‹ Daftar slidePertemuan 9: Dasar-Dasar Etika Bisnis — Teori Etika Normatif dalam Keputusan Bisnis
RPS minggu 9 · 2x50 menit
Dasar-Dasar Etika Bisnis
Teori Etika Normatif dalam Keputusan Bisnis
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK 9: menerapkan kerangka teori etika normatif untuk menganalisis dilema bisnis. Empat indikator yang harus Anda kuasai.
Jam ke-1 (50 menit)
Etika vs hukum vs compliance
Utilitarianisme (Bentham, Mill, Friedman)
Deontologi (Kant — categorical imperative)
Jam ke-2 (50 menit)
Etika kebajikan (Aristoteles, MacIntyre)
Analisis multi-lensa dilema PHK
Pemilihan teori untuk konteks
Posisi alur 14 pertemuan: dari compliance jasa keuangan (P8) ke etika normatif (P9), lalu CSR (P10).
Mengapa Etika dalam Bisnis?
Skandal korporasi besar menunjukkan bahwa compliance saja tidak cukup — diperlukan kerangka etika untuk pengambilan keputusan.
Skandal Global
Enron · Wirecard
Fraud sistemik meski ada compliance program formal
Indonesia
Jiwasraya · Asabri
Governance + ethical failure — kerugian triliunan
Pertanyaan pemantik: bisakah perusahaan yang patuh hukum tetapi tidak etis bertahan jangka panjang?
Bagian 1 · 1/4
Mengapa Etika Bisnis
Diskusi kelas: beri contoh keputusan bisnis yang sah secara hukum tetapi Anda rasakan tidak etis. Apa yang membuatnya tidak etis?
Etika vs Hukum vs Compliance
Tiga domain yang overlap tapi tidak identik — etika mencakup area lebih luas dari hukum dan compliance.
Hukum
Aturan paksa dari negara
Sanksi pidana/admnistratif
Minimum standard masyarakat
"Boleh atau tidak"
Compliance
Implementasi hukum + regulasi
Sistem internal perusahaan
Audit, training, reporting
"Patuh atau tidak"
Etika
Standar moral lebih tinggi
Sanksi sosial/reputasi/karakter
Mencakup area di luar hukum
"Sebaiknya bagaimana"
Strategi: perusahaan etis memenuhi hukum + compliance, PLUS mengambil keputusan di atas minimum standar.
Kerangka Analisis: Identifikasi Dilema Etika
Skenario: Pabrik garmen Anda menemukan supplier sub-kontrak mempekerjakan anak di bawah umur. Supplier adalah satu-satunya sumber serat khusus yang dipakai brand premium Anda. Identifikasi stakeholder, nilai konflik, dan opsi.
Langkah
Elemen Analisis
Isi
1
Stakeholder terdampak
Supplier, anak pekerja, brand, konsumen
2
Nilai konflik
Profit/kontinuitas vs human dignity/hak anak
3
Opsi A — abaikan
Profit lanjut, anak tetap dieksploitasi
4
Opsi B — putus supplier
Brand aman, anak kehilangan income (paradox)
5
Opsi C — bantu reform
Biaya tinggi, dampak jangka panjang positif
Kesimpulan
Dilema nyata
Tidak ada opsi "bersih" — setiap pilihan ada trade-off; kerangka etika membantu menilai
Bagian 2 · 2/4
Utilitarianisme
Diskusi kelas: sebagai manajer, seberapa sering Anda secara implisit memakai argumen "demi kebaikan terbesar untuk mayoritas terbanyak"?
Utilitarianisme — Bentham, Mill, Friedman
Etika konsekuensialis: tindakan paling etis adalah yang menghasilkan kebaikan terbesar untuk jumlah terbanyak orang.
Friedman — profit maximize = social responsibility
Aplikasi di Bisnis
Cost-benefit analysis (CBA)
PHK 100 untuk selamatkan 1000
Pricing obat: harga rendah, 10.000 pasien
ROI, EVA, shareholder value
Kritik: minoritas bisa dikorbankan demi mayoritas; sulit mengukur "kebaikan" lintas orang.
Kerangka Analisis: Analisis Utilitarian Kasus
Skenario: Perusahaan farmasi harus memilih pricing obat penyelamat: Opsi A — harga rendah (10.000 pasien terjangkau) vs Opsi B — harga tinggi (1.000 pasien terjangkau, profit besar untuk R&D obat berikutnya). Analisis utilitarian.
Langkah
Analisis
Hasil
1
Hitung utility Opsi A
10x lives saved (10.000 pasien)
2
Hitung utility Opsi B
1x lives saved sekarang + potensi obat masa depan
3
Utility agregat langsung
A > B (10x vs 1x)
4
Hasil utilitarian
Opsi A lebih etis (kebaikan terbesar)
5
Kontras deontologi
Bisa berbeda — hak pasien B vs A?
Kesimpulan
A lebih etis
Utilitarian memilih A; tapi deontologi bisa berbeda — inilah mengapa multi-lensa penting
Bagian 3 · 3/4
Deontologi
Diskusi kelas: pernahkah Anda merasa ada hal yang tidak boleh dilakukan meski demi kebaikan mayoritas? Apa dasarnya?
Deontologi — Kant & Categorical Imperative
Etika berbasis kewajiban: tindakan etis jika sesuai dengan kewajiban moral universal, terlepas dari konsekuensi.
Categorical Imperative (Kant)
Universalisability — bertindak hanya jika bisa jadi hukum universal
Manusia sebagai tujuan — jangan perlakukan manusia sebagai alat
Hak individu tidak bisa dikorbankan demi mayoritas
Aplikasi & Kritik
Aplikasi: hak pekerja, consent konsumen, kejujuran
Whistleblowing sebagai kewajiban
Kritik: kaku, abaikan konsekuensi material
Konflik antar-kewajiban sulit diselesaikan
Kasus whistleblowing deontologis: kewajiban jujur ke publik > loyalitas ke perusahaan.
Studi Kasus: Whistleblowing (Deontologi)
Bendahara menemukan manipulasi laporan keuangan oleh CFO. Analisis deontologis untuk memutuskan whistleblowing.
Tahap
Analisis Deontologis
Implikasi
Identifikasi kewajiban
Kejujuran ke publik & pemegang saham
Kewajiban universal
Konflik kewajiban
Loyalitas ke perusahaan/CFO
Sekunder — tidak boleh menutupi kejahatan
Universalisability test
Bohong bisa universal?
Tidak — merusak kepercayaan pasar
Manusia sebagai tujuan
Pemegang saham ditipu = alat?
Ya — manipulasi menjadikan mereka alat
Putusan
Whistleblowing = kewajiban
Meski ada konsekuensi personal negatif
Kontras utilitarian: hitung dampak (karir, perusahaan) vs manfaat publik — bisa berbeda kesimpulan.
Bagian 4 · 4/4
Etika Kebajikan
Diskusi kelas: pemimpin bisnis seperti apa yang Anda anggap "baik karakternya"? Apa kebajikan yang menonjol?
Etika Kebajikan — Aristoteles & MacIntyre
Etika berbasis karakter: pertanyaannya bukan "apa aturan?" atau "apa konsekuensi?", tapi "orang seperti apa yang sebaiknya saya jadi?"
Konsep Kunci
Aristoteles — eudaimonia (flourishing) sebagai tujuan
Kritik: kebajikan sulit diukur; budaya bisa menutupi structural injustice.
Pemilihan Teori untuk Konteks
Tidak ada teori "menang" universal — pemilihan lensa tergantung konteks dilema. Alat bantu di bawah membandingkan tiga lensa pada dilema yang sama.
Diskusi: untuk dilema PHK massal, lensa mana yang Anda pakai? Bagaimana kesimpulan bisa berbeda antar-lensa?
Etika vs Hukum vs Compliance
Tiga domain yang overlap tapi tidak identik — etika mencakup area lebih luas dari hukum dan compliance.
Hukum
Aturan paksa dari negara
Sanksi pidana/admnistratif
Minimum standard masyarakat
Compliance
Implementasi hukum + regulasi
Sistem internal perusahaan
Audit, training, reporting
Etika
Standar moral lebih tinggi
Sanksi sosial/reputasi/karakter
Mencakup area di luar hukum
Strategi: perusahaan etis memenuhi hukum + compliance, PLUS mengambil keputusan di atas minimum standar.
Definisi Etika Bisnis
Etika bisnis menerapkan prinsip etika normatif ke situasi dan dilema yang dihadapi organisasi bisnis.
Ruang Lingkup
Hubungan perusahaan–stakeholder
Keputusan strategis & operasional
Budaya organisasi & leadership
CSR, sustainability, ESG
Pertanyaan Inti
"Boleh atau tidak?" (hukum)
"Patuh atau tidak?" (compliance)
"Sebaiknya bagaimana?" (etika)
"Orang seperti apa saya?" (karakter)
Etika bisnis bukan menggantikan hukum, tapi mengisi ruang di mana hukum tidak jelas atau minimum.
Studi Kasus: Whistleblowing Multi-Lensa
Bendahara menemukan manipulasi laporan CFO. Analisis dengan tiga lensa normatif menunjukkan konvergensi: whistleblowing adalah keputusan etis.
Lensa
Analisis
Putusan
Utilitarian
Manfaat publik (investor) > cost personal
Whistleblow
Deontologi
Kewajiban jujur universal
Whistleblow (kewajiban)
Kebajikan
Karakter jujur & keberanian
Whistleblow (karakter)
Konvergensi
Tiga lensa konvergen
Keputusan jelas
Pelajaran: jika tiga lensa konvergen, keputusan etis jelas — tinggal eksekusi dengan channel yang tepat.
Pemilihan Teori untuk Konteks
Tidak ada teori "menang" universal — pemilihan lensa tergantung konteks dilema, sektor, dan stakeholder.
Utilitarian cocok untuk
Cost-benefit analysis
Pricing, alokasi sumber daya
Public policy agregat
Deontologi cocok untuk
Hak individal jelas
Whistleblowing, consent
Pelanggaran hak konsumen/pekerja
Kebajikan cocok untuk
Pengembangan pemimpin
Budaya organisasi
Tone at the top
Strategi: gunakan multi-lensa untuk keputusan strategis — konvergen → keputusan jelas; divergen → deliberasi.
Ringkasan Kunci Pertemuan 9
Utilitarianisme
Konsekuensialis — kebaikan terbesar untuk mayoritas terbanyak
Deontologi
Berbasis kewajiban & hak — Kant, categorical imperative
Etika Kebajikan
Berbasis karakter — Aristoteles, eudaimonia, phronesis
Bawa tiga lensa ini (utilitarian · deontologi · kebajikan) sebagai toolkit analisis dilema bisnis sepanjang sisa semester.
Persiapan P10: baca Crane & Matten bab CSR + Carroll CSR Pyramid; bawa satu contoh CSR perusahaan Indonesia yang menurut Anda strategis vs filantropis.