stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Kinerja Empiris CAPM dan Alokasi Aset Praktis
RPS minggu 7 · 2x50 menit

Kinerja Empiris CAPM

Alokasi Aset Praktis: Bukti Fama-MacBeth, Roll Critique, Aplikasi

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 7: mengevaluasi bukti empiris kesahihan CAPM dan menerapkannya pada keputusan alokasi aset praktis. Empat indikator capaian yang harus Anda kuasai.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Bukti empiris CAPM: Fama-MacBeth 1973, Black-Jensen-Scholes 1972
  • Temuan utama: SML empiris lebih datar dari prediksi CAPM
  • Kritik Roll 1977: proxy market portfolio & implikasi testability
Jam ke-2 (50 menit)
  • Alokasi aset praktis berbasis CAPM — strategis vs taktis
  • Studi kasus: alokasi dana pensiun RI
  • Kapan pakai CAPM vs FF/Carhart; persiapan P8 (active vs passive)
Posisi dalam alur: evaluasi kritis CAPM sebelum membahas active vs passive management P8 dan portfolio performance evaluation P13.

Mengapa CAPM Masih Dipakai Meski Empiris Mixed

CAPM bukti empiris tidak sepenuhnya valid tetapi tetap standar industri — paradox yang harus dipahami.

Penyebab CAPM Tetap Dipakai
3 Alasan
Kesederhanaan, familiaritas luas, tidak ada alternatif unggul jelas
Bukti Empiris
Mixed
SML empiris lebih datar dari prediksi; anomali size/value/momentum
Pertanyaan pemantik: kalau CAPM salah secara empiris, mengapa konsultan valuasi dan CFO masih memakainya untuk cost of equity?
Bagian 1 · 1/4
Bukti Empiris CAPM
Diskusi kelas: bagaimana cara menguji apakah CAPM valid secara empiris? Apa yang harus kita amati di data?

Tes Fama-MacBeth 1973

Fama-MacBeth (1973) menguji CAPM dua tahap: (1) estimasi beta tiap saham dari regresi time-series; (2) regresi cross-section return rata-rata vs beta untuk uji apakah hubungan linear & slope = MRP. (adaptasi BKM bab 9)
Tahap 1: Estimasi β
Regresi time-series return saham vs pasar
Tahap 2: Cross-section
Regresi return rata-rata vs beta
Hasil
Hubungan positif β-return, tetapi lebih datar dari prediksi CAPM

Hasil Fama-MacBeth konsisten dengan CAPM secara kualitatif (β-return positif) tetapi tidak kuantitatif (slope terlalu rendah).

Black-Jensen-Scholes 1972

Studi BJS 1972 dengan data NYSE 1931-1965 menemukan pola SML lebih datar dari prediksi CAPM.

TemuanPrediksi CAPMHasil Empiris BJS
Intercept SMLRf (return bebas risiko)Lebih tinggi dari Rf
Slope SMLE(R_m) − Rf (market risk premium)Lebih rendah dari MRP
Saham β rendahReturn rendah sesuai CAPMReturn lebih tinggi dari prediksi
Saham β tinggiReturn tinggi sesuai CAPMReturn lebih rendah dari prediksi

Hasil Empiris: SML Lebih Datar dari Prediksi

Visualisasi temuan BJS — CAPM memprediksi garis curam, empiris lebih datar.

Beta (β) →ReturnRfSML prediksi CAPM (curam)SML empiris (lebih datar)β rendah: empiris > prediksiβ tinggi: empiris < prediksiPola "SML too flat" — bukti utama CAPM tidak sepenuhnya valid (BJS 1972)

Saham defensif (β rendah) mengalahkan prediksi CAPM; saham agresif (β tinggi) underperform.

Hitung dari Nol: Estimasi SML Empiris BEI

Skenario: Ambil 5 saham BEI (BBCA, BBRI, TLKM, UNVR, ADRO). Estimasi β masing-masing dari regresi 60 bulan vs IHSG. Hitung return rata-rata. Plot dan bandingkan dengan prediksi CAPM.
Sahamβ estimasiPrediksi CAPM (Rf=6, ERP=7)Return aktual (5thn, ilustratif)Selisih
TLKM0,710,9%~11,8%/thn+0,9% (β rendah mengalahkan)
UNVR0,811,6%~12,2%/thn+0,6% (β rendah mengalahkan)
BBCA1,113,7%~13,2%/thn−0,5% (β tinggi underperform)
BBRI1,315,1%~14,0%/thn−1,1% (β tinggi underperform)
ADRO1,415,8%~14,5%/thn−1,3% (β tinggi underperform)
Kesimpulan
Pola "SML too flat"
Saham β rendah (TLKM, UNVR) mengalahkan prediksi; β tinggi (BBRI, ADRO) underperform — konsisten dengan BJS 1972 (angka ilustratif)
Bagian 2 · 2/4
Kritik Roll 1977
Diskusi kelas: untuk menguji CAPM, kita perlu return market portfolio sejati (semua aset termasuk real estate, manusia). Bagaimana ini memengaruhi validitas tes CAPM?

Roll Critique: Proxy Market Portfolio

Kritik Roll 1977: tes CAPM sebenarnya menguji apakah proxy market portfolio efisien, bukan CAPM itu sendiri.

Inti Roll Critique
  • Market portfolio CAPM = semua aset (saham, obligasi, properti, manusia)
  • Tidak ada proxy (IHSG, S&P 500) mewakili ini
  • Tes CAPM uji efisiensi proxy, bukan CAPM
Joint Hypothesis Problem
  • CAPM benar & proxy tepat → tes valid
  • CAPM benar & proxy salah → tes salah
  • Tidak bisa membedakan dua skenario
Implikasi: kegagalan CAPM dalam tes empiris mungkin karena proxy market portfolio salah, bukan teori CAPM salah — tidak bisa dipastikan.

