RPS minggu 8 · 2x50 menit
Arsitektur Blockchain Privat vs Publik Dasar Teknologi Finansial & Mata Uang Kripto — Magister Manajemen FEB UNDIP Hari ini kita bahas pertanyaan strategis paling penting untuk bank sentral dan enterprise: public atau private blockchain? Pilihan ini menentukan siapa kontrol, seberapa cepat, dan seberapa terbuka. Pekan lalu kita bahas smart contract dan Hyperledger Fabric; hari ini kita bedah spektrum public-consortium-private, blockchain trilemma Vitalik Buterin, solusi scaling Layer 2, dan akhirnya Project Garuda CBDC Bank Indonesia. Anda sebagai manajer keuangan harus paham: untuk payment system bank sentral, pilihan public (Bitcoin) jelas tidak feasible; untuk tokenisasi aset institusi, consortium (R3 Corda) lebih realistis; untuk CBDC, hybrid architecture. Studi kasus: we.trade (tutup 2022), Marco Polo Network, Project Garuda, dan komparasi e-CNY Tiongkok vs mBridge BIS. Peta Pembelajaran Hari Ini Sub-CPMK 8: membandingkan arsitektur blockchain privat dan publik untuk konteks layanan keuangan. Empat indikator yang harus Anda kuasai.
Spektrum public → consortium → private Permissionless vs permissioned; identitas pseudonim vs KYC Blockchain trilemma: decentralization, scalability, security Layer 2 rollup, sharding, sidechain CBDC retail vs wholesale; STO & tokenisasi aset Project Garuda BI: hybrid account + token Posisi dalam alur 14 pertemuan: sintesis teknologi (P5-P7) untuk konteks bank sentral & enterprise → Bitcoin/Ethereum (P9-P10).
Empat indikator yang harus dikuasai: (1) membandingkan ciri public/private/consortium blockchain; (2) menjelaskan trade-off trilemma decentralization-scalability-security; (3) menganalisis use case CBDC, security token, dan trade finance untuk masing-masing arsitektur; (4) mengevaluasi kasus Project Garuda BI dan R3 Corda. Kalau di akhir kuliah Anda bisa menjawab mengapa BI memilih hybrid architecture untuk Garuda CBDC alih-alih pure Ethereum public chain, Anda menguasai inti hari ini. Studi kasus yang akan kita bedah: we.trade (IBM + 12 bank EU, tutup 2022), Marco Polo Network (Corda), dan Project Garuda BI pilot. Tiga Pilot CBDC Asia Tenggara: Garuda, Ubin, Bakong Asia Tenggara memimpin riset CBDC dunia: Project Garuda (BI), Project Ubin (MAS), Project Bakong (BOT), Project Dunbar (BIS). Bank sentral G20 aktif eksplorasi DLT untuk pembayaran wholesale & retail.
Project Garuda (RI)
White Paper BI November 2022. Hybrid account + token. Pilot terbatas 2023-2024.
Project Ubin (SG)
MAS pilot wholesale CBDC 2016-2021. Phase 5: delivery-vs-payment dengan blockchain.
Project Bakong (TH)
BOT launch retail CBDC 2020. Cross-border dengan KHQR (Kamboja) & THQR.
Pertanyaan strategis: bank sentral G20 pilih public chain (Ethereum), private chain (Fabric), atau hybrid? Pertimbangan: privasi, throughput, kontrol regulator, reversibility.
Tiga pilot CBDC Asia Tenggara menjadi laboratorium global. Project Garuda BI white paper November 2022 memilih hybrid architecture: account-based untuk KYC penuh via intermediary bank, dan token-based untuk offline/UMKM di daerah terpencil. Pilot terbatas 2023-2024, belum launch penuh. Project Ubin MAS dimulai 2016 dengan lima fase — yang terakhir (Project Ubin Phase 5) menguji delivery-vs-payment untuk settlement securities dengan blockchain. Project Bakong BOT sudah live sejak 2020 sebagai retail CBDC, dengan cross-border integration ke KHQR Kamboja dan THQR TH — leading example retail CBDC dunia. Project Dunbar (BIS + MAS + SARB + Australia) menguji multi-CBDC platform wholesale. Pertanyaan strategis: bank sentral harus pilih arsitektur. Public chain seperti Ethereum tidak feasible karena privasi konsumen exposed dan throughput rendah. Private chain seperti Fabric tidak memberi censorship-resistance. Hybrid adalah jalan tengah — tetapi complexity integration tinggi. Diskusi ini akan jadi tulang punggung kuliah hari ini. Bagian 1 · 1/4
Spektrum Public-Private
Diskusi kelas: Bitcoin (public) vs Hyperledger Fabric (private) — mana yang lebih "blockchain"? Apakah definisi tergantung permission?
