stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-14
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 14: Krisis 2008 & Pelajaran Behavioral
RPS minggu 14 · 2x50 menit

Krisis 2008 & Pelajaran Behavioral

Catatan lapangan terbesar behavioral finance: bubble, crash, dan respons kebijakan

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 14: mengintegrasikan seluruh konsep behavioral finance untuk menjelaskan krisis 2008 dan mengidentifikasi pelajaran untuk pasar Indonesia.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Timeline krisis 2008: dari housing bubble ke Lehman collapse
  • Mekanisme: MBS, CDO, rating agency failure
  • Bias sistemik: herding, overconfidence, moral hazard
Jam ke-2 (50 menit)
  • Respons kebijakan: bailout, Fed, regulasi baru (Dodd-Frank)
  • Pelajaran untuk BEI: struktur dan mitigasi
  • Sintesis seluruh mata kuliah; persiapan ujian
Posisi alur 14: P13 (manajemen pasar tidak efisien) → P14 (krisis 2008) = case terbesar + integrasi seluruh mata kuliah.

Mengapa Krisis 2008 Penting untuk Dipelajari

Krisis 2008 adalah kerugian finansial terbesar sejak Great Depression 1929 — kerugian global diperkirakan triliunan USD. Pelajaran untuk Indonesia kuat karena kita juga punya pengalaman krisis 1997-1998.

Kerugian agregat global
~US$ 15-22 triliun
IMF/GFC estimates termasuk lost output; beberapa estimasi lebih tinggi
Peak-to-trough S&P 500
−57%
Oktober 2007 (1.565) → Maret 2009 (666); recovery memakan waktu ~4 tahun
Korelasi Indonesia: krisis 1997-1998 (krisis moneter Asia) menghancurkan perbankan dan IHSG turun ~90%. Krisis 2008 dampaknya lebih moderat di Indonesia (IHSG −50%) karena struktur finansial lebih resilient post-1997.
Bagian 1 · 1/4
Timeline Krisis 2008
Diskusi: krisis 2008 bukan satu event, tetapi rangkaian dari 2000-2009. Mari kita telusuri pemicu dan eskalasinya.

Timeline Krisis 2008

PeriodeEventSignifikansi
2000-2006Housing bubble AS tumbuh; Fed rate 1% (2003)Kredit murah dorong spekulasi property
2004-2006Subprime lending ekspansi; NINJA loans umumKredit ke peminjam lemah; securitization ke MBS/CDO
2007 Q2-Q3Subprime default naik; housing price turunBear Stearns hedge fund collapse Juni 2007
2008 MaretBear Stearns diakuisisi JPMorgan (US$ 2/share)Sinyal pertama kegagalan bank investasi besar
2008 Sept 7Fannie Mae & Freddie Mac conservatorshipUS$ 5 triliun mortgage di-garansi pemerintah
2008 Sept 15Lehman Brothers bangkrut (Chapter 11)Bank run global; money market funds “break the buck”
2008 Sept 16AIG bailout US$ 85 miliarSistematik penting; CDS exposure massive
2008 OktoberTARP US$ 700 miliar disetujui CongressRecapitalization bank; restore confidence
2009 MaretS&P 500 hits bottom 666 (−57% dari peak)Capitulation; Fed QE1 Maret 2009
Kunci: dari Bear Stearns (Maret 2008) ke Lehman (Sept 2008) ada 6 bulan. Pasar tidak fully price in risiko — “this time is different” bias aktif.

Mekanisme: MBS, CDO, dan Rating Agency

Bagaimana kredit subprime berisiko bisa dijual sebagai produk “safe” (AAA-rated)? Inilah inti mekanisme krisis — kombinasi inovasi finansial dengan kegagalan rating agency.

