stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-12
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 12: Etika dalam Pengambilan Keputusan Keuangan — Konflik Kepentingan, Manipulasi, Insider Trading
RPS minggu 12 · 2x50 menit

Etika Keputusan Keuangan

Konflik Kepentingan, Manipulasi, Insider Trading

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 12: menganalisis dilema etika dalam konteks pengambilan keputusan keuangan. Empat indikator yang harus Anda kuasai.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Conflict of interest (3 jenis)
  • 5 bentuk manipulasi laporan
  • Red flags & deteksi manipulasi
Jam ke-2 (50 menit)
  • Insider trading (3 unsur + tippee)
  • Sanksi POJK & UU Pasar Modal
  • Dilema multi-lensa disclosure bad news
Posisi alur 14 pertemuan: dari GCG (P11) ke etika keuangan (P12), lalu anti-korupsi (P13).

Mengapa Etika Keuangan?

Fungsi keuangan adalah saraf kepercayaan pasar — pelanggaran etika di sini berdampak sistemik.

Enron 2001
~$74 M
Kapitalisasi pasar hilang akibat fraud laporan keuangan (indikatif)
Wirecard 2020
~€1,9 M
Aset phantom di laporan — kolaps trust pasar (indikatif)
Pertanyaan pemantik: pernahkah Anda merasa pressure untuk "mempercantik" angka? Apa yang Anda lakukan?
Bagian 1 · 1/4
Konflik Kepentingan
Diskusi kelas: pernahkah Anda menghadapi situasi di mana kepentingan pribadi vs perusahaan bentrok? Apa yang Anda lakukan?

Conflict of Interest — 3 Jenis

Konflik kepentingan adalah situasi di mana kepentingan pribadi dapat mengganggu obyektivitas keputusan profesional.

Jenis 1 — Self-dealing
  • Transaksi ke entitas sendiri/keluarga
  • Mis. direktur jual aset ke perseroan
  • Disclosure + recusal wajib
Jenis 2 — Gift & hospitality
  • Gift dari vendor/klien mempengaruhi keputusan
  • Mis. liburan dari supplier
  • Policy threshold + disclosure
Jenis 3 — Financial interest
  • Investasi di supplier/klien/kompetitor
  • Mis. saham perusahaan yang diaudit
  • Disclosure + divest atau recusal
Prinsip: disclosure adalah defense utama — bukan menghindari semua konflik (tidak realistis), tapi transparan.

Kerangka Analisis: Identifikasi Conflict of Interest

Skenario: Manajer procurement Anda ternyata memiliki saham 5% di supplier utama yang baru saja memenangkan kontrak Rp 10 miliar. Analisis.
LangkahAnalisisStatus
1Identifikasi jenis COIFinancial interest (jenis 3)
2Cek disclosureTidak ada → pelanggaran policy
3Cek recusal dari keputusanTidak menghindar → pelanggaran
4Cek impact keputusanSupplier menang → objectivity compromised
5TindakanInvestigasi + review kontrak + sanksi
Kesimpulan
COI material
Pelanggaran policy + potensi bias keputusan — investigasi dan sanksi wajib
Bagian 2 · 2/4
Manipulasi Laporan
Diskusi kelas: menurut Anda, apa beda "earning management agresif" (legal) dengan "fraud laporan keuangan" (ilegal)? Garis batasnya di mana?

5 Bentuk Manipulasi Laporan

Manipulasi laporan keuangan dapat berbentuk revenue, expense, reserve, asset, atau disclosure — semua menghasilkan gambar menyesatkan.

1. Revenue
  • Recognize lebih awal (channel stuffing)
  • Fiktif (transaksi phantom)
  • Round-tripping
2-3. Expense & Reserve
  • Kapitalisasi expense (mis. WorldCom)
  • Cookie jar reserve
  • Big bath untuk future earnings
4-5. Asset & Disclosure
  • Overstate aset (mis. Wirecard)
  • Mark-to-model agresif
  • Disclosure material disembunyikan
Garisan: earning management agresif (GAAP-compliant) vs fraud (melanggar GAAP) — materialitas & intent menentukan.

Kerangka Analisis: Deteksi Manipulasi

Skenario: Perusahaan A melaporkan: revenue naik 40% (industri 10%), net income positif, cash flow operasi negatif, gross margin naik 10pp tanpa inovasi. Identifikasi red flags.
RasioPerusahaan AIndustri/LogikaRed Flag
Revenue growth40%Industri 10%Revenue fiktif/early recognize
Cash flow vs net incomeNegatif vs positifSeharusnya konvergenAccruals agresif
Gross marginNaik 10ppTanpa inovasiCOGS dimanipulasi
Days sales outstandingNaik tajamChannel stuffingRevenue tidak teruang
Diagnosa4 red flagsManipulasi probabelInvestigasi forensic
Kesimpulan
4 red flags
Manipulasi probabel — perlu audit forensic dan investigasi mendalam
Bagian 3 · 3/4
Insider Trading
Diskusi kelas: mengapa insider trading dianggap tidak etis meski ada yang berargumen "informasi adalah properti saya"? Apa yang dilanggar?

Insider Trading — 3 Unsur & Tippee

Insider trading adalah perdagangan efek berdasarkan informasi material non-public — pelanggaran kepercayaan dan keadilan pasar.

3 Unsur
  • Informasi material — mempengaruhi keputusan investor
  • Non-public — belum diungkap ke pasar
  • Breach of duty — fiduciary atau kepercayaan
Tippee Liability
  • Penerima tip juga melanggar
  • Chain: insider → tippee 1 → tippee 2
  • Sanksi: denda + penjara + blacklist
Caveat: POJK & UU Pasar Modal disebut nama umum — nomor pasal diverifikasi terpisah sebelum resmi.

Studi Kasus: Insider Trading BEI

Pola insider trading di Bursa Efek Indonesia — dari direktur membeli saham sebelum announce akuisisi hingga tippee chain.

SkemaMekanismeSanksi (indikatif)
Insider buy sebelum good newsDirektur beli saham sebelum announce akuisisiDenda + penjara + blacklist
Tippee chainInsider → kerabat → temanSemua dalam chain dituntut
Front-runningBroker trade untuk diri sebelum klien besarLisensi dicabut + denda
Deteksi OJKPattern analysis + surveillanceSanksi administratif + pidana
Pelajaran: OJK punya surveillance canggih — pattern trading sebelum announce mudah dideteksi.
Bagian 4 · 4/4
Dilema Multi-Lensa
Diskusi kelas: CFO tahu ada bad news material (produk gagal) yang akan diumumkan besok. Hari ini ada investor call. Apa yang harus dia katakan?

Dilema: Disclosure Bad News — Multi-Lensa

CFO menghadapi timing disclosure bad news material. Alat bantu di bawah membandingkan tiga lensa etika pada dilema yang sama.

Diskusi: untuk dilema disclosure bad news, lensa mana yang Anda pakai? Apakah ketiganya konvergen?

Ethical Finance Leadership

Pemimpin keuangan etis membangun budaya di mana pressure performa tidak mengorbankan integritas — tone at the top.

Policy & Sistem
  • Code of conduct keuangan
  • COI disclosure annual
  • Trading blackout policy
Budaya
  • Tone at the top (eksekutif)
  • Speak-up culture
  • Reward integrity, bukan hanya angka
Kontrol
  • Internal audit agresif
  • Whistleblowing efektif
  • External auditor independen
ROI: perusahaan dengan budaya etis memiliki cost of capital lebih rendah & reputasi yang tahan krisis.

5 Bentuk Manipulasi Laporan

Manipulasi laporan keuangan dapat berbentuk revenue, expense, reserve, asset, atau disclosure — semua menghasilkan gambar menyesatkan.

1. Revenue
  • Recognize lebih awal (channel stuffing)
  • Fiktif (transaksi phantom)
  • Round-tripping
2-3. Expense & Reserve
  • Kapitalisasi expense (mis. WorldCom)
  • Cookie jar reserve
  • Big bath untuk future earnings
4-5. Asset & Disclosure
  • Overstate aset (mis. Wirecard)
  • Mark-to-model agresif
  • Disclosure material disembunyikan
Garisan: earning management agresif (GAAP-compliant) vs fraud (melanggar GAAP) — materialitas & intent menentukan.

Red Flags Manipulasi

Red flags dari analisis rasio dan pola — alat untuk analyst dan auditor mendeteksi manipulasi probabel.

Red Flags Rasio
  • Revenue growth jauh di atas industri
  • Cash flow negatif vs net income positif
  • Gross margin naik tanpa inovasi
  • Days sales outstanding naik tajam
Red Flags Pola
  • Accruals tinggi terus-menerus
  • Transaksi pihak terkait material
  • Frequent restatement
  • Auditor turnover tinggi
Strategi: cash flow vs net income adalah red flag paling reliable — sulit dimanipulasi.

Earning Management vs Fraud

Garis abu-abu antara earning management agresif (GAAP-compliant) dan fraud (melanggar GAAP) — materialitas dan intent menentukan.

AspekEarning Management AgresifFraud Laporan
Kepatuhan GAAPCompliant (dalam batas)Melanggar GAAP
MaterialitasTidak material menyesatkanMaterial menyesatkan
IntentOptimisme wajarMenyesatkan disengaja
LegalitasLegal (etis灰色)Ilegal (pidana)
ContohAccrual estimate agresifFiktif revenue phantom
Strategi: budaya etis mendorong conservative accounting, bukan agresif di tepi GAAP.

Sanksi POJK & UU Pasar Modal

Pelanggaran etika keuangan (insider trading, manipulasi) berkonsekuensi sanksi administratif OJK, pidana, dan reputational damage.

Sanksi Administratif OJK
  • Denda finansial substansial
  • Perintah perbaikan
  • Pembatasan kegiatan
  • Pencabutan izin
Pidana & Reputasi
  • Pidana untuk insider trading & fraud
  • Blacklist dari industri pasar modal
  • Reputational damage permanen
  • Class action investor
Caveat: POJK & UU Pasar Modal disebut nama umum — nomor pasal diverifikasi terpisah sebelum resmi.

Ringkasan Kunci Pertemuan 12

Konflik Kepentingan
3 jenis (self-dealing, gift, financial interest) — disclosure defense utama
Manipulasi
5 bentuk + red flags (cash flow, ratio benchmark)
Insider Trading
3 unsur + tippee liability — surveillance OJK efektif

Bawa tiga lensa ini (COI · manipulasi · insider trading) sebagai peta rujukan etika keuangan.

Persiapan P13: baca UU Tipikor, ISO 37001, FCPA; bawa satu kasus korupsi korporasi Indonesia.