Blok pertama menempatkan blockchain dalam spektrum public-consortium-private. Pertanyaan diskusi klasik: mana yang lebih "blockchain", Bitcoin atau Fabric? Jawabannya tergantung definisi yang dipakai. Kalau definisi blockchain harus permissionless dan decentralized, Bitcoin adalah "true blockchain". Kalau definisi blockchain adalah distributed ledger dengan cryptographic link, Fabric juga blockchain. Definisi yang berbeda ini sering dipakai untuk diskreditkan satu sama lain — sebagai manajer, Anda harus pahami spektrumnya. Spektrum: Public → Consortium → Private Blockchain bukan biner public/private — melainkan spektrum. Trade-off decentralization ↔ kontrol & privasi.
Dimensi Public (Bitcoin, Ethereum) Consortium (Fabric, Corda) Private Single-org (Quorum) Validator Siapa pun (anonymous) Beberapa org teridentifikasi Satu org, beberapa node Identitas Pseudonim Verified via MSP/PKI Satu org Konsensus PoW/PoS PBFT/Raft PBFT internal Throughput 7-30 TPS 3.000-20.000 TPS 10.000+ TPS Decentralization Tinggi Sedang Rendah Privacy Publik (traceable) Channel private Tinggi (private)
Spektrum ini bukan biner. Consortium Corda bisa lebih decentral dari Bitcoin dalam hal governance (partisipan bank berbeda negara), walau node count sedikit.
Spektrum public-consortium-private adalah lensa utama untuk menilai arsitektur blockchain. Public (Bitcoin, Ethereum, Solana): validator anonymous siapa saja bisa join, identitas pseudonim, consensus PoW/PoS, throughput rendah (7-30 TPS), decentralization tinggi, privacy publik traceable. Consortium (Hyperledger Fabric, R3 Corda): beberapa organisasi teridentifikasi sebagai validator (via MSP/PKI), consensus PBFT/Raft, throughput tinggi (3.000-20.000 TPS), decentralization moderat, privacy via channel. Private single-org (Quorum Enterprise, Multichain): satu organisasi beberapa node internal, throughput sangat tinggi (10.000+ TPS), decentralization rendah. Yang penting: spektrum ini bukan biner dan tidak ada yang "lebih blockchain" dari yang lain. Corda consortium dengan partisipan BCA-HSBC-Standard Chartered sebenarnya lebih decentral dari Bitcoin dalam governance — sebab setiap bank beda negara, beda regulator. Sebagai manajer, pilih arsitektur berdasarkan use case, bukan ideologi "true blockchain". Permissionless vs Permissioned Permission adalah dimensi kunci yang menentukan compliance, privacy, dan throughput.
Siapa pun read/write/validate tanpa izin Consensus open (PoW/PoS) Identitas: pseudonim address Contoh: Bitcoin, Ethereum, Solana, Avalanche Implikasi: KYC/AML sulit, privasi rendah, throughput rendah Read/write/validate dibatasi ke identitas terverifikasi Identity via MSP/PKI (X.509 cert dari CA org) Consensus PBFT/Raft Contoh: Hyperledger Fabric, R3 Corda, Quorum Implikasi: KYC/AML built-in, privacy tinggi, throughput tinggi Untuk bank RI tunduk OJK/BI: permissioned mandatory untuk KYC/AML compliance. Public chain hanya feasible untuk produk non-KYC (crypto exchange).