Inovasi finansial
  • Mortgage-Backed Securities (MBS): pool ribuan mortgage jadi satu security
  • Collateralized Debt Obligations (CDO): repackage MBS jadi tranches (senior/mezzanine/equity)
  • Credit Default Swaps (CDS): asuransi terhadap default MBS/CDO
  • Synthetic CDO: exposure ke CDO tanpa underlying assets
Kegagalan rating agency
  • AAA rating untuk subprime MBS/CDO (harusnya risiko rendah)
  • Conflict of interest: issuer pays model
  • Model historis: based on data pre-2006 (housing tidak pernah turun nasional)
  • Herding antar rating agency: siapa pertama downgrade?
Pelajaran: kompleksitas + conflict of interest + historical bias = bom waktu. Kompleksitas tidak sama dengan keamanan.

Shadow Banking: Sistem Paralel Tak Terregulasi

Salah satu pemicu krisis 2008 adalah shadow banking system — sistem finansial paralel yang tidak ter-regulasi seperti bank tradisional. Structured Investment Vehicles (SIV), hedge funds, money market funds.

Komponen shadow banking
  • SIV (Structured Investment Vehicles): entity off-balance sheet bank
  • Hedge funds: leverage tinggi, strategi kompleks
  • Money market funds: “safe as cash” tetapi invest di commercial paper
  • Investment banks: leverage 30x (vs bank 12x)
  • Repo market: short-term funding collateralized
Mengapa berbahaya
  • Tak ada deposit insurance — prone to bank run
  • Maturity transformation: pinjam short, invest long
  • Shadow banking AS pre-2008 = ~US$ 20 triliun (sama dengan bank tradisional). Krisis terjadi ketika repo market froze.
Bagian 2 · 2/4
Lens Behavioral: Krisis sebagai Bias Sistemik
Diskusi: krisis 2008 bukan hanya kegagalan model kuantitatif — itu adalah manifestasi bias perilaku sistemik: herding, overconfidence, moral hazard, dan inattention.

Empat Bias Sistemik di Krisis 2008

BiasManifestasi di krisis 2008Aktor utama
HerdingSemua bank beli MBS karena competitor juga beli; FOMOBank investasi, hedge funds
OverconfidenceModel VaR terlalu optimis; CEO yakin bisa manage risiko kompleksQuant modelers, risk officers, CEO
Moral hazard“Too big to fail” — ambil risiko ekstrem karena bailout expectBank besar (Lehman, AIG, Citi)
Inattention/Normalcy biasInvestor & regulator abaikan akumulasi risiko; “this time is different”Investor global, SEC, Fed pre-2008
GroupthinkRating agency, regulator, akademisi semua setuju “risiko rendah”Moody's, S&P, Fitch; Fed economists
Short-termismBonus tahunan untuk trader MBS; abaikan tail risk jangka panjangTrader, fund manager, CEO
Pelajaran: krisis tidak dijelaskan satu bias, tetapi interaksi banyak bias di banyak aktor. Mitigasi sistemik diperlukan, bukan hanya individu.

Herding di Krisis 2008: Aset Korporat & Investor

Herding (P9) memainkan peran besar di krisis 2008 — baik dalam fase bull (ekspansi berlebih) maupun fase bear (jual panik). Mari kita lihat pola konkret.

Herding fase bull (2002-2007)
  • Semua bank beli MBS/CDO karena competitor juga
  • Investor ritel beli housing karena “harga selalu naik”
  • Hedge fund leverage tinggi karena everyone doing it
  • Rating agency beri AAA karena everyone else juga
Herding fase bear (2008-2009)
  • Jual panik setelah Lehman — semua exit bersamaan
  • Bank run pada money market funds (semua tarik dana)
  • Commercial paper market froze — herding ke cash
  • Hedge fund redemption gating; fire sales
Insight: herding berlaku dua arah — fase bull dengan euforia, fase bear dengan panik. Sama-sama destruktif.
Bagian 3 · 3/4
Eksplorasi: Herding & Bubble Dynamics
Simulasi interaktif untuk memahami bagaimana herding menciptakan bubble dan bagaimana keputusan individu berinteraksi dengan kerumunan.

Eksplorasi Interaktif: Herding & Bubble

Simulasi bagaimana herding dan positive feedback menciptakan bubble harga, dan bagaimana crash terjadi saat sentiment berbalik. Pelajaran penting untuk pasar BEI yang sering mengalami bubble saham gorengan.

