Debat Fama vs Thaler; persiapan P3 (Keuangan Institusional)
Posisi alur 14: P1 (EMH) → P2 (anomali) → P3 (institusi) → P4 (Prospect Theory). Anomali = bukti empiris yang memaksa kita beralih ke teori perilaku.
Motivasi: Anomali Sebagai Fenomena Persisten
Anomali pasar bertahan 50+ tahun sejak Banz 1981 dan Basu 1977 — meskipun seharusnya terhapus arbitrase. Mengapa?
Premia historis (AS)
Size ~3,7%/thn
1926-2020 (French data); ~50% hilang setelah 1981 publikasi
Value premium (BEI)
~2-4%/thn
Studi akademis Indonesia (dihedge) — lebih tinggi dari pasar maju
Pertanyaan pemantik: kalau EMH benar dan informasi publik, mengapa premia size masih ada setelah 1981? Ini paradoks Grossman-Stiglitz: jika semua orang tahu, anomali harus hilang.
Bagian 1 · 1/4
Klasifikasi Anomali
Diskusi: pilih satu anomali yang Anda kenal di BEI (mis. saham gorengan kecil naik tajam). Termasuk kategori mana?
Definisi Anomali Pasar
Anomali pasar: pola return yang model asset pricing standar (CAPM) tidak dapat menjelaskan, dan secara statistik signifikan setelah biaya transaksi. (Haug-Talpsepp 2014)
Kriteria 1
Pola signifikan secara statistik (t-stat > 2)
Kriteria 2
Persisten out-of-sample (bukan in-sample)
Kriteria 3
Tidak terhapus biaya transaksi (actionable)
Pola yang gagal salah satu kriteria = pseudonomali atau data mining.
Taksonomi: Cross-Sectional vs Kalender vs Makro
Tiga kategori anomali — masing-masing memerlukan teknik uji empiris berbeda.
Kategori
Definisi
Contoh
Teknik Uji
Cross-sectional
Return berkaitan dengan karakteristik perusahaan
Size (Banz 1981), Value (FF 1992), Momentum (JT 1993)
Fama-MacBeth regression, portfolio sort
Kalender
Pola musiman berdasarkan waktu
January effect, Monday effect, Ramadan effect
Event study, dummy regression
Makro
Pola pada agregat pasar
Equity premium puzzle, excess volatility
Consumption CAPM, variance bound (Shiller)
Event-driven
Reaksi harga pada event spesifik
PEAD, IPO underpricing, stock splits
Event study, CAR
Kita fokus hari ini pada cross-sectional (paling robust) & makro (paling menantang CAPM).
Anomaly Decay: Mengapa Anomali Lemah Setelah Diterbitkan
McLean-Pontiff 2016: anomali rata-rata kehilangan ~35% premia setelah publikasi. Bukan hilang, tetapi melemah — bukti arbitrase bekerja sebagian.
Skenario: Portofolio long High B/M (value, top 30% BEI), short Low B/M (growth, bottom 30%). Beta portofolio 0,95. Return realisasi 12%/tahun. Risk-free 5%, market premium 7%. Hitung alpha CAPM vs Fama-French.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Expected return CAPM
r_f + β × (r_m − r_f) = 5% + 0,95 × 7%
11,65%
2. Return realisasi
Long value − short growth
12,00%
3. Alpha CAPM
r_realisasi − E(r) = 12% − 11,65%
+0,35%/tahun
4. Fama-French 3F
Jika HML loading 0,4 dan HML premium 4% → alpha FF
~−1,25%/tahun
5. Interpretasi
CAPM menunjukkan alpha +; FF3 menyerap ke HML factor
Alpha = kompensasi risiko value
Insight
Model penting!
Alpha CAPM ≠ alpha FF3. Premia value hilang ketika kita pakai model dengan faktor value — bukti mendukung tesis Fama.
Bagian 2 · 2/4
Cross-Sectional: Size, Value, Momentum
Diskusi: ketiga anomali masih ada di BEI dengan magnitudo lebih tinggi dari pasar maju. Mengapa? Limits to arbitrase + bias perilaku + retail dominance.
Size Effect (Banz 1981)
Saham kecil (market cap rendah) cenderung mengalahkan saham besar, setelah disesuaikan dengan beta CAPM.
Bukti global
AS 1926-1980: size premium ~3,7%/tahun (French data)
Pasca-1981: melemah menjadi ~1-1,5%/tahun — anomaly decay
BEI: masih signifikan ~2-3%/tahun (studi Indonesia, dihedge)
Penjelasan
Risiko: small-cap lebih volatil, illiquid, distress risk
Di BEI, size effect terkonsentrasi di saham di luar LQ45 — illiquid small caps yang bisa naik 100%+ dalam kondisi narasi “gorengan”.
Value Premium (Fama-French 1992)
Saham value (rasio B/M, E/P, atau CF/P tinggi) mengalahkan growth dalam jangka panjang.
Magnitude (AS)
~4,5%/thn
HML portfolio 1963-2020 (French data)
Magnitude (BEI)
~2-4%/thn
Studi akademis Indonesia (dihedge)
Anomaly decay
~25-30%
Penurunan premia pasca-1992 publikasi
Debat klasik: Fama (risiko distress) vs Lakonishok-Shleifer-Vishny 1994 (over-ekstrapolasi pertumbuhan masa lalu).
Momentum (Jegadeesh-Titman 1993)
Saham pemenang 12-bulan terus menang 6 bulan ke depan; pecundang terus kalah. Anomali paling sulit dijelaskan model rasional.