Permission adalah dimensi kunci yang menentukan kompatibilitas dengan regulasi keuangan. Permissionless (public chain) memungkinkan siapa pun join sebagai validator tanpa izin — sehingga censorship-resistant. Identitas pseudonim (Bitcoin address), consensus open (PoW/PoS). Implikasi: KYC/AML sulit (siapa pun bisa transaksi tanpa identity), privacy rendah (semua transaksi publik), throughput rendah. Permissioned (private/consortium) membatasi read/write/validate ke identitas terverifikasi via MSP (Membership Service Provider) atau PKI (X.509 certificate dari CA organisasi). Implikasi: KYC/AML built-in (identity verified sebelum join), privacy tinggi (channel private), throughput tinggi. Untuk bank RI yang tunduk OJK POJK KYC/AML dan BI PBI Payment Systems: permissioned mandatory untuk compliance. Public chain hanya feasible untuk produk yang non-KYC (crypto exchange ritel). Pemahaman trade-off ini krusial untuk arsitektur FinTech RI. Identitas: Pseudonim vs Permissioned Miskonsepsi umum: "Bitcoin anonymous" — salah. Bitcoin pseudonim, semua transaksi publik traceable via chain analysis.
Address = pseudonim (tidak ada nama) Semua transaksi publik di explorer (Etherscan) Chainalysis, Elliptic, TRM Labs bisa trace Tornado Cash (zk-mix) — kontroversial AML Exchange KYC mengaitkan address ke identitas Identitas org tertentu (Fabric MSP) Transaksi private via channel GDPR right-to-erasure challenge Solusi: data encryption + key rotation Bank, regulator, healthcare cocok Chainalysis report 2024: ~USD 19 M crypto crime, 0,34% dari total transaksi crypto. Sebagian besar bisa di-trace via public chain analysis.
Banyak miskonsepsi "Bitcoin anonymous" — ini salah. Bitcoin pseudonim: address tidak ada nama, tetapi semua transaksi publik di blockchain explorer seperti Etherscan, Blockchain.com, dan Blockstream Explorer. Chainalysis, Elliptic, dan TRM Labs adalah perusahaan chain analysis yang bisa trace aliran dana antar-address — sekalipun tanpa identitas langsung, mereka bisa cluster address yang dimiliki wallet sama dan kaitkan ke exchange KYC. Tornado Cash (zk-mix protocol Ethereum) adalah upaya privacy via zero-knowledge proof — tetapi kontroversial AML dan di-sanction US Treasury 2022. Sebaliknya, permissioned chain seperti Fabric memiliki identity verified via MSP, dan transaksi private via channel. Untuk bank RI, GDPR-style right-to-erasure menjadi challenge karena immutability blockchain — solusinya encryption dengan key rotation (data ada tapi tidak terbaca tanpa key). Implikasi: FinTech regulated lebih cocok permissioned chain untuk privasi dan compliance; public chain untuk censorship-resistance. HDN-1: TPS & Settlement Time Public vs Private Skenario: Bandingkan throughput (TPS) dan settlement time 5 arsitektur blockchain dengan benchmark Visa.
Platform TPS Settlement Karakter Bitcoin ~7 TPS ~60 menit (6 konfirmasi) PoW, security via decentralization Ethereum L1 ~15-30 TPS ~12 detik (1 block) PoS pasca-Merge, smart contract Ethereum L2 rollup ~3.000 TPS ~12 detik + 7 hari (Optimistic) Off-chain exec, proof ke L1 Hyperledger Fabric ~3.000-20.000 TPS ~1-2 detik PBFT, permissioned Solana ~65.000 TPS theoretical ~0,4 detik PoH + PoS, validator hardware tinggi Visa (benchmark) ~24.000 TPS peak ~1 detik (authorization) Centralized
Kesimpulan
Trade-off TPS vs Trust
Public TPS rendah tapi security via decentralization; Private TPS tinggi tapi asumsi consortium trust. Solana compromise: high TPS dengan hardware requirement tinggi → concern centralization.
