RPS minggu 13 · 2x50 menit
Evaluasi Kinerja Portofolio
Industri Manajemen Investasi & Rasio Sharpe, Treynor, Jensen
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK 13: menjelaskan industri reksadana RI, menghitung Sharpe/Treynor/Jensen, dan menerapkan atribusi Brinson.
- Struktur industri reksadana Indonesia
- Jenis & manajer investasi besar RI
- Rasio Sharpe, Treynor, Jensen's alpha
- Sortino, M2, information ratio
- SPIVA & persistensi alpha
- Atribusi kinerja Brinson-Fachler (1985)
Posisi dalam alur: setelah behavioral pasar P12, sebelum derivatif P14 (penutup mata kuliah).
Mengapa Return 20% Belum Tentu Lebih Baik dari 15%?
Pertanyaan pemantik: return mentah menyesatkan tanpa konteks risiko. Manajer yang ambil risiko ekstrem bisa menang untung sesaat tapi kalah jangka panjang.
Reksadana A
20%
Return, tapi volatilitas ~30%/tahun (ilustratif)
Reksadana B
15%
Return, volatilitas ~12%/tahun (ilustratif)
Manajer A Sharpe ~0,43; manajer B Sharpe ~0,92. B lebih baik secara risk-adjusted — meski return lebih rendah.
Bagian 1 · 1/4
Industri Manajemen Investasi Indonesia
Diskusi kelas: apa beda reksadana saham, pendapatan tetap, dan pasar uang — kapan memilih yang mana?
Struktur Industri Reksadana
Reksadana melibatkan lima peran utama dengan regulated separation of duties — investor, manajer investasi, kustodian, bank kustodian, agen penjual.
| Peran | Fungsi | Contoh Indonesia |
|---|
| Investor | Pemilik unit penyertaan | Investor ritel & institusi |
| Manajer Investasi (MI) | Mengelola portofolio | BNI AM, Sucorinvest, Mandiri |
| Bank Kustodian | Menyimpan aset, settlement | BCA, Mandiri, BNI |
| Agen Penjual | Distribusi ke investor | Sekuritas, Bibit, Bareksa |
| Regulator | Supervisi & perizinan | OJK (POJK 23/2014) |
Separation of duties: MI tidak pegang fisik dana/aset → melindungi investor dari fraud. Kustodian independen.
Jenis Reksadana Indonesia
Empat jenis reksadana utama di Indonesia — dibedakan oleh alokasi aset dan profil risiko-return.
- Reksadana Pasar Uang: 100% SBN/deposito
- Risk rendah, return ~4-7%/thn (ilustratif)
- Contoh: BNI AM Dana Lancar
- Horizont: <1 tahun
- Reksadana Pendapatan Tetap: >80% obligasi
- Risk menengah, return ~6-9%/thn
- Contoh: Sucorinvest Stable Fund
- Horizont: 1-3 tahun
- Reksadana Saham: >80% saham
- Risk tinggi, return ~10-15%/thn
- Contoh: Sucorinvest Equity Fund
- Horizont: >5 tahun
- Reksadana Campuran: saham + obligasi
- Risk menengah-tinggi, return ~8-12%/thn
- Contoh: BNI AM Indeks Lakon
- Horizont: 3-5 tahun
Angka return ilustratif — bervariasi per kuartal & kondisi pasar. Selalu cek prospektus & kinerja historis terbaru.
Manajer Investasi Besar di Indonesia
Lima MI terbesar RI berdasarkan AUM — masing-masing punya keunggulan spesifik dan profil produk berbeda.
| Manajer Investasi | Afiliasi/Profil | Keunggulan |
|---|
| BNI AM | BUMN bank BNI | Jaringan BNI, reksadana indeks LQ45 |
| Sucorinvest | MI swasta independen | Equity fund stabil, fixed income |
| Mandiri Investama | BUMN bank Mandiri | Skala besar, produk lengkap |
| Schroders DANA | JV global Schroders | Riset global, ESG integration |
| Bahana TCW | BUMN Bahana + TCW US | Fixed income specialist |
AUM & peringkat bervariasi per kuartal (dihedge — cek data OJK terbaru). MI BUMN vs swasta vs JV global masing-masing punya karakter.
Bagian 2 · 2/4
Metrik Risk-Adjusted Return
Diskusi kelas: kapan Sharpe lebih tepat dari Treynor — dan sebaliknya?
Sharpe Ratio Sharpe (1966/1994)
Sharpe ratio: return premium per unit total risk (deviasi standar). Standar de facto untuk portofolio standalone.
$S = \dfrac{R_p - R_f}{\sigma_p}$
- $S > 1$: kinerja baik
- $S > 2$: kinerja sangat baik
- $S < 0$: lebih buruk dari risk-free
- $\sigma_p$ = total risk (sistematik + tidak)
- A: $R_p=20\%$, $R_f=6\%$, $\sigma_p=30\%$ → $S=0{,}47$
- B: $R_p=15\%$, $R_f=6\%$, $\sigma_p=12\%$ → $S=0{,}75$
- B menang risk-adjusted
- Cocok utk portofolio kurang terdiversifikasi
Sharpe 1966 diperbarui 1994 untuk umumkan risk-free bisa berubah. Standar industri global.
Treynor Ratio Treynor (1965)
Treynor: return premium per unit risiko sistematis (beta). Cocok untuk portofolio terdiversifikasi sebagai sub-portofolio dalam portofolio besar.
$T = \dfrac{R_p - R_f}{\beta_p}$
- Pembagi: $\beta$ (sistematik) bukan $\sigma$ (total)
- Asumsi: diversifikasi penuh
- Cocok untuk sub-portofolio
- Treynor 1965 mendahului Sharpe
- Reksadana dalam portofolio besar
- Alokasi aset multi-manajer
- Evaluasi Dana Pensiun/DPLK
- Hanya ukur kompensasi market risk
Treynor 1965 — Jack Treynor, hampir ikut Nobel CAPM. Mengasumsikan risiko tak sistematik sudah terdiversifikasi habis.
Jensen's Alpha Jensen (1968)
Jensen's alpha: kelebihan return atas yang diprediksi CAPM. Alpha positif = manajer outperform risk-adjusted — "nilai tambah" manajer.
$\alpha = R_p - \left[ R_f + \beta_p \times (R_m - R_f) \right]$
- $\alpha > 0$: outperform risk-adjusted
- $\alpha < 0$: underperform risk-adjusted
- $\alpha = 0$: sesuai prediksi CAPM
- Ukuran "skill" manajer
- $R_p=18\%$, $R_f=6\%$, $\beta_p=1{,}2$
- $R_m=12\%$ (market risk premium $6\%$)
- $E[R_p] = 6\% + 1{,}2 \times 6\% = 13{,}2\%$
- $\alpha = 18\% - 13{,}2\% = +4{,}8\%$
Jensen 1968 menemukan mayoritas reksadana α < 0 setelah biaya — bukti awal kesulitan beat market.
Coba Sendiri: Sharpe, Treynor, Jensen: Bandingkan 3 Rasio Klasik
Tiga rasio klasik evaluasi kinerja — pilih yang sesuai dengan konteks portofolio.
Eksplorasi: Sharpe, Treynor, Jensen Interaktif
Bandingkan tiga rasio untuk portofolio dengan profil risiko berbeda — pahami kapan masing-masing lebih informatif.
🧮 Buka widget penuh · 📖 pelajari teorinya di CAPM Cost of Equity & Portfolio Theory
Eksplorasi: ubah beta, return, dan volatilitas — lihat bagaimana Sharpe vs Treynor vs Jensen memberi ranking berbeda untuk portofolio yang sama.
Bagian 3 · 3/4
Rasio Pelengkap & Peringkat
Diskusi kelas: kapan Sortino lebih tepat dari Sharpe untuk investor yang tidak suka rugi?
Sortino, M2, Information Ratio
Tiga rasio pelengkap yang menjawab keterbatasan Sharpe — fokus downside, normalisasi ke risiko pasar, dan aktif return.
| Rasio | Formula Inti | Keunggulan vs Sharpe |
|---|
| Sortino | $\text{Sortino} = (R_p - \text{target}) / \sigma_{\text{downside}}$ | Hanya hitung downside deviation, bukan total volatility |
| M2 (Modigliani) | $M^2 = (R_p - R_f) \times (\sigma_m / \sigma_p) + R_f$ | Return risk-adjusted ke level risiko pasar — satuan persen intuitif |
| Information Ratio | $IR = (R_p - R_b) / \sigma_{TE}$ | Aktif return per unit aktif risk vs benchmark |
Sortino: target sering = Rf atau MAR (minimum acceptable return). M2: Modigliani-Modigliani 1997. IR: standar industri manajer aktif.
Coba Sendiri: Sharpe, Sortino, Calmar: Perbandingan Ukuran
Sharpe menghukum semua volatilitas; Sortino hanya downside; Calmar maximum drawdown.
SPIVA & Persistensi Alpha
S&P SPIVA scorecard: mayoritas manajer aktif gagal beat benchmark 10 tahun — alpha persisten sangat langka.
- ~80%+ manajer aktif gagal beat 10 thn
- Lebih buruk di small-cap & emerging
- Persistensi rendah: pemenang lalu kalah
- Biaya menggerus alpha
- Pertimbangkan pasif/ETF (fee rendah)
- Core-satellite: core indeks + satellite aktif
- Evaluasi manajer 5-10 thn, bukan 1 thn
- Hati-hati survivorship bias database
SPIVA Indonesia: data per semester dari S&P. ~80% reksadana saham gagal beat IHSG 10 tahun (angka dihedge per semester).
Bagian 4 · 4/4
Atribusi Kinerja Brinson
Diskusi kelas: kalau reksadana outperform, apakah karena alokasi sektor atau seleksi saham?
Brinson Decomposition Brinson-Fachler (1985)
Brinson-Fachler 1985: active return dipisah jadi efek alokasi + seleksi + interaksi — menjawab "dari mana outperform berasal".
Allocation Effect = (wP,i − wB,i) × (rB,i − RB)
Selection Effect = wB,i × (rP,i − rB,i)
| Komponen | Pertanyaan Dijawab | Contoh Positif |
|---|
| Allocation | Apakah pilihan sektor tepat? | Overweight sektor naik → positif |
| Selection | Apakah pilihan saham dlm sektor tepat? | Saham P > rata-rata sektor → positif |
| Interaction | Apakah overweight + seleksi tepat? | Overweight sektor + saham bagus → positif |
Brinson-Fachler 1985 — standar industri untuk atribusi. Brinson-Hood-Beebower 1986 versi alternatif (interaction digabung).
- Allocation: $A_i = (w_{p,i} - w_{b,i}) \times (R_{b,i} - R_b)$
- Selection: $S_i = w_{b,i} \times (R_{p,i} - R_{b,i})$
- Interaction: $I_i = (w_{p,i} - w_{b,i}) \times (R_{p,i} - R_{b,i})$
- Total active return: $R_p - R_b = \sum_i (A_i + S_i + I_i)$
Eksplorasi: Atribusi Kinerja Interaktif
Eksperimen alokasi vs seleksi untuk portofolio 4 sektor vs benchmark — lihat kontribusi masing-masing komponen.
🧮 Buka widget penuh · 📖 pelajari teorinya di CAPM Cost of Equity & Portfolio Theory
Ubah bobot & return per sektor — lihat bagaimana alokasi, seleksi, dan interaksi memberi kontribusi berbeda ke active return.
Aplikasi ke Reksadana Indonesia
Bandingkan Sharpe reksadana saham vs pendapatan tetap vs IHSG — konteks realistis evaluasi manajer RI.
| Produk (ilustratif) | Return 3-thn | Volatilitas | Sharpe |
|---|
| Sucorinvest Equity Fund | ~12% | ~18% | ~0,33 |
| BNI AM Pendapatan Tetap | ~7% | ~4% | ~0,25 |
| IHSG (benchmark) | ~10% | ~16% | ~0,25 |
| SBN 10-thn (risk-free proxy) | ~6,5% | — | — |
Angka ilustratif (dihedge — bervariasi per periode & sumber data). Sucorinvest Equity menang Sharpe — tapi cek konsistensi 5-10 tahun.
Ringkasan Kunci Pertemuan 13
Risk-Adjusted
Sharpe, Treynor, Jensen — return per unit risiko
SPIVA
~80% manajer aktif gagal beat 10 thn
Atribusi
Brinson: alokasi + seleksi + interaksi
Tiga pesan: return mentah menyesatkan; Sharpe/Treynor/Jensen saling melengkapi; atribusi menjelaskan sumber return.
Persiapan P14: baca BKM bab 22-23 (derivatives); pertanyaan: bagaimana derivatif dipakai untuk hedging portofolio?
📖 Baca juga: CAPM Cost of Equity & Equity Risk Premium — dasar Jensen's alpha & return disyaratkan.