stdsquare²
Kelas
stdsquare / Kelas / Ekonomi Manajerial Lembaga Keuangan / Pertemuan 2: Permintaan-Penawaran Dana …
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
RPS minggu 2 · 2x50 menit · Konsentrasi Risiko

Permintaan-Penawaran Dana & Mekanisme Intermediasi

Ekonomi Manajerial Lembaga Keuangan — Magister Manajemen FEB UNDIP

Sub-CPMK 2 & Peta Pembelajaran

Sub-CPMK 2: menganalisis mekanisme permintaan-penawaran dana dalam fungsi intermediasi lembaga keuangan. Empat indikator capaian yang harus dikuasai.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Permintaan dana bank: sumber, elastisitas, biaya
  • Penawaran kredit: fungsi penawaran, alokasi modal, constraint
  • Ekuilibrium suku bunga kredit & interaksi dengan BI7DRR
Jam ke-2 (50 menit)
  • Fungsi intermediasi: transformasi maturity, risiko, skala
  • Margin intermediation spread (bank margin)
  • Kasus: KUR subsidi vs KMK pasar — implikasi efisiensi intermediasi
Kuis 10 menit di awal: definisi ekonomi manajerial + 6 pilar keputusan bank dari P1.

Mengapa Intermediasi Bank Masih Relevan di Era Fintech?

Meski fintech dan P2P lending tumbuh cepat, perbankan masih mendominasi intermediasi di Indonesia — empat alasan ekonomi.

Pangsa Pasar Bank
~80%+
dari total pembiayaan sektor finansial RI (OJK ~Des 2024)
Dana Pihak Ketiga
~Rp 8.500 T
Total DPK perbankan RI — sumber dana intermediasi
Bank tetap dominan karena: (1) jaringan cabang & trust, (2) transformasi maturity, (3) asuransi simpanan LPS, (4) akses likuiditas BI.
Bagian 1 · 1/4
Permintaan & Penawaran Dana Bank
Diskusi kelas: jika BI menaikkan BI7DRR 25 bps, bagaimana bank tempat Anda bekerja menyesuaikan suku bunga deposito dan kredit? Apakah respons simetris atau asimetris?

Permintaan Dana: DPK, BI, Pasar Uang

Bank menghimpun dana dari tiga sumber utama dengan struktur biaya dan stabilitas berbeda.

1 · Dana Pihak Ketiga
  • Giro, tabungan, deposito — sumber utama (~80% dana bank)
  • CASA (giro+tabungan) murah tapi mudah kabur
  • Biaya ~2-4% (tergantung CASA ratio)
2 · Pinjaman BI & Interbank
  • Fasilitas BI: term repo, intraday
  • PUAB: JIBOR tenor O/N, 1M, 3M
  • Biaya ~BI7DRR + spread
3 · Surat Berharga
  • Sertifikat bank, obligasi subordinasi
  • Eurobond (untuk bank besar)
  • Biaya ~6-8% (lebih mahal, tenor panjang)
Komposisi sumber dana menentukan cost of funds & fleksibilitas manajemen likuiditas bank.

Coba Sendiri: Keseimbangan Pasar Dana

Geser kurva permintaan dan penawaran dana bank untuk temukan titik ekuilibrium suku bunga — basis analisis bagaimana BI7DRR menggeser keseimbangan pasar intermediasi.

Penawaran Kredit: Fungsi & Constraint

Bank tidak bebas menyalurkan kredit sebanyak yang menguntungkan — tiga constraint mengikat.

Constraint Modal
  • CAR ≥ 8% (POJK 11/2016 dkk.) — ATMR tumbuh tak boleh melebihi 12,5× modal
  • Bobot risiko: korporasi 100%, KPR 50%, SUN 0%
Constraint Likuiditas & BMPK
  • LCR ≥ 100%, NSFR ≥ 100% — buffer aset likuid berkualitas tinggi
  • BMPK: kredit ke satu debitur maks 30% modal; sektor terkonsentrasi dibatasi
$\text{CAR} = \frac{\text{Modal}}{\text{ATMR}} \geq 8\% \quad;\quad \text{NIM} = \frac{\text{Pendapatan bunga} - \text{Beban bunga}}{\text{Aset produktif}}$

Eksplorasi interaktif: Bank Spread & NIM dan CAR-RWA Calculator.

