stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Anomali Pasar: Cross-Sectional, Limits to Arbitrase, Anomali Makro
RPS minggu 2 · 2x50 menit

Anomali Pasar

Cross-sectional (P/E, ukuran, momentum), limits to arbitrase, anomali makro

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 2: mengklasifikasikan jenis-jenis anomali pasar dan menjelaskan mengapa arbitrase gagal mengoreksinya (limits to arbitrase).

Jam ke-1 (50 menit)
  • Definisi anomali & taksonomi (cross-section/kalender/makro)
  • Anomali cross-sectional: size, value, momentum
  • Anomaly decay: mengapa anomali melemah setelah diterbitkan
Jam ke-2 (50 menit)
  • Anomali kalender: January effect, day-of-the-week
  • Anomali makro: equity premium puzzle, excess volatility
  • Debat Fama vs Thaler; persiapan P3 (Keuangan Institusional)
Posisi alur 14: P1 (EMH) → P2 (anomali) → P3 (institusi) → P4 (Prospect Theory). Anomali = bukti empiris yang memaksa kita beralih ke teori perilaku.

Motivasi: Anomali Sebagai Fenomena Persisten

Anomali pasar bertahan 50+ tahun sejak Banz 1981 dan Basu 1977 — meskipun seharusnya terhapus arbitrase. Mengapa?

Premia historis (AS)
Size ~3,7%/thn
1926-2020 (French data); ~50% hilang setelah 1981 publikasi
Value premium (BEI)
~2-4%/thn
Studi akademis Indonesia (dihedge) — lebih tinggi dari pasar maju
Pertanyaan pemantik: kalau EMH benar dan informasi publik, mengapa premia size masih ada setelah 1981? Ini paradoks Grossman-Stiglitz: jika semua orang tahu, anomali harus hilang.
Bagian 1 · 1/4
Klasifikasi Anomali
Diskusi: pilih satu anomali yang Anda kenal di BEI (mis. saham gorengan kecil naik tajam). Termasuk kategori mana?

Definisi Anomali Pasar

Anomali pasar: pola return yang model asset pricing standar (CAPM) tidak dapat menjelaskan, dan secara statistik signifikan setelah biaya transaksi. (Haug-Talpsepp 2014)
Kriteria 1
Pola signifikan secara statistik (t-stat > 2)
Kriteria 2
Persisten out-of-sample (bukan in-sample)
Kriteria 3
Tidak terhapus biaya transaksi (actionable)

Pola yang gagal salah satu kriteria = pseudonomali atau data mining.

Taksonomi: Cross-Sectional vs Kalender vs Makro

Tiga kategori anomali — masing-masing memerlukan teknik uji empiris berbeda.

KategoriDefinisiContohTeknik Uji
Cross-sectionalReturn berkaitan dengan karakteristik perusahaanSize (Banz 1981), Value (FF 1992), Momentum (JT 1993)Fama-MacBeth regression, portfolio sort
KalenderPola musiman berdasarkan waktuJanuary effect, Monday effect, Ramadan effectEvent study, dummy regression
MakroPola pada agregat pasarEquity premium puzzle, excess volatilityConsumption CAPM, variance bound (Shiller)
Event-drivenReaksi harga pada event spesifikPEAD, IPO underpricing, stock splitsEvent study, CAR
Kita fokus hari ini pada cross-sectional (paling robust) & makro (paling menantang CAPM).

Anomaly Decay: Mengapa Anomali Lemah Setelah Diterbitkan

McLean-Pontiff 2016: anomali rata-rata kehilangan ~35% premia setelah publikasi. Bukan hilang, tetapi melemah — bukti arbitrase bekerja sebagian.

waktu relatif publikasialpha (%)publikasipre: alpha ~ 0,8%/blnpost: alpha ~ 0,3%/bln
alpha_post ≈ 0,65 × alpha_pre → ~35% decay (McLean-Pontiff 2016)

Hitung dari Nol: Alpha Strategi Value di BEI

Skenario: Portofolio long High B/M (value, top 30% BEI), short Low B/M (growth, bottom 30%). Beta portofolio 0,95. Return realisasi 12%/tahun. Risk-free 5%, market premium 7%. Hitung alpha CAPM vs Fama-French.
LangkahPerhitunganNilai
1. Expected return CAPMr_f + β × (r_m − r_f) = 5% + 0,95 × 7%11,65%
2. Return realisasiLong value − short growth12,00%
3. Alpha CAPMr_realisasi − E(r) = 12% − 11,65%+0,35%/tahun
4. Fama-French 3FJika HML loading 0,4 dan HML premium 4% → alpha FF~−1,25%/tahun
5. InterpretasiCAPM menunjukkan alpha +; FF3 menyerap ke HML factorAlpha = kompensasi risiko value
Insight
Model penting!
Alpha CAPM ≠ alpha FF3. Premia value hilang ketika kita pakai model dengan faktor value — bukti mendukung tesis Fama.
Bagian 2 · 2/4
Cross-Sectional: Size, Value, Momentum
Diskusi: ketiga anomali masih ada di BEI dengan magnitudo lebih tinggi dari pasar maju. Mengapa? Limits to arbitrase + bias perilaku + retail dominance.

Size Effect (Banz 1981)

Saham kecil (market cap rendah) cenderung mengalahkan saham besar, setelah disesuaikan dengan beta CAPM.

Bukti global
  • AS 1926-1980: size premium ~3,7%/tahun (French data)
  • Pasca-1981: melemah menjadi ~1-1,5%/tahun — anomaly decay
  • BEI: masih signifikan ~2-3%/tahun (studi Indonesia, dihedge)
Penjelasan
  • Risiko: small-cap lebih volatil, illiquid, distress risk
  • Perilaku: neglect (sedikit analis), overreaction-reversal
  • Mikrostruktur: bid-ask bounce, illiquidity premium
Di BEI, size effect terkonsentrasi di saham di luar LQ45 — illiquid small caps yang bisa naik 100%+ dalam kondisi narasi “gorengan”.

Value Premium (Fama-French 1992)

Saham value (rasio B/M, E/P, atau CF/P tinggi) mengalahkan growth dalam jangka panjang.

Magnitude (AS)
~4,5%/thn
HML portfolio 1963-2020 (French data)
Magnitude (BEI)
~2-4%/thn
Studi akademis Indonesia (dihedge)
Anomaly decay
~25-30%
Penurunan premia pasca-1992 publikasi
Debat klasik: Fama (risiko distress) vs Lakonishok-Shleifer-Vishny 1994 (over-ekstrapolasi pertumbuhan masa lalu).

Momentum (Jegadeesh-Titman 1993)

Saham pemenang 12-bulan terus menang 6 bulan ke depan; pecundang terus kalah. Anomali paling sulit dijelaskan model rasional.

HorizonMagnitude (AS)Penjelasan rasionalPenjelasan perilaku
6-12 bulan~+8-12%/tahunUnderreaction ke earningsUnderreaction + herding
1-3 bulan~+4%/tahun (lemah)Liquidity microstructurePEAD, anchor bias
3-5 tahunNEGATIF (reversal)Mean reversion fundamentalOverreaction correction
Paradoks momentum: positif jangka pendek, negatif jangka panjang — pola mustahil konsisten dengan CAPM rasional.

HDN: Backtest Momentum 12-Bulan di BEI

Skenario: Strategi momentum di LQ45: setiap awal tahun, beli top 10 saham return tertinggi 12-bulan terakhir, jual bottom 10. Asumsi return top-decile 18%/tahun, bottom 4%/tahun, biaya 0,8%/tahun.
LangkahPerhitunganNilai
1. Long return (top 10)Realisasi portofolio pemenang18,0%
2. Short return (bottom 10)Realisasi portofolio pecundang4,0%
3. Long-short spread18% − 4%14,0%
4. Return market (IHSG)Realisasi IHSG 2024 (dihedge)~7,0%
5. Abnormal return14% − 7%+7,0%/tahun
6. Setelah biaya transaksi7% − 0,8%+6,2%/tahun
Insight
~+6,2%/thn
Net alpha setelah biaya (dihedge — backtest optimistik; real-world biasanya turun ~30-50% akibat slippage dan short-selling constraint)
Bagian 3 · 3/4
Anomali Kalender & Makro
Diskusi: pada bulan Ramadan, return IHSG cenderung berbeda. Apakah anomali kalender atau statistik kebetulan?

January Effect & Day-of-the-Week

Anomali kalender paling terdokumentasi: return Januari cenderung lebih tinggi, terutama untuk small-cap; return Senin cenderung negatif di AS.

January effect
  • AS: small-cap Januari ~3-5% vs bulan lain ~0,5-1%
  • Penjelasan: tax-loss selling di Desember → rebound Januari
  • Di Indonesia: lemah (no tax-loss season), tetapi window dressing institusi
Day-of-the-week
  • AS: Senin return rata-rata negatif (French 1980)
  • BEI: pola berbeda — Senin cenderung positif (efek weekend positif)
  • Anomali melemah pasca-2000 — anomaly decay + globalisasi
Implikasi: strategi “beli awal Januari” mungkin ada alpha kecil di BEI untuk small-cap, tetapi biaya transaksi menggerus sebagian besar.

Anomali Makro: Equity Premium Puzzle & Excess Volatility

Dua anomali makro yang tidak bisa dijelaskan model rasional berbasis konsumsi (CCAPM).

Equity Premium
~6-7%/thn
AS 1926-2020: ekuitas vs bond (Mehra-Prescott 1985)
Implied risk aversion
γ > 30
CCAPM memerlukan risk aversion ekstrim — tidak realistis (γ normal 1-5)
Excess volatility
σ_harga > 5× σ_dividen
Shiller 1981: harga berfluktuasi jauh lebih dari fundamental
Equity premium puzzle & excess volatility dua anomali paling sulit dijelaskan model rasional — pintu masuk Benartzi-Thaler 1995 (myopic loss aversion).

Studi Kasus: January Effect di BEI

Apakah January effect ada di BEI? Studi empiris: ya, tetapi kecil dan tidak konsisten.

PeriodeReturn IHSG JanuariRata-rata bulan lainSelisih
2010-2015~+2,1%~+0,3%+1,8%
2016-2020~+1,5%~+0,4%+1,1%
2021-2024~−0,5%~+0,7%−1,2%
Rata-rata 2010-2024~+1,4%~+0,4%+1,0% (lemah)
Insight: January effect di BEI lemah dan tidak konsisten. Tidak cukup signifikan untuk strategi trading. Angka dihedge — bervariasi per studi dan metodologi.
Bagian 4 · 4/4
Limits to Arbitrase & Debat
Diskusi akhir: apakah anomali BEI (size, value, momentum) adalah kompensasi risiko atau kesalahan harga? Bagaimana Anda mendesain eksperimen untuk membedakannya?

Debat: Kompensasi Risiko (Fama) vs Bias Perilaku (Thaler)

Dua interpretasi anomali — diperdebatkan 40+ tahun setelah publikasi asli.

ArgumenFama (rasionalitas)Thaler (perilaku)
Sumber anomaliKompensasi risiko tidak termodelkan (distress, likuiditas)Bias perilaku investor (over/underreaction)
Bukti pendukungAnomali hilang ketika model diperbaiki (5-factor)Anomali lebih kuat di saham sulit arbitrase
PrediksiAnomali akan melemah seiring efisiensi pasarPersisten selama bias kognitif ada
Implikasi praktisPasif index + smart beta factor investingAktif mengoreksi bias diri + exploit bias orang lain
Posisi kita: kedua pandangan saling melengkapi. Beberapa anomali = risiko, beberapa = perilaku. Tugas Anda: membedakannya untuk saham BEI yang Anda analisis.

Ringkasan Kunci Pertemuan 2

Taksonomi
Cross-sectional, kalender, makro, event-driven — teknik uji berbeda
Tiga anomali klasik
Size (Banz), Value (FF), Momentum (JT) — masih ada di BEI dengan magnitudo lebih tinggi
Debat
Risiko vs Perilaku — keduanya mungkin benar untuk anomali berbeda

Bawa pertanyaan “risiko atau perilaku?” untuk setiap anomali yang Anda temukan sepanjang semester.

Persiapan P3: baca Shleifer-Vishny 1997 “The Limits of Arbitrage”; bawa satu anomali BEI yang Anda kenal untuk dianalisis dari sudut institusional.