stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Kerangka Hukum Bisnis Indonesia — Sumber Hukum, Hierarki Peraturan
RPS minggu 1 · 2x50 menit

Kerangka Hukum Bisnis Indonesia

Hukum dan Etika dalam Bisnis — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 1: menjelaskan kerangka hukum bisnis Indonesia. Empat indikator yang harus Anda kuasai sebelum meninggalkan kelas.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Sumber hukum bisnis Indonesia (UU, peraturan turunan, yurisprudensi, doktrin)
  • Hierarki peraturan (UU 12/2011) & asas lex superior derogat legi inferiori
  • Pembedaan hukum publik vs hukum perdata
Jam ke-2 (50 menit)
  • Asas hukum bisnis (itikad baik, pacta sunt servanda)
  • Studi kasus: konflik peraturan dalam praktik
  • Persiapan Pertemuan 2 (Hukum Kontrak)
Posisi dalam alur 14 pertemuan: fondasi hukum sebelum kita membahas kontrak (P2), badan usaha (P3), persaingan (P4), hingga etika (P9) dan CSR (P10).

Mengapa Manajer Wajib Paham Hukum Bisnis?

Setiap keputusan bisnis punya dimensi hukum yang bisa mengubah perhitungan profitabilitas.

Risiko Hukum Bisnis
~80%
Persentase keputusan eksekutif yang menyentuh aspek hukum (survei in-house counsel, dihedge)
Biaya Sengketa Rata-rata
Rp M-M
Sengketa kontrak B2B menyeret biaya litigasi/arbitrase dan opportunity cost manajemen
Pertanyaan pemantik: dari 10 keputusan strategis Anda tahun lalu, berapa banyak yang Anda konsultasikan dengan legal? Mengapa sisanya tidak?
Bagian 1 · 1/4
Sumber Hukum Bisnis Indonesia
Diskusi kelas: kalau Anda menemukan POJK yang isinya bertentangan dengan UU, mana yang harus diikuti perusahaan? Mengapa?

Empat Sumber Hukum Bisnis

Sistem hukum Indonesia mengenal sumber formal dan material yang membentuk kerangka hukum bisnis.

Sumber Formal Utama
  • Peraturan perundang-undangan — UU, PP, Perpres, Perda, Peraturan turunan kementerian/lembaga
  • Yurisprudensi — putusan MA yang diikuti secara konsisten
Sumber Pelengkap
  • Doktrin/hukum kebiasaan — pendapat ulama hukum dan praktik yang diakui
  • Traktat/konvensi internasional — mis. UNCITRAL untuk arbitrase
Untuk hukum bisnis, peraturan perundang-undangan adalah sumber utama. Yurisprudensi memberi tafsir autentik atas peraturan tersebut.

Hierarki Peraturan (UU 12/2011)

Hierarki menentukan urutan kekuatan: peraturan yang lebih tinggi mengesampingkan yang lebih rendah jika bertentangan.

1. UUD 19452. UU/Perpu3. PP (Pemerintah)4. Perpres5. Perda Prov/KabTertinggiTerendah

POJK/PMK/Permen adalah peraturan pelaksana di bawah hierarki, tidak boleh bertentangan dengan kelima tingkat di atas.

Hukum Publik vs Hukum Perdata

Pembedaan dua cabang utama ini menentukan mekanisme sanksi dan forum penyelesaian sengketa.

DimensiHukum PublikHukum Perdata
SubjekNegara & warga (asimetris)Antarpribadi/warga (setara)
SanksiPidana (penjara, denda ke negara)Perdata (ganti rugi, batal)
InisiatifJaksa/negaraPihak yang dirugikan
Contoh bisnisTipikor, persaingan usaha, PPhKontrak, warisan, kepailitan
Sumber utamaKUHP, UU sektoral publikBW (Kitab UU Hukum Perdata), UU HTN