Horizon
Magnitude (AS)
Penjelasan rasional
Penjelasan perilaku
6-12 bulan
~+8-12%/tahun
Underreaction ke earnings
Underreaction + herding
1-3 bulan
~+4%/tahun (lemah)
Liquidity microstructure
PEAD, anchor bias
3-5 tahun
NEGATIF (reversal)
Mean reversion fundamental
Overreaction correction
Paradoks momentum: positif jangka pendek, negatif jangka panjang — pola mustahil konsisten dengan CAPM rasional.
HDN: Backtest Momentum 12-Bulan di BEI
Skenario: Strategi momentum di LQ45: setiap awal tahun, beli top 10 saham return tertinggi 12-bulan terakhir, jual bottom 10. Asumsi return top-decile 18%/tahun, bottom 4%/tahun, biaya 0,8%/tahun.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Long return (top 10)
Realisasi portofolio pemenang
18,0%
2. Short return (bottom 10)
Realisasi portofolio pecundang
4,0%
3. Long-short spread
18% − 4%
14,0%
4. Return market (IHSG)
Realisasi IHSG 2024 (dihedge)
~7,0%
5. Abnormal return
14% − 7%
+7,0%/tahun
6. Setelah biaya transaksi
7% − 0,8%
+6,2%/tahun
Insight
~+6,2%/thn
Net alpha setelah biaya (dihedge — backtest optimistik; real-world biasanya turun ~30-50% akibat slippage dan short-selling constraint)
Bagian 3 · 3/4
Anomali Kalender & Makro
Diskusi: pada bulan Ramadan, return IHSG cenderung berbeda. Apakah anomali kalender atau statistik kebetulan?
January Effect & Day-of-the-Week
Anomali kalender paling terdokumentasi: return Januari cenderung lebih tinggi, terutama untuk small-cap; return Senin cenderung negatif di AS.
January effect
AS: small-cap Januari ~3-5% vs bulan lain ~0,5-1%
Penjelasan: tax-loss selling di Desember → rebound Januari
Di Indonesia: lemah (no tax-loss season), tetapi window dressing institusi
Day-of-the-week
AS: Senin return rata-rata negatif (French 1980)
BEI: pola berbeda — Senin cenderung positif (efek weekend positif)
Dua anomali makro yang tidak bisa dijelaskan model rasional berbasis konsumsi (CCAPM).
Equity Premium
~6-7%/thn
AS 1926-2020: ekuitas vs bond (Mehra-Prescott 1985)
Implied risk aversion
γ > 30
CCAPM memerlukan risk aversion ekstrim — tidak realistis (γ normal 1-5)
Excess volatility
σ_harga > 5× σ_dividen
Shiller 1981: harga berfluktuasi jauh lebih dari fundamental
Equity premium puzzle & excess volatility dua anomali paling sulit dijelaskan model rasional — pintu masuk Benartzi-Thaler 1995 (myopic loss aversion).
Studi Kasus: January Effect di BEI
Apakah January effect ada di BEI? Studi empiris: ya, tetapi kecil dan tidak konsisten.
Periode
Return IHSG Januari
Rata-rata bulan lain
Selisih
2010-2015
~+2,1%
~+0,3%
+1,8%
2016-2020
~+1,5%
~+0,4%
+1,1%
2021-2024
~−0,5%
~+0,7%
−1,2%
Rata-rata 2010-2024
~+1,4%
~+0,4%
+1,0% (lemah)
Insight: January effect di BEI lemah dan tidak konsisten. Tidak cukup signifikan untuk strategi trading. Angka dihedge — bervariasi per studi dan metodologi.
Bagian 4 · 4/4
Limits to Arbitrase & Debat
Diskusi akhir: apakah anomali BEI (size, value, momentum) adalah kompensasi risiko atau kesalahan harga? Bagaimana Anda mendesain eksperimen untuk membedakannya?
Debat: Kompensasi Risiko (Fama) vs Bias Perilaku (Thaler)
Dua interpretasi anomali — diperdebatkan 40+ tahun setelah publikasi asli.
Argumen
Fama (rasionalitas)
Thaler (perilaku)
Sumber anomali
Kompensasi risiko tidak termodelkan (distress, likuiditas)
Bias perilaku investor (over/underreaction)
Bukti pendukung
Anomali hilang ketika model diperbaiki (5-factor)
Anomali lebih kuat di saham sulit arbitrase
Prediksi
Anomali akan melemah seiring efisiensi pasar
Persisten selama bias kognitif ada
Implikasi praktis
Pasif index + smart beta factor investing
Aktif mengoreksi bias diri + exploit bias orang lain
Posisi kita: kedua pandangan saling melengkapi. Beberapa anomali = risiko, beberapa = perilaku. Tugas Anda: membedakannya untuk saham BEI yang Anda analisis.
Ringkasan Kunci Pertemuan 2
Taksonomi
Cross-sectional, kalender, makro, event-driven — teknik uji berbeda
Tiga anomali klasik
Size (Banz), Value (FF), Momentum (JT) — masih ada di BEI dengan magnitudo lebih tinggi
Debat
Risiko vs Perilaku — keduanya mungkin benar untuk anomali berbeda
Bawa pertanyaan “risiko atau perilaku?” untuk setiap anomali yang Anda temukan sepanjang semester.
Persiapan P3: baca Shleifer-Vishny 1997 “The Limits of Arbitrage”; bawa satu anomali BEI yang Anda kenal untuk dianalisis dari sudut institusional.