Posisi dalam alur 14 pertemuan: pengantar konseptual sebelum kita membahas perspektif strategis (P2), analisis pekerjaan (P3), evaluasi pekerjaan (P4), struktur gaji (P5–P7), UTS (P8), kinerja (P9), pay-for-performance (P10), hingga sintesis UAS (P14).
Mengapa Kompensasi Adalah Keputusan Strategis
Kompensasi menyerap 60–70% total biaya operasi korporasi jasa — keputusan struktur reward berdampak langsung pada profitabilitas dan daya tarik talent.
Biaya Tenaga Kerja Korporasi Jasa
~60–70%
dari total operating expense bank, telekomunikasi, konsultan (Milkovich, 2023)
Adobe — Penghapusan Yearly Review (2012)
−30% voluntary turnover
80.000+ jam manajer/tahun dihemat; tolok ukur pergeseran paradigma
Pertanyaan pemantik: mengapa perusahaan teknologi terkemuka (Google, Netflix) mau membayar jauh di atas pasar padahal biayanya sangat besar? Jawabannya: talent terbaik menghasilkan 10× output rata-rata.
Bagian 1 · 1/4
Definisi Kinerja & Kompensasi
Diskusi kelas: di tempat kerja Anda, apakah "kinerja" selalu sama dengan "hasil kerja"? Mengapa banyak organisasi sekarang juga menilai perilaku, bukan hanya output?
Definisi Kinerja (Armstrong, 2023)
Kinerja adalah pencapaian tujuan organisasi melalui kombinasi hasil (what you achieve) dan perilaku (how you achieve it), yang selaras dengan strategi dan nilai organisasi. (adaptasi Armstrong, Armstrong's Handbook of Performance Management, 2023)
Hasil (Results)
Output terukur: penjualan, kualitas, kepatuhan
Perilaku (Behaviours)
Cara pencapaian: kolaborasi, etika, inisiatif
Potensi (Potential)
Kapasitas tumbuh jangka panjang — talent pipeline
Kinerja tidak pernah monodimensi — sistem modern menilai results + behaviours + potential secara terintegrasi.
Definisi Kompensasi (Milkovich, 2023)
Kompensasi bukan hanya gaji — ia adalah seluruh imbalan yang diterima karyawan sebagai pertukaran atas kontribusi kerja.
Komponen
Contoh
Sifat
Base pay (gaji pokok)
Gaji bulanan tetap
Fixed, jangka panjang, basis keamanan
Variable pay (variable pay)
Bonus, komisi, incentive
Performance-linked, jangka pendek
Long-term incentive (LTI)
Stock option, RSU
Retention + alignment pemegang saham
Benefits (tunjangan)
BPJS, asuransi, cuti, pensiun
Indirect, societal safety net
Experience
Pengembangan, fleksibilitas, culture
Non-finansial,日益 penting bagi Gen Z
Pay Model Milkovich: 3 Tujuan + 4 Kebijakan
Kerangka yang menjadi peta jalan seluruh mata kuliah ini — setiap keputusan reward harus selaras strategi bisnis.
Hitung dari Nol: Biaya Reward sebagai % Pendapatan
Skenario: Bank XYZ dengan 5.000 karyawan, rata-rata total reward per karyawan Rp 25 juta/bulan (gaji pokok Rp 18 juta, tunjangan Rp 4 juta, BPJS Rp 2 juta, variable Rp 1 juta). Pendapatan operasional tahun ini Rp 2 triliun. Berapa persen biaya reward terhadap pendapatan?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Biaya reward/bulan
5.000 karyawan × Rp 25 jt/bulan
Rp 125.000.000.000
2. Biaya reward/tahun
biaya/bulan × 12
Rp 1.500.000.000.000
3. Pendapatan tahunan
data input
Rp 2.000.000.000.000
4. Rasio biaya reward
biaya reward ÷ pendapatan × 100%
75%
5. Margin tersisa
100% − 75% (sebelum biaya lain)
25%
Kesimpulan
75%
Setiap kenaikan reward 1% mengurangi margin 0,75 poin — keputusan reward = keputusan finansial besar
Bagian 2 · 2/4
Lima Tantangan Kontemporer
Diskusi kelas: dari lima tantangan, mana yang paling kentara di organisasi Anda? Apakah respons SDM terhadapnya efektif?
Lima Tantangan Kontemporer SDM
Lima kekuatan yang mengubah lanskap manajemen kinerja dan kompensasi sejak dekade 2010-an.
1. Globalisasi
Mobilitas talent lintas batas
Pasar expat, remote work global
Tantangan: PPP adjustment, pay equity global
2. Teknologi
AI menilai kinerja (people analytics)
HRIS terintegrasi (Workday, SAP)
Tantangan: bias algoritmik, privasi data
3. Talent War
Kompetisi talent digital (engineer, data)
Pay-at-top-of-market (Netflix)
Tantangan: retensi, total reward alternatif
Dua tantangan lain: 4. Work-life balance — generasi Z menuntut fleksibilitas; 5. Hukum & etika — UU Cipta Kerja, pay transparency directive UE, regulasi gig economy.
Tantangan 1 & 2: Globalisasi & Teknologi
Globalisasi tenaga kerja
Mobilitas: ekspatriat, remote worker global, digital nomad visa
PPP adjustment: gaji engineer senior AS USD 200k → Indonesia PPP-adjusted USD 80k (Bank Dunia)
Pay equity global: konsistensi logika internal lintas negara
Teknologi SDM
HRIS: Workday, SAP SuccessFactors, Oracle HCM
People analytics: prediksi turnover, deteksi bias manajer
AI appraisal:亚马逊 scandals 2018 (algoritma bias gender)
Contoh Indonesia: Gojek mengelola 2 juta+ driver dengan algoritma — tantangan klasifikasi pekerja gig (P12); BCA memakai HRIS terintegrasi untuk 25.000+ karyawan.
Tantangan 3 & 4: Talent War & Work-Life
Talent war
Pay-at-top-of-market: Netflix membayar persentil 90, tidak ada bonus tahunan (semua ke base + LTI)
10× engineer myth: talent terbaik menghasilkan 10× output median
Counter-offer: 50–80% penerima counter tetap resign <1 tahun
Work-life balance
Gen Z expectation: fleksibilitas > gaji (Deloitte 2023)
4-day workweek: Microsoft Jepang 2019 produktivitas +40%
Burnout: WHO klasifikasikan sebagai syndrome occupational (ICD-11 2019)
Implikasi: kompensasi modern harus memasukkan dimensi pengalaman kerja (experience) — bukan hanya gaji dan tunjangan.
Bagian 3 · 3/4
Pergeseran Paradigma Kinerja
Diskusi kelas: pernahkah Anda mengalifikasi yearly performance review sebagai karyawan atau manajer? Apa kelemahan terbesarnya?
Pergeseran Paradigma: Yearly → Continuous
Sejak 2012, gelombang perusahaan besar menghapus yearly review formal — diganti continuous feedback berbasis check-in rutin.
Penyebab utama: feedback tahunan terlalu lambat untuk pasar yang berubah cepat + generasi yang menuntut masukan real-time.
Mengapa Yearly Review Dirakit Ulang?
Kelemahan
Mekanisme Gagal
Contoh
Terlalu lambat
Feedback 12 bulan setelah kejadian → tidak actionable
Sales target missed Q1, baru dibahas Desember
Bias halo/horn
Satu insiden (positif/negatif) mewarnai seluruh skor
Manajer memberi 5/5 karena satu project bagus
Idiosyncratic rater effect
61% variasi skor berasal dari rater, bukan kinerja
Manajer A lenient, manajer B strict — skor berbeda
Strategi misalignment
Sistem appraisal tidak mengikuti strategi yang berubah
BSC lama masih dipakai setelah pivot bisnis
Biaya mahal
80.000+ jam manajer/tahun untuk formalitas
Adobe (sebelum perubahan 2012)
Studi Kasus Indonesia: BCA, Astra, Unilever
Tiga contoh korporasi Indonesia dengan filosofi reward khas yang membentuk perilaku dan retensi talent.
Korporasi
Filosofi Reward
Mekanisme
BCA
Kinerja + kepatuhan tinggi
BSC kuartalan, incentive集体 / individu, training berkelanjutan
Astra International
Long-term employment, talent development
Gaji pokok menengah + tunjangan keluarga + jenjang karir panjang
Tiga pelajaran: (1) Filosofi reward harus selaras strategi bisnis; (2) Tidak ada one-size-fits-all — bank, manufaktur, consumer, tech memiliki kebutuhan berbeda; (3) Adaptasi lokal dari standar global adalah kunci.
Bagian 4 · 4/4
Peta Alur 14 Pertemuan
Diskusi kelas: dari 14 topik, mana yang paling relevan untuk peran Anda saat ini atau yang dituju?
Peta Alur: Empat Blok Mata Kuliah
14 pertemuan terbagi dalam 4 blok tematik yang membangun dari fondasi konseptual ke sintesis strategis.
Dari yearly review → continuous feedback (Adobe 2012 sebagai pioneer)
Bawa tiga lensa ini (definisi · Pay Model · paradigma) sebagai peta rujukan sepanjang semester.
Persiapan P2: baca Milkovich (2023) bab 1–2 tentang Pay Model; bawa satu contoh strategi bisnis organisasi Anda untuk dianalisis selaras/tidak dengan strategi reward saat ini.