stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Bentuk Badan Usaha & Tata Kelola — PT, Tanggung Jawab Terbatas, Organ Perseroan
RPS minggu 3 · 2x50 menit

Bentuk Badan Usaha & Tata Kelola

Perseroan Terbatas, Tanggung Jawab Terbatas, Organ Perseroan

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 3: menjelaskan bentuk badan usaha dan tata kelola PT. Empat indikator yang harus Anda kuasai.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Bentuk badan usaha: PT, CV, Firma, Koperasi, Yayasan
  • Konsep tanggung jawab terbatas (limited liability)
  • PT vs PT Tbk (publik vs privat)
Jam ke-2 (50 menit)
  • Tiga organ perseroan: RUPS, direksi, komisaris
  • Kewenangan dan tanggung jawab masing-masing
  • Studi kasus: governance failure dari cacat organ
Posisi alur 14 pertemuan: dari hukum kontrak (P2) ke badan usaha (P3), lalu persaingan (P4), ketenagakerjaan (P5).

Mengapa PT Adalah Bentuk Dominan Bisnis Modern?

Tanggung jawab terbatas dan kepemilikan saham yang dapat dipindahtangankan membuat PT fleksibel untuk bisnis skala apa pun.

PT di Indonesia
~500rb+
Jumlah PT terdaftar di AHU Kemenkumham (dihedge ~2024)
Emiten BEI
~900+
PT Tbk tercatat di Bursa Efek Indonesia (dihedge ~2024)
Pertanyaan pemantik: kalau Anda mendirikan startup dengan teman, bentuk badan usaha apa yang Anda pilih? Mengapa?
Bagian 1 · 1/4
Bentuk Badan Usaha di Indonesia
Diskusi kelas: dari semua bentuk badan usaha yang Anda tahu (PT, CV, Firma, Koperasi, dll), mana yang paling populer untuk UMKM dan mana untuk korporasi besar?

Lima Bentuk Badan Usaha Utama

Pilihan badan usaha menentukan struktur, pajak, dan liability bisnis Anda.

BentukTanggung JawabKarakteristik
PTTerbatas (saham)Badan hukum, paling umum untuk korporasi
CVPersero aktif: penuh; pasif: terbatas2+ orang, dasar hukum KUHDagang
FirmaEach partner: penuh (jointly & severally)2+ orang, semua sekutu aktif
KoperasiTerbatas (simpanan pokok)Badan hukum, asas kekeluargaan
YayasanPembina/pembina pengawasBadan hukum, tujuan sosial/budaya/agama
PT dan Koperasi adalah badan hukum (sistem Eropa), sedangkan CV dan Firma adalah persekutuan perdata.

PT — Perseroan Terbatas (UU 40/2007)

UU 40/2007 tentang Perseroan Terbatas adalah landasan hukum PT modern di Indonesia.

Karakteristik
  • Badan hukum sejak akta notaris
  • Modal dasar + ditempatkan + disetor
  • Minimal 2 pemegang saham
Tanggung Jawab
  • Terbatas pada saham disetor
  • Pemegang saham tidak pribadi
  • Exception: piercing corporate veil
PT Tbk (Publik)
  • Modal dasar min Rp 1 miliar
  • Tunduk OJK & BEI
  • Public disclosure ketat
Caveat: regulasi PT disebut nama umum — nomor diverifikasi terpisah. UU 40/2007 adalah nomor well-known.

Tanggung Jawab Terbatas & Piercing Veil

Konsep ini melindungi pemegang saham, tetapi bukan tanpa batas — pengadilan bisa "membuka tabir" dalam kasus ekstrem.

Limited Liability
  • Pemegang saham risk-nya terbatas pada saham
  • Aset pribadi terlindungi
  • Mendorong investasi & inovasi
Piercing Corporate Veil
  • Pengadilan tembus ke pemegang saham
  • Triggers: fraud, undercapitalization, commingling
  • Sangat jarang tetapi possible
Studi kasus: kasus Jiwasraya dan Asabri — pengadilan dapat tembus ke direksi/pemegang saham pengendali jika terbukti fraud.

