‹ Daftar slidePertemuan 3: Penargetan Pasar dan Bauran Media
RPS minggu 3 · 2x50 menit
Penargetan Pasar dan Bauran Media
Komunikasi Pemasaran Terintegrasi — Magister Manajemen FEB UNDIP
Dari segmentasi teoretis ke keputusan alokasi anggaran: memilih segmen, menetapkan posisi, dan merancang bauran media yang bisa dipertanggungjawabkan ke direksi.
Bagian 1 dari 3
Dari Segmentasi ke Keputusan Penargetan
Diskusi kelas: ketika anggaran promosi terbatas, segmen mana yang layak "dikorbankan" — dan atas dasar analisis apa keputusan itu bisa dipertanggungjawabkan?
Mengevaluasi Daya Tarik Segmen: Melampaui Ukuran Pasar
Segmen besar tidak otomatis segmen menguntungkan. Evaluasi tingkat lanjut menggabungkan tiga lensa sekaligus.
Daya Tarik Struktural
Five Forces (Porter, 1980) diterapkan per-segmen, bukan per-industri
Intensitas persaingan langsung di segmen tsb.
Daya tawar pembeli — makin tinggi, makin tertekan margin
Ukuran & Pertumbuhan
Skala saat ini vs. proyeksi 3 tahun
Elastisitas permintaan terhadap siklus makro
Risiko kanibalisasi antar-segmen existing
Kesesuaian Sumber Daya
Resource-Based View (Barney, 1991): apakah kapabilitas kita valuable, rare, inimitable di segmen ini?
Biaya kesempatan (opportunity cost) melayani segmen lain
Empat Strategi Penargetan: Trade-off ROI
Cakupan Luas
Undifferentiated — satu bauran pemasaran untuk seluruh pasar; efisien biaya produksi/iklan, risiko relevansi rendah
Differentiated — bauran berbeda per segmen; ROI per segmen naik, biaya koordinasi IMC naik tajam
Cakupan Sempit
Concentrated (niche) — fokus 1 segmen, risiko konsentrasi tinggi tapi efisiensi pesan maksimal
Micromarketing — personalisasi hingga level individu/lokal; layak hanya jika data & teknologi mendukung
Keputusan manajerial bukan "mana yang terbaik", melainkan mana yang match dengan tahap siklus hidup produk, kapasitas data, dan toleransi risiko organisasi Anda.
Hitung dari Nol: Nilai Segmen dan Alokasi Anggaran
Ilustrasi: perusahaan fintech mengevaluasi segmen "profesional muda urban pengguna aktif dompet digital" untuk menentukan prioritas anggaran IMC tahun depan.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Populasi segmen sasaran (riset pasar, ilustrasi)
data sekunder + survei
8.500.000 orang
2. Estimasi pelanggan diraih tahun pertama
8.500.000 × 4% penetrasi
340.000 pelanggan
3. Proyeksi revenue tahunan
340.000 × Rp1.200.000 (ARPU)
Rp408.000.000.000
4. Nilai kontribusi segmen
Rp408 miliar × 35% margin kontribusi
Rp142.800.000.000
Nilai Segmen Tahunan
~Rp142,8 M
Dasar kuantitatif untuk menegosiasikan porsi anggaran IMC segmen ini terhadap segmen lain
Coba Sendiri: Hitung Nilai Kontribusi Segmen Anda
Geser populasi segmen, penetrasi, ARPU, dan margin kontribusi, amati bagaimana nilai segmen tahunan berubah.
Mini-Kasus: Keputusan Penargetan GoTo/Tokopedia
Situasi (ilustrasi berbasis pola publik)
Dua segmen besar bersaing memperebutkan anggaran promosi: UMKM penjual vs. konsumen urban pembeli
UMKM: volume transaksi lebih stabil, tapi margin platform per transaksi kecil
Konsumen urban: frekuensi belanja tinggi musiman (harbolnas), margin per transaksi lebih tebal via iklan/komisi
Keputusan Manajerial
Platform akhirnya menjalankan strategi differentiated: kampanye edukasi/onboarding untuk UMKM (nilai jangka panjang ekosistem), kampanye promo harga untuk konsumen (nilai jangka pendek transaksi)
Alokasi anggaran mengikuti bobot kontribusi ke gross merchandise value, bukan jumlah pengguna semata
Pelajaran: penargetan tingkat manajerial menyeimbangkan nilai jangka pendek (transaksi) dan jangka panjang (ekosistem/retensi) — bukan memilih satu segmen "pemenang".
