stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: UTS — Sintesis Blok Kompensasi
RPS minggu 8 · UTS · 3 SKS

UTS — Sintesis Blok Kompensasi

Manajemen Kinerja dan Kompensasi — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta UTS Hari Ini

UTS menguji kemampuan sintesis lintas blok: dari strategi bisnis sampai compa-ratio, dalam satu analisis kasus terintegrasi.

Bagian A — Diagnostik (60 menit)
  • Kasus Bank XYZ: struktur reward dan data compa-ratio
  • Diagnostik Pay Model Milkovich (3 tujuan + 4 kebijakan)
  • Identifikasi red zone dan misalignment strategi
Bagian B — Rekomendasi (40 menit)
  • Rekomendasi adjustment compa-ratio (1 tahun)
  • Rekomendasi alignment strategi (3 tahun)
  • Business case: biaya vs ROI
Bobot: Bagian A 50%, Bagian B 50%. Kriteria penilaian: ketepatan analisis, kedalaman rekomendasi, kualitas komunikasi.

Review Kerangka Sintesis: Pay Model

Pay Model Milkovich menjadi peta diagnostik utama — tiga tujuan dan empat kebijakan harus Anda evaluasi untuk Bank XYZ.

STRATEGI BISNISBank XYZ: ?STRATEGI IMBALANBank XYZ: ?TUJUAN IMBALAN3 tujuan: ?3 TUJUAN1. Internal consistency (P3–P4)2. Market competitiveness (P6)3. Recognize contributions (P10)4 KEBIJAKAN1. Internal alignment2. External competitiveness3. Employee contribution4. Management (P7)UTS DIAGNOSTICRed zone compa-ratioMisalignment strategiAdjustment budget3-year transformation

Cek Pemahaman: Konsep Kunci

Verifikasi pemahaman Anda dengan tiga pertanyaan cepat sebelum masuk kasus.

PertanyaanKonsep
1. Apa rumus compa-ratio?gaji aktual ÷ midpoint
2. Apa arti compa-ratio 0,85?15% di bawah midpoint — red zone
3. Tiga tujuan Pay Model?Internal consistency · Market competitiveness · Recognize contributions
4. Empat pilihan posisi pasar?Lead / Match / Lag / Hybrid
5. Range spread 60% berarti?Max = 1,60 × Min
Jika Anda dapat menjawab kelima pertanyaan di atas tanpa ragu, Anda siap masuk kasus. Jika tidak, review materi P2 dan P7 sebelum lanjut.

Miskonsepsi yang Sering Muncul di UTS

Tiga jebakan klasik yang sering menggagalkan jawaban UTS — kenali sebelum mengerjakan.

MiskonsepsiKenapa SalahYang Benar
"Compa-ratio rendah selalu berarti underpaid"Belum tentu — bisa karena karyawan baru atau junior dalam gradeBandingkan dengan masa kerja & peer setara
"Strategi Match selalu aman karena tidak mahal"Match aman untuk grade regular, tetapi underpay untuk talent langkaHybrid: Match regular + Lead talent kritis
"Catch-up gaji = solusi tunggal"Tanpa address penyebab akar (strategi, talent pipeline), masalah kambuhCatch-up + structural change + pipeline
Tips: baca kasus 2 kali. Identifikasi strategi bisnis dulu, baru hubungkan ke strategi reward — jangan terburu hitung angka.
Bagian A · Diagnostik
Kasus Bank XYZ
Membaca kasus dengan saksama: identifikasi strategi bisnis, struktur reward saat ini, dan data compa-ratio 20 karyawan.

Kasus Bank XYZ — Profil Singkat

Bank XYZ adalah bank menengah Indonesia dengan 3.000 karyawan, fokus segmen UMKM dan ritel.

