stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Ekosistem FinTech — Pembayaran Digital, Remitansi, Crowdfunding
RPS minggu 2 · 2x50 menit

Ekosistem FinTech: Pembayaran Digital, Remitansi & Crowdfunding

Dasar Teknologi Finansial & Mata Uang Kripto — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 2: menjelaskan ekosistem FinTech dengan fokus pembayaran digital, remitansi lintas-negara, dan crowdfunding/P2P lending.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Anatomi pembayaran digital: e-money, e-wallet, virtual account
  • Four-party scheme (QRIS, kartu, BI-FAST)
  • MDR, interchange fee, dan ekonomi penyelenggara
Jam ke-2 (50 menit)
  • Remitansi lintas-negara (Western Union, Wise, RippleNet)
  • Crowdfunding (donasi, reward, equity, P2P lending)
  • Regulasi OJK & BI; integrasi FinTech-bank
Posisi: pekan lalu konsep & lanskap. Hari ini pilar pembayaran + pendanaan. Pekan depan (P3) AI/ML dalam keuangan, P4 cloud/API.

Mengapa Pembayaran Digital Adalah Pilar Paling Matang di Indonesia

Indonesia adalah laboratorium pembayaran digital terbesar di Asia Tenggara — QRIS, e-wallet, BI-FAST membentuk ekosistem terintegrasi.

Nilai Transaksi QRIS
~Rp 300 T+
Sepanjang 2024 (BI, dihedge ~) — pertumbuhan >100% YoY pada awal adopsi
Merchant QRIS Aktif
~32 juta
BI ~akhir 2024 (dihedge ~) — dominan MSME, sektor informal
Pertanyaan pemantik: mengapa pembayaran lebih cepat matang dibanding pilar pendanaan atau investasi? Apa yang khusus dari pembayaran?
Bagian 1 · 1/4
Anatomi Pembayaran Digital
Diskusi kelas: apa beda GoPay (e-wallet) dengan OVO (e-wallet) dengan DANA (e-wallet)? Mengapa sebagian punya bank partner, sebagian tidak?

Instrumen Pembayaran Digital: e-Money, e-Wallet, VA

Tiga instrumen utama di Indonesia, masing-masing dengan karakteristik dan regulasi BI berbeda.

InstrumenSumber DanaContohRegulasi BI
e-Money (server-based)Saldo prepaid di server operatorGoPay, OVO, DANA, LinkAjaBI Regulation PBI 20/6/2018
Card-based e-MoneySaldo tersimpan di chip kartuFlazz BCA, Brizzi, Tap-Cash MandiriBI Regulation PBI 20/6/2018
Virtual AccountAkun virtual di bank penerimaVA Mandiri, BCA VA, Permata VASkema bank-to-bank
Account-based (bank)Rekening bank langsungm-Banking, Internet BankingPBI perbankan
e-Wallet adalah branding pemasaran untuk e-money server-based. Secara teknis dan regulasi, keduanya sama: saldo tersimpan di server operator, bukan di rekening bank.

Four-Party Scheme: Arsitektur Kartu & QRIS

Mayoritas pembayaran elektronik modern menggunakan four-party scheme — model yang mengatur aliran uang dan informasi antara empat aktor.

AktorPeranContoh RI
1. Konsumen (cardholder/user)Bayar via kartu/e-wallet/QRISPengguna BCA, GoPay
2. Issuing bank (issuer)Terbitkan kartu/e-wallet konsumen; debit rekeningBCA, Mandiri, GoPay (sebagai PJSP)
3. Acquiring bank (acquirer)Onboard merchant; settle transaksiBNI, Mandiri, acquirer independen
4. Network/SchemeSwitching, interoperabilitas, settlementVisa, Mastercard, GPN, QRIS-ASPI
QRIS adalah scheme nasional — BI/ASPI sebagai network memaksa interoperabilitas 50+ PJSP (Penyelenggara Jasa Pembayaran) Indonesia.

MDR, Interchange & Ekonomi Penyelenggara — Kalkulator

MDR (Merchant Discount Rate) adalah biaya yang dibebankan ke merchant per transaksi kartu/QRIS — dibagi antar acquirer, issuer, dan network.

