Skenario: Sebelum konsolidasi BSI, pangsa pasar bank syariah: BSI (pre-merger BRI Syariah) ~2%, Mandiri Syariah ~2%, BNI Syariah ~1%, lainnya ~5%. Hitung HHI sebelum vs sesudah merger tiga bank menjadi satu entitas BSI dengan pangsa pasar gabungan ~5%.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. HHI pre-merger (3 bank + lain)
2² + 2² + 1² + Σ lain
9 + Σ lain²
2. Σ lain² (asumsi ~30 bank @~0,17%)
30 × 0,17²
~0,9 (dibulatkan)
3. HHI pre-merger (perbankan syariah)
9 + 0,9
~10 (rendah, kompetitif)
4. HHI post-merger
5² + 0,9
25 + 0,9 = ~26
5. ΔHHI
26 − 10
+16 (naik signifikan)
6. Interpretasi
HHI pasca-merger ~26
Tetap <1500 (masih kompetitif keseluruhan industri syariah)
Kesimpulan
ΔHHI = +16
Merger BSI menaikkan konsentrasi industri syariah tetapi tidak mencapai threshold monopoli — trade-off: skala efisiensi vs konsentrasi
Bagian 2 · 2/4
Model Persaingan Oligopoli Bank
Diskusi kelas: di bank tempat Anda bekerja, keputusan pricing KMK lebih mirip model Cournot (kuantitas) atau Bertrand (harga)? Mengapa?
Model Cournot vs Bertrand di Perbankan
Dua model oligopoli klasik memberi lensa berbeda untuk perilaku strategis bank.
Model Cournot (Kuantitas)
Bank memilih kuantitas (volume kredit)
Harga (suku bunga) determinan dari total supply
Relevan: kapasitas cadangan bank, alokasi modal
Contoh: bank alokasi modal ke segmen mikro berdasarkan kapasitas
Model Bertrand (Harga)
Bank memilih harga (suku bunga)
Konsumen pilih yang termurah (asumsi homogen)
Relevan: KMK korporasi, deposito
Hasil: harga turun ke MC → kompetisi tajam
Praktik perbankan: hibrid — bank berkompetisi harga (Bertrand) untuk memenangkan deal, tapi terikat kapasitas (Cournot) untuk volume.
Hitung dari Nol: Duopoli Cournot — Pasar KMK 2 Bank
Skenario: Pasar KMK korporasi didominasi 2 bank. Permintaan pasar: P = 12% − 0,0001·Q (P = suku bunga %, Q = total kredit Rp miliar). Marginal cost masing-masing bank = 4% (cost of funds + biaya). Hitung ekuilibrium Cournot vs Bertrand.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Reaksi Bank 1 (Cournot)
MR1 = MC → 12 − 0,0002q1 − 0,0001q2 = 4
q1 = (8 − 0,0001·q2)/0,0002
2. Simetri (q1=q2=q)
q = (8 − 0,0001q)/0,0002
q* = 26.667 (per bank)
3. Total Q Cournot
2 × 26.667
53.333 (Rp M)
4. Harga Cournot
P = 12 − 0,0001 × 53.333
~6,67%
5. Bertrand: harga → MC
P = MC
P = 4% (kompetisi penuh)
6. Selisih markup Cournot-Bertrand
6,67 − 4
~2,67% (market power)
Insight
~2,67%
Selisih = market power Cournot vs Bertrand; di oligopoli bank, kompetisi kuantitas memberi margin di atas kompetisi harga murni
Barrier to Entry di Perbankan Indonesia
Lima barrier to entry yang membuat oligopoli perbankan Indonesia stabil meski tanpa regulasi eksplisit.
Barrier 1
Modal minimum — BUK baru butuh Rp 2 T (POJK); bank digital Rp 10 T (akses digital)
Barrier 2
Jaringan cabang — replikasi ribuan cabang HIMBARARA butuh puluhan tahun
Trust brand — bank baru sulit meyakinkan deposan untuk simpan Rp 100 jt+ tanpa track record
Barrier 5
Sunk cost IT — investasi core banking system, cybersecurity, data center butuh ratusan miliar
Inilah mengapa bank digital baru seperti SeaBank, Allo Bank harus masuk via akuisisi bank eksisting, bukan lisensi baru.