Perbandingan TPS dan settlement time antar-arsitektur. Bitcoin ~7 TPS dengan settlement 60 menit (6 konfirmasi standar untuk high-value transaction). Ethereum L1 ~15-30 TPS dengan settlement 12 detik (1 block). Ethereum L2 rollup ~3.000 TPS tetapi Optimistic rollup punya challenge period 7 hari untuk final settlement (Walpray). Hyperledger Fabric ~3.000-20.000 TPS dengan settlement 1-2 detik. Solana ~65.000 TPS theoretical dengan settlement sub-detik — tetapi dengan trade-off: validator hardware requirement tinggi (high-end GPU + SSD) sehingga hanya sedikit validator (relatif terpusat). Visa sebagai benchmark ~24.000 TPS peak dengan authorization 1 detik (tetapi settlement sebenarnya batch end-of-day). Kesimpulan: trade-off TPS vs trust. Public chain (Bitcoin, Ethereum) mengorbankan TPS untuk security via decentralization. Private chain (Fabric) mengorbankan decentralization untuk TPS. Solana compromise dengan high TPS tetapi concern centralization. Untuk payment system bank RI yang butuh 10.000+ TPS, Fabric atau Solana lebih feasible daripada Ethereum L1. Bagian 2 · 2/4
Blockchain Trilemma
Diskusi kelas: bisakah blockchain capai 100.000 TPS SAMA SEKALI decentral? Mengapa Vitalik menyebut "trilemma"?
Blok kedua membahas blockchain trilemma — konsep yang dipopulerkan Vitalik Buterin (founder Ethereum). Trilemma: blockchain tidak bisa mencapai ketiganya secara maksimal secara bersamaan — decentralization (ribuan node), scalability (TPS tinggi), dan security (biaya attack besar). Harus pilih dua. Pertanyaan diskusi: bisakah blockchain capai 100.000 TPS dengan decentralisasi penuh? Sampai 2024, jawabannya tidak — sebab setiap node harus memproses setiap transaksi untuk consensus, sehingga throughput dibatasi hardware node terlemah. Solusi terkini: Layer 2 rollup yang offload eksekusi sambil menjaga decentralization L1 sebagai settlement layer. Blockchain Trilemma: Decentralization · Scalability · Security Vitalik Buterin: blockchain tidak bisa capai ketiganya maksimal secara bersamaan. Harus pilih dua, sacrifice satu.
Design Decentralization Scalability Security Contoh Bitcoin / Ethereum L1 Tinggi (ribuan node) Rendah (7-30 TPS) Tinggi (PoW/PoS mahal attack) BTC, ETH mainnet Solana / BSC Sedang (validator hardware tinggi) Tinggi (65.000 TPS) Sedang SOL, BNB Permissioned (Fabric, Corda) Rendah (beberapa org) Tinggi (10.000+ TPS) Tinggi (trusted consortium) Enterprise pilot Layer 2 rollup Tinggi (inherit L1) Tinggi (100× L1) Tinggi (L1 finality) Arbitrum, Optimism, zkSync
Layer 2 rollup = solusi trilemma dengan inheritance decentralization L1 + scaling eksekusi. TVL rollup Ethereum ~USD 30-40 M (dihedge ~).
Trilemma adalah lensa konseptual untuk menilai semua arsitektur blockchain. Bitcoin dan Ethereum L1 memilih decentralization + security, sacrifice scalability (7-30 TPS). Solana dan BNB Smart Chain memilih scalability + security moderat, sacrifice decentralization (validator hardware tinggi membatasi peserta). Permissioned chain (Fabric, Corda) memilih scalability + security via consortium trust, sacrifice decentralization. Layer 2 rollup (Arbitrum, Optimism, zkSync, Starknet) adalah solusi terkini: eksekusi transaksi off-chain untuk scaling, tetapi finality tetap di L1 yang decentralized. Hasilnya: inherit decentralization L1 dengan throughput 100× lebih tinggi. TVL rollup Ethereum mencapai USD 30-40 miliar pada 2024 (dihedge). Trilemma masih jadi tantangan riset aktif — danksharding Ethereum, zk-EVM, dan validium adalah frontier. Sebagai manajer, pilih chain sesuai prioritas: censorship-resistance (L1), throughput (Solana/L2), atau consortium trust (Fabric). Layer 2: Rollup & State Channel Layer 2 adalah solusi scaling mainstream 2024 — eksekusi off-chain, security anchor ke L1.
Optimistic : assume valid, challenge dalam 7 hari (fraud proof)Contoh: Arbitrum, Optimism, Base (Coinbase) ZK Rollup : proof validity tiap batch (cryptographic)Contoh: zkSync, Starknet, Scroll, Polygon zkEVM Throughput ~100× L1, fee 10-100× lebih murah Lightning Network (BTC): payment channel off-chainRaiden (ETH): mirip Lightning untuk ERC-20Polygon PoS : sidechain dengan bridge ke EthereumGnosis Chain : sidechain EVM-compatibleTrade-off: sidechain sacrifice security mainnet Lightning Network BTC: ~5.000 BTC locked in channel (dihedge ~). Adoption retail masih rendah — UX complex, liquidity fragmented.
