stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-09
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 9: Behavioral Finance — Bias Perilaku dan Keputusan Investasi
RPS minggu 9 · 2x50 menit

Behavioral Finance

Bias Perilaku, Prospect Theory, dan Keputusan Investasi

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 9: mengidentifikasi bias kognitif utama dalam keputusan investasi dan merancang mitigasi sistematis.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Traditional vs behavioral finance
  • Prospect theory Kahneman-Tversky 1979
  • Heuristik & bias utama: representativeness, availability, anchoring
Jam ke-2 (50 menit)
  • Bias investasi: overconfidence, herding, loss aversion
  • Anomali pasar sebagai bukti behavioral
  • Strategi mitigasi & behavioral portfolio theory
Posisi dalam alur: setelah EMH P8, sebelum fixed income P10.

Mengapa Investor Terus Mengulang Kesalahan?

Pertanyaan fundamental behavioral finance: jika pasar efisien dan pelajaran sejarah jelas, mengapa bubble dan crash berulang?

Bubble Bersejarah
5+ Episode
Tulip (1637), Dot-com (2000), Subprime (2008), Kripto (2021)
Penjelasan Behavioral
3 Faktor
Herding, overconfidence, limit arbitrage
Pertanyaan pemantik: mengapa pelajaran dari dot-com 2000 tidak mencegah kripto bubble 2021?
Bagian 1 · 1/4
Behavioral vs Traditional Finance
Diskusi kelas: apa asumsi utama traditional finance yang dipertanyakan behavioral finance?

Traditional vs Behavioral Finance

Dua paradigma dengan asumsi fundamental berbeda tentang investor dan pasar.

AspekTraditional FinanceBehavioral Finance
Asumsi investorRasional, risk-averseBounded rationality, bias sistematis
PreferensiExpected utility theory (von Neumann-Morgenstern)Prospect theory (Kahneman-Tversky)
KeyakinanBerdasarkan Bayes (rasional)Heuristik & bias
Pandangan pasarEMH: efisien, no free lunchLimit arbitrage: anomali dapat bertahan
Behavioral finance bukan pengganti traditional, tetapi komplemen — menjelaskan anomali yang traditional tidak bisa.

Prospect Theory Kahneman-Tversky 1979

Prospect theory (1979): investor mengevaluasi keputusan berdasarkan gains/losses relatif terhadap reference point, bukan wealth absolut. Loss aversion: kerugian terasa ~2× lebih sakit dari keuntungan setara. (Nobel Ekonomi 2002)

Visualisasi value function berbentuk S asimetris.

Gains →← Losses↑ ValueGains (concave, risk averse)Losses (convex, risk seeking)Slope losses lebih curam → loss aversion ~2×Value function asimetris (Kahneman-Tversky 1979)

Heuristik & Bias Kognitif

Tiga heuristik utama Tversky-Kahneman 1974 yang menyebabkan bias sistematis dalam keputusan investasi.

Representativeness
  • Menilai probabilitas berdasarkan kesamaan
  • Implikasi: chase performance, terlalu percaya "hot streak"
Availability
  • Menilai probabilitas berdasarkan kemudahan recall
  • Implikasi: overreact ke berita baru,abaikan data historis
Anchoring
  • Terlalu bergantung pada anchor (harga beli awal)
  • Implikasi: menahan saham rugi, harap balik ke anchor
Heuristik adalah shortcut mental yang biasanya berguna, tetapi dapat systematically menyesatkan dalam konteks probabilistik seperti investasi.
Bagian 2 · 2/4
Bias Investasi Utama
Diskusi kelas: mana bias paling umum yang Anda alami dalam investasi? Bagaimana dampaknya pada return?

Overconfidence Bias

Investor meyakini mereka lebih baik dari rata-rata — ilusi kontrol dan kalibrasi berlebihan.

Bentuk Overconfidence
  • Better-than-average: ~80% investor merasa di atas rata-rata
  • Illusion of control: keyakinan dapat "timing pasar"
  • Miscalibration: interval keyakinan terlalu sempit
Dampak Investasi
  • Trading berlebihan: biaya transaksi tinggi
  • Underdiversifikasi: konsentrasi pada "pemenang"
  • Return underperform buy-and-hold (Barber-Odean 2000)
Studi Barber-Odean 2000: investor paling aktif trading underperform paling pasif sebesar ~7%/tahun setelah biaya.

Herding Bias

Investor mengikuti perilaku orang lain — FOMO (fear of missing out) menyebabkan bubble dan crash.

Penyebab Herding
  • Informasi cascade: ikut orang dianggap lebih tahu
  • Reputasi: takut salah sendirian (keynesian beauty contest)
  • Emosi: FOMO saat harga naik, panic saat turun
Dampak Historis
  • Dot-com bubble 2000: saham internet naik 500%+
  • Subprime 2008: housing crash global
  • Kripto 2021: BTC dari $10k ke $69k, lalu turun
Herding menyebabkan harga deviate jauh dari fundamental — karena limit arbitrage, deviasi dapat bertahan lama.

Loss Aversion & Disposition Effect

Menahan saham rugi terlalu lama, menjual saham untung terlalu cepat — bias paling terdokumentasi.