Positioning Map Lanjutan: Risiko Repositioning
Repositioning bergerak melintasi kuadran (garis putus-putus) membawa risiko: ekuitas merek lama bisa hilang sebelum posisi baru terbentuk di benak konsumen — butuh IMC konsisten multi-tahun, bukan satu kampanye.
Bagian 2 dari 3
Bauran Media: dari Objektif ke Eksekusi
Diskusi kelas: digital-first atau tetap hybrid dengan media tradisional — bagaimana Anda mempertahankan keputusan itu di depan direksi yang skeptis?
Tujuan Media: Reach, Frequency, GRP/TRP
Konsep Inti
Reach — persentase/jumlah unik audiens yang terpapar minimal satu kali dalam periode kampanye
Frequency — rata-rata jumlah paparan per orang yang terjangkau
TRP (Target Rating Points) — GRP dihitung khusus atas target audiens, bukan populasi umum
Keputusan Manajerial
Fase awal peluncuran → prioritaskan reach (bangun awareness luas)
Fase konversi/retensi → prioritaskan frequency pada segmen tersempit (dorong tindakan)
Effective frequency — titik jenuh (~3-10x tergantung kategori) di mana paparan tambahan tak lagi menambah efektivitas per rupiah
Hitung dari Nol: GRP, Reach, dan Estimasi Biaya Media
Ilustrasi: kampanye peluncuran produk tabungan digital menargetkan populasi kota besar 5.000.000 orang, target reach 60%, frekuensi rata-rata 4x.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Reach absolut (orang terpapar minimal 1x)
60% × 5.000.000
3.000.000 orang
2. GRP kampanye
60 × 4 (Reach% × Frekuensi)
240 GRP
3. Gross impressions (total paparan, dengan duplikasi)
3.000.000 × 4
12.000.000 impresi
4. Estimasi biaya media (CPM ilustrasi Rp45.000)
(12.000.000 ÷ 1.000) × Rp45.000
Rp540.000.000
Estimasi Total Biaya Media
Rp540 juta
CPM (cost per mille) = biaya per 1.000 impresi — metrik pembanding lintas saluran
Media Mix Modeling dan Optimasi Lintas Saluran
Media Mix Modeling (MMM) mengestimasi kontribusi incremental tiap saluran terhadap penjualan/konversi menggunakan regresi atas data historis — mengatasi keterbatasan atribusi digital "last-click".
Digital vs. Tradisional: Tantangan Atribusi
Argumen Digital-First
Terukur granular (klik, konversi, ROAS per kampanye)
Penargetan presisi via data perilaku & lookalike audience
Risiko: atribusi last-click melebih-lebihkan kanal performance, mengecilkan peran awareness
Argumen Hybrid/Tradisional
Membangun mental availability (Sharp, 2010) — mudah diingat saat kebutuhan muncul
Kredibilitas & jangkauan massal untuk kategori kepercayaan tinggi (perbankan, asuransi)
Risiko: sulit diukur ROI langsung, rentan dianggap "biaya prestise" oleh CFO
Jawaban tingkat lanjut bukan salah satu — melainkan alokasi berbasis tahap customer journey dan kategori produk (high-involvement/low-involvement).
Coba Sendiri: Bandingkan Model Atribusi Last-Click vs Multi-Touch
Geser bobot kontribusi tiap titik kontak dan amati bagaimana model atribusi berbeda mengubah kanal mana yang terlihat "paling berhasil".
Optimasi Anggaran Media: Analisis Marjinal
Prinsip Dorfman-Steiner (1954): alokasikan rupiah tambahan ke saluran dengan marginal return tertinggi hingga seluruh saluran menyamakan rasio marjinal — bukan menyebar rata atau mengikuti alokasi tahun lalu.
Coba Sendiri: Alokasikan Anggaran Lintas Kanal secara Marjinal
Geser alokasi anggaran antar-saluran dan amati titik di mana return marjinal antar-kanal mulai menyamai satu sama lain.
Mini-Kasus: Alokasi Media Kampanye KUR Bank
Situasi (ilustrasi berbasis pola sektor)
Bank besar (mis. BCA/BRI) meluncurkan kampanye Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM di kota tier-2/3
Target audiens: pemilik UMKM usia 30-55, literasi digital bervariasi, kepercayaan pada bank fisik masih tinggi
Anggaran terbatas — harus dibagi antara radio/TV lokal, media sosial, dan aktivasi cabang
Keputusan Manajerial
Alokasi terbesar tetap ke radio/TV lokal & aktivasi cabang (kepercayaan + jangkauan tier-2/3), bukan digital semata
Media sosial berperan sebagai retargeting untuk audiens yang sudah terpapar offline — bukan kanal akuisisi utama
Pelajaran: kesesuaian saluran dengan karakteristik segmen (literasi digital, kepercayaan institusi) mengalahkan tren "digital-first" generik.