Layer 2 adalah solusi scaling mainstream 2024. Dua kategori utama: Rollup dan State Channel/Sidechain. Rollup mengeksekusi transaksi off-chain lalu post compressed data + proof ke L1. Optimistic rollup (Arbitrum, Optimism, Base) berasumsi transaksi valid dan memberi 7 hari challenge period untuk fraud proof — cepat tetapi withdrawal lambat. ZK rollup (zkSync, Starknet, Scroll, Polygon zkEVM) menghasilkan cryptographic validity proof per batch — finality cepat tetapi complex computation. Keduanya throughput ~100× L1 dengan fee 10-100× lebih murah. State Channel: Lightning Network BTC membuka payment channel antara dua pihak, transaksi off-chain, settle on-chain sekali. Channel BTC lock ~5.000 BTC tetapi adoption retail rendah karena UX complex. Sidechain: Polygon PoS adalah chain terpisah dengan bridge ke Ethereum — sacrifice security mainnet untuk skala. Trade-off penting: sidechain tidak inherit security L1, sehingga kalau sidechain consensus attack, fund bisa hilang. Sebagai manajer, pilih rollup untuk security + scaling, sidechain untuk dApp game/social yang tolerate risk. Sharding & Sidechain Sharding adalah pembagian blockchain ke beberapa "shard" parallel — roadmap scaling Ethereum. EIP-4844 proto-danksharding aktif 2024.
Bagi state & history ke beberapa shard parallel Throughput naik linear dengan jumlah shard Challenge: cross-shard communication Ethereum: danksharding untuk data availability (EIP-4844) EIP-4844 aktif Maret 2024 — blob fee turun 10-100× Chain terpisah dengan bridge ke mainnet Polygon PoS : sidechain EVM leadingGnosis Chain : sidechain EVM murahSkale : app-chain sidechainTrade security mainnet untuk skala Sharding kompleks (cross-shard tx). Sidechain lebih simple tapi security sacrifice. Pilih tergantung profil risiko.
Sharding dan sidechain adalah dua pendekatan scaling berbeda. Sharding membagi state dan history blockchain ke beberapa "shard" parallel — sehingga setiap node tidak perlu memproses seluruh chain, hanya shard tertentu. Throughput naik linear dengan jumlah shard. Challenge utama: cross-shard communication (transaksi yang melibatkan account di shard berbeda). Ethereum memilih danksharding untuk data availability (rollup menulis data ke shard, bukan computation). EIP-4844 proto-danksharding aktif Maret 2024 — memperkenalkan "blob" data type dengan fee 10-100× lebih murah, mengurangi cost L2 rollup. Sidechain adalah chain terpisah dengan bridge ke mainnet —Polygon PoS adalah leader, Gnosis Chain alternative. Trade-off sidechain: security tidak inherit dari mainnet, sehingga validator sidechain harus trusted independent. Untuk FinTech regulated, rollup (yang inherit L1 security) lebih aman dari sidechain. Sebagai manajer, pilih sharding jika butuh scale besar dengan trust L1; sidechain jika toleran risk untuk aplikasi non-finansial (game, social). HDN-2: Cost Settlement 10.000 Transaksi Skenario: Settlement 10.000 transaksi payment FinTech, masing-masing 50.000 gas. Bandingkan biaya di 5 platform.
Platform Perhitungan Biaya Total Ethereum L1 10.000 × 50.000 gas × 20 gwei 10 ETH = USD 30.000 Arbitrum L2 10.000 × 50.000 gas × 0,1 gwei 0,05 ETH = USD 150 Polygon PoS 10.000 × ~30 gas (MATIC) ~USD 5 Hyperledger Fabric Private cloud infrastructure ~USD 0 (amortized opex) Visa (benchmark) Merchant fee ~USD 0,05 × 10.000 USD 500 (merchant pays)
Kesimpulan
L2 ~200× lebih murah
Arbitrum 200× lebih murah dari L1; Polygon 6.000× lebih murah; Fabric gratis tapi asumsi consortium trust. Pilih sesuai profil risiko & volume.