Bagian 3 · 3/4
Fintech, Bank Digital & Konsolidasi BSI
Diskusi kelas: apakah kehadiran SeaBank/Jenius/Allo mengancam oligopoli bank besar, atau justru menguatkan karena fintech tetap butuh bank sebagai sumber dana?
Kasus: Bank Digital & Disrupsi Pasar
Bank digital mengubah dinamika persaingan ritel dengan model bisnis tanpa cabang fisik dan teknologi customer acquisition yang agresif.
Dimensi
Bank Tradisional
Bank Digital
Jaringan
Ribuan cabang
0-5 cabang, app-based
Akuisisi nasabah
Sales force, iklan TV
Cashback, voucher Gojek/Tokopedia
CASA ratio
~50-60%
~80-90% (mayoritas tabungan)
Cost of funds
~2-4%
~1-2% (DPK sangat murah)
Segmen dominan
Korporasi + ritel
Konsumer, milenial, UMKM mikro
Margin NIM
~4-5%
~6-8% (kompensasi PD konsumer)
Bank digital mengancam di segmen konsumer, tapi tidak di korporasi (butuh relationship manager) dan kompleksitas produk.
Walkthrough: Konsolidasi BSI & Implikasi Pasar
Merger BSI (BRI Syariah + Mandiri Syariah + BNI Syariah) pada 2021 adalah studi kasus konsolidasi perbankan terbesar di Indonesia.
Dimensi
Pre-Merger (3 bank)
Post-Merger BSI
Total aset
~Rp 150 T gabungan
~Rp 300 T+ (~2024)
Cabang
Tersebar tumpang tindih
Rasionalisasi: efisiensi
Pangsa pasar syariah
~5% terbagi 3
~50%+ pasar bank syariah
BOPO
~80-85% (tidak efisien)
~70-75% (skala ekonomi)
Brand & IT
3 brand, 3 sistem IT
Satu brand, satu sistem (efisiensi sunk cost)
Trade-off
Efisiensi vs Konsentrasi
BSI jadi pemain dominan syariah (efisiensi skala), tapi pasar syariah lebih terkonsentrasi → regulator harus jaga persaingan
Persaingan Asimetris: Fintech Lending vs Bank
P2P lending tumbuh cepat tetapi belum mengancam bank di skala besar — regulasi dan akses dana masih jadi penghalang.
Keunggulan Fintech
Underwriting berbasis alternatif data (e-commerce, sosmed)
Approval cepat (menit vs minggu bank)
UX superior (mobile-first)
Kelemahan Fintech
Cost of funds tinggi (tanpa DPK, hanya equity)
Tidak ada asuransi simpanan LPS
Tidak ada akses likuiditas BI (lender of last resort)
Fintech unggul di segmen under-served (pinjaman kecil <Rp 50 jt) — bank tetap dominan di atas Rp 100 jt.
Bagian 4 · 4/4
Kesimpulan & Persiapan P4
Diskusi kelas: jika Anda manajer bank kecil daerah, strategi apa yang akan Anda pilih — bertahan di segmen existing, atau pivot ke niche fintech-style?
Ringkasan Pertemuan 3 + Persiapan P4
Pesan 1
Perbankan RI = oligopoli dengan CR4 ~52%, HHI ~900-1000 — moderately concentrated
Pesan 2
Model Cournot (kuantitas) vs Bertrand (harga) — pilih strategi sesuai struktur pasar
Pesan 3
Konsolidasi (BSI) = trade-off efisiensi vs konsentrasi; fintech = asimetris per segmen
Strategi bank kecil: diferensiasi & niche; bank besar: skala & efisiensi.
Persiapan P4: baca Rose-Hudgins (2010) Bab 12 pricing loans; siapkan satu contoh pricing KMK di institusi Anda. Kuis singkat 10 menit di awal P4 — cakupan CR4, HHI, dua model oligopoli.
Daftar Pustaka & Regulasi Terkait
Buku & Teori
Tirole, J. (1988). The Theory of Industrial Organization. MIT Press. (Cournot, Bertrand)
Rose, P. S., & Hudgins, S. C. (2010). Bank Management. McGraw-Hill. Bab 4-5.
Cabral, L. (2017). Introduction to Industrial Organization. (HHI, merger analysis)
Regulasi & Data Indonesia
UU 4/2023 Pengembangan & Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK)
POJK 12/2020 Konsolidasi Perbankan
OJK — SPI bulanan (data CR4, pangsa pasar bank syariah)