Hitung dari Nol: Capacity to Lend dengan Constraint CAR

Skenario: Bank XYZ punya modal inti Rp 12 triliun, CAR saat ini 24% (ATMR = Rp 50 T). Direksi menargetkan tambahan penyaluran Rp 8 T ke segmen UMKM (bobot 100%). Apakah CAR masih memenuhi minimum 8% pasca-ekspansi?
LangkahPerhitunganNilai
1. ATMR awalModal / CAR = 12 / 24%Rp 50.000 M
2. Tambahan ATMR UMKMRp 8 T × 100%Rp 8.000 M
3. ATMR baru50.000 + 8.000Rp 58.000 M
4. CAR baru12.000 / 58.00020,7%
5. Cek minimum20,7% > 8%?AMAN (jauh di atas min)
6. Buffer modal(20,7% − 8%) × Rp 58 T~Rp 7,4 T (ruang ekspansi lagi)
Implikasi
CAR 20,7%
Jauh di atas min 8%; bank bisa lanjutkan ekspansi, TAPI pertimbangkan cyclicality UMKM di krisis (risk-weight bisa naik)

Coba Sendiri: Kalkulator CAR & ATMR

Hitung sendiri bagaimana komposisi portofolio kredit dengan bobot risiko berbeda (UMKM 100%, KPR 50%, SBN 0%) memengaruhi ATMR dan CAR akhir bank.

Bagian 2 · 2/4
Fungsi Intermediasi & Margin
Diskusi kelas: margin intermediasi bank Indonesia ~5% lebih tinggi dari Singapura/Malaysia (~2%). Apakah ini inefisiensi atau kompensasi risiko yang legitimate?

Empat Fungsi Intermediasi Bank

Bank bukan sekadar perantara — empat fungsi transformasi adalah justifikasi ekonomi keberadaannya.

Fungsi 1 & 2
  • Transformasi maturity — simpanan short-term → kredit long-term (KPR 10 thn)
  • Transformasi risiko — deposan low-risk, kredit higher-risk; bank serap selisihnya
Fungsi 3 & 4
  • Transformasi skala — agregasi banyak simpanan kecil → kredit besar
  • Pool & diversifikasi risiko — Markowitz: portfolio kredit lebih efisien dari individual
Empat fungsi inilah yang menjelaskan margin intermediation — bukan inefisiensi murni, tetapi compensation for risk & transformation services.

Hitung dari Nol: Spread Intermediasi Bank

Skenario: Bandingkan spread intermediasi tiga bank (data ilustratif ~2024): BCA (korporasi), BRI (UMKM/ritel), Bank Daerah X (konsentrasi DPK). Hitung NIM, biaya dana, dan interpretasi.
BankYield AsetCost of FundsNIM (spread)
BCA~7,5%~2,0%~5,5%
BRI~10,5%~3,5%~7,0%
Bank Daerah X~9,0%~4,5%~4,5%
Interpretasi: NIM BRI tinggi karena yield UMKM tinggi (kompensasi risiko) — bukan inefisiensi; NIM BCA didukung CASA sangat murah (cost 2%); Bank Daerah punya cost dana tinggi karena DPK mahal (tabungan dasaar/minat institusi).
Langkah KalkulasiRumusContoh BRI
1. Pendapatan bungaAset produktif × yieldA × 10,5%
2. Beban bungaDana × costD × 3,5%
3. Laba bunga neto(1) − (2)A×10,5% − D×3,5%
4. NIM(3) / Aset produktif~7,0% (asumsi D/A~0,85)
Kesimpulan
Spread = Risk Premium
NIM BRI yang tinggi bukan inefisiensi — kompensasi legitimate untuk PD UMKM lebih tinggi

Coba Sendiri: Spread Intermediasi & NIM

Bandingkan cost of funds, yield aset, dan beban risiko tiga bank untuk memahami mengapa NIM tinggi tidak selalu berarti inefisiensi.

Mekanisme Transmisi Moneter di Bank

Bagaimana kenaikan BI7DRR ditransmisikan ke bunga kredit dan akhirnya volume kredit? Empat saluran utama.

Saluran 1 & 2
  • Saluran suku bunga — BI7DRR ↑ → bunga PUAB ↑ → cost of funds ↑ → bunga kredit ↑ → permintaan kredit ↓
  • Saluran kredit — tighter likuiditas → bank ke pinjaman → supply kredit turun
Saluran 3 & 4
  • Saluran nilai tukar — IDR depresiasi → inflasi impor → demand kredit sektor impor turun
  • Saluran ekspektasi — forward guidance BI → ekspektasi inflasi terjangkar
Di Indonesia, saluran suku bunga dan kredit paling kuat; saluran ekspektasi lemah karena inflasi expectations belum terjangkar baik.

Coba Sendiri: Rantai Transmisi Moneter

Geser BI7DRR dan amati bagaimana kebijakan moneter mengalir melalui cost of funds, lending rate, hingga volume kredit — dasar keputusan repricing ALCO bank.