Hitungan cost settlement 10.000 transaksi antar-platform. Ethereum L1 paling mahal: 10.000 × 50.000 gas × 20 gwei = 10 ETH atau USD 30.000 pada ETH USD 3.000. Arbitrum L2: 200× lebih murah karena gas price 0,1 gwei (vs 20 gwei L1) = USD 150. Polygon PoS: sangat murah karena sidechain dengan gas MATIC rendah = USD 5. Hyperledger Fabric: praktis gratis karena private cloud infrastructure (amortized opex). Visa sebagai benchmark: merchant fee ~USD 0,05 per transaksi = USD 500, tetapi merchant pays (bukan issuer). Implikasi strategis: untuk FinTech dengan 10.000 transaksi per hari, Ethereum L1 tidak ekonomis. Layer 2 atau Polygon adalah sweet spot — biaya rendah dengan security moderat. Fabric cocok untuk consortium bank yang ingin kontrol penuh. Sebagai manajer, pertimbangkan: biaya transaksi + security + regulatori compliance, bukan hanya biaya. Bagian 3 · 3/4
Use Case Keuangan
Diskusi kelas: CBDC — apakah perlu blockchain sama sekali? Bank Indonesia memilih hybrid (account + token).
Blok ketiga membahas use case keuangan konkret: CBDC retail vs wholesale, Security Token Offering (STO), dan trade finance consortium. Pertanyaan diskusi: apakah CBDC perlu blockchain? Banyak CBDC sebenarnya tidak pure blockchain — mereka pakai distributed database atau hybrid. Bank Indonesia Project Garuda memilih hybrid: account-based (sistem database konvensional) untuk KYC full, token-based (DLT-inspired) untuk offline/UMKM. Diskusi ini akan menentukan apakah investasi blockchain untuk bank sentral worth it. CBDC: Retail vs Wholesale Central Bank Digital Currency — dua model dengan pertimbangan berbeda. Tidak harus blockchain; banyak pakai database terdistribusi konvensional.
Konsumen & UMKM punya akun/token di bank sentral Contoh: e-CNY (Tiongkok), Sand Dollar (Bahama), eNaira (Nigeria), Bakong (TH) Pro: inklusi keuangan, payment efficiency Kontra: disintermediation bank komersial, privasi Settlement antar-bank dan cross-border Contoh: Project Ubin (MAS), Project mBridge (BIS) Pro: settlement real-time, cross-border cepat Kontra: complex implementation, geopolitik (SWIFT bypass) Retail CBDC menempatkan bank sentral sebagai pesaing bank komersial untuk deposit. Wholesale CBDC complement, bukan substitute.
Central Bank Digital Currency (CBDC) ada dua model. Retail CBDC memberi konsumen dan UMKM akses langsung ke liability bank sentral (bukan via bank komersial). Tiongkok e-CNY adalah yang terbesar — pilot sejak 2020, volume transaksi USD 13,9 miliar pada 2023 (dihedge). Bahama Sand Dollar adalah retail CBDC pertama yang launch penuh 2020. Nigeria eNaira launch 2021. Thailand Bakong live sejak 2020. Pro retail CBDC: inklusi keuangan (orang unbanked dapat akses langsung), payment efficiency (real-time 24/7). Kontra: bank komersial kehilangan dana murah (deposit), privasi konsumen (bank sentral tahu semua transaksi), disintermediation. Wholesale CBDC untuk settlement antar-bank dan cross-border. Project Ubin MAS pilot 2016-2021. Project mBridge BIS multi-CBDC platform dengan PBoC, HKMA, BOT, CBUAE, SAMA — live 2024. Pro: settlement real-time, cross-border cepat tanpa correspondent bank. Kontra: complex implementation, geopolitical implications (bypass SWIFT, sanctions evasion concern AS). Untuk Indonesia, Project Garuda memilih retail CBDC hybrid — pilot terbatas. Security Token Offering (STO) & Tokenisasi Aset STO (Security Token Offering): saham/obligasi di-tokenisasi on-chain, comply securities law. Tokenisasi RWA (Real-World Asset): real estate, emas, seni, invoice, US Treasury on-chain.
