stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Model Multifaktor dan APT (Ross, Fama-French, Carhart)
RPS minggu 6 · 2x50 menit

Model Multifaktor dan APT

Ross 1976, Fama-French 1993, dan Carhart 1997

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 6: menganalisis model multifaktor dan APT sebagai alternatif CAPM dalam penetapan harga aset. Empat indikator capaian yang harus Anda kuasai sebelum meninggalkan kelas.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Kritik CAPM: anomali size (Banz 1981), value (Basu 1977), momentum
  • Arbitrage Pricing Theory (Ross 1976) — prinsip no-arbitrage
  • APT vs CAPM: asumsi & implikasi
Jam ke-2 (50 menit)
  • Fama-French 3-factor (market, SMB size, HML value) — 1993
  • Carhart 4-factor (momentum) — 1997
  • Aplikasi & perbandingan CAPM vs APT vs FF; persiapan P7 (kinerja empiris)
Posisi dalam alur: kritik & ekstensi CAPM (P5) menuju evaluasi kinerja empiris (P7) — model multi-faktor menjadi dasar evaluasi alpha modern.

Mengapa CAPM Perlu Diekstensi

Bukti empiris CAPM sejak 1970-an konsisten menunjukkan beta tunggal tidak cukup menjelaskan variasi return saham.

Fama-French 3-Factor
1993
Market + Size (SMB) + Value (HML)
Carhart 4-Factor
1997
FF + Momentum (WML/UMD)
Pertanyaan pemantik: jika CAPM benar, mengapa saham kecil rata-rata menghasilkan return lebih tinggi dari prediksi beta? Apa yang hilang dari model?
Bagian 1 · 1/4
Kritik CAPM & Motivasi
Diskusi kelas: jika CAPM benar, mengapa saham kecil BEI sering menghasilkan return lebih tinggi dari prediksi beta?

Anomali yang Tidak Dijelaskan CAPM

Tiga anomali utama yang konsisten ditemukan dalam data historis pasca-CAPM: (1) Size effect — saham kecil mengalahkan besar (Banz 1981); (2) Value effect — saham value mengalahkan growth (Basu 1977); (3) Momentum — saham pemenang 3-12 bln terakhir terus menang (Jegadeesh-Titman 1993).
Size (SMB)
Small Minus Big — return saham kecil − return saham besar
Value (HML)
High Minus Low — return value (B/M tinggi) − growth (B/M rendah)
Momentum (WML)
Winners Minus Losers — return pemenang − pecundang 3-12 bln

Anomali-anomali ini memotivasi model multi-faktor sebagai ekstensi CAPM.

Size Effect (Banz 1981)

Saham kecil menghasilkan return lebih tinggi dari prediksi CAPM — salah satu anomali paling robust.

DimensiTemuan Banz 1981Interpretasi
Periode dataNYSE 1936–197540 tahun data komprehensif
Temuan utamaReturn saham kecil > prediksi CAPMBeta tunggal understate risiko saham kecil
Estimasi premium~1–2%/tahun lebih tinggiBervariasi per periode & definisi kecil
KontribusiMotivasi faktor SMB Fama-French 1993Size = faktor sistematis kedua setelah market

Value Effect (Basu 1977)

Saham value (B/M tinggi) menghasilkan return lebih tinggi dari saham growth — anomali yang sangat robust.

VALUEBook-to-Market tinggiPER rendah, undervaluedReturn historis lebih tinggiGROWTHBook-to-Market rendahPER tinggi, growth ekspetasi tinggiReturn historis lebih rendahHML premiumBasu 1977; Fama-French 1993 mengkuantifikasi sebagai HML (High Minus Low)

Value premium ~3–5% per tahun secara historis (bervariasi per pasar & periode).

