Aplikasi BEI: reksa dana target date, saham blue chip hold
Posisi alur 14: P7 (relativisme) → P8 (hyperbolic) → P9 (modal sosial) → P10 (budaya-agama). Hari ini mengakhiri blok bias individu; P9 mulai bias sosial.
Mengapa Dimensi Waktu Sangat Penting
Keputusan finansial penting — pensiun, pendidikan anak, pelunasan KPR — semuanya melibatkan trade-off antara konsumsi sekarang vs masa depan. Bias dalam dimensi waktu = akar undersaving & underinvestment.
Partisipasi DPLK Indonesia
~25%
Tenaga kerja formal (BPJS 2024); mayoritas tidak punya tabungan pensiun memadai
Rasio tabungan rumah tangga
~8% PDB
Indonesia 2024 (dihedge); lebih rendah dari Singapura ~25%, Malaysia ~20%
Pertanyaan pemantik: jika return investasi 8%/tahun dan inflasi 4%, menunda investasi 10 tahun menggandakan modal yang dibutuhkan untuk target pensiun. Mengapa begitu banyak yang menunda?
Bagian 1 · 1/4
Exponential vs Hyperbolic Discounting
Diskusi: Anda ditawarkan Rp 100 hari ini atau Rp 110 dalam 1 bulan. Mayoritas pilih Rp 100 (sekarang). Sekarang Rp 100 dalam 12 bulan atau Rp 110 dalam 13 bulan? Mayoritas pilih Rp 110. Inilah time-inconsistency.
Exponential Discounting (Model Klasik)
Exponential discounting (Samuelson 1937): V(t) = V0 / (1+r)^t. Tingkat diskonto r konstan — “time-consistent”. Preferensi tidak berubah tergantung kapan keputusan dibuat.
Asumsi
r konstan sepanjang waktu; tidak ada present bias
Implikasi
Time-consistent: preferensi konsisten dari t=0 sampai t=T
Aplikasi
NPV, IRR, valuasi semua instrumen keuangan konvensional
Kritik: tidak menjelaskan time inconsistency yang teramati sistematis pada manusia.
Thaler 1981 menemukan diskonto implied bervariasi dramatis tergantung horizon: ~345%/tahun untuk delay 1 bulan, ~120%/tahun untuk delay 1 tahun, ~27%/tahun untuk delay 10 tahun.
Eksperimen
Pilihan
Mayoritas pilih
Implied discount rate
Delay 1 bulan
Rp 15 sekarang vs Rp 30 dalam 1 bulan
Rp 30 (~majoritas)
~345%/tahun
Delay 1 tahun
Rp 15 sekarang vs Rp 60 dalam 1 tahun
Split
~120%/tahun
Delay 10 tahun
Rp 15 sekarang vs Rp 1.000 dalam 10 tahun
Mayoritas Rp 1.000
~27%/tahun
Pola: semakin lama horizon, semakin rendah implied discount rate. Inilah ciri hyperbolic — tingkat diskonto tinggi untuk jangka pendek, rendah untuk jangka panjang.
Bagian 2 · 2/4
Present Bias & Prokrastinasi
Diskusi: Anda berjanji mulai DPLK bulan depan. Bulan depan datang, Anda tunda lagi ke bulan berikutnya. Kenapa? Inilah present bias — “self saya masa depan” dianggap orang lain.
Mekanisme Present Bias
Present bias = β < 1 dalam model Laibson. Hadiah masa depan didiskonto ekstra dibanding exponential. Akibat: prokrastinasi & undersaving sistematis.
Pola observable
Tunda mulai DPLK/investasi (“bulan depan”)
Tunda pelunasan utang kartu kredit
Belanja impulsif vs tabungan
Tunda evaluasi portofolio rugi
Akibat finansial
Under-saving pensiun (~75% underprepared)
Under-investment jangka panjang
Akumulasi utang berbunga tinggi
Tidak punya emergency fund
Studi OJK 2024: ~60% rumah tangga Indonesia tidak punya tabungan darurat 3 bulan. Bukan karena tidak tahu — tetapi karena present bias.
Self-Control & Dual Self Model (Thaler-Shefrin 1981)
Thaler-Shefrin 1981 “An Economic Theory of Self-Control”: manusia sebagai konflik antara “planner” (self rasional jangka panjang) dan “doer” (self impulsif jangka pendek).
Planner (System 2)
Self rasional jangka panjang
Membuat rencana: budget, alokasi, target
Aktif ketika tenang, jauh dari godaan
Ingin keputusan optimal untuk self masa depan
Doer (System 1)
Self impulsif jangka pendek
Membeli, mengonsumsi, menunda
Aktif ketika lelah, stres, tergoda
Ingin kepuasan sekarang
Strategi: Planner membuat aturan/commitment device ketika tenang. Aturan ini membatasi Doer di kondisi panas.
Bagian 3 · 3/4
Commitment Device
Diskusi: bagaimana cara memaksa diri sendiri untuk konsisten dengan rencana jangka panjang? Inilah inti commitment device — mekanisme yang membatasi pilihan masa depan.
Jenis Commitment Device Finansial
Lima jenis commitment device yang relevan untuk investor Indonesia — dari yang ringan hingga yang mengikat penuh.