Bagian 3 · 3/4
Studi Kasus: KUR Subsidi vs KMK Pasar
Diskusi kelas: apakah subsidi KUR bunga 6% merupakan distorsi pasar yang merugikan efisiensi intermediasi, atau intervensi yang legitimate untuk addressed market failure UMKM?

Kasus: KUR Subsidi vs KMK Pasar

Dua produk serupa (kredit UMKM) dengan mekanisme harga sangat berbeda — perbandingan menggambarkan trade-off subsidi vs pasar.

DimensiKUR SubsidiKMK UMKM Pasar
Suku bunga efektif6% (subsidi ~9%→6%)~14-18%
PlafonMaks Rp 100 jt (mikro), Rp 500 jt (kecil)Tidak dibatasi, risk-based
PenyalurBank HIMBARA (BRI, BNI, Mandiri, BTN)Semua bank umum
Margin bankTipis (~2-3%); pemerintah subsidiasi selisihTebal (~6-10%)
NPL historis~3-4% (TWP)~5-8% (sesungguhnya)
Rasionalitas ekonomiAddress adverse selection UMKM (cross-subsidy)Risk-based pricing murni
KUR adalah instrumen kebijakan yang sengaja distorsi pasar untuk alasan sosial-ekonomi — trade-off efisiensi vs inklusi keuangan.

Baca juga: Permintaan-Penawaran dan Capital Adequacy Ratio.

Walkthrough: Analisis Efisiensi Intermediasi Indonesia

Indikator efisiensi intermediasi: Net Interest Margin (NIM) vs persaingan; LDR (Loan-to-Deposit Ratio); dan economic contribution.

IndikatorRange IndonesiaBenchmark ASEANInterpretasi
NIM industri~4-5%~2-3% (SG, MY)Tinggi — risk premium vs inefisiensi?
LDR~80-95%~75-85%Aggressive — buffer likuiditas tipis
BOPO~70-80%~45-55%Tinggi — skala ekonomi lemah
CASA ratio~50-60%~30-50%Baik — sumber dana murah
Diagnosis
Mixed
NIM & BOPO tinggi (inefisiensi), tapi CASA kuat (efisiensi funding); agenda reformasi: konsolidasi perbankan untuk skala ekonomi

Dampak BI7DRR terhadap Keputusan ALCO

Saat BI7DRR bergerak, tim ALCO harus mengambil serangkaian keputusan simultan.

Keputusan 1
Repricing deposito — kapan naikkan? Simetris atau lag?
Keputusan 2
Repricing kredit — KMK fleksibel, KPR baru; existing dipertahankan?
Keputusan 3
Hedging — IRS untuk lock margin; duration gap ditambah/dikurangi
Bank dengan CASA tinggi lebih weathered terhadap kenaikan BI7DRR — biaya dana naik lebih lambat dari yield aset.
Bagian 4 · 4/4
Kesimpulan & Persiapan P3
Diskusi kelas: dari materi hari ini, satu hal apa yang paling ingin Anda terapkan di institusi Anda pekan depan?

Ringkasan Pertemuan 2

Pesan 1
Intermediasi = empat transformasi: maturity, risiko, skala, diversifikasi
Pesan 2
NIM bukan inefisiensi murni — kompensasi legitimate untuk risiko & fungsi transformasi
Pesan 3
Transmisi moneter: BI7DRR → cost of funds → bunga kredit → volume kredit (dengan lag)

Empat constraint penyaluran kredit: CAR, LCR, NSFR, BMPK — semuanya mengikat ekspansi.

Persiapan P3: baca Rose-Hudgins (2010) Bab 7 struktur pasar perbankan; siapkan satu contoh oligopoli/konsentrasi di sektor tempat Anda bekerja. Kuis singkat 10 menit di awal P3 — cakupan tiga sumber dana bank + constraint CAR/LCR.

Daftar Pustaka & Rujukan

Buku Utama
  • Froeb, L., McCann, B., Shor, M., & Ward, M. (2018). Managerial Economics (5th ed.). Cengage.
  • Rose, P. S., & Hudgins, S. C. (2010). Bank Management & Financial Services (8th ed.). McGraw-Hill.
  • Koch, T. W., & MacDonald, S. S. (2014). Bank Management (8th ed.). Cengage.
Rujukan Konteks Indonesia
  • OJK — Statistik Perbankan Indonesia (SPI) bulanan; data NIM, BOPO, CAR industri
  • BI — Kebijakan moneter, BI7DRR, operasi pasar terbuka
  • POJK 11/2016 (Penerapan Manajemen Risiko bagi BUK); POJK 18/2016 dkk. (CAR)
  • Akerlof, G. (1970). The Market for "Lemons". QJE.