Hitung dari Nol: Struktur Modal PT

Skenario: PT XYZ didirikan dengan struktur modal: Modal Dasar Rp 1 miliar dibagi 1 juta saham @ Rp 1.000; Modal Ditempatkan Rp 500 juta (500rb saham); Modal Disetor Rp 300 juta (300rb saham). Pemegang saham A (60% saham disetor) dan B (40%). Apa kewajiban B jika PT pailit dengan utang Rp 5 miliar?
LangkahAnalisisHasil
1. Saham disetor B40% × 300rb saham × Rp 1.000Rp 120 juta
2. Tanggung jawab B (limited liability)Terbatas pada saham disetorSudah disetor penuh
3. Saham ditempatkan tapi belum disetorB saham (400rb - 300rb) = 100rb saham (40% × 200rb belum disetor)Rp 40 juta kewajiban tambahan
4. Total eksposur BLangkah 1 + Langkah 3Rp 160 juta
5. Aset pribadi BTerlindungi (limited liability)Tidak ikut utang Rp 5 M
Kesimpulan
Rp 160jt
Total eksposur B terhadap PT = saham disetor + sisa saham ditempatkan; aset pribadi terlindungi dari utang Rp 5 M
Bagian 2 · 2/4
Tiga Organ Perseroan
Diskusi kelas: di perusahaan tempat Anda bekerja, keputusan strategis besar (akuisisi, ekspansi) biasanya diputuskan di mana — RUPS, direksi, atau komisaris?

Tiga Organ Perseroan (UU PT)

RUPS, direksi, dan komisaris — tiga organ yang membagi kewenangan dalam PT.

RUPSPemegang Kekuasaan TertinggiDireksiPengurus & Perwakilan PTDewan KomisarisPengawas PTPengangkatan & Pemberhentian

RUPS sebagai supreme authority; direksi sebagai pengurus harian; komisaris sebagai pengawas independen.

RUPS — Kewenangan Supreme

RUPS adalah forum pemegang saham yang memegang kekuasaan tertinggi dalam PT.

Kewenangan RUPS
  • Perubahan AD — anggaran dasar
  • Modal & saham — peningkatan/penurunan
  • Pengangkatan/pemberhentian direksi & komisaris
  • Merger, konsolidasi, pembubaran
  • Pembagian dividen
Jenis RUPS
  • Tahunan — 6 bulan setelah tutup buku
  • Luar biasa — kapan saja untuk hal mendesak
  • Quorum — sesuai AD, umumnya 50%+1
  • Resolusi — mayoritas suara (umumnya 50%+1)
PT Tbk memiliki persyaratan RUPS lebih ketat: undangan publik, proxy voting, disclosure.

Direksi — Pengurus Harian

Direksi adalah organ yang menjalankan operasional sehari-hari dan mewakili PT dalam hukum.

Kewenangan Direksi
  • Pengurusan — operasional sehari-hari
  • Perwakilan — menandatangani kontrak
  • Strategi — arah bisnis
  • Keuangan — laporan keuangan tahunan
Tanggung Jawab
  • Fiduciary duty — itikad baik terbaik
  • Duty of care — kehati-hatian
  • Duty of loyalty — hindari konflik
  • Tanggung jawab pribadi untuk kelalaian
Direksi dapat dituntut pribadi untuk kerugian PT akibat kelalaian atau kesalahan berat.

Dewan Komisaris — Pengawas Independen

Komisaris adalah organ pengawas yang mengawasi kebijakan direksi dan memberikan nasihat.

Fungsi Komisaris
  • Pengawasan — kebijakan pengurusan direksi
  • Nasihat — kepada direksi
  • Approval tertentu — transaksi material
  • Independensi — terutama komisaris independen
Komisaris Independen
  • Syarat — tidak terafiliasi pemegang saham pengendali
  • PT Tbk — minimal 1/3 dari komisaris
  • Fungsi — protect pemegang saham minoritas
Komite audit adalah perpanjangan tangan komisaris untuk fungsi audit mendalam.

