stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Tantangan Terkini dalam Manajemen Kinerja dan Kompensasi
RPS minggu 1 · 3 SKS

Tantangan Terkini Manajemen Kinerja & Kompensasi

Manajemen Kinerja dan Kompensasi — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 1: menjelaskan tantangan kontemporer dan tren baru dalam manajemen kinerja dan kompensasi. Empat indikator capaian yang harus Anda kuasai.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Definisi kinerja (Armstrong) dan kompensasi (Milkovich) — dua konsep yang sering disalahpahami
  • Model imbalan (Pay Model Milkovich): 3 tujuan + 4 kebijakan
  • Lima tantangan kontemporer: globalisasi, teknologi, talent war, work-life, hukum
Jam ke-2 (50 menit)
  • Pergeseran paradigma: dari yearly review → continuous feedback (Adobe, GE, Microsoft)
  • Studi kasus Indonesia: BCA kinerja, Astra kompensasi, Unilever talent
  • Peta alur 14 pertemuan & persiapan P2 (perspektif strategis)
Posisi dalam alur 14 pertemuan: pengantar konseptual sebelum kita membahas perspektif strategis (P2), analisis pekerjaan (P3), evaluasi pekerjaan (P4), struktur gaji (P5–P7), UTS (P8), kinerja (P9), pay-for-performance (P10), hingga sintesis UAS (P14).

Mengapa Kompensasi Adalah Keputusan Strategis

Kompensasi menyerap 60–70% total biaya operasi korporasi jasa — keputusan struktur reward berdampak langsung pada profitabilitas dan daya tarik talent.

Biaya Tenaga Kerja Korporasi Jasa
~60–70%
dari total operating expense bank, telekomunikasi, konsultan (Milkovich, 2023)
Adobe — Penghapusan Yearly Review (2012)
−30% voluntary turnover
80.000+ jam manajer/tahun dihemat; tolok ukur pergeseran paradigma
Pertanyaan pemantik: mengapa perusahaan teknologi terkemuka (Google, Netflix) mau membayar jauh di atas pasar padahal biayanya sangat besar? Jawabannya: talent terbaik menghasilkan 10× output rata-rata.
Bagian 1 · 1/4
Definisi Kinerja & Kompensasi
Diskusi kelas: di tempat kerja Anda, apakah "kinerja" selalu sama dengan "hasil kerja"? Mengapa banyak organisasi sekarang juga menilai perilaku, bukan hanya output?

Definisi Kinerja (Armstrong, 2023)

Kinerja adalah pencapaian tujuan organisasi melalui kombinasi hasil (what you achieve) dan perilaku (how you achieve it), yang selaras dengan strategi dan nilai organisasi. (adaptasi Armstrong, Armstrong's Handbook of Performance Management, 2023)
Hasil (Results)
Output terukur: penjualan, kualitas, kepatuhan
Perilaku (Behaviours)
Cara pencapaian: kolaborasi, etika, inisiatif
Potensi (Potential)
Kapasitas tumbuh jangka panjang — talent pipeline

Kinerja tidak pernah monodimensi — sistem modern menilai results + behaviours + potential secara terintegrasi.

Definisi Kompensasi (Milkovich, 2023)

Kompensasi bukan hanya gaji — ia adalah seluruh imbalan yang diterima karyawan sebagai pertukaran atas kontribusi kerja.

KomponenContohSifat
Base pay (gaji pokok)Gaji bulanan tetapFixed, jangka panjang, basis keamanan
Variable pay (variable pay)Bonus, komisi, incentivePerformance-linked, jangka pendek
Long-term incentive (LTI)Stock option, RSURetention + alignment pemegang saham
Benefits (tunjangan)BPJS, asuransi, cuti, pensiunIndirect, societal safety net
ExperiencePengembangan, fleksibilitas, cultureNon-finansial,日益 penting bagi Gen Z

Pay Model Milkovich: 3 Tujuan + 4 Kebijakan

Kerangka yang menjadi peta jalan seluruh mata kuliah ini — setiap keputusan reward harus selaras strategi bisnis.

