stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Struktur Pasar Perbankan & Persaingan
RPS minggu 3 · 2x50 menit · Konsentrasi Risiko

Struktur Pasar Perbankan & Persaingan

Ekonomi Manajerial Lembaga Keuangan — Magister Manajemen FEB UNDIP

Sub-CPMK 3 & Indikator Capaian

Sub-CPMK 3: menganalisis struktur pasar perbankan dan implikasinya bagi keputusan strategis bank. Empat indikator yang harus dikuasai.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Empat tipe struktur pasar: perfect, monopolistic, oligopoly, monopoly
  • Indikator konsentrasi: CR4, CR8, HHI (Herfindahl-Hirschman Index)
  • Peta perbankan Indonesia: BUK, BPD, BPR, BSI
Jam ke-2 (50 menit)
  • Model Cournot vs Bertrand: persaingan kuantitas vs harga
  • Persaingan fintech & bank digital: disruptive vs incremental
  • Kasus BSI konsolidasi: syariah + efisiensi + implikasi pasar
Kuis 10 menit di awal: tiga sumber dana bank + constraint CAR/LCR dari P2.

Mengapa Struktur Pasar Bank Berbeda?

Empat karakteristik membuat pasar perbankan cenderung konsentratif meski tanpa regulasi eksplisit.

CR4 Perbankan RI
~52%
Saham 4 bank terbesar (BCA, Mandiri, BRI, BNI) terhadap total aset (OJK ~2024)
HHI (Indeks Herfindahl)
~900-1000
Perbankan RI = pasar "moderately concentrated" (DOJ USA: <1500)
Empat pendorong konsentrasi: skala ekonomi, jaringan cabang, perizinan ketat, trust brand & asuransi simpanan.
Bagian 1 · 1/4
Empat Tipe Struktur Pasar & Bank
Diskusi kelas: jika Anda manajer bank kecil, di segmen mana Anda masih bisa bersaing dengan bank besar — debitur korporasi besar, UMKM, atau konsumer?

Empat Tipe Struktur Pasar (Review Singkat)

Sebagai mahasiswa S2, kita review cepat dan langsung ke implikasi perbankan.

TipeJumlah PenjualImplikasi untuk Perbankan
Perfect competitionBanyak, produk homogenTidak ada di perbankan — produk terlalu terdiferensiasi
Monopolistic competitionBanyak, terdiferensiasiBank ritel kecil, BPR — diferensiasi lokal/layanan
OligopolySedikit, saling bergantungBank umum besar Indonesia — CR4 ~52%
MonopolySatu penjualTidak ada — regulasi mencegah; PT POS dulu di giro
Perbankan RI = oligopoly dengan fringe monopolistic competition (BPR, BPD); struktur ini stabil karena barrier to entry tinggi.

Indikator Konsentrasi: CR4 & HHI

Dua indikator kuantitatif yang dipakai regulator untuk mengukur konsentrasi pasar.

CRn = Σ si (i=1..n) · · · HHI = Σ si² (si = pangsa pasar %)
Pangsa 4 Bank Besar (ilustratif)Perhitungan CR4Perhitungan HHI
BCA: 16%16% + ...16² = 256
Mandiri: 15%+ 15%+ 15² = 225
BRI: 13%+ 13%+ 13² = 169
BNI: 8%+ 8% = 52%+ 8² = 64 (subtotal 4 bank: 714)
Sisanya (~100 bank kecil)(di luar CR4)+ sisa² ≈ ~200-300
Total HHI~900-1000 (moderately concentrated)
DOJ USA: HHI < 1500 = competitive; 1500-2500 = moderately; > 2500 = highly concentrated. Indonesia = moderately concentrated → perlu dipantau merger.

Hitung dari Nol: Pasca-Merger HHI BSI

Skenario: Sebelum konsolidasi BSI, pangsa pasar bank syariah: BSI (pre-merger BRI Syariah) ~2%, Mandiri Syariah ~2%, BNI Syariah ~1%, lainnya ~5%. Hitung HHI sebelum vs sesudah merger tiga bank menjadi satu entitas BSI dengan pangsa pasar gabungan ~5%.
LangkahPerhitunganNilai
1. HHI pre-merger (3 bank + lain)2² + 2² + 1² + Σ lain9 + Σ lain²
2. Σ lain² (asumsi ~30 bank @~0,17%)30 × 0,17²~0,9 (dibulatkan)
3. HHI pre-merger (perbankan syariah)9 + 0,9~10 (rendah, kompetitif)
4. HHI post-merger5² + 0,925 + 0,9 = ~26
5. ΔHHI26 − 10+16 (naik signifikan)
6. InterpretasiHHI pasca-merger ~26Tetap <1500 (masih kompetitif keseluruhan industri syariah)
Kesimpulan
ΔHHI = +16
Merger BSI menaikkan konsentrasi industri syariah tetapi tidak mencapai threshold monopoli — trade-off: skala efisiensi vs konsentrasi
Bagian 2 · 2/4
Model Persaingan Oligopoli Bank
Diskusi kelas: di bank tempat Anda bekerja, keputusan pricing KMK lebih mirip model Cournot (kuantitas) atau Bertrand (harga)? Mengapa?

Model Cournot vs Bertrand di Perbankan

Dua model oligopoli klasik memberi lensa berbeda untuk perilaku strategis bank.

Model Cournot (Kuantitas)
  • Bank memilih kuantitas (volume kredit)
  • Harga (suku bunga) determinan dari total supply
  • Relevan: kapasitas cadangan bank, alokasi modal
  • Contoh: bank alokasi modal ke segmen mikro berdasarkan kapasitas
Model Bertrand (Harga)
  • Bank memilih harga (suku bunga)
  • Konsumen pilih yang termurah (asumsi homogen)
  • Relevan: KMK korporasi, deposito
  • Hasil: harga turun ke MC → kompetisi tajam
Praktik perbankan: hibrid — bank berkompetisi harga (Bertrand) untuk memenangkan deal, tapi terikat kapasitas (Cournot) untuk volume.

Hitung dari Nol: Duopoli Cournot — Pasar KMK 2 Bank

Skenario: Pasar KMK korporasi didominasi 2 bank. Permintaan pasar: P = 12% − 0,0001·Q (P = suku bunga %, Q = total kredit Rp miliar). Marginal cost masing-masing bank = 4% (cost of funds + biaya). Hitung ekuilibrium Cournot vs Bertrand.
LangkahPerhitunganNilai
1. Reaksi Bank 1 (Cournot)MR1 = MC → 12 − 0,0002q1 − 0,0001q2 = 4q1 = (8 − 0,0001·q2)/0,0002
2. Simetri (q1=q2=q)q = (8 − 0,0001q)/0,0002q* = 26.667 (per bank)
3. Total Q Cournot2 × 26.66753.333 (Rp M)
4. Harga CournotP = 12 − 0,0001 × 53.333~6,67%
5. Bertrand: harga → MCP = MCP = 4% (kompetisi penuh)
6. Selisih markup Cournot-Bertrand6,67 − 4~2,67% (market power)
Insight
~2,67%
Selisih = market power Cournot vs Bertrand; di oligopoli bank, kompetisi kuantitas memberi margin di atas kompetisi harga murni

Barrier to Entry di Perbankan Indonesia

Lima barrier to entry yang membuat oligopoli perbankan Indonesia stabil meski tanpa regulasi eksplisit.

Barrier 1
Modal minimum — BUK baru butuh Rp 2 T (POJK); bank digital Rp 10 T (akses digital)
Barrier 2
Jaringan cabang — replikasi ribuan cabang HIMBARARA butuh puluhan tahun
Barrier 3
Lisensi & compliance — perizinan OJK ketat, APUPT-PML, regulasi prudensial
Barrier 4
Trust brand — bank baru sulit meyakinkan deposan untuk simpan Rp 100 jt+ tanpa track record
Barrier 5
Sunk cost IT — investasi core banking system, cybersecurity, data center butuh ratusan miliar
Inilah mengapa bank digital baru seperti SeaBank, Allo Bank harus masuk via akuisisi bank eksisting, bukan lisensi baru.
Bagian 3 · 3/4
Fintech, Bank Digital & Konsolidasi BSI
Diskusi kelas: apakah kehadiran SeaBank/Jenius/Allo mengancam oligopoli bank besar, atau justru menguatkan karena fintech tetap butuh bank sebagai sumber dana?

Kasus: Bank Digital & Disrupsi Pasar

Bank digital mengubah dinamika persaingan ritel dengan model bisnis tanpa cabang fisik dan teknologi customer acquisition yang agresif.

DimensiBank TradisionalBank Digital
JaringanRibuan cabang0-5 cabang, app-based
Akuisisi nasabahSales force, iklan TVCashback, voucher Gojek/Tokopedia
CASA ratio~50-60%~80-90% (mayoritas tabungan)
Cost of funds~2-4%~1-2% (DPK sangat murah)
Segmen dominanKorporasi + ritelKonsumer, milenial, UMKM mikro
Margin NIM~4-5%~6-8% (kompensasi PD konsumer)
Bank digital mengancam di segmen konsumer, tapi tidak di korporasi (butuh relationship manager) dan kompleksitas produk.

Walkthrough: Konsolidasi BSI & Implikasi Pasar

Merger BSI (BRI Syariah + Mandiri Syariah + BNI Syariah) pada 2021 adalah studi kasus konsolidasi perbankan terbesar di Indonesia.

DimensiPre-Merger (3 bank)Post-Merger BSI
Total aset~Rp 150 T gabungan~Rp 300 T+ (~2024)
CabangTersebar tumpang tindihRasionalisasi: efisiensi
Pangsa pasar syariah~5% terbagi 3~50%+ pasar bank syariah
BOPO~80-85% (tidak efisien)~70-75% (skala ekonomi)
Brand & IT3 brand, 3 sistem ITSatu brand, satu sistem (efisiensi sunk cost)
Trade-off
Efisiensi vs Konsentrasi
BSI jadi pemain dominan syariah (efisiensi skala), tapi pasar syariah lebih terkonsentrasi → regulator harus jaga persaingan

Persaingan Asimetris: Fintech Lending vs Bank

P2P lending tumbuh cepat tetapi belum mengancam bank di skala besar — regulasi dan akses dana masih jadi penghalang.

Keunggulan Fintech
  • Underwriting berbasis alternatif data (e-commerce, sosmed)
  • Approval cepat (menit vs minggu bank)
  • UX superior (mobile-first)
Kelemahan Fintech
  • Cost of funds tinggi (tanpa DPK, hanya equity)
  • Tidak ada asuransi simpanan LPS
  • Tidak ada akses likuiditas BI (lender of last resort)
Fintech unggul di segmen under-served (pinjaman kecil <Rp 50 jt) — bank tetap dominan di atas Rp 100 jt.
Bagian 4 · 4/4
Kesimpulan & Persiapan P4
Diskusi kelas: jika Anda manajer bank kecil daerah, strategi apa yang akan Anda pilih — bertahan di segmen existing, atau pivot ke niche fintech-style?

Ringkasan Pertemuan 3 + Persiapan P4

Pesan 1
Perbankan RI = oligopoli dengan CR4 ~52%, HHI ~900-1000 — moderately concentrated
Pesan 2
Model Cournot (kuantitas) vs Bertrand (harga) — pilih strategi sesuai struktur pasar
Pesan 3
Konsolidasi (BSI) = trade-off efisiensi vs konsentrasi; fintech = asimetris per segmen

Strategi bank kecil: diferensiasi & niche; bank besar: skala & efisiensi.

Persiapan P4: baca Rose-Hudgins (2010) Bab 12 pricing loans; siapkan satu contoh pricing KMK di institusi Anda. Kuis singkat 10 menit di awal P4 — cakupan CR4, HHI, dua model oligopoli.

Daftar Pustaka & Regulasi Terkait

Buku & Teori
  • Tirole, J. (1988). The Theory of Industrial Organization. MIT Press. (Cournot, Bertrand)
  • Rose, P. S., & Hudgins, S. C. (2010). Bank Management. McGraw-Hill. Bab 4-5.
  • Cabral, L. (2017). Introduction to Industrial Organization. (HHI, merger analysis)
Regulasi & Data Indonesia
  • UU 4/2023 Pengembangan & Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK)
  • POJK 12/2020 Konsolidasi Perbankan
  • OJK — SPI bulanan (data CR4, pangsa pasar bank syariah)
  • KPPU — panduan analisis merger perbankan