Hitung dari Nol: Analisis Kewenangan Organ

Skenario: Direktur Utama PT X menandatangani kontrak akuisisi tanah senilai Rp 50 miliar tanpa persetujuan RUPS atau komisaris. AD PT X mengharuskan persetujuan RUPS untuk transaksi di atas Rp 10 miliar. Apakah kontrak mengikat PT X?
LangkahAnalisisHasil
1. Cek kewenangan direksiOperasional ya, tetapi transaksi material?Perlu cek AD
2. Cek AD> Rp 10 M harus RUPS approvalR UPS wajib
3. Tidak ada RUPS approvalDirektur Utama melampaui kewenanganUltra vires
4. Pihak ketiga good faith?Jika tahu/bisa tahu limit → tidak good faithPT X dapat batal
5. Tanggung jawab pribadi DirutMelampaui kewenangan → ganti rugi ke PTDirut personally liable
Kesimpulan
Ultra vires
Kontrak dapat dibatalkan PT X; Dirut personally liable; pihak ketiga mungkin tidak dilindungi jika tidak good faith
Bagian 3 · 3/4
Tata Kelola & Studi Kasus
Diskusi kelas: bagaimana hubungan antara tiga organ PT dengan konsep GCG (Good Corporate Governance)?

Studi Kasus: Governance Failure dari Cacat Organ

Beberapa governance failure besar di Indonesia berakar pada cacat fungsi organ perseroan.

KasusCacat OrganKonsekuensi
JiwasrayaKomisaris rubber-stamp investment riskRp 16 T kerugian
Garuda IndonesiaDireksi ekspansi tanpa RUPS approvalPKPU 2021
WanaarthaKomisaris tidak deteksi solvabilitasOJK freeze, gagal bayar
Bank CenturyRUPS/direksi tidak kontrol capital adequacyBailout Rp 6,7 T
Pelajaran: setiap governance failure berakar pada cacat satu atau lebih organ — RUPS, direksi, atau komisaris yang tidak menjalankan fungsi.

GCG — Pra-Tinjau untuk P11

GCG modern menambahkan struktur di atas tiga organ UU PT untuk memperkuat governance.

Tambahan GCG
  • Komite Audit (bawah komisaris)
  • Komite Nominasi & Remunerasi
  • Internal Audit
  • Risk Committee
5 Prinsip KNKG
  • Transparansi
  • Akuntabilitas
  • Responsibilitas
  • Independensi
  • Kewajaran (fairness)
Standar
  • KNKG Pedoman Umum GCG
  • OECD Principles
  • POJK GCG emitenn
  • POJK GCG perbankan
Pertemuan 11 akan mendalami GCG dengan 5 prinsip KNKG dan studi kasus governance failure secara lebih detail.

Perbandingan PT vs CV vs Firma

Tiga bentuk badan usaha yang sering dipertimbangkan untuk bisnis — pilihan menentukan pajak, liability, dan complexity.

AspekPTCVFirma
Badan hukumYaTidak (persekutuan)Tidak (persekutuan)
LiabilityTerbatas (saham)Aktif: penuh; Pasif: terbatasPenuh (jointly & severally)
PajakPPh Badan 22%PPh orang pribadi pemilikPPh orang pribadi sekutu
PendirianAkta notaris + AHUAkta notaris (lebih sederhana)Akta notaris (sederhana)
Best forKorporasi, fundraisingUMKM menengah, family businessProfesi (law firm, akuntan)
Implikasi: untuk bisnis yang akan scale-up dan fundraising, PT adalah pilihan tepat; untuk UMKM atau profesi, CV/Firma cukup memadai.
Bagian 4 · 4/4
Sintesis & Persiapan P4
Diskusi kelas: dari semua yang kita bahas hari ini, mana satu konsep yang paling mengubah cara Anda melihat struktur perusahaan?

Ringkasan Kunci Pertemuan 3

PT & Limited Liability
Tanggung jawab terbatas pada saham disetor; piercing veil untuk fraud
3 Organ Perseroan
RUPS (supreme) · Direksi (pengurus) · Komisaris (pengawas)
Governance Failure
Selalu berakar pada cacat satu atau lebih organ

Bawa tiga lensa ini (limited liability · 3 organ · governance failure) sebagai peta rujukan sepanjang semester.

Persiapan P4: baca UU Anti-Monopoli dan peran KPPU; bawa satu kasus persaingan usaha yang Anda tahu.