Bagian 3 dari 3
Integrasi Keputusan dan Evaluasi Kampanye
Diskusi kelas: KPI mana yang paling mudah "dipercantik" oleh tim kreatif atau media, dan bagaimana Anda sebagai manajer memverifikasinya?
Kerangka Rubrik: Menganalisis Kasus Bauran Media
Gunakan lima langkah ini saat menganalisis studi kasus IMC — di kelas, ujian, maupun rapat strategi nyata.
Langkah
Fokus Analisis
Pertanyaan Kunci
1. Definisikan objektif kampanye
Awareness, konsiderasi, konversi, atau retensi?
Apakah objektif ini selaras dengan tahap siklus hidup produk?
2. Petakan segmen & daya jangkau saluran
Kesesuaian demografi/perilaku segmen dengan profil audiens tiap saluran
Saluran mana yang secara alami "hidup" di segmen ini?
3. Uji kesesuaian pesan-saluran
Format kreatif vs. karakteristik saluran (durasi perhatian, konteks konsumsi)
Apakah pesan perlu diadaptasi ulang per-saluran?
4. Evaluasi trade-off anggaran
Marginal return per saluran vs. keterbatasan dana
Saluran mana yang sudah/akan jenuh?
5. Rekomendasikan & justifikasi
Alokasi final + metrik keberhasilan yang disepakati di muka
KPI apa yang akan membuktikan keputusan ini benar/salah?
Prinsip Penutup
Objektif → Segmen → Pesan → Anggaran → KPI
Proses Perencanaan Media: Dari Brief ke Eksekusi
Siklus umpan balik (garis putus-putus): hasil evaluasi kampanye berjalan menjadi input analisis situasi periode berikutnya — bukan proses linear sekali jalan.
Metrik & KPI Evaluasi Kampanye
Efisiensi Biaya
CPM — biaya per 1.000 impresi
CPC — biaya per klik
CPA — biaya per akuisisi/konversi
Efektivitas Bisnis
ROAS — return on ad spend
Brand lift — survei pra/pasca kampanye
Share of voice vs. kompetitor
Sinyal Kewaspadaan
Reach/impresi tinggi tapi konversi stagnan → kualitas targeting diragukan
ROAS tinggi tapi sumber trafik dominan branded search → kemungkinan kanibalisasi, bukan incremental
Latihan Kelompok: Analisis Kasus Singkat
Instruksi
Bentuk kelompok 4-5 orang (sesuai kelompok studi kasus di silabus)
Brief: perusahaan ritel fesyen lokal meluncurkan lini produk baru untuk segmen Gen Z urban, anggaran promosi terbatas ~Rp2 miliar/kuartal
Waktu: 15 menit diskusi kelompok, 10 menit presentasi 2 kelompok terpilih
Siapkan argumen: mengapa bauran saluran yang Anda pilih lebih unggul dari alternatif "sebar rata"
Pertemuan berikutnya akan membahas komunikasi & perilaku konsumen — hasil latihan ini akan menjadi jembatan diskusi bagaimana pesan diproses audiens Gen Z.
Ringkasan dan Jembatan ke Pertemuan 4
Yang Sudah Kita Kuasai
Evaluasi daya tarik segmen: struktural + ukuran/pertumbuhan + kesesuaian sumber daya
Empat strategi penargetan dan trade-off ROI-nya
Kuantifikasi nilai segmen & perhitungan GRP/reach/biaya media
Kerangka rubrik lima langkah untuk analisis kasus bauran media
Menuju Pertemuan 4
Fokus: Komunikasi dan Perilaku Konsumen
Bagaimana segmen & saluran yang sudah dipilih hari ini diterjemahkan menjadi pesan yang diproses secara kognitif & emosional oleh audiens
Bawa hasil latihan kelompok hari ini sebagai bahan diskusi lanjutan
Pesan Kunci
Data, Bukan Preferensi
Setiap keputusan penargetan dan bauran media harus bisa dipertanggungjawabkan dengan angka — daya tarik segmen, nilai kontribusi, GRP, dan return marjinal