STRATEGI BISNISPorter: cost / differentiation / focusSTRATEGI IMBALAN3 tujuan + 4 kebijakanTUJUAN IMBALANefisiensi, keadilan, kepatuhan3 TUJUAN1. Internal consistency2. Market competitiveness3. Recognize contributions4 KEBIJAKAN1. Internal alignment2. External competitiveness3. Employee contribution4. ManagementTEKNIKJob analysis (P3)Job evaluation (P4)Market survey (P6)Pay structure (P7)

Hitung dari Nol: Biaya Reward sebagai % Pendapatan

Skenario: Bank XYZ dengan 5.000 karyawan, rata-rata total reward per karyawan Rp 25 juta/bulan (gaji pokok Rp 18 juta, tunjangan Rp 4 juta, BPJS Rp 2 juta, variable Rp 1 juta). Pendapatan operasional tahun ini Rp 2 triliun. Berapa persen biaya reward terhadap pendapatan?
LangkahPerhitunganNilai
1. Biaya reward/bulan5.000 karyawan × Rp 25 jt/bulanRp 125.000.000.000
2. Biaya reward/tahunbiaya/bulan × 12Rp 1.500.000.000.000
3. Pendapatan tahunandata inputRp 2.000.000.000.000
4. Rasio biaya rewardbiaya reward ÷ pendapatan × 100%75%
5. Margin tersisa100% − 75% (sebelum biaya lain)25%
Kesimpulan
75%
Setiap kenaikan reward 1% mengurangi margin 0,75 poin — keputusan reward = keputusan finansial besar
Bagian 2 · 2/4
Lima Tantangan Kontemporer
Diskusi kelas: dari lima tantangan, mana yang paling kentara di organisasi Anda? Apakah respons SDM terhadapnya efektif?

Lima Tantangan Kontemporer SDM

Lima kekuatan yang mengubah lanskap manajemen kinerja dan kompensasi sejak dekade 2010-an.

1. Globalisasi
  • Mobilitas talent lintas batas
  • Pasar expat, remote work global
  • Tantangan: PPP adjustment, pay equity global
2. Teknologi
  • AI menilai kinerja (people analytics)
  • HRIS terintegrasi (Workday, SAP)
  • Tantangan: bias algoritmik, privasi data
3. Talent War
  • Kompetisi talent digital (engineer, data)
  • Pay-at-top-of-market (Netflix)
  • Tantangan: retensi, total reward alternatif
Dua tantangan lain: 4. Work-life balance — generasi Z menuntut fleksibilitas; 5. Hukum & etika — UU Cipta Kerja, pay transparency directive UE, regulasi gig economy.

Tantangan 1 & 2: Globalisasi & Teknologi

Globalisasi tenaga kerja
  • Mobilitas: ekspatriat, remote worker global, digital nomad visa
  • PPP adjustment: gaji engineer senior AS USD 200k → Indonesia PPP-adjusted USD 80k (Bank Dunia)
  • Pay equity global: konsistensi logika internal lintas negara
Teknologi SDM
  • HRIS: Workday, SAP SuccessFactors, Oracle HCM
  • People analytics: prediksi turnover, deteksi bias manajer
  • AI appraisal:亚马逊 scandals 2018 (algoritma bias gender)
Contoh Indonesia: Gojek mengelola 2 juta+ driver dengan algoritma — tantangan klasifikasi pekerja gig (P12); BCA memakai HRIS terintegrasi untuk 25.000+ karyawan.

Tantangan 3 & 4: Talent War & Work-Life

Talent war
  • Pay-at-top-of-market: Netflix membayar persentil 90, tidak ada bonus tahunan (semua ke base + LTI)
  • 10× engineer myth: talent terbaik menghasilkan 10× output median
  • Counter-offer: 50–80% penerima counter tetap resign <1 tahun
Work-life balance
  • Gen Z expectation: fleksibilitas > gaji (Deloitte 2023)
  • 4-day workweek: Microsoft Jepang 2019 produktivitas +40%
  • Burnout: WHO klasifikasikan sebagai syndrome occupational (ICD-11 2019)
Implikasi: kompensasi modern harus memasukkan dimensi pengalaman kerja (experience) — bukan hanya gaji dan tunjangan.
Bagian 3 · 3/4
Pergeseran Paradigma Kinerja
Diskusi kelas: pernahkah Anda mengalifikasi yearly performance review sebagai karyawan atau manajer? Apa kelemahan terbesarnya?