Implikasi: CAPM Tidak Testable?

Roll critique menimbulkan pertanyaan fundamental: apakah CAPM benar-benar dapat diuji secara empiris?

Posisi Optimis
  • CAPM tetap memberi kerangka praktis
  • Proxy market (IHSG) cukup baik untuk aplikasi
  • Kesalahan estimasi kecil vs manfaat kesederhanaan
Posisi Pesimis
  • CAPM tidak pernah benar-benar diuji
  • Bukti empiris mungkin menyesatkan
  • Aplikasi CAPM mungkin berbasis asumsi tidak terverifikasi
Konsensus akademik: Roll critique valid secara metodologis tetapi CAPM tetap dipakai karena kesederhanaan dan ketiadaan alternatif yang lebih baik.

Solusi Praktis

Meski Roll critique valid, praktik industri menggunakan pendekatan pragmatis untuk aplikasi CAPM.

Aproksimasi Market Portfolio
  • IHSG untuk ekuitas domestik Indonesia
  • MSCI World / FTSE untuk global
  • Bloomberg Global Aggregate untuk multi-aset
Sensitivitas Multi-Model
  • Estimasi cost of equity dengan CAPM + FF
  • Range hasil = ukuran ketidakpastian
  • Laporan transparan asumsi
Praktik terbaik: pakai CAPM sebagai dasar, verifikasi dengan FF/Carhart untuk robust check, dan dokumentasikan asumsi.

Eksplorasi: Beta Scatter Saham BEI

Visualisasi regresi return saham vs IHSG — slope = beta, dispersi = risiko idiosinkratik.

Beta slope = sensitivitas return saham terhadap pasar; R² = proporsi risiko sistematis vs total.
Bagian 3 · 3/4
Alokasi Aset Praktis
Diskusi kelas: bagaimana CAPM dapat membantu keputusan alokasi aset strategis vs taktis?

Alokasi Strategis vs Taktis

Dua tingkat keputusan alokasi dengan horizon dan metodologi berbeda.

Strategic Asset Allocation (SAA)
  • Target jangka panjang berdasarkan profil risiko
  • Contoh: 60/30/10 (saham/obligasi/pasar uang)
  • Rebalance periodik ke target
  • Dasar: efficient frontier Markowitz + CAPM
Tactical Asset Allocation (TAA)
  • Deviasi jangka pendek dari SAA
  • Berdasarkan view pasar & valuasi
  • Mencari alpha melalui timing
  • Dasar: CAPM untuk identifikasi undervalued
SAA = pondasi stabilitas; TAA = penguatan return. Investor institusi besar biasanya 80% SAA + 20% TAA.

Tactical Asset Allocation (TAA)

TAA mencoba menambah alpha dengan timing pasar — strategi yang sulit dan kontroversial.

Dasar TAA
  • CAPM: identifikasi aset undervalued/overvalued
  • Macro view: siklus, suku bunga, geopolitik
  • Sentimen: contrarian, mean reversion
Tantangan TAA
  • Timing pasar sangat sulit (P8 EMH)
  • Biaya transaksi menggerus alpha
  • Salah timing dapat underperform buy-and-hold
Bukti empiris: mayoritas manajer TAA underperform SAA dalam jangka panjang — bukti efisiensi pasar moderat.

Studi Kasus: Alokasi Dana Pensiun RI

Dana pensiun institusi Indonesia menerapkan CAPM untuk menentukan alokasi aset strategis.

KomponenAlokasiReturn target (CAPM, ilustratif)Risiko (σ)
Saham (IHSG)30%Rf + 1,0×MRP = 6 + 7 = 13%~18%
Obligasi pemerintah50%~6,5% (yield SBN)~4%
Pasar uang (depo, SBI)15%~5,5% (Rf aproksimasi)~1%
Properti/alternatif5%~9% (illiquidity premium)~12%
Portofolio agregat100%~8,5%/thn~7,8%
Alokasi 30/50/15/5 sesuai profil konservatif-moderat dana pensiun — return target ~8,5% dengan σ moderat ~7,8%.
Bagian 4 · 4/4
Kapan Pakai CAPM
Diskusi kelas: dalam pekerjaan Anda, kapan CAPM cukup dan kapan perlu model multi-faktor?

Pilihan Model Berdasarkan Konteks

Tiga konteks aplikasi dengan pilihan model berbeda.

Capital Budgeting Perusahaan
  • CAPM standar — kesederhanaan
  • CFO & konsultan familiar
  • Komunikasi mudah ke board
Evaluasi Kinerja Reksadana
  • Fama-French / Carhart
  • Menjelaskan size, value, momentum
  • Alpha setelah faktor = keahlian
Riset Akademik
  • APT atau model kustom
  • Fleksibilitas faktor
  • Uji faktor baru
Praktik terbaik: pakai CAPM sebagai dasar, verifikasi dengan FF untuk robust check, transparan dokumentasi asumsi.

Ringkasan Kunci Pertemuan 7

Bukti Empiris
SML empiris lebih datar dari prediksi CAPM (BJS 1972, Fama-MacBeth 1973)
Roll Critique
Tes CAPM = tes proxy market portfolio, bukan CAPM sejati (joint hypothesis)
Aplikasi Praktis
SAA & TAA berbasis CAPM; pilihan model kontekstual

Bawa tiga lensa ini untuk evaluasi kritis model — CAPM berguna tetapi punya keterbatasan empiris & metodologis.

Persiapan P8: baca BKM bab 11 (efficient market hypothesis); pertanyaan: jika pasar efisien, mengapa masih ada manajer aktif?

📖 Baca juga: Capm Cost Of Equity — penjelasan mendalam dan contoh numerik.