‹ Daftar slidePertemuan 1: Pengantar Ekonomi Manajerial untuk Lembaga Keuangan
RPS minggu 1 · 2x50 menit · Konsentrasi Risiko
Pengantar Ekonomi Manajerial untuk Lembaga Keuangan
Ekonomi Manajerial Lembaga Keuangan — Magister Manajemen FEB UNDIP
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK 1: menjelaskan relevansi ekonomi manajerial bagi pengambilan keputusan lembaga keuangan. Empat indikator capaian yang harus Anda kuasai sebelum meninggalkan kelas.
Jam ke-1 (50 menit)
Definisi ekonomi manajerial (Froeb et al. 2018) & perbedaannya dari ekonomi positif
Mengapa konteks LK berbeda dari perusahaan non-finansial (neraca terbalik)
Margin analysis dalam keputusan pencairan kredit tambahan
Jam ke-2 (50 menit)
Enam pilar keputusan manajerial bank (harga, biaya, risiko, regulasi, pasar, informasi)
Asimetri informasi, adverse selection & moral hazard di kredit
Fungsi tujuan multi-objektif bank & peta 14 pertemuan
Posisi dalam alur semester: fondasi konseptual sebelum kita membahas intermediasi (P2), struktur pasar (P3), pricing (P4), hingga studi kasus terintegrasi (P14).
Mengapa Bank Butuh Ekonomi Manajerial?
Bank membuat ribuan keputusan mikro setiap hari — masing-masing adalah soal ekonomi manajerial yang dapat dianalisis sistematis dengan kerangka Froeb et al. (2018).
Regulasi prudensial mengikat keputusan ekspansi — constraint keras
Pertanyaan pemantik: bagaimana manajer bank memutuskan apakah menaikkan suku bunga KMK 25 bps atau menambah cabang? Ekonomi manajerial memberi kerangka berpikir sistematis.
Bagian 1 · 1/4
Apa itu Ekonomi Manajerial LK
Diskusi kelas: apakah keputusan manajer bank BCA menaikkan suku bunga deposito adalah keputusan ekonomi positif (deskriptif) atau normatif (membimbing tindakan)? Mengapa?
Definisi Ekonomi Manajerial (Froeb et al. 2018)
Ekonomi manajerial adalah penerapan teori ekonomi dan metodologi kuantitatif untuk mengambil keputusan bisnis yang rasional, dengan tujuan memecahkan masalah praktis. (adaptasi Froeb, McCann, Shor & Ward, 2018, Bab 1)
Prinsip 1
Problem-solving bukan teori murni — memecahkan masalah konkret: "berapa bunga KTA optimal?"
Prinsip 2
Marginal analysis — keputusan di margin: bandingkan biaya marjinal vs pendapatan marjinal
Prinsip 3
Goal-oriented — semua keputusan terikat ke tujuan eksplisit (profit, nilai pemegang saham)
Keputusan Manajerial sebagai Problem-Solving
Froeb et al. (2018) merumuskan keputusan manajerial dalam tiga langkah sistematis yang akan kita pakai sepanjang semester.
Langkah 1 · Identifikasi
Sebutkan minimal 2 alternatif eksplisit
Contoh: "naikkan KMK 25 bps" vs "pertahankan, gesegmen lebih aman"
Langkah 2 · Prediksi
Pakai teori ekonomi + data untuk proyeksi outcome
Elastisitas permintaan → volume; duration gap → dampak suku bunga
Langkah 3 · Pilih
Pilih alternatif dengan nilai tertinggi terhadap tujuan
Pertimbangkan trade-off profitabilitas vs stabilitas vs kepatuhan
Mengapa Konteks Lembaga Keuangan Berbeda
Bank bukan perusahaan biasa — empat perbedaan struktural mengubah seluruh kalkulasi ekonomi manajerial.
Perbedaan 1 & 2
Neraca terbalik — simpanan = liabilitas, kredit = aset; likuiditas adalah soal hidup-mati
Regulasi prudensial — CAR, LCR, GWM adalah constraint keras, bukan variabel bebas
Perbedaan 3 & 4
Risiko sistemik — kegagalan satu bank bisa memicu bank run contagion → eksternalitas negatif
Asimetri informasi dua arah — bank tidak tahu kualitas debitur; nasabah tidak tahu kesehatan bank
Inilah mengapa kerangka ekonomi manajerial S1 (untuk perusahaan non-finansial) tidak bisa langsung diterapkan tanpa modifikasi.