Hitung dari Nol: Anomali Saham Kecil BEI

Skenario: Bandingkan return historis 5 tahun portofolio saham kecil BEI (kapitalisasi < Rp 500 M) vs portofolio saham besar (BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, ASII). CAPM memprediksi return sebanding beta — anomali size jika return aktual berbeda.
Portofolioβ estimasiE(R) CAPM (Rf=6, ERP=7)Return aktual (5thn, ilustratif)Alpha
Saham besar (5 blue chip)1,056 + 1,05×7 = 13,4%~12,5%/thn−0,9% (sedikit under)
Saham kecil (10 small cap)1,106 + 1,10×7 = 13,7%~16,2%/thn+2,5% (size premium)
SelisihSaham kecil menghasilkan alpha positif +2,5% vs CAPM → konsisten dengan size effect (Banz 1981, Fama-French 1993)
Kesimpulan
~2,5% size premium
Ilustratif — verifikasi dengan data BEI 10+ tahun; size premium bervariasi per periode & definisi kecil
Bagian 2 · 2/4
APT (Ross 1976)
Diskusi kelas: APT tidak mengasumsikan keseimbangan pasar seperti CAPM — apa konsekuensi praktisnya?

APT: No-Arbitrage Principle

APT adalah model penetapan harga berbasis prinsip no-arbitrage — alternatif CAPM yang lebih fleksibel.

Rumus APT
  • E(r_i) = Rf + β_i1·RP_1 + β_i2·RP_2 + ... + β_in·RP_n
  • RP_k = risk premium faktor ke-k
  • β_ik = sensitivitas aset i terhadap faktor k
Prinsip No-Arbitrage
  • Tidak ada peluang profit riskless
  • Aset dengan profil faktor identik harus harga sama
  • Asumsi lebih lemah dari CAPM equilibrium
E(r_i) = Rf + β_i1·RP_1 + β_i2·RP_2 + ... + β_in·RP_n

APT vs CAPM (Perbandingan Asumsi)

Dua model dengan filosofi berbeda — CAPM equilibrium vs APT no-arbitrage.

CAPM (Sharpe-Lintner)
  • Asumsi: investor mean-variance, ekspektasi homogen
  • Filosofi: keseimbangan pasar (equilibrium)
  • Faktor: 1 (market risk premium)
  • Identifikasi faktor: market portfolio
APT (Ross 1976)
  • Asumsi: no-arbitrage (lebih lemah)
  • Filosofi: tidak ada profit riskless
  • Faktor: n (multi-faktor)
  • Identifikasi faktor: empiris (kelemahan)
CAPM adalah kasus khusus APT dengan satu faktor (market). APT lebih umum tetapi memerlukan identifikasi faktor empiris.

Multi-Faktor APT (Faktor Makroekonomi)

APT dapat memakai faktor makroekonomi yang memengaruhi return saham secara sistematis.

Contoh Faktor Makro
  • Pertumbuhan GDP — siklus bisnis
  • Inflasi tak terduga
  • Perubahan suku bunga (BI 7-day)
  • Harga komoditas (minyak, batu bara)
  • Perubahan nilai tukar rupiah
Implikasi untuk BEI
  • Saham pertambangan sensitif terhadap harga komoditas
  • Saham perbankan sensitif terhadap BI 7-day
  • Saham ekspor sensitif terhadap rupiah
  • Estimasi beta makro via regresi
Identifikasi faktor makro memerlukan analisis empiris yang ketat — risiko data mining bila tidak ada justifikasi teoritis.

Hitung dari Nol: Return APT Dua-Faktor

Skenario: Estimasi return disyaratkan saham XYZ menggunakan APT 2-faktor (market + size). Asumsi: Rf = 6%, β_market = 1,2, MRP = 7%, β_size = 0,8, SMB premium = 3%.
LangkahPerhitunganNilai
1. Kontribusi marketβ_m × MRP = 1,2 × 7%8,4%
2. Kontribusi sizeβ_size × SMB = 0,8 × 3%2,4%
3. E(R) APTRf + market + size = 6% + 8,4% + 2,4%16,8% per tahun
4. Bandingkan CAPM6% + 1,2 × 7% = 14,4%Selisih +2,4% (size premium)
Kesimpulan
16,8% (APT)
Selisih 2,4% dari CAPM — size premium yang tidak ditangkap beta tunggal
Bagian 3 · 3/4
Fama-French & Carhart
Diskusi kelas: mengapa momentum disebut "anomali paling menyakitkan" untuk interpretasi risk-based?

Fama-French 3-Factor Model

Fama-French 1993 menambahkan faktor size (SMB) dan value (HML) ke CAPM menjadi 3-factor.