Real Estate
RealT, Meridio, SolidBlock — fractional ownership properti
US Treasury
MakerDAO RWA, Ondo Finance, BlackRock BUIDL — T-bill on Ethereum
Komoditi
PAX Gold (PAXG), Tether Gold (XAUT) — 1 token = 1 troy ounce emas
BlackRock BUIDL launch Maret 2024: USD Treasury tokenized di Ethereum via Securitize. AUM ~USD 500 juta+ dalam beberapa bulan (dihedge) — legitimation institusional.
Security Token Offering (STO) dan tokenisasi aset real-world (RWA) adalah convergence TradFi-DeFi. STO menerbitkan saham/obligasi sebagai security token on-chain, comply securities law (Howey test AS, UU Pasar Modal RI). Tokenisasi RWA: real estate (RealT, Meridio — fractional ownership properti sewa), US Treasury (MakerDAO RWA vault, Ondo Finance, BlackRock BUIDL — T-bill on Ethereum), komoditi (PAX Gold PAXG — 1 token = 1 troy ounce emas custodied di Brink's). BlackRock BUIDL launch Maret 2024 adalah milestone institusional — BlackRock (largest asset manager dunia) tokenized T-bill di Ethereum via Securitize. AUM capai USD 500 juta+ dalam beberapa bulan (dihedge). Investor institusi dapat yield US Treasury 5%+ on-chain, instant settlement, fractional. Inflection point untuk RWA adoption. Untuk RI: OJK belum final kerangka STO; Bappebti/OJK untuk crypto-as-commodity. Peluang RI: tokenisasi CPO, real estate, invoice/RCF untuk UMKM. Sebagai manajer, tokenisasi adalah frontier baru asset management. Mini-Kasus: we.trade & Marco Polo Network Trade finance blockchain consortium — promise besar, realitas sulit. Yang sukses biasanya satu use case sempit + 2-3 bank besar.
Project Platform Status & Pelajaran we.trade IBM + 12 bank EU (Hyperledger Fabric) Tutup 2022 — skala ekonomi tidak capai; governance 12 bank terlalu kompleksMarco Polo Network R3 Corda Receivable finance, cross-border; bank-bank top Jepang & EU active Conto Network R3 Corda BCA-HSBC LC pilot 2021 — proof of concept berhasil Lygon IBM Blockchain (Fabric) ANZ + Westpac + Suncorp bank guarantee — live production 2021 IBM Food Trust Hyperledger Fabric Walmart + Carrefour + Nestle supply chain tracking — sukses
Pelajaran: technology ready, tetapi governance & network effect sulit. we.trade tutup 2022 sebab 12 bank sulit align. Yang sukses: 2-3 bank + use case sempit.
Studi kasus trade finance blockchain consortium menunjukkan pelajaran penting. we.trade (IBM + 12 bank EU Hyperledger Fabric) untuk LC dan trade finance digital — berhenti operasi 2022 sebab skala ekonomi tidak capai. Governance 12 bank terlalu kompleks: setiap bank punya priority berbeda, decision making lambat, dan tidak ada critical mass transaction volume. Marco Polo Network (R3 Corda) untuk receivable finance dan cross-border — masih aktif dengan bank top Jepang dan EU, tetapi volume moderat. Conto Network pilot BCA-HSBC LC 2021 sukses teknis tetapi belum scale produksi. Lygon (IBM Blockchain ANZ + Westpac + Suncorp) untuk bank guarantee live production 2021 — sukses sebab use case sempit (bank guarantee) dan 3 bank major Australia. IBM Food Trust dengan Walmart, Carrefour, Nestle untuk supply chain tracking — sukses sebab use case concrete (traceability produce) dengan ROI jelas. Pelajaran strategis: technology blockchain sudah ready, tetapi governance consortium dan network effect sulit. Yang sukses biasanya 2-3 bank major + use case sempit. Sebagai manajer, jangan investasi consortium multi-bank tanpa critical mass. Bagian 4 · 4/4
CBDC & Corda Indonesia
Diskusi kelas: Project Garuda CBDC BI — apakah akan pakai public chain, private, atau hybrid? Apa implikasi privasi?