Strategi Bisnis & Reward
  • Strategi bisnis: differentiation via digital customer experience
  • Strategi reward saat ini: Match (persentil 50) di seluruh grade
  • Filosofi SDM: long-term employment, training kuat
  • Turnover 12%/tahun (industri 8%)
Data Kunci
  • 12 grade formal (G1–G12)
  • Range spread 50% per grade
  • 20 karyawan sample compa-ratio
  • Tantangan: tech talent pindah ke fintech
Pertanyaan diagnostik: apakah strategi reward Match selaras dengan strategi bisnis Differentiation yang menuntut tech talent premium?

Data Compa-ratio 20 Karyawan Sample

Distribusi compa-ratio per grade. Identifikasi red zone (compa-ratio <0,90) dan misalignment.

GradeJabatan RepresentativeMidpoint (Rp jt)Rata-rata Compa-ratio% Red Zone (<0,90)
G3Teller, CS Junior8,50,980%
G5CS Senior, Officer13,50,9510%
G7Supervisor, Analyst20,00,9220%
G9Manager, Tech Engineer32,00,8250%
G11Senior Manager, Senior Engineer50,00,7870%
Pola: red zone memburuk di grade senior — tech talent (G9, G11) sangat di bawah midpoint karena Match tidak cukup untuk talent langka.

Diagnostik dengan Pay Model Matrix

Klasifikasikan temuan ke dalam matriks 3 tujuan × 4 kebijakan Pay Model — agar rekomendasi menyeluruh.

Dimensi Pay ModelStatus Bank XYZImplikasi
Internal consistencyOK — job evaluation akurat, grade formal berjalanTidak ada masalah struktural internal
External competitivenessMASALAH — Match tidak cukup untuk tech talentRed zone memburuk di grade senior
Recognize contributionsSEBAGIAN — merit pay ada, tetapi compa-ratio tidak di-addressMerit increase tidak mengejar red zone
AdministrationOK — payroll tepat waktu, survei Mercer tier 2Upgrade survei ke tier 1 untuk akurasi
Pesan: gunakan matriks ini sebagai checklist diagnostik di jawaban Anda. Setiap dimensi harus dievaluasi eksplisit.

Hitung dari Nol: Cost Adjustment Red Zone

Skenario: Bank XYZ ingin catch-up 50% red zone G9 (compa-ratio rata-rata 0,82 → target 0,91) dalam 1 tahun. G9 memiliki 100 karyawan. Hitung biaya tahunan.
LangkahPerhitunganNilai
1. Midpoint G9dataRp 32,0 jt/bln
2. Gaji rata-rata saat ini0,82 × Rp 32 jtRp 26,24 jt/bln
3. Target gaji (compa 0,91)0,91 × Rp 32 jtRp 29,12 jt/bln
4. Kenaikan per karyawanRp 29,12 − Rp 26,24Rp 2,88 jt/bln
5. Karyawan catch-up 50%50% × 100 karyawan50 karyawan
6. Biaya tahunan catch-up50 × Rp 2,88 × 12Rp 1.728.000.000
Kesimpulan
~Rp 1,7 M/tahun
Cost catch-up 50% red zone G9. Bandingkan dengan cost turnover (200% × Rp 26 jt × 10 resign) = Rp 5,2 M/tahun — catch-up lebih murah.
Bagian B · Rekomendasi
3-Tahun Transformation Roadmap
Draft rekomendasi transformation 3 tahun: quick wins, structural change, dan sustainable model.

Rekomendasi 3-Tahun Roadmap

Roadmap transformation dari Match ke Hybrid (Match junior + Lead tech talent) selama 3 tahun.

TahunInisiatifBiaya (Rp M/tahun)Outcome
Tahun 1
(Quick wins)
Catch-up 50% red zone G9–G11; bonus retention tech talent3,5Turnover turun dari 12% → 10%
Tahun 2
(Structural)
Perubahan strategi reward ke Hybrid; skill-based pay untuk tech; survei Mercer tier 15,0Compa-ratio tech talent ke 0,95; turnover 8%
Tahun 3
(Sustainable)
Integrasi talent pipeline; LTI untuk tech senior; pay equity audit tahunan4,0Sustainable competitive positioning
Total Investasi 3 Tahun
Rp 12,5 M
Investasi transformation vs benefit turnover reduction (Rp 6 M/tahun × 3 = Rp 18 M) = net benefit Rp 5,5 M + sustainable positioning

Studi Kasus Lengkap: Solusi Sintesis

Sintesis lengkap solusi yang Anda harus susun di Bagian B — model jawaban untuk benchmark.