HDN-1: Ekonomi Issuer E-Wallet dari Nol

Skenario: Issuer XYZ punya 5 juta MAU, rata-rata transaksi Rp 100.000 (10x/bulan). Interchange 0,4% dari nilai. Biaya cost-of-funds 0% (saldo prepaid, tanpa bunga ke user). Biaya operasi per pengguna Rp 2.000/bulan.
LangkahPerhitunganNilai
1. TPV/bulan5 jt × 10 × Rp 100.000Rp 5.000.000.000.000
2. Pendapatan interchange0,4% × Rp 5 TRp 20.000.000.000
3. Pendapatan/penggunaRp 20 M ÷ 5 jtRp 4.000
4. Margin/penggunaRp 4.000 − Rp 2.000Rp 2.000
5. Margin total/blnRp 2.000 × 5 jtRp 10.000.000.000
Kesimpulan
~Rp 10 M/bln
Issuer profitable jika cost-of-funds 0% dan biaya operasi rendah. Tapi tanpa lending/asuransi, pertumbuhan margin terbatas.
Bagian 2 · 2/4
BI-FAST & Real-Time Payment
Diskusi kelas: BI-FAST (2021) menggantikan SKNBI — apa berubah bagi konsumen? Bagi bank? Bagi FinTech?

BI-FAST: Infrastruktur 24/7 Real-Time Payment

BI-FAST (Bank Indonesia Fast Payment) sejak Januari 2021 adalah jaringan pembayaran instan 24/7 yang mengubah landscape settlement.

Pra-BI-FAST
BI-RTGS (jam kerja, >Rp 100 jt) · BI-SSSK (kler) · Transfer manual
BI-FAST (2021+)
24/7 · instan · mulai Rp 1 · fee rendah · multibank
Dampak Ekosistem
Top-up e-wallet instan · settlement merchant harian · microlending viable
Setara UPI (Tiongkok), Pix (Brasil), FedNow (AS) — Indonesia bagian gelombang global real-time payment infrastructures.

Cross-Border: QRIS & Remitansi Lintas-Negara

QRIS Cross-Border (2022+) menghubungkan Indonesia dengan Thailand (PromptPay), Malaysia (DuitNow), Filipina (QR Ph) — remitansi instan, multi-currency.

PendekatanLatensiBiayaContoh
Koridor tradisional1-5 hari5-10%Western Union, MoneyGram
FinTech remitansiInstan - 1 hari0,5-2%Wise, Remitly, InstaReM
QRIS Cross-BorderInstan~0,5-1%QRIS-PromptPay-Indonesia-Thai
Blockchain-based3-5 detik<0,5% + FXRippleNet, Stellar, USDC (akan dibahas P10)
Remitansi Pekerja Migran Indonesia ~Rp 130 T/tahun (desa, dihedge ~) — efisiensi 1% = penghematan Rp 1,3 T untuk keluarga pekerja.

HDN-2: Cost Savings Remitansi Wise vs Bank Tradisional

Skenario: BMI kirim Rp 10.000.000/bulan ke keluarga di Indonesia. Bank tradisional: fee tetap Rp 250.000 + FX spread 3%. Wise: fee 0,35% + FX mid-market.
LangkahBank TradisionalWise
1. PrincipalRp 10.000.000Rp 10.000.000
2. Fee tetapRp 250.000Rp 0
3. FX spread3% × Rp 10 jt = Rp 300.0000% (mid-market)
4. Persen fee Wise0,35% × Rp 10 jt = Rp 35.000
5. Total biayaRp 550.000Rp 35.000
6. Diterima keluargaRp 9.450.000Rp 9.965.000
Penghematan/bln
~Rp 515.000
Penghematan ~5% dari remitansi — signifikan untuk keluarga pekerja. Tahunan ~Rp 6,2 jt.
Bagian 3 · 3/4
Crowdfunding & P2P Lending
Diskusi kelas: Kita sudah punya bank dan koperasi — mengapa P2P lending tumbuh sangat cepat di Indonesia 2018-2022? Apa yang dilayani yang bank tidak?