Respons Kebijakan: TARP, Fed, dan Dodd-Frank

Respons kebijakan terbesar sejak Great Depression. Tiga pilar: bailout bank (TARP), monetary easing (Fed), dan reformasi regulasi (Dodd-Frank Act).

KebijakanTindakanJustifikasi
TARP (Oktober 2008)US$ 700 miliar untuk recapitalize bank besarStop bank run; restore confidence
Fed easingRate cut ke 0-0,25% (Desember 2008); QE1 Maret 2009Stimulate economy; lower borrowing cost
ARRA 2009American Recovery & Reinvestment Act US$ 787 miliarFiscal stimulus; infrastructure, tax cuts
Dodd-Frank Act (2010)Reformasi regulasi finansial terbesar sejak 1930sVolcker Rule, CFPB, FSOC, Orderly Liquidation
Basel III (2010)Capital requirement bank lebih ketat (CET1 > 7%)Reduce leverage; increase resilience
Stress test (CCAR)Tahunan untuk bank besar ASEnsure bank bisa survive severe recession
Debat: bailout menyelamatkan sistem tetapi menciptakan moral hazard baru (“too big to fail” reinforced).

Hitung dari Nol: Dampak Krisis pada BEI

Skenario: IHSG peak Januari 2008 ~2.800; trough Maret 2009 ~1.100; recovery ke peak baru 2018 ~6.000. Hitung drawdown dan recovery periode.
LangkahPerhitunganNilai
1. Peak IHSG Jan 2008Pre-crisis high~2.800
2. Trough Maret 2009Crisis low~1.100
3. Drawdown peak-to-trough(1.100 − 2.800) / 2.800−60,7%
4. Recovery time ke peak baruJan 2008 → ~2018~10 tahun (long)
5. Capital required untuk breakeven1 / (1 − 0,607) = 1 / 0,393+155% return required
6. Investor DCA vs lump sum di peakDCA more robust; lump sum butuh 10 tahunDCA mitigasi timing risk
Insight
10 tahun
Recovery ke peak baru memakan ~10 tahun (dihedge; lebih cepat di S&P yang recover ~4 tahun). Investor Indonesia yang exit di bottom mengalami kerugian permanent.
Bagian 4 · 4/4
Pelajaran untuk Pasar BEI & Indonesia
Diskusi: bagaimana pelajaran krisis 2008 bisa diaplikasikan ke pasar Indonesia? Apa mitigasi sistemik yang sudah ada dan yang masih kurang?

Pelajaran untuk Indonesia

Sudah kuat pasca-1997
  • CAR perbankan tinggi (~23% di 2024 vs minimum 8%)
  • Manajemen risiko lebih baik; NPL turun
  • Bank Indonesia independen; kerangka Inflasi Targeting
  • OJK sebagai regulator terpadu (sejak 2013)
  • Sistem pembayaran real-time; deposit insurance (LPS)
Kerentanan tersisa
  • Ketergantungan capital inflows (asing pegang ~38% SBN)
  • Volatilitas nilai tukar IDR saat risk-off global
  • Ekspansi kredit properti (risiko bubble housing)
  • Partisipasi ritel BEI masih rendah (~2 juta investor)
  • Literasi finansial masih perlu peningkatan
Kesimpulan: Indonesia lebih resilient dari 1997, tetapi tidak imun. Mitigasi behavioral (literasi, edukasi) tetap penting.

Mitigasi Sistemik untuk Pasar Indonesia

Beberapa mitigasi sistemik yang dapat dipertimbangkan untuk Indonesia, baik yang sudah berjalan maupun yang masih dapat diperkuat.