Blok penutup membahas Project Garuda CBDC BI secara spesifik. Pertanyaan diskusi: untuk Garuda, BI pilih public chain (Ethereum), private chain (Fabric), atau hybrid architecture? Berdasarkan White Paper November 2022, BI memilih hybrid: account-based untuk KYC penuh via intermediary bank, token-based untuk offline/UMKM di daerah terpencil. Pertimbangan: privasi konsumen, throughput TPS untuk transaksi retail, kontrol regulator untuk anti-money-laundering, dan reversibility untuk fraudulent transaction. Hybrid adalah compromise — tidak seideal public chain untuk censorship-resistance, tidak seideal private chain untuk kontrol penuh. Project Garuda: Hybrid Account + Token (BI) White Paper BI November 2022 — CBDC retail hybrid. Pilot terbatas 2023-2024, belum launch penuh per 2024.
Untuk konsumen dengan KYC penuh Via intermediary bank/payment system (BI, BCA, GoPay) Database terdistribusi konvensional Tidak pure blockchain — performance priority Complement, bukan substitute, deposit bank komersial Untuk offline store-of-value & UMKM daerah 3T DLT-inspired dengan privasi & scalabilitas Indonesia kepulauan — offline capability krusial Programmable privacy untuk compliance Tanpa intermediary — direct liability BI Hybrid architecture: bank komersial tetap intermediary (no disintermediation), offline capability untuk kepulauan, privasi konsumen via programmable privacy.
Project Garuda adalah CBDC retail Bank Indonesia. White Paper November 2022 memilih hybrid architecture yang menyeimbangkan tiga pertimbangan. Pertama, account-based untuk KYC penuh — konsumen dengan KYC lengkap mengakses CBDC via intermediary bank atau payment system yang sudah ada (BCA, Mandiri, GoPay, OVO). Bank komersial tetap berperan sebagai intermediary sehingga tidak terjadi disintermediation. Backend: database terdistribusi konvensional, bukan pure blockchain — performance priority untuk jutaan transaksi per detik. Kedua, token-based untuk offline store-of-value dan UMKM di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Indonesia kepulauan dengan jaringan internet tidak merata — offline capability krusial. DLT-inspired dengan privasi dan scalabilitas. Programmable privacy untuk compliance: regulator bisa audit dengan disclosure terbatas. BI sangat cautious — pilot terbatas 2023-2024, unlikely launch penuh sebelum 2025-2026. Untuk FinTech RI, Garuda akan jadi infrastructure baru — startup harus siap integrate via API BI. Pelajaran manajerial: blockchain tidak selalu jawaban; hybrid adalah realistis. Ringkasan Kunci Pertemuan 8 Spektrum & Trilemma
Public-Consortium-Private · permissionless vs permissioned · trilemma decentralization-scalability-security
Scaling Solution
Layer 2 rollup (Optimistic, ZK) · sharding EIP-4844 · sidechain Polygon · state channel Lightning
Use Case Keuangan
CBDC retail/wholesale · STO & RWA BlackRock BUIDL · trade finance · Project Garuda hybrid
Pilihan arsitektur blockchain = pilihan siapa kontrol, seberapa cepat, seberapa terbuka. Tidak ada one-size-fits-all.
Persiapan P9: baca Nakamoto (2008) sekilas; bawa satu pertanyaan tentang mekanisme Bitcoin (UTXO, mining, atau halving) untuk diskusi. Kuis 10 menit di awal P9.
Tiga lensa kunci yang akan jadi rujukan P9-P14. Pertama, spektrum arsitektur dan trilemma — public-consortium-private sebagai pilihan desain, Vitalik Buterin trilemma sebagai trade-off fundamental. Kedua, scaling solution — Layer 2 rollup sebagai solusi mainstream, sharding EIP-4844 sebagai roadmap Ethereum, sidechain sebagai alternative. Ketiga, use case keuangan — CBDC retail/wholesale, STO dan RWA BlackRock BUIDL sebagai legitimation institusional, trade finance consortium pelajaran governance, Project Garuda BI hybrid architecture. Sampai jumpa di P9 Bitcoin — di mana kita bedah mekanisme teknis yang dipelajari P5-P8 dalam implementasi konkrit pertama blockchain. Jangan lupa kuis 10 menit tentang trilemma dan hybrid Project Garuda.