Hitung dari Nol: Diagnosa Konflik Hierarki Regulasi

Skenario: PT X beroperasi di sektor jasa keuangan. POJK A mengharuskan disclosure tertentu; UU Pasar Modal mensyaratkan disclosure yang berbeda dan PT X mengikuti POJK. Investor menggugat karena disclosure tidak sesuai UU. Bagaimana diagnosa?
LangkahAnalisisHasil
1. Identifikasi tingkat POJKPOJK = peraturan pelaksana, di bawah UUSubordinat UU
2. Identifikasi tingkat UU PMUU Pasar Modal = hierarki level 2Superior
3. Cek apakah konflik aktualDisclosure berbeda = konflik materiilKonflik
4. Terapkan asas lex superiorUU mengesampingkan POJKUU berlaku
5. Implikasi praktisPT X harus ikuti UU, gugatan investor beralasanPT X berisiko
Kesimpulan
UU berlaku
POJK yang konflik tidak berlaku — perusahaan harus memilih standar yang lebih tinggi
Bagian 2 · 2/4
Hukum Perdata Bisnis & Asas-Asasnya
Diskusi kelas: bisakah dua pihak membuat kontrak yang isinya melanggar hukum (mis. jual beli barang selundupan)? Apa konsekuensinya?

Kitab UU Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek)

BW adalah warisan kolonial Belanda yang masih menjadi sumber utama hukum perdata bisnis di Indonesia.

Buku I
  • Hukum perorangan & keluarga
  • Kapasitas bertindak, perkawinan
Buku II
  • Hukum kebendaan
  • Hak milik, jaminan, hipotik
Buku III
  • Hukum perikatan
  • Paling relevan untuk bisnis: kontrak, wanprestasi
Buku III BW adalah jantung hukum kontrak Indonesia — akan kita dalami di P2. Buku IV tentang pembuktian juga relevan untuk sengketa kontrak.

Tiga Asas Pokok Hukum Bisnis

Tiga asas ini menjadi ruh setiap kontrak dan keputusan bisnis — harus Anda internalisasi.

Asas 1 & 2
  • Pacta sunt servanda — kontrak yang sah mengikat para pihak sebagai UU; tidak bisa diubah sepihak
  • Itikad baik (good faith) — setiap pihak harus jujur dan fair dalam pelaksanaan kontrak
Asas 3
  • Kebebasan berkontrak — para pihak bebas menentukan isi selama tidak melanggar UU/kesusilaan/ketertiban umum
  • Pembatas: asas legalitas (objek harus legal), ketertiban publik
Pelanggaran itikad baik bisa menyebabkan kontrak batal atau menimbulkan ganti rugi, meskipun secara formal tertulis sah.

Hukum Adat & Sistem Hukum Campuran

Indonesia menganut sistem hukum campuran: civil law (Belanda) + hukum adat + pengaruh common law + hukum Islam.

Sistem Dominan
  • Civil law (Belanda) — kodifikasi BW, KUHP, UU sektoral
  • Hukum adat — sistem kekeluargaan, hak ulayat, terutama di luar bisnis formal
Pengaruh Lain
  • Common law — terutama di hukum korporasi, pasar modal, arbitrase
  • Hukum Islam — perbankan syariah, asuransi syariah, waris
Implikasi: saat membaca kontrak internasional, perhatikan governing law dan jurisdiction — sistem hukum sangat mempengaruhi tafsir.

Hitung dari Nol: Diagnosa Asas Hukum dalam Sengketa

Skenario: Supplier Y kontrak supply 1000 unit/bulan ke PT X dengan harga tertentu. Setelah 6 bulan, harga pasar naik 40%, Y menolak supply dengan harga lama dan meminta renegotiate. PT X menuntut pelaksanaan kontrak. Analisis dari asas hukum.
LangkahAnalisisHasil
1. Identifikasi asasPacta sunt servanda berlakuKontrak mengikat
2. Cek itikad baikY menolak sepihak = melanggar itikad baik?Potensi wanprestasi
3. Cek kondisi rebus sic stantibusPerubahan ekstrem 40% = "changed circumstances"?Debatable
4. Skenario A: Y kalahWanprestasi → ganti rugi ke PT XY bayar
5. Skenario B: rebus sicKontrak renegotiate/dimodifikasiKompromi
Kesimpulan
Wanprestasi suspect
Y kemungkinan besar wanprestasi; defense rebus sic stantibus sulit karena perubahan 40% masih dalam risiko pasar normal
Bagian 3 · 3/4
Hukum Publik & Regulasi Bisnis
Diskusi kelas: dari semua regulator yang Anda tahu (OJK, BI, KPPU, KPK, Kominfo, dll), mana yang paling sering berinteraksi dengan perusahaan Anda?

