template yang dapat Anda adaptasi. Tahun 1 quick wins: catch-up 50 persen red zone G9–G11 (Rp 3,5 M) plus bonus retention untuk tech talent — target turnover turun dari 12 persen ke 10 persen. Tahun 2 structural change: perubahan strategi reward dari Match ke Hybrid (Match untuk junior, Lead untuk tech talent), implementasi skill-based pay untuk tech role, dan investasi langganan Mercer tier 1 untuk data survei yang akurat — biaya Rp 5 M, target compa-ratio tech talent ke 0,95 dan turnover 8 persen. Tahun 3 sustainable model: integrasi talent pipeline, LTI untuk tech senior, pay equity audit tahunan — biaya Rp 4 M. Total investasi 3 tahun Rp 12,5 M. Bandingkan dengan benefit turnover reduction Rp 6 M/tahun × 3 tahun = Rp 18 M — net benefit Rp 5,5 M plus sustainable competitive positioning. Business case positif. Sebagai praktisi SDM strategis, Anda harus mampu menyusun roadmap seperti ini dengan justifikasi finansial. Studi Kasus Lengkap: Solusi Sintesis Sintesis lengkap solusi yang Anda harus susun di Bagian B — model jawaban untuk benchmark.
Strategi reward Match TIDAK selaras strategi bisnis Differentiation Red zone memburuk di grade senior: G9 (50%), G11 (70%) Penyebab utama: Match tidak cukup untuk tech talent langka Dampak: turnover 12% (di atas industri 8%) Tahun 1: catch-up red zone (Rp 3,5 M) Tahun 2: Hybrid strategy + skill-based pay (Rp 5 M) Tahun 3: talent pipeline + LTI (Rp 4 M) Net benefit: Rp 5,5 M + sustainable positioning Kunci jawaban: kerangka berpikir lebih penting daripada angka eksak. Yang dinilai adalah logika diagnostik dan rekomendasi yang dapat dieksekusi.
Slide ini adalah model jawaban benchmark untuk UTS. Diagnostik: strategi reward Match tidak selaras dengan strategi bisnis Differentiation yang menuntut tech talent premium. Red zone memburuk di grade senior (G9 50 persen, G11 70 persen) — pola yang konsisten dengan keluhan tech talent pindah ke fintech. Penyebab utama: strategi Match tidak cukup untuk tech talent yang pasar membayar di persentil 75–90. Dampak: turnover 12 persen, di atas industri 8 persen. Rekomendasi: 3-tahun roadmap transformation dengan total investasi Rp 12,5 M dan net benefit Rp 5,5 M plus sustainable positioning. Yang dinilai dalam UTS: kerangka berpikir sistematis lebih penting daripada angka eksak. Logika diagnostik (apakah Anda mengidentifikasi misalignment strategi?) dan rekomendasi yang dapat dieksekusi (apakah solusi konkret dan terjustifikasi finansial?). Jangan khawatir jika angka Anda sedikit berbeda dari model — yang penting logika dan eksekusi. Risiko Implementasi & Mitigasi Setiap rekomendasi transformation memiliki risiko — identifikasi dan mitigasi untuk meyakinkan board.
Risiko Probabilitas Mitigasi Cost overrun di luar budget Rp 12,5 M Sedang Phased roll-out per grade; kontrol biaya tiap kuartal Inequity internal (tech vs non-tech gap melebar) Tinggi Komunikasi logika market; job grade adjustment Resistensi manager non-tech Sedang Town hall + training manager + champion pilot Tech talent tetap resign walau catch-up Rendah-Sedang Combine pay + culture + LTI + growth path
Board akan bertanya soal risiko. Jika Anda tidak punya mitigasi, kredibilitas rekomendasi turun. Sertakan slide risiko-mitigasi.
Setiap rekomendasi transformation memiliki risiko yang harus diidentifikasi dan dimitigasi untuk meyakinkan board. Risiko pertama: cost overrun di luar budget Rp 12,5 M dengan probabilitas sedang. Mitigasi: phased roll-out per grade dengan kontrol biaya tiap kuartal. Risiko kedua: inequity internal di mana gap tech vs non-tech melebar dengan probabilitas tinggi. Mitigasi: komunikasi logika market yang jelas, job grade adjustment untuk non-tech critical role. Risiko ketiga: resistensi manager non-tech yang merasa ditinggal dengan probabilitas sedang. Mitigasi: town hall, training manager, dan champion pilot unit. Risiko keempat: tech talent tetap resign walau sudah catch-up dengan probabilitas rendah-sedang. Mitigasi: combine pay adjustment dengan culture, LTI, dan growth path yang jelas. Board pasti akan bertanya soal risiko. Jika Anda tidak punya mitigasi, kredibilitas rekomendasi turun. Sertakan slide risiko-mitigasi di jawaban UTS untuk menunjukkan kedewasaan berpikir strategis. Metrik Keberhasilan 12 Bulan Tanpa metrik, transformation tidak dapat dievaluasi. Sertakan KPI yang dapat diaudit 12 bulan setelah implementasi.