Empat Jenis Crowdfunding

Crowdfunding bukan satu kategori — ada empat jenis dengan struktur dan regulasi OJK berbeda.

1. Donation-based
  • Donasi murni, tanpa imbalan
  • Contoh: Kitabisa, GoFundMe
  • Tidak diawasi OJK (sebagai donasi)
2. Reward-based
  • Imbalan produk/jasa
  • Contoh: Kickstarter, local platforms
  • Tidak diawasi OJK (pre-purchase)
3. Equity Crowdfunding (ECF)
  • Saham startup, risiko tinggi
  • Contoh: Santara, Bizzy, LandX
  • OJK POJK 57/2020 (sekarang SPE — Securities Crowdfunding)
4. P2P Lending
  • Pinjaman individu-investor
  • Contoh: Investree, Modalku, Akulaku
  • OJK POJK 10/2022

P2P Lending: Model Bisnis & Arsitektur

P2P lending adalah marketplace yang mempertemukan peminjam (borrower) dengan investor (lender) — operator mengambil fee, bukan menanggung risiko kredit.

Sumber Pendapatan Operator
  • Origination fee — 1-3% dari pinjaman (dari borrower)
  • Service fee — 1-2% dari pinjaman (dari lender)
  • Late fee share — % dari denda keterlambatan
  • Insurance commission — asuransi kredit
Risiko Utama
  • Credit risk — NPL (Non-Performing Loan) tinggi pada segmen unbanked
  • Liquidity risk — jika investor panic withdraw
  • Operational risk — penagihan agresif (kontroversi pinjol)
  • Regulatory risk — POJK ketat soal TKB90 & bunga

Studi Kasus: Investree vs Akulaku — Dua Model P2P

Investree (B2B invoice financing) vs Akulaku (B2C consumer BNPL) — dua model P2P lending yang sangat berbeda.

Investree
B2B, invoice financing & working capital untuk UMKM. Borrower: perusahaan. Ticket Rp 100 jt - Miliaran. NPL lebih rendah. SKDK OJK, IPO 2023.
Akulaku
B2C, BNPL (Buy Now Pay Later) konsumen + neo-bank (Bank Neo). Borrower: individu. Ticket Rp 500 rb - 10 jt. NPL lebih tinggi, margin lebih besar.
Pelajaran: pilihan segmen (B2B vs B2C) menentukan struktur risiko, regulasi, dan valuasi — bukan satu model superior.
Bagian 4 · 4/4
Regulasi OJK & BI
Diskusi kelas: pinjol ilegal 2019-2020 — apakah kegagalan regulasi atau kegagalan pasar? Bagaimana OJK merespons?

Kerangka Regulasi Pembayaran & Pendanaan

Empat POJK/PBI utama mengatur ekosistem FinTech pembayaran dan pendanaan Indonesia.

RegulasiCakupanIssuing Authority
PBI 20/6/2018e-Money, Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJSP)BI
POJK 23/2017 & amendemenFinancial Technology (Layanan Operasional)OJK
POJK 10/2022Information Technology-Based Co-Lending Services (P2P)OJK
POJK 57/2020Securities Crowdfunding (SPE) — saham, obligationOJK
POJK 22/2023Layanan Keuangan Digital (LKD) — platform aggregasiOJK
TKB90 = Tertbayar 90 hari minimum 90% — KPI keberhasilan P2P lending OJK.

Ringkasan Kunci Pertemuan 2

Four-Party Scheme
Konsumen · Issuer · Acquirer · Network — alur uang & informasi
MDR & Interchange
QRIS 0,7% (acquirer+issuer); interchange ~0,4% ke issuer
BI-FAST & Cross-Border
24/7 instan payment infra; QRIS regional ASEAN

P2P lending = marketplace operator (fee-based), bukan bank (spread-based); TKB90 KPI OJK.

Persiapan P3: baca ringkasan kapabilitas AI di keuangan; siapkan satu kasus e-wallet/P2P dari pengalaman Anda untuk dianalisis via four-party scheme dan struktur P2P.