Lima Regulator Utama Bisnis Indonesia

Setiap regulator punya kewenangan spesifik yang berdampak langsung ke operasi perusahaan.

Sektor Keuangan
  • OJK — perbankan, pasar modal, asuransi, dana pensiun
  • BI — moneter, sistem pembayaran, macroprudential
Persaingan & Konsumen
  • KPPU — anti-monopoli, persaingan tidak sehat
  • BPKN/YLKI — perlindungan konsumen
Publik & Lainnya
  • KPK/BPK — anti-korupsi, audit keuangan negara
  • Sektor spesifik — Kominfo, ESDM, KLHK, BPOM
Studi kasus: BCA vs Garuda — dua perusahaan publik, paparan regulator berbeda, nasib berbeda. Regulator yang aktif efektif menentukan kualitas governance.

Studi Kasus: Konflik Regulasi di Sektor Fintech

Fintech lending di Indonesia pernah mengalami konflik regulasi antara OJK dan Kominfo.

TahapPeristiwaImplikasi Hukum
~2018Fintech lending tumbuh cepat; banyak platform ilegalGap regulasi
POJK 77/2016OJK atur fintech lending berizinKewenangan OJK
~2019-2020Banyak keluhan konsumen; Kominfo blokir platformTumpang tindih
PPKS UUKerangka PPKS (Penyelenggara Sistem Pembayaran) dan POJK terbaruKoordinasi membaik
~2024Fintech lending legal berkembang; ilegal diblokirRegulasi efektif
Pelajaran: regulasi yang tumpang tindih menciptakan ketidakpastian; koordinasi antar-regulator adalah solusi.

Compliance sebagai Manajemen Risiko Hukum

Compliance bukan birokrasi — itu cara mengubah pemahaman hukum menjadi praktik operasional.

Komponen Compliance
  • Policy — kode etik, anti-bribery, kebijakan internal
  • Training — literasi hukum karyawan
  • Monitoring — audit compliance, whistleblower
ROI Compliance
  • Mitigasi sanksi — denda, pidana, perampasan
  • Reputasi — trust investor dan konsumen
  • Akses pasar — sertifikasi (mis. ISO 37001) sebagai ticket entry
Studi: perusahaan dengan compliance program efektif mengalami eksposur sanksi 60% lebih rendah (ACFE, dihedge).

Yurisprudensi & Doktrin sebagai Pelengkap

Selain peraturan, yurisprudensi dan doktrin memberi tafsir autentik yang sering menentukan hasil sengketa.

Yurisprudensi
  • Definisi — putusan MA yang diikuti secara konsisten
  • Contoh bisnis — kewajiban ganti rugi wanprestasi, tafsir klausul force majeure
  • Bobot — mengikat untuk kasus serupa; hakim wajib pertimbangkan
Doktrin & Hukum Kebiasaan
  • Doktrin — pendapat ulama hukum yang diakui
  • Hukum kebiasaan — praktik dagang yang konsisten
  • Contoh — usage of trade di pasar komoditi, INCOTERMS
Implikasi: tim legal perusahaan harus memantau yurisprudensi terbaru karena bisa mengubah tafsir kontrak yang sudah ada.
Bagian 4 · 4/4
Sintesis & Persiapan P2
Diskusi kelas: dari semua yang kita bahas hari ini, mana satu konsep yang paling mengubah cara Anda melihat keputusan bisnis sehari-hari?

Ringkasan Kunci Pertemuan 1

Hierarki Peraturan
UUD 1945 → UU → PP → Perpres → Perda; POJK/PMK = pelaksana
Hukum Publik vs Perdata
Publik: sanksi pidana; Perdata: ganti rugi, batal
Tiga Asas Pokok
Pacta sunt servanda · Itikad baik · Kebebasan berkontrak

Bawa tiga lensa ini (hierarki · publik-perdata · asas) sebagai peta rujukan sepanjang semester.

Persiapan P2: baca Pasal 1320 BW tentang syarat sah perjanjian; bawa satu kontrak dari pengalaman kerja untuk dianalisis syarat sah dan wanprestasi.