Market (MKT)E(R_m) − RfCAPM classicSize (SMB)Small − BigBanz 1981Value (HML)High − Low (B/M)Basu 1977= FF 3-factorE(R_i) = Rf + β_m·MKT + β_s·SMB + β_v·HML

FF 3-factor menjadi standar de facto dalam evaluasi kinerja reksadana dan strategi investasi sejak 1993.

Carhart 4-Factor (Momentum)

Carhart 1997 menambahkan momentum (WML) ke FF 3-factor menjadi 4-factor — standar evaluasi mutual fund modern.

FF 3-Factor
  • Market (MKT)
  • Size (SMB)
  • Value (HML)
+ Momentum (WML)
  • Winners Minus Losers 3-12 bln
  • Jegadeesh-Titman 1993
  • Premium ~8-10%/thn (ilustratif)
= Carhart 4-Factor
  • E(R) = Rf + β·MKT + β·SMB + β·HML + β·WML
  • Standar evaluasi mutual fund
  • Alpha setelah 4 faktor = keahlian murni
Momentum sulit dijelaskan dengan risk-based — interpretasi behavioral (underreaction) lebih populer. Tidak persistent di semua pasar.

Studi Kasus: Premium Faktor di BEI

Aplikasi model multi-faktor di pasar Indonesia — estimasi premium historis (ilustratif).

FaktorDefinisiPremium historis BEI (ilustratif)Interpretasi
Market (MKT)IHSG − SBN 10y~6–8%/thnKonsisten dengan ERP Indonesia (P5)
Size (SMB)Small − Big~2–4%/thnSaham kecil BEI outperform (likuiditas rendah)
Value (HML)High B/M − Low B/M~3–5%/thnSaham value (perbankan, staples) premium
Momentum (WML)Winners − Losers~5–8%/thnMomentum kuat di BEI tetapi volatile
Angka ilustratif untuk tujuan pembelajaran — verifikasi dengan studi empiris BEI 10+ tahun. Premium faktor dapat berubah signifikan per periode.
Bagian 4 · 4/4
Aplikasi & Perbandingan
Diskusi kelas: dalam konteks BEI, model mana yang paling relevan untuk evaluasi kinerja reksadana?

CAPM vs APT vs FF — Perbandingan

Tiga model dengan kompleksitas dan aplikasi berbeda — pilihan tergantung konteks.

DimensiCAPM (1964)APT (1976)Fama-French (1993) / Carhart (1997)
Faktor1 (market)n (multi, bebas)3 / 4 spesifik
AsumsiEquilibrium, mean-varianceNo-arbitrageEmpiris berbasis anomali
KompleksitasSederhanaSedangTinggi
Estimasiβ dari regresi 1 variabelβ multi-faktorβ 3-4 faktor + premium
Aplikasi utamaCost of equity, capital budgetingRiset akademikEvaluasi reksadana, factor investing
CAPM tetap standar untuk cost of equity karena kesederhanaan; FF/Carhart standar untuk evaluasi kinerja karena menjelaskan lebih banyak variasi return.

Eksplorasi: Analisis Faktor & Struktur Kovarians

Model multifaktor seperti Fama-French & Carhart memerlukan pemahaman analisis faktor — eksplorasi bagaimana faktor laten menjelaskan kovarians return.

Eksplorasi: ubah jumlah faktor & loading — lihat bagaimana faktor laten menjelaskan korelasi antar saham. Intuisi yang melandasi Fama-French 3-factor.

Ringkasan Kunci Pertemuan 6

Anomali CAPM
Size, value, momentum — beta tunggal tidak cukup menjelaskan return
APT (Ross 1976)
Multi-faktor berbasis no-arbitrage — alternatif fleksibel CAPM
FF & Carhart
3-factor (1993) + momentum (1997) — standar evaluasi modern

Bawa tiga lensa ini untuk evaluasi kinerja portofolio P7-P13 — model multi-faktor menjadi dasar alpha modern.

Persiapan P7: baca BKM bab 9 (kinerja empiris CAPM); pertanyaan: mengapa CAPM empiris sering gagal? Apa implikasi untuk alokasi aset praktis?

📖 Baca juga: Capm Cost Of Equity — penjelasan mendalam dan contoh numerik.