Device
Mekanisme
Contoh Indonesia
Auto-debit investasi
Transfer otomatis gaji → reksa dana/DPLK
Auto-invest Bibit, auto-debit reksa dana bank
Illiquid assets
Investasi yang sulit dicairkan sebelum jatuh tempo
SBN tradisional, deposito on-call, properti
Penalti penarikan
Denda finansial jika cair sebelum target
DPLK BPJS (penalti + tax), asuransi pendidikan
Default enrollment
Otomatis terdaftar除非 opt-out
DPLK BPJS (untuk pekerja formal), reksa dana karyawan
Kontrak sosial
Komitmen kepada teman/mentor/keluarga
Grup investasi dengan teman, laporan rutin
Studi Madrian-Shea 2001: auto-enrollment 401(k) meningkatkan partisipasi ~25 pp → ~85%. Default = commitment device sangat kuat.
Aplikasi BEI: Pensiun & Pendidikan Anak
Dua use case paling penting commitment device di Indonesia: persiapan pensiun & pendidikan anak. Keduanya jangka panjang 15-20 tahun, rawan present bias.
Pensiun (20-30 tahun)
DPLK BPJS auto-enrollment (pekerja formal)
Reksa dana target date (alokasi otomatis konservatif seiring mendekati pensiun)
SBN tradisional 10-15 tahun (lock-in)
Auto-debit Rp 1-3 juta/bulan dari gaji
Pendidikan anak (15-20 tahun)
Asuransi pendidikan (commitment + proteksi)
Reksa dana pendidikan dengan auto-debit
SBN tradisional sesuai jadwal pendidikan
Target: Rp 500 jt - Rp 1 M per anak (tergantung level)
Strategi: mulai dini (usia 25-30), alokasi konsisten via auto-debit, tingkatkan bertahap seiring kenaikan gaji. Jangan tunggu “mapan” — tidak akan datang.
Hitung dari Nol: Biaya Menunda Investasi
Skenario: Target pensiun Rp 2 miliar pada usia 55. Return investasi 8%/tahun. Hitung kontribusi bulanan jika mulai usia 25 vs usia 35 vs usia 45.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Mulai usia 25 (30 tahun horizon)
FV annuity = 2 miliar; n=360 bulan; i=0,667%/bln
~Rp 1,34 juta/bulan
2. Mulai usia 35 (20 tahun horizon)
n=240 bulan
~Rp 3,35 juta/bulan (2,5×)
3. Mulai usia 45 (10 tahun horizon)
n=120 bulan
~Rp 11,0 juta/bulan (8,2×)
4. Selisih mulai 25 vs 45
11,0 − 1,34
~Rp 9,66 juta/bulan
5. Total kontribusi 30 thn (mulai 25)
1,34 × 360
~Rp 482 juta
6. Total kontribusi 10 thn (mulai 45)
11,0 × 120
~Rp 1,32 miliar (2,7×)
Insight
~Rp 840 juta selisih
Menunda 20 tahun menggandakan total kontribusi yang dibutuhkan. Inilah biaya present bias.
DPLK BPJS untuk pekerja formal. Opt-out lebih sulit dari opt-in.
4. Goal visualization
Visualisasi target (pensiun, pendidikan) untuk aktivasi Sistem 2.
5. Kontrak sosial
Laporan rutin ke teman/mentor. Akuntabilitas.
6. Pre-commitment rule
Rule jangka panjang dibuat ketika tenang untuk kondisi panas.
Pelajaran: investasi jangka panjang adalah tentang sistem, bukan motivasi. Motivasi habis; sistem bertahan.
Ringkasan Kunci Pertemuan 8
Hyperbolic
Tingkat diskonto tinggi jangka pendek, rendah jangka panjang — time-inconsistent
Present Bias
Overvalue hadiah sekarang; akar prokrastinasi & undersaving
Commitment
Auto-debit, illiquid assets, default enrollment, kontrak sosial
Investasi jangka panjang bukan tentang motivasi — tetapi sistem yang bertahan terhadap present bias.
Persiapan P9: baca Guiso-Sapienza-Zingales (2008) “Trusting the Stock Market”; bawa satu pengalaman investasi yang dipengaruhi teman/keluarga — kita akan analisis dengan lensa modal sosial dan trust.
Kritik & Perdebatan Hyperbolic Discounting
Model hyperbolic tidak tanpa kritik. Beberapa isu: sensitif terhadap framing eksperimen, variasi lintas individu, dan tidak selalu menguntungkan (commitment terlalu kuat bisa salah).
Kritik
Argumen
Respon
Sensitivitas framing
Eksperimen lab tergantung phrasing; kelompok besar lebih rasional
Benar, tetapi pola time inconsistency teramati konsisten lintas setting
Variasi individu
Tidak semua orang hyperbolic; sebagian exponential
Heterogen — individu lebih “tipikal” lebih hyperbolic; profesional lebih exponential
Commitment over-rigid
Penalti penarikan DPLK bisa salah kalau emergensi
Sediakan emergency fund likuid (3-6 bulan) sebelum illiquid
Utility intertemporal
Ekonom neoklasik pertahankan exponential untuk simplicity
Valid untuk valuasi pasar; tidak untuk perilaku individu
Konsensus: hyperbolic adalah model deskriptif terbaik untuk perilaku individu manusia. Exponential tetap valid untuk valuasi pasar.