Disposition Effect (Shefrin-Statman 1985)
  • Pexpectancy: P(jual saham untung) > P(jual saham rugi)
  • Penyebab: loss aversion + realization utility
  • Implikasi: realisasi kerugian kecil tapi kertas besar
Dampak pada Return
  • Underperform: opportunity cost saham rugi
  • Tax inefficiency: menahan rugi = menunda tax loss
  • Volatilitas portofolio tidak terkelola
Disposition effect adalah salah satu bias paling robust — ditemukan di seluruh pasar ekuitas global, termasuk BEI.

Anchoring & Mental Accounting

Thaler mental accounting: uang dibingkai berbeda berdasarkan sumber — implikasi signifikan untuk keputusan investasi.

Anchoring
  • Anchor pada harga beli awal sebagai reference point
  • Sulit menjual di bawah anchor meski fundamental berubah
  • Implikasi: menahan saham rugi terlalu lama
Mental Accounting (Thaler)
  • Uang gaji vs bonus vs warisan diperlakukan berbeda
  • Dividen vs capital gain dianggap "berbeda"
  • House money effect: lebih longgar dengan "untungan"
Mental accounting menyebabkan investor tidak melihat portofolio sebagai satu kesatuan — kebalikan dari optimasi mean-variance Markowitz.

Eksplorasi: Bias Perilaku Investor

Visualisasi interaktif dampak bias perilaku terhadap biaya dan return investor.

Eksplorasi widget untuk memahami mekanisme setiap bias dan kuantifikasi dampak pada return.
Bagian 3 · 3/4
Anomali Pasar & Behavioral
Diskusi kelas: anomali pasar mana yang paling dapat dijelaskan oleh behavioral finance?

Bubble & Crash: Fenomena Behavioral

Bubble dan crash adalah ekstrem behavioral — kombinasi herding, overconfidence, dan limit arbitrage.

EpisodePeriodePuncak NaikJatuhBias Dominan
Dot-com1995-2002Nasdaq +500%−78%Overconfidence, herding
Subprime2002-2009Housing +150%−30%Herding, illusion of control
Kripto2020-2022BTC $10k→$69k−77%FOMO, overconfidence
Tulip mania1634-1637Bulb +1000%−99%Herding (klasik)
Pola konsisten: hype → FOMO → bubble → burst → panic — ulang setiap generasi karena bias manusia konstan.

Anomali Pasar sebagai Bukti Behavioral

Anomali pasar yang sulit dijelaskan EMH dapat dijelaskan oleh behavioral finance.

Anomali & Penjelasan Behavioral
  • Momentum: underreaction investor terhadap informasi
  • Post-earnings drift: underreaction terhadap earnings surprise
  • Value premium: extrapolation error terhadap growth
  • January effect: tax-loss harvesting window dressing
Implikasi
  • Pasar efficient tapi tidak perfectly efficient
  • Anomali dapat bertahan karena limit arbitrage
  • Strategi systematic (momentum, value) dapat eksploitasi anomali
Behavioral finance memberi kerangka teoritis untuk strategi quantitative seperti AQR, Dimensional Fund Advisors.
Bagian 4 · 4/4
Mitigasi Bias dalam Praktik
Diskusi kelas: aturan atau proses apa yang dapat mengurangi dampak bias dalam keputusan investasi?

Strategi Mitigasi Bias

Enam strategi praktis untuk mengurangi dampak bias dalam keputusan investasi.

Proses
  • Investment policy statement (IPS)
  • Checklist sebelum keputusan
  • Cool-off period 24-48 jam
Tata Kelola
  • Second opinion / devil's advocate
  • Investment committee review
  • Edukasi tim tentang bias
Otomatisasi
  • Rebalancing otomatis periodik
  • Dollar-cost averaging (DCA)
  • Stop-loss rule disiplin
Praktik terbaik institusi: kombinasi IPS disiplin, otomatisasi, dan tata kelola untuk minimasi dampak bias.

Behavioral Portfolio Theory

Shefrin-Statman 2000: investor punya lapisan portofolio dengan tujuan berbeda — safety vs aspirational.

Lapisan Portofolio
  • Safety layer: aset rendah risiko (obligasi, deposito)
  • Aspirational layer: aset tinggi risiko (saham growth, IPO)
  • Mental accounting: investor mengelola tiap lapisan terpisah
Implikasi Praktis
  • Penjelasan untuk home bias & lottery-like stock
  • Dasar desain produk investasi berlapis
  • Relevan untuk desain reksadana target-date fund
Behavioral portfolio theory melengkapi mean-variance Markowitz — investor sebenarnya optimasi multi-tujuan, bukan single utility.

Ringkasan Kunci Pertemuan 9

Bias Utama
Overconfidence, herding, loss aversion, anchoring
Prospect Theory
Loss aversion 2×; value function S asimetris (Kahneman-Tversky 1979)
Mitigasi
IPS, checklist, otomatisasi, edukasi tim

Tiga pesan: bias itu human; mitigasi sistematis penting; behavioral komplemen traditional.

Persiapan P10: baca BKM bab 14 (bond prices & yields); pertanyaan: apa hubungan suku bunga BI dengan harga obligasi pemerintah Indonesia?