Turnover Tech
12% → 8%
Penurunan turnover tech talent dalam 12 bulan
Compa-ratio G9-G11
0,80 → 0,95
Penyesuaian compa-ratio grade senior
eNPS Tech
+15 → +35
Kenaikan employee Net Promoter Score tech talent
Tracking kuartalan via dashboard HR. Setiap metrik harus ada baseline, target, dan tanggal ukur — bukan slogan.
Tanpa metrik, transformation tidak dapat dievaluasi. Sertakan KPI yang dapat diaudit 12 bulan setelah implementasi. Pertama, turnover tech turun dari 12 persen ke 8 persen — ukur via exit interview data dan retention rate per grade. Kedua, compa-ratio G9-G11 naik dari rata-rata 0,80 ke 0,95 — ukur via survei Mercer tier 1 dan data payroll internal. Ketiga, eNPS tech naik dari +15 ke +35 — ukur via survey engagement tahunan dan pulse survey kuartalan. Tracking kuartalan via dashboard HR yang dapat diakses board. Setiap metrik harus ada baseline (angka awal), target (angka yang ingin dicapai), dan tanggal ukur (kapan dievaluasi). Hindari slogan seperti "meningkatkan retensi" — gunakan angka konkret dan timeline. Sebagai praktisi SDM strategis, Anda harus mampu menyusun dashboard metrik yang dapat dieksekusi dan diaudit. Persiapan Blok Kinerja (P9–P10) Setelah UTS, kita masuk blok kinerja dan pay-for-performance yang menggunakan struktur gaji P3–P7 sebagai pondasi.
P9 — Manajemen Kinerja
BSC (Kaplan-Norton), KPI vs OKR, Adobe check-in, 360-degree feedback
P10 — Pay-for-Performance
Merit matrix (kinerja × compa-ratio), variable pay, LTI, widget simulator
Pondasi
Struktur gaji formal (P3–P7) menjadi baseline untuk compa-ratio dan merit increase
Setelah UTS hari ini, kita akan masuk blok kinerja dan pay-for-performance yang menggunakan struktur gaji formal P3–P7 sebagai pondasi. P9 akan mendalami Balanced Scorecard Kaplan-Norton (4 perspektif: finansial, pelanggan, proses internal, pembelajaran), KPI vs OKR (Google model), continuous check-in Adobe, dan 360-degree feedback untuk kompetensi. Anda akan berinteraksi dengan widget bsc-scorecard-builder di P9 untuk simulasi. P10 akan mendalami merit matrix (kinerja × compa-ratio → persen kenaikan), variable pay design, dan LTI. Anda akan berinteraksi dengan widget merit-matrix-raiser di P10. Pondasi struktur gaji formal (grade, midpoint, range, compa-ratio) yang Anda kuasai di P3–P7 akan menjadi baseline untuk semua keputusan merit increase dan variable pay di P10. Pastikan Anda menguasai compa-ratio karena ia akan menjadi input utama merit matrix. Ringkasan UTS dan Transisi Diagnostik
Pay Model + compa-ratio audit + misalignment strategi — kemampuan analisis
Rekomendasi
3-tahun roadmap transformation dengan business case finansial — kemampuan eksekusi
Kompetensi
Praktisi SDM strategis — bukan administrator, tetapi business partner
UTS menguji kemampuan Anda sebagai praktisi SDM strategis — bukan administrator yang menghafal rumus, tetapi business partner yang dapat mendiagnosa dan merekomendasikan.
Persiapan P9: baca Kaplan-Norton (1996) Balanced Scorecard; bawa satu contoh BSC atau KPI dari organisasi Anda untuk dianalisis.
Sebagai penutup UTS, tiga pesan kunci: pertama, diagnostik Pay Model + compa-ratio audit + misalignment strategi menguji kemampuan analisis Anda. Kedua, rekomendasi 3-tahun roadmap transformation dengan business case finansial menguji kemampuan eksekusi. Ketiga, kompetensi inti yang diuji adalah praktisi SDM strategis — bukan administrator yang menghafal rumus, tetapi business partner yang dapat mendiagnosa masalah dan merekomendasikan solusi yang dapat dieksekusi dengan justifikasi finansial. Setelah UTS hari ini, sampai jumpa di P9 minggu depan di mana kita masuk blok kinerja dengan Balanced Scorecard Kaplan-Norton. Bawa satu contoh BSC atau KPI dari organisasi Anda untuk dianalisis. Jangan lupa submit UTS hari ini juga sesuai deadline.