stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Penentuan Suku Bunga & Strategi Pricing Kredit
RPS minggu 4 · 2x50 menit · Konsentrasi Risiko

Penentuan Suku Bunga & Strategi Pricing Kredit

Ekonomi Manajerial Lembaga Keuangan — Magister Manajemen FEB UNDIP

Sub-CPMK 4 & Indikator Capaian

Sub-CPMK 4: merumuskan strategi penentuan suku bunga kredit berdasarkan biaya, risiko, dan kondisi pasar. Empat indikator yang harus dikuasai.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Kerangka Cost-Plus Pricing: 5 komponen bunga kredit
  • Cost of funds, biaya operasional, expected loss, profit margin
  • Elastisitas permintaan kredit & implikasi pricing
Jam ke-2 (50 menit)
  • Risk-based pricing: PD/LGD/EAD ke spread
  • Prime rate, benchmark BI7DRR, spread sektoral
  • Kasus: pricing KTA konsumer vs KMK korporasi vs KUR subsidi
Kuis 10 menit di awal: CR4, HHI, model oligopoli (Cournot vs Bertrand) dari P3.

Mengapa Bunga Kredit ≠ Cost of Funds?

Selisih antara bunga kredit ~12% dan cost of funds ~4% bukan keuntungan murni bank — di dalamnya ada biaya, risiko, dan margin.

Bunga KMK Korporasi
~9-11%
Spread ~5-7% di atas BI7DRR (data OJK ~2024)
Bunga KTA Konsumer
~14-24%
Spread lebih besar — kompensasi PD konsumer lebih tinggi
Selisih bunga kredit dengan cost of funds bukan murni profit — di dalamnya ada beban biaya operasional, expected loss, pajak, dan margin wajar.
Bagian 1 · 1/4
Kerangka Cost-Plus Pricing
Diskusi kelas: di institusi Anda, apakah pricing KMK menggunakan formula cost-plus, atau lebih berbasis competitor pricing? Apa kelebihan & kekurangan masing-masing?

Lima Komponen Cost-Plus Pricing

Setiap bunga kredit dapat didekomposisi menjadi lima komponen yang harus tertutup.

r kredit = CoF + Spread Oper + EL + Spread Profit + Spread Risiko
KomponenRange TipikalPenjelasan
1. Cost of Funds (CoF)~2-4%Biaya dana bank — DPK, obligasi, equity
2. Spread Operasional~2-3%BOPO dibagi aset produktif; gaji, IT, cabang
3. Expected Loss (EL)~0,5-3%PD × LGD × EAD — provisioning
4. Spread Profit (pre-tax)~1-2%Target return on equity & modal
5. Spread Risiko Tambahan~0,5-2%Buffer cyclical, konsentrasi sektor
Total Tipikal
~9-14%
Untuk KMK korporasi; KTA konsumer bisa lebih tinggi karena EL & spread risiko lebih besar

Hitung dari Nol: Cost-Plus Pricing KMK UMKM

Skenario: Bank XYZ menyalurkan KMK ke UMKM. Cost of funds 5%, BOPO 75% (di atas industri 70%), PD UMKM 4%, LGD 60%, EAD = plafon. Spread profit target 1,5%, buffer risiko sektoral 1%. Hitung bunga optimal.
LangkahPerhitunganNilai
1. CoF(input)5,0%
2. Spread Oper (BOPO/aset prod.)Asumsi aset prod 80% aset; 75% × 0,806,0% × faktor = ~3,0%
3. EL (PD × LGD × EAD ÷ EAD)4% × 60%2,4%
4. Spread Profit(target ROE)1,5%
5. Buffer Risiko(input)1,0%
6. Bunga KMK UMKM5 + 3 + 2,4 + 1,5 + 1~12,9%
7. Bunga pasca-pajak (implisit)(margin pre-tax / (1−22%)) × asumsi~ (analisis sensitivity)
Bunga Optimal
~12,9%
Sekitar 13% — kompetitif untuk KMK UMKM; jika pasar menawarkan 11%, bank harus turunkan EL atau komponen lain

Elastisitas Permintaan Kredit & Pricing Power

Elastisitas permintaan menentukan apakah bank bisa pass-through cost ke debitur atau harus serap sendiri — prinsip pricing power.

Elastisitas Rendah (in-elastis)
  • Kredit esensial: KPR, working capital korporasi besar
  • Bank bisa pass-through kenaikan CoF ke debitur
  • Margin relatif stabil saat BI7DRR naik
Elastisitas Tinggi (elastis)
  • Kredit konsumer discretionary: KTA, multifinance
  • Bank serap sebagian kenaikan CoF; margin tertekan
  • Volume bergerak signifikan saat harga naik
Ed = %ΔQ / %ΔP · · · Profit Max: MR = MC → P(1 − 1/|Ed|) = MC
Bagian 2 · 2/4
Risk-Based Pricing
Diskusi kelas: apakah risk-based pricing adil? Debitur high-risk membayar lebih — apakah ini diskriminasi atau efisiensi pasar?

Hitung dari Nol: Risk-Based Pricing — KTA

Skenario: Bank XYZ menawarkan KTA Rp 30 jt, tenor 3 tahun, biaya operasional 3% aset. Cost of funds 5%, target profit 2%, buffer 1%. Dua segmen: (A) Low-risk PD 2%, LGD 50%; (B) High-risk PD 6%, LGD 60%. Hitung spread berbeda.
LangkahSegmen A (low-risk)Segmen B (high-risk)
1. CoF5,0%5,0%
2. Spread Oper3,0%3,0%
3. EL (PD×LGD)2%×50% = 1,0%6%×60% = 3,6%
4. Spread Profit2,0%2,0%
5. Buffer Risiko1,0%1,0%
6. Bunga optimal12,0%14,6%
7. Selisih+2,6% (kompensasi risiko)
Insight
+2,6%
Risk premium ekstra untuk high-risk — adil secara ekonomi, TAPI debitur high-risk cenderung in-elastis → margin bank sebenarnya lebih besar dari semestinya

Prime Rate, Benchmark & Spread Sektoral

Bank menetapkan prime rate sebagai anchor untuk pricing, dengan spread sektoral sebagai adjustment untuk profil risiko.

Prime Rate / Base Rate
  • Base rate = CoF + biaya oper + profit margin inti
  • Bank umum menerbitkan base rate bulanan (transparansi OJK)
  • Spread di atas base rate untuk risk premium
Spread Sektoral
  • Pertanian, perdagangan: spread tinggi (PD lebih tinggi)
  • Manufaktur eksportir: spread sedang
  • Consumer finance: spread sangat tinggi (cyclical)
BI menetapkan BI7DRR sebagai benchmark; SBN 10-thn sebagai risk-free anchor; bank menambah spread sesuai profil.
Bagian 3 · 3/4
Studi Kasus: Pricing Tiga Produk
Diskusi kelas: bandingkan pricing KTA konsumer, KMK korporasi, dan KUR subsidi. Mana yang paling efisien dari sudut pandang ekonomi? Mana yang paling beresiko?

Kasus: Pricing Tiga Produk Bank XYZ

Perbandingan pricing tiga produk bank besar Indonesia — menggambarkan trade-off margin, risiko, dan tujuan sosial.

DimensiKTA KonsumerKMK KorporasiKUR Subsidi
Bunga efektif~18-24%~9-11%~6% (subsidi)
PlafonRp 30-200 jtRp 5-500 MMaks Rp 100 jt
PD historis~5-8%~1-2%~3-4%
LGD~60-70% (tidak ada agunan)~30-40% (agunan)~50%
EL (PD×LGD)~3-5,6%~0,3-0,8%~1,5-2%
Margin setelah EL~12-18% (tebal)~7-10% (moderat)~3% (tipis, ditutup subsidi)
ElastisitasSedang (sensitif)Rendah (esensial)Tinggi (UMKM sensitif)
KTA paling profit tapi paling berisiko; KMK moderat; KUR tipis tapi mencapai tujuan sosial — trade-off klasik ekonomi manajerial.

Walkthrough: Pricing di Siklus Bisnis

Pricing bank harus adaptif terhadap siklus bisnis — strategi berbeda di ekspansi vs resesi.

Fase SiklusKebijakan PricingImplikasi Margin
Ekspansi (GDP > 5%)Naikkan bunga kredit perlahan, ekspansi ke segmen higher-riskMargin lebar; PD rendah
PuncakTahan harga, ketatkan scoring; kurangi segmen cyclicalMargin stabil; PD mulai naik
Kontraksi/ResesiNaikkan spread risk premium; kurangi volume cyclicalMargin tertekan; PD naik tajam
RecoveryTurunkan rate untuk capture demand; long-tail produkMargin pulih perlahan
Insight
Counter-cyclical Spread
Bank manajerial baik memperketat pricing di puncak (bukan ekspansi agresif) — disiplin counter-cyclical mencegah NPL meledak di resesi

Implikasi Pajak & Regulasi pada Pricing

Pricing bank harus mempertimbangkan dua pajak utama dan constraint regulasi.

Pajak
  • PPh Badan 22% — atas laba bank; mempengaruhi spread profit pre-tax
  • PPN 11% — atas fee-based (transfer, administrasi); bukan atas bunga
  • PPh Final 20% — atas bunga deposito; mempengaruhi cost of funds
Regulasi
  • POJK 06/2024 — batas maksimum suku bunga konsumer (KTA, kartu kredit)
  • BMPK — tidak langsung memengaruhi harga tapi volume
  • Transparansi pricing — base rate harus dipublikasi
PPh 22% adalah constraint langsung — untuk dapat margin after-tax 1%, bank butuh pre-tax 1/0,78 = 1,28%.
Bagian 4 · 4/4
Kesimpulan & Persiapan P5
Diskusi kelas: dari semua kerangka hari ini, satu hal apa yang akan Anda terapkan untuk mengevaluasi pricing di institusi Anda?

Ringkasan Pertemuan 4 + Persiapan P5

Pesan 1
Cost-Plus Pricing = 5 komponen: CoF + Oper + EL + Profit + Buffer
Pesan 2
Elastisitas menentukan pricing power — in-elastis = pass-through, elastis = serap sendiri
Pesan 3
Risk-based pricing = best practice; pricing harus adaptif terhadap siklus bisnis

PPh 22% adalah pajak utama atas laba bank; PPN 11% atas fee-based.

Persiapan P5: baca Koch-MacDonald (2014) Bab 13 struktur biaya bank; baca laporan tahunan bank Anda, identifikasi struktur biaya. Kuis 10 menit di awal P5 — cakupan 5 komponen Cost-Plus Pricing + elastisitas.

Daftar Pustaka & Regulasi

Buku Utama
  • Koch, T. W., & MacDonald, S. S. (2014). Bank Management. Cengage. Bab 12-13.
  • Rose, P. S., & Hudgins, S. C. (2010). Bank Management. McGraw-Hill. Bab 12.
  • Sinkey, J. F. (2002). Commercial Bank Financial Management. (Risk-based pricing)
Regulasi Indonesia
  • POJK 06/2024 — Batas Maksimum Suku Bunga Konsumer
  • POJK 11/2016 — Manajemen Risiko (PD, LGD, EAD)
  • Surat Edaran BI — Penetapan prime lending rate
  • OJK — Publikasi base rate bank (bulanan)