Hitung dari Nol: Margin Analysis Pencairan Kredit Tambahan
Skenario: Bank XYZ punya dana menganggur Rp 100 miliar (cost of funds 6%). Ditungkan dua opsi: (A) Salurkan sebagai kredit korporasi BB+ dengan bunga 11%, expected loss 2%, biaya operasional marjinal 0,5%; (B) Beli SUN 10-thn yield ~6,8% (risk-free, no provisioning). Pajak PPh Badan 22%.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Pendapatan bunga (A)
Rp 100 M × 11%
Rp 11.000.000.000
2. Beban dana
Rp 100 M × 6%
Rp 6.000.000.000
3. Expected loss
Rp 100 M × 2%
Rp 2.000.000.000
4. Biaya op marjinal
Rp 100 M × 0,5%
Rp 500.000.000
5. Laba stl pajak (A)
(11 − 6 − 2 − 0,5) × (1 − 22%) = 2,5 × 0,78
Rp 1.950.000.000
6. Laba stl pajak (B) SUN
(6,8 − 6,0) × 0,78 = 0,8 × 0,78
Rp 624.000.000
7. Rasio A/B
1.950 ÷ 624
~3,1× (kredit menang)
Kesimpulan
~3,1×
Opsi kredit menang tipis rupiah; TAPI konsumsi modal: ATMR kredit bobot 100% vs SUN 0% — trade-off profit vs modal adalah inti RAROC (P10)
Bagian 2 · 2/4
Enam Pilar Keputusan Manajerial Bank
Diskusi kelas: di bank tempat Anda bekerja, pilar mana yang paling sering mendominasi rapat ALCO atau komite kredit? Harga, biaya, risiko, regulasi, pasar, atau informasi?
Enam Pilar Keputusan Manajerial Bank
Setiap keputusan manajerial bank dapat dipetakan ke enam pilar yang saling berinteraksi — bukan terpisah, melainkan simultan.
Pilar 1 · 2 · 3
Harga — suku bunga kredit/deposito, fee; elastisitas permintaan menentukan optimal price
Biaya — cost of funds, BOPO, skala ekonomi; struktur biaya menentukan margin floor
Risiko — kredit, likuiditas, suku bunga, operasional; trade-off risiko-imbal hasil
Pilar 4 · 5 · 6
Regulasi — CAR, LCR, GWM, BMPK; constraint keras yang membatasi ruang keputusan
Pasar — oligopoli perbankan RI, konsentrasi, persaingan fintech
Informasi — asimetri informasi, credit scoring, big data, CBS
Asimetri Informasi & Adverse Selection di Kredit
Asimetri informasi (Akerlof 1970) adalah inti dari mengapa bank punya struktur keputusan seperti yang kita lihat — bukan tradisi, tetapi alat ekonomi.
Sebelum Kontrak
Adverse selection — debitur berisiko paling tertarik pada bunga tinggi
Moral hazard — debitur cenderung ambil risiko lebih besar setelah kredit cair
Solusi bank: monitoring, covenant DAR/DSCR, jaminan tambahan
Inilah mengapa bank punya 5C, scoring, agunan, dan covenant — bukan tradisi, tetapi alat ekonomi untuk mitigasi asimetri informasi.
Hitung dari Nol: Adverse Selection — Screening via Pricing
Skenario: Bank XYZ evaluasi dua strategi pricing KTA. (A) Flat 18% untuk semua → ditarik 60% debitur berisiko (PD 8%) + 40% aman (PD 2%). (B) Risk-based 14% low-risk + 22% high-risk. Pinjaman rata-rata Rp 20 juta, LGD 60%, biaya operasional 2%.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. PD campuran (A)
0,60 × 8% + 0,40 × 2%
5,6%
2. EL per debitur (A)
5,6% × 60% × Rp 20jt
Rp 672.000
3. Pendapatan bunga (A)
Rp 20jt × 18%
Rp 3.600.000
4. Margin marjinal (A)
3.600 − 672 − (20jt × 2%)
Rp 2.528.000
5. Margin low-risk (B)
(20jt × 14%) − (2%×60%×20jt) − (20jt×2%)
Rp 2.360.000
6. Margin high-risk (B)
(20jt × 22%) − (8%×60%×20jt) − (20jt×2%)
Rp 3.240.000
Kesimpulan
Risk-Based
Strategi B profitable di kedua segmen; flat A menggabungkan kