stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-10
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 10: Implementasi Strategi Isu R&D dan Sistem Informasi Manajemen
RPS minggu 11 · 2x50 menit

Implementasi Strategi Isu R&D dan Sistem Informasi Manajemen

Implementasi Strategi — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 11: menganalisis isu implementasi strategi pada fungsi R&D dan merancang keselarasan sistem informasi manajemen dengan eksekusi strategi.

Jam ke-1 (50 menit)
  • R&D sebagai value driver, bukan cost center
  • Model alokasi & portofolio R&D
  • Struktur organisasi R&D ambidextrous
Jam ke-2 (50 menit)
  • MIS sebagai enabler eksekusi strategi
  • Keselarasan IT-strategi & investasi sistem
  • Risiko implementasi & sintesis integratif
Posisi mata kuliah: P8-P10 membahas implementasi lintas-fungsi (pemasaran → keuangan → R&D/MIS); P11 beralih ke pengkajian dan kontrol strategi.
Bagian 1 · 1/3
Isu Implementasi R&D dalam Strategi
Diskusi kelas: di organisasi Anda, apakah R&D dianggap pusat biaya atau pendorong nilai strategis?

R&D sebagai Value Driver Strategis

Resource-Based View (Barney, 1991) memposisikan kapabilitas R&D sebagai sumber keunggulan kompetitif berkelanjutan bila VRIN — valuable, rare, inimitable, non-substitutable.

Paradigma Lama: Cost Center
  • R&D dievaluasi dari efisiensi biaya
  • Anggaran fluktuatif ikut siklus laba
  • Terputus dari strategi bisnis unit
  • Metrik: cost per project
Paradigma Baru: Value Driver
  • R&D dievaluasi dari kontribusi pipeline strategis
  • Anggaran protected sebagai investasi jangka panjang
  • Terintegrasi dengan strategy map korporat
  • Metrik: % revenue dari produk baru, time-to-market
Implikasi implementasi: pergeseran paradigma ini menuntut R&D duduk di meja perencanaan strategis, bukan hanya menerima brief dari atas.

Model Alokasi & Portofolio R&D

Portofolio R&D perlu diseimbangkan antara inovasi inkremental (mempertahankan posisi) dan radikal (membuka pasar baru) — logika populer 70-20-10 (Google, Nagji & Tuff 2012).

Kerangka Alokasi Portofolio R&D70% COREInovasi inkrementalproduk/layanan eksistingRisiko rendah, return cepat20% ADJACENTPerluasan ke pasaratau segmen berdekatanRisiko menengah10% TRANSFORMATIONALInovasi radikalpasar/model bisnis baruRisiko tinggi, opsi jangka panjang

Keputusan manajerial kunci: rasio ini bukan formula kaku — disesuaikan dengan posisi kompetitif dan siklus hidup industri.

Hitung dari Nol: Skor Keputusan Portofolio R&D

Kasus: Tim R&D mengevaluasi Proyek Alpha dengan model skoring tertimbang — Strategic Fit (bobot 40%), Market Potential (bobot 35%), Technical Feasibility (bobot 25%). Skor mentah tiap kriteria skala 1-10.
LangkahPerhitunganNilai
1. Strategic Fit8 x 40%3,20
2. Market Potential7 x 35%2,45
3. Technical Feasibility6 x 25%1,50
4. Skor Total Tertimbang3,20 + 2,45 + 1,507,15
Keputusan
7,15 / 10
Di atas ambang lolos (biasanya ≥ 6,5) — Proyek Alpha masuk pipeline pendanaan tahap berikut, bukan otomatis disetujui penuh.

Coba Sendiri: Skoring Prioritas Proyek R&D dengan Bobot Anda

Ubah bobot Strategic Fit, Market Potential, dan Technical Feasibility, lalu geser skor mentah tiap kriteria untuk melihat skor total dan keputusan pendanaan berubah.

Studi Kasus: Keputusan R&D Sektor Farmasi Indonesia

Ilustrasi: perusahaan farmasi nasional besar (mis. kelas Kalbe Farma/Bio Farma) menghadapi keputusan alokasi ulang R&D pasca-pandemi.

Situasi (ilustrasi)
  • Kapasitas vaksin/biofarmasi terbangun saat pandemi
  • Permintaan pandemi menurun tajam pasca-2022
  • Tekanan memanfaatkan aset R&D agar tidak idle
Keputusan Manajerial
  • Realokasi kapasitas ke biosimilar & obat kronis
  • Kemitraan lisensi teknologi (open innovation, Chesbrough 2003)
  • Redefinisi metrik R&D: dari volume ke diversifikasi pipeline
Pelajaran bagi Anda sebagai manajer: implementasi strategi R&D bukan proyek satu kali — perlu mekanisme realokasi portofolio berkelanjutan saat kondisi pasar bergeser.

Struktur Organisasi R&D: Ambidextrous

Organisasi ambidextrous (O'Reilly & Tushman, 2004) memisahkan unit eksploitasi (efisiensi core) dari unit eksplorasi (inovasi radikal) namun tetap terintegrasi di level kepemimpinan senior.

Struktur AmbidextrousPimpinan Senior (Integrator)Unit EksploitasiEfisiensi, core R&D, KPI jangka pendekUnit EksplorasiInovasi radikal, otonomi budaya & proses
Risiko implementasi: tanpa integrasi di level senior, kedua unit berkompetisi memperebutkan sumber daya dan justru saling melumpuhkan.
Bagian 2 · 2/3
Sistem Informasi Manajemen sebagai Enabler Implementasi
Diskusi kelas: apakah sistem informasi di organisasi Anda mempercepat atau justru menghambat eksekusi strategi?

Peran MIS dalam Eksekusi Strategi

Sistem informasi manajemen menerjemahkan data operasional menjadi keputusan stratejik tepat waktu — tanpa itu, strategi hebat tetap macet di lapangan.

Fungsi Enabler MIS
  • Visibilitas real-time atas eksekusi (dashboard KPI)
  • Integrasi data lintas fungsi (ERP)
  • Decision support untuk manajer lini
  • Early warning atas deviasi target strategis
Gejala Kegagalan Implementasi
  • Data silo antar-divisi, laporan manual duplikat
  • Keputusan berdasarkan data usang (lag berminggu)
  • Sistem legacy tak mampu skalakan strategi baru
  • Adopsi rendah — pegawai kembali ke Excel
Sebagai manajer, tugas Anda bukan memilih software terbaik — tugas Anda memastikan sistem informasi selaras dengan cara strategi dieksekusi sehari-hari.

Kerangka Keselarasan IT-Strategi

McFarlan Strategic Grid (McFarlan, 1984) memetakan aplikasi IT berdasarkan dampak strategis saat ini vs masa depan — panduan prioritas investasi.

McFarlan Strategic GridDampak Strategis Masa DepanDampak Strategis Saat Ini →TURNAROUNDRendah sekarang, tinggi masa depanex: platform AI/analitik baruSTRATEGICTinggi sekarang & masa depanex: sistem core banking, CRMSUPPORTRendah sekarang & masa depanex: payroll, sistem absensiFACTORYTinggi sekarang, rendah masa depanex: sistem transaksi harian stabil

Keputusan manajerial: kuadran Strategic dan Turnaround mendapat prioritas anggaran investasi karena menentukan daya saing masa depan.

Hitung dari Nol: ROI & TCO Investasi Sistem Informasi

Kasus: Perusahaan mengevaluasi investasi modul ERP baru senilai Rp 12 M, dengan estimasi penghematan operasional Rp 4,5 M per tahun selama masa evaluasi 3 tahun.
LangkahPerhitunganNilai
1. Investasi awal (I)diberikanRp 12 M
2. Total penghematan 3 tahunRp 4,5 M x 3 tahunRp 13,5 M
3. Payback periodRp 12 M / Rp 4,5 M~2,67 tahun
4. ROI 3-tahun(13,5 - 12) / 12 x 100%12,5%
Keputusan
Layak, Marginal
Payback ~2,67 tahun tergolong wajar untuk investasi IT, namun ROI 12,5% relatif tipis — perlu dibandingkan cost of capital perusahaan sebelum disetujui.

Studi Kasus: Transformasi Digital Perbankan Indonesia

Ilustrasi: bank digital kelas menengah (mis. profil Bank Jago) membangun MIS dari nol untuk mendukung strategi digital-native.

Tantangan Implementasi
  • Integrasi API dengan ekosistem (mis. GoTo)
  • Skalabilitas cloud saat lonjakan pengguna
  • Keamanan data nasabah & kepatuhan OJK
Keputusan Manajerial
  • Arsitektur microservices, bukan monolitik
  • Investasi bertahap sesuai kuadran Strategic Grid
  • Tim IT terintegrasi langsung ke unit bisnis
Pelajaran: keunggulan kompetitif bank digital bukan dari teknologi semata, melainkan dari kecepatan MIS menerjemahkan strategi menjadi fitur yang bisa dieksekusi mingguan.

Risiko Implementasi SI: Resistensi & Change Management

Sistem informasi baru sering gagal bukan karena teknologi, melainkan karena resistensi manusia terhadap perubahan cara kerja.

Sumber Resistensi
  • Ancaman terhadap kekuasaan/kontrol informasi
  • Kurva belajar dianggap membebani kinerja jangka pendek
  • Ketidakpercayaan pada akurasi sistem baru
  • Kurangnya keterlibatan pengguna sejak desain
Strategi Mitigasi Manajerial
  • Libatkan pengguna kunci sejak fase requirement
  • Champion internal per divisi (bukan hanya tim IT)
  • Insentif kinerja disesuaikan masa transisi
  • Komunikasi "mengapa" sebelum "bagaimana"
Kotter (1996) — delapan langkah perubahan menegaskan: tanpa sense of urgency dan koalisi penuntun, adopsi sistem baru akan macet di fase pilot.

Governance Data & Keamanan Siber

Implementasi strategi berbasis data menuntut tata kelola data yang jelas — bukan hanya proteksi teknis, tetapi juga akuntabilitas keputusan.

Pilar Governance Data
  • Kepemilikan data (data owner per domain)
  • Kualitas & konsistensi definisi metrik
  • Kepatuhan UU PDP & regulasi sektoral (POJK)
  • Audit trail keputusan berbasis data
Implikasi Keamanan Siber
  • Insiden siber = risiko reputasi & eksekusi strategi
  • Investasi keamanan sebagai bagian TCO, bukan add-on
  • Business continuity plan terintegrasi ke rencana strategis
Sebagai manajer senior, Anda bertanggung jawab memastikan governance data bukan hanya urusan CISO — ini agenda strategis di level direksi.
Bagian 3 · 3/3
Sintesis: Mengintegrasikan R&D, MIS, dan Strategi
Diskusi kelas: fungsi mana yang lebih sulit diselaraskan dengan strategi di organisasi Anda — R&D atau sistem informasi? Mengapa?

Kerangka Analisis Kasus: Keselarasan R&D-MIS-Strategi

Gunakan lima langkah berikut saat mendiagnosis kesenjangan implementasi R&D atau MIS di organisasi mana pun.

LangkahPertanyaan DiagnostikOutput
1. Pemetaan strategiApa prioritas strategis 3 tahun ke depan?Strategy map/OKR korporat
2. Audit kapabilitasApakah R&D/MIS saat ini mendukung prioritas itu?Gap capability
3. Prioritisasi investasiKuadran mana yang butuh investasi segera?Roadmap investasi (grid/skoring)
4. Desain integrasiBagaimana struktur/proses menjembatani silo?Mekanisme integrasi lintas-fungsi
5. Kontrol & adaptasiMetrik apa memantau keberhasilan eksekusi?KPI & mekanisme review berkala
Kerangka ini akan Anda pakai langsung pada studi kasus P12-P14 — simpan sebagai alat diagnostik pribadi.

Walkthrough Terintegrasi: Perusahaan Manufaktur Menengah

Ilustrasi walkthrough menerapkan kerangka lima langkah pada perusahaan manufaktur komponen otomotif yang ingin masuk segmen kendaraan listrik.

Tahap 1-2: Strategi & Audit
  • Prioritas: diversifikasi ke komponen EV dalam 3 tahun
  • R&D saat ini 100% fokus komponen kendaraan konvensional
  • MIS saat ini belum punya modul PLM (product lifecycle mgmt)
Tahap 3-5: Investasi, Integrasi, Kontrol
  • Realokasi 15% anggaran R&D ke kategori "adjacent" EV
  • Bentuk gugus tugas lintas R&D-produksi-IT untuk PLM
  • KPI baru: jumlah prototipe EV lulus uji per kuartal
Perhatikan: keputusan MIS (modul PLM) dan keputusan R&D (realokasi 15%) diambil bersamaan — inilah esensi implementasi lintas-fungsi yang selaras.

Peran Manajer Mengelola Interface R&D-MIS-Strategi

Kegagalan implementasi paling sering terjadi di titik pertemuan (interface) antar-fungsi, bukan di dalam fungsi itu sendiri.

Peran 1
Boundary spanner — menerjemahkan bahasa teknis R&D/IT ke bahasa bisnis bagi direksi
Peran 2
Resource arbiter — menengahi perebutan anggaran antar-fungsi secara transparan
Peran 3
Change sponsor — memastikan adopsi berjalan, bukan hanya peluncuran sistem

Manajer yang efektif di interface ini menjadi pembeda utama antara strategi yang tereksekusi dan yang berhenti di dokumen.

Ringkasan Kunci Pertemuan 10

R&D
Value driver, bukan cost center — portofolio 70-20-10, struktur ambidextrous
MIS
Enabler eksekusi — Strategic Grid untuk prioritas investasi, ROI dihitung realistis
Integrasi
Kerangka 5 langkah + peran manajer di interface antar-fungsi

Implementasi strategi berhasil ketika R&D dan MIS bergerak sinkron dengan prioritas strategis, bukan sebagai proyek terpisah.

Persiapan P11: baca materi pengkajian strategi & kontrol; siapkan satu contoh KPI dari organisasi Anda yang menurut Anda gagal mendeteksi deviasi strategi tepat waktu.