MitigasiStatus IndonesiaRekomendasi
Macroprudential regulationBI punya kerangka LTV, GWMLPerkuat monitoring credit growth sektor
Countercyclical capital bufferBelum aktif fullAktifkan di fase ekspansi kredit agresif
Stress test bank sistemikTahunan oleh BI/OJKPerkuat disclosure; scenario lebih ketat
Investor educationGalbei OJK, Yieldku BIPerluas jangkauan; fokus behavioral
Circuit breaker BEIAuta-rejection ±7% per sahamPertimbangkan market-wide circuit breaker
Short-selling regulationTerbatas (Regular + TNJangan terlalu ketat — perlukan price discovery
Pelajaran: mitigasi terbaik是多-layered — kombinasi regulasi struktural + edukasi investor + kerangka kebijakan counter-cyclical.

Perbandingan: Krisis 1997 Asia vs Krisis 2008 Global

Indonesia punya pengalaman unik: krisis moneter Asia 1997-1998 dan kemudian terkena dampak krisis global 2008. Dua krisis dengan karakter berbeda tetapi pelajaran behavioral serupa.

AspekKrisis 1997 AsiaKrisis 2008 Global
PemicuCurrency attack (baht, rupiah); capital outflowHousing bubble AS; subprime default
Sumber risikoForeign debt korporasi; pegged exchange rateInovasi finansial (MBS, CDO); leverage
Dampak IndonesiaIHSG turun ~90% (USD); perbankan collapseIHSG turun ~50-60%; perbankan resilient
Respons kebijakanIMF bailout; bank recap; BPPNTidak perlu IMF; stimulus fiscal + monetary
Reformasi pascaBI independen; OJK; CAR tinggiBelum ada reformasi internal baru
Pelajaran behavioralMoral hazard conglomerate; croniesHerding global; overconfidence regulator
Insight: dua krisis menunjukkan bahwa Indonesia belajar dari 1997. Struktur finansial lebih resilient di 2008, dampaknya lebih moderat. Edukasi terus menerus.

Kasus Integratif: Sintesis Seluruh Mata Kuliah

Mari kita rangkum 13 pertemuan sebelumnya dengan lensa krisis 2008. Setiap konsep behavioral finance menjelaskan aspek berbeda dari krisis.

PertemuanKonsepAplikasi krisis 2008
P1: EMHPasar efisien?EMH gagal menjelaskan bubble & crash; peluang untuk behavioral
P2: AnomaliMomentum, value, bubblesHousing bubble = anomali makro extreme
P3: InstitusiHubungan agencyInsentif salah trader + CEO = short-termism
P4: Prospect TheoryLoss aversionPanik post-Lehman = loss aversion amplifikasi
P5-7: Bias kognitifOverconfidence, anchoringBank CEO overconfident; regulator anchored ke data lampau
P8: DiscountingHyperbolic, short-termismBonus tahunan trader; abaikan tail risk jangka panjang
P9: Modal sosialTrust, networksBank run = breakdown trust; interbank lending freeze
P11: Manajer biasHubris, empire buildingCEO bank ambil risiko ekstrem karena hubris + moral hazard
P12: EksperimenGame klasikPublic goods game: tanpa punishment, free-riding dominan
P13: ManajemenStrategy, IPSInvestor dengan IPS survive; tanpa IPS ikut panic
Pelajaran: behavioral finance menyediakan kerangka unified untuk memahami krisis dari banyak sudut. Krisis bukan “black swan”, tetapi hasil pola perilaku yang bisa dianalisis.

Ringkasan Kunci Pertemuan 14 & Tutup Mata Kuliah

Krisis = Bias Sistemik
Herding, overconfidence, moral hazard, groupthink
Peluang Mitigasi
Regulasi struktural + edukasi investor + IPS individu
Indonesia Lebih Resilient
Pasca-1997 reform; tetap perlu waspada risk global

Behavioral finance bukan hanya teori akademis — ini adalah kerangka praktis untuk memahami pasar dan melindungi dari kesalahan sistemik.

Tutup mata kuliah: Anda telah menyelesaikan 14 pertemuan Keuangan Keperilakuan. Dari Prospect Theory ke krisis 2008, dari otak ke pasar BEI. Bawa satu pelajaran konkret yang akan Anda apply dalam karier atau investasi pribadi. Sampai jumpa di perjalanan berikutnya.