Pergeseran Paradigma: Yearly → Continuous

Sejak 2012, gelombang perusahaan besar menghapus yearly review formal — diganti continuous feedback berbasis check-in rutin.

YEARLY REVIEW (Tradisional)1×/tahun · formal · skor 1–5backend-looking · judgmentalPERGESERAN PARADIGMAAdobe 2012, GE 2015, Deloitte 2015Microsoft, Accenture, IBM…CONTINUOUS FEEDBACKmingguan/bulanan · check-inforward-looking · developmental

Penyebab utama: feedback tahunan terlalu lambat untuk pasar yang berubah cepat + generasi yang menuntut masukan real-time.

Mengapa Yearly Review Dirakit Ulang?

KelemahanMekanisme GagalContoh
Terlalu lambatFeedback 12 bulan setelah kejadian → tidak actionableSales target missed Q1, baru dibahas Desember
Bias halo/hornSatu insiden (positif/negatif) mewarnai seluruh skorManajer memberi 5/5 karena satu project bagus
Idiosyncratic rater effect61% variasi skor berasal dari rater, bukan kinerjaManajer A lenient, manajer B strict — skor berbeda
Strategi misalignmentSistem appraisal tidak mengikuti strategi yang berubahBSC lama masih dipakai setelah pivot bisnis
Biaya mahal80.000+ jam manajer/tahun untuk formalitasAdobe (sebelum perubahan 2012)

Studi Kasus Indonesia: BCA, Astra, Unilever

Tiga contoh korporasi Indonesia dengan filosofi reward khas yang membentuk perilaku dan retensi talent.

KorporasiFilosofi RewardMekanisme
BCAKinerja + kepatuhan tinggiBSC kuartalan, incentive集体 / individu, training berkelanjutan
Astra InternationalLong-term employment, talent developmentGaji pokok menengah + tunjangan keluarga + jenjang karir panjang
Unilever IndonesiaGlobal standards + local adaptationU-Work flexibility, leadership development, sustainability bonus
Gojek (GoTo)Talent war, equity-drivenGaji di atas median, RSU, kebijakan hybrid work
Tiga pelajaran: (1) Filosofi reward harus selaras strategi bisnis; (2) Tidak ada one-size-fits-all — bank, manufaktur, consumer, tech memiliki kebutuhan berbeda; (3) Adaptasi lokal dari standar global adalah kunci.
Bagian 4 · 4/4
Peta Alur 14 Pertemuan
Diskusi kelas: dari 14 topik, mana yang paling relevan untuk peran Anda saat ini atau yang dituju?

Peta Alur: Empat Blok Mata Kuliah

14 pertemuan terbagi dalam 4 blok tematik yang membangun dari fondasi konseptual ke sintesis strategis.

Blok 1 · Fondasi (P1–P2)
  • P1: Tantangan terkini (hari ini)
  • P2: Perspektif strategis — strategi bisnis → strategi imbalan
Blok 2 · Struktur Gaji (P3–P8)
  • P3: Analisis pekerjaan · P4: Evaluasi pekerjaan
  • P5: Struktur perorangan · P6: Daya saing eksternal
  • P7: Desain tingkat upah · P8: UTS sintesis
Blok 3 · Kinerja & P4P (P9–P10)
  • P9: Manajemen kinerja (BSC, KPI vs OKR, 360°)
  • P10: Pay-for-performance (merit matrix, LTI)
Blok 4 · Konteks (P11–P14)
  • P11: Tunjangan · P12: Kelompok khusus
  • P13: Global & hukum · P14: UAS sintesis

Ringkasan Kunci Pertemuan 1

Definisi
Kinerja = hasil + perilaku + potensi (Armstrong); Kompensasi = base + variable + LTI + benefits + experience (Milkovich)
Pay Model
3 tujuan (internal consistency, market competitiveness, recognize contributions) + 4 kebijakan
Paradigma
Dari yearly review → continuous feedback (Adobe 2012 sebagai pioneer)

Bawa tiga lensa ini (definisi · Pay Model · paradigma) sebagai peta rujukan sepanjang semester.

Persiapan P2: baca Milkovich (2023) bab 1–2 tentang Pay Model; bawa satu contoh strategi bisnis organisasi Anda untuk dianalisis selaras/tidak dengan strategi reward saat ini.