‹ Daftar slidePertemuan 9: Eksternalisasi Hubungan Kerja
RPS minggu 9 · 2x50 menit
Eksternalisasi Hubungan Kerja
Keunggulan Kompetitif dan Strategi Sumber Daya Manusia — Magister Manajemen FEB UNDIP
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK 9: menganalisis keputusan build-vs-buy dalam pengelolaan tenaga kerja. Empat indikator capaian yang harus Anda kuasai sebelum meninggalkan kelas.
Jam ke-1 (50 menit)
Konsep inti: Spektrum hubungan kerja: permanen -> kontrak -> temporer -> outsource -> freelance
Posisi dalam alur 14 pertemuan: blok 3 dari 4. Koneksi ke pertemuan sebelumnya (P8) dan berikutnya (P10) menjadi peta integrasi.
Mengapa Topik Ini Penting
MacTemps (studi kasus klasik) memodelkan eksternalisasi tenaga kerja temporer untuk fleksibilitas. Keputusan build (karyawan permanen) vs buy (kontrak/outsource) bukan keputusan biaya semata — ia keputusan strategis tentang kapabilitas, fleksibilitas, dan risiko.
Pertanyaan Pemantik
Mengapa perusahaan yang terlalu agresif outsource sering kehilangan kapabilitas inti? Sebutkan contoh.
Argumen Kursus
SDM dirancang sebagai sistem yang selaras strategi = sumber keunggulan yang sulit ditiru pesaing, bukan biaya administratif.
Refleksi: di organisasi tempat Anda bekerja, adakah praktik SDM yang "tampak biasa" namun sebenarnya menjadi sumber keunggulan? Atau sebaliknya, praktik yang inkonsisten dengan strategi?
Bagian 1/4
Konsep Inti
Konsep teoretis · Kerangka analitis · Mekanisme sebab-akibat
Konsep Teoretis Utama
Spektrum hubungan kerja: permanen -> kontrak -> temporer -> outsource -> freelance. Tiga komponen kunci yang akan kita bedah.
Spektrum hubungan kerja: permanen -> kontrak -> temporer -> outsource -> freelance. Trade-off: fleksibilitas vs komitmen, biaya vs kapabilitas, kontrol vs skalabilitas. Fungsi inti sebaiknya build; fungsi komoditas boleh buy.
Komponen 1
Premis teoretis utama yang menjadi fondasi argumen
Komponen 2
Mekanisme sebab-akibat yang menjelaskan bagaimana teori bekerja
Komponen 3
Kondisi batas dan asumsi yang menentukan kapan teori berlaku
Kerangka Analitis
Kerangka analitis membantu menerapkan konsep pada kasus konkret — perbandingan dua pilihan model.
Skenario: Fungsi IT support 50 posisi. Opsi build (in-house): gaji rata-rata Rp 12 juta/bln, benefits 30%, training Rp 50 juta/tahun/orang, turnover 15% (biaya turnover Rp 30 juta/orang). Opsi buy (outsource): Rp 16 juta/orang/bln all-in, fleksibel naik-turun. Horison 3 tahun.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1
Biaya build/bln = 50 x Rp 12 juta x 1,3
Rp 780.000.000
2
Biaya build/thn + training + turnover = Rp 780 M x 12 + (50x15%xRp 30 juta) + (50 x Rp 50 juta)
Rp 10.285.000.000
3
Biaya buy/thn = 50 x Rp 16 juta x 12
Rp 9.600.000.000
4
Selisih/thn = Rp 10,285 M - Rp 9,6 M
Rp 685.000.000 (build lebih mahal)
5
Tapi build akumulasi kapabilitas (tacit knowledge)
Intangible benefit
6
Keputusan: buy bila komoditas, build bila inti
Konteks-driven
Kesimpulan
Konteks-driven
Build lebih mahal Rp 685 juta/tahun tetapi akumulasi kapabilitas. Buy lebih murah tapi tanpa kapabilitas. Keputusan tergantung: apakah fungsi inti (build) atau komoditas (buy)?
Bagian 2/4
Penerapan dan Dimensi
Dimensi praktis · Konteks moderator · Skenario lanjutan
Dimensi Penerapan 1
Tiga elemen yang mempengaruhi efektivitas penerapan konsep dalam praktik organisasional.
Faktor struktural
Desain organisasi & struktur pelaporan
Sistem pengambilan keputusan
Mekanisme akuntabilitas
Faktor kapabilitas
Ketersediaan skill & kompetensi
Kematangan leadership pipeline
Kapabilitas data & analytics
Faktor budaya
Budaya pembelajaran & kepercayaan
Toleransi terhadap risiko
Orientasi jangka panjang
Dimensi Penerapan 2
Tiga elemen yang mempengaruhi efektivitas penerapan konsep dalam praktik organisasional.
Dinamika industri
Intensitas kompetisi & tekanan margin
Siklus hidup industri
Disrupsi teknologi
Siklus ekonomi
Fase ekspansi vs resesi
Ketersediaan talent pasar
Tekanan biaya vs investasi
Teknologi & digital
Otomasi praktik SDM administratif
Platform talent & people analytics
Reskilling untuk peran baru
Konteks dan Moderator
Faktor kontekstual memoderatori (memperkuat atau melemahkan) efek praktik SDM pada kinerja — tidak ada hubungan sebab-akibat yang universal.
Penguat (memperkuat efek)
Dukungan kepemimpinan puncak yang konsisten
Budaya organisasi yang selaras dengan praktik
Stabilitas strategi bisnis jangka panjang
Penghalang (melemahkan efek)
Tekanan laba jangka pendek yang memotong investasi SDM
Budaya silo antar-unit organisasi
Turnover tinggi yang menggerus kapabilitas akumulatif
Implikasi: praktik SDM yang sama bisa sukses di satu organisasi dan gagal di lain — selalu diagnosis konteks moderator sebelum mengadopsi praktik dari tempat lain.
Hitung dari Nol: Sensitivitas Fleksibilitas vs Stabilitas
Lead analitis: Bila permintaan berfluktuasi +/-40% kuartalan, outsource memberi fleksibilitas (tanpa underutilization permanen). Tapi bila permintaan stabil, permanen lebih murah per unit. Trade-off klasik fleksibilitas vs efisiensi.
Skenario
Asumsi
Hasil kunci
Baseline
Asumsi standar skenario
Hasil referensi untuk perbandingan
Optimis
Asumsi diperlonggar (efek lebih kuat)
Hasil lebih tinggi — batas atas
Pesimis
Asumsi diperketat (efek lebih lemah)
Hasil lebih rendah — batas bawah
Break-even
Asumsi yang membuat net benefit = 0
Ambang batas keputusan investasi
Pelajaran: jangan terjebak satu angka. Rentang skenario memberi gambaran ketahanan keputusan terhadap ketidakpastian asumsi.
Bagian 3/4
Praktik dan Kasus
Praktik SDM strategis · Implikasi manajerial · Studi kasus
Praktik SDM Strategis
Tiga elemen yang mempengaruhi efektivitas penerapan konsep dalam praktik organisasional.
1. Rekrutmen & Seleksi
Selektif terhadap kapabilitas strategis
Selaras dengan model sistem SDM (komitmen/talenta/kolaboratif)
Indikator prediksi kinerja berbasis evidence
2. Pelatihan & Pengembangan
Investasi human capital berkelanjutan
General vs specific training (Becker)
Universitas internal sebagai moat strategis
3. Kompensasi & Retensi
Bayar kompetitif untuk jaga kapabilitas
Stock option untuk alignment (DaVita)
Konsisten dengan praktik lain (internal fit)
Implikasi Manajerial
Tiga elemen yang mempengaruhi efektivitas penerapan konsep dalam praktik organisasional.
1. Peran manajer garis
Pengambil keputusan SDM strategis
SDM adalah pekerjaan semua manajer
HR business partner sebagai fasilitator
2. Investasi sebagai CapEx
SDM strategis = capital expenditure
ROI terukur lewat service profit chain
Bukan biaya yang dipotong saat krisis
3. Pengukuran dampak
KPI terintegrasi (balanced scorecard)
Lacak mata rantai praktik-keuangan
HR analytics berbasis bukti
Studi Kasus: Outsourcing Contact Center - Trade-off
MacTemps (studi kasus klasik) memodelkan eksternalisasi tenaga kerja temporer untuk fleksibilitas. Keputusan build (karyawan permanen) vs buy (kontrak/outsource) bukan keputusan biaya semata — ia keputusan strategis tentang kapabilitas, fleksibilitas, dan risiko.
Periode
Peristiwa SDM
Dinamika strategis
fase 1
Outsource contact center untuk efisiensi
Biaya turun 30%
fase 2
Kualitas layanan turun, keluhan naik
Erosi kualitas
fase 3
Insight pelanggan hilang (data di vendor)
Hilang kapabilitas
fase 4
Renegosiasi / bawa kembali in-house
Re-build kapabilitas
Sekarang
Hybrid: core in-house + peak outsource
Model seimbang
Tiga pelajaran: (1) Outsourcing fungsi inti erodes kapabilitas strategis; (2) Efisiensi biaya jangka pendek vs kapabilitas jangka panjang; (3) Hybrid adalah jawaban modern.
Integrasi konsep hari ini dengan dua lensa kursus: internal fit & external fit.
Spektrum hubungan kerja: permanen -> kontrak -> temporer -> outsource -> freelance. Trade-off: fleksibilitas vs komitmen, biaya vs kapabilitas, kontrol vs skalabilitas. Fungsi inti sebaiknya build; fungsi komoditas boleh buy. Dipasangkan dengan lensa internal fit (konsistensi antar-praktik) dan external fit (keselarasan dengan strategi bisnis), konsep ini menjadi bagian dari sistem SDM strategis terintegrasi — sumber keunggulan bersaing yang sulit ditiru.
Internal Fit
Apakah praktik SDM hari ini konsisten dengan praktik lain? (rekrutmen ↔ pelatihan ↔ kompensasi ↔ desain kerja)
External Fit
Apakah sistem SDM selaras dengan strategi bisnis dan konteks kompetitif?
Ringkasan Kunci Pertemuan 9
Konsep Inti
Eksternalisasi Hubungan Kerja — fondasi teoretis untuk sistem SDM strategis
Implikasi Sistem
Dampak pada internal fit, external fit, dan keunggulan bersaing berkelanjutan
Konteks Indonesia
Penerapan pada kasus konkret: Astra, BBCA, Telkom, GoTo, dan lainnya
Bawa tiga pesan ini sebagai lensa tambahan sepanjang sisa semester.
Persiapan P10: baca ulang konsep hari ini; bawa satu contoh penerapan (atau kegagalan) dari organisasi Anda untuk diskusi pertemuan berikutnya.