Diagnostik (Bagian A)
  • Strategi reward Match TIDAK selaras strategi bisnis Differentiation
  • Red zone memburuk di grade senior: G9 (50%), G11 (70%)
  • Penyebab utama: Match tidak cukup untuk tech talent langka
  • Dampak: turnover 12% (di atas industri 8%)
Rekomendasi (Bagian B)
  • Tahun 1: catch-up red zone (Rp 3,5 M)
  • Tahun 2: Hybrid strategy + skill-based pay (Rp 5 M)
  • Tahun 3: talent pipeline + LTI (Rp 4 M)
  • Net benefit: Rp 5,5 M + sustainable positioning
Kunci jawaban: kerangka berpikir lebih penting daripada angka eksak. Yang dinilai adalah logika diagnostik dan rekomendasi yang dapat dieksekusi.

Risiko Implementasi & Mitigasi

Setiap rekomendasi transformation memiliki risiko — identifikasi dan mitigasi untuk meyakinkan board.

RisikoProbabilitasMitigasi
Cost overrun di luar budget Rp 12,5 MSedangPhased roll-out per grade; kontrol biaya tiap kuartal
Inequity internal (tech vs non-tech gap melebar)TinggiKomunikasi logika market; job grade adjustment
Resistensi manager non-techSedangTown hall + training manager + champion pilot
Tech talent tetap resign walau catch-upRendah-SedangCombine pay + culture + LTI + growth path
Board akan bertanya soal risiko. Jika Anda tidak punya mitigasi, kredibilitas rekomendasi turun. Sertakan slide risiko-mitigasi.

Metrik Keberhasilan 12 Bulan

Tanpa metrik, transformation tidak dapat dievaluasi. Sertakan KPI yang dapat diaudit 12 bulan setelah implementasi.

Turnover Tech
12% → 8%
Penurunan turnover tech talent dalam 12 bulan
Compa-ratio G9-G11
0,80 → 0,95
Penyesuaian compa-ratio grade senior
eNPS Tech
+15 → +35
Kenaikan employee Net Promoter Score tech talent
Tracking kuartalan via dashboard HR. Setiap metrik harus ada baseline, target, dan tanggal ukur — bukan slogan.

Persiapan Blok Kinerja (P9–P10)

Setelah UTS, kita masuk blok kinerja dan pay-for-performance yang menggunakan struktur gaji P3–P7 sebagai pondasi.

P9 — Manajemen Kinerja
BSC (Kaplan-Norton), KPI vs OKR, Adobe check-in, 360-degree feedback
P10 — Pay-for-Performance
Merit matrix (kinerja × compa-ratio), variable pay, LTI, widget simulator
Pondasi
Struktur gaji formal (P3–P7) menjadi baseline untuk compa-ratio dan merit increase

Ringkasan UTS dan Transisi

Diagnostik
Pay Model + compa-ratio audit + misalignment strategi — kemampuan analisis
Rekomendasi
3-tahun roadmap transformation dengan business case finansial — kemampuan eksekusi
Kompetensi
Praktisi SDM strategis — bukan administrator, tetapi business partner

UTS menguji kemampuan Anda sebagai praktisi SDM strategis — bukan administrator yang menghafal rumus, tetapi business partner yang dapat mendiagnosa dan merekomendasikan.

Persiapan P9: baca Kaplan-Norton (1996) Balanced Scorecard; bawa satu contoh BSC atau KPI dari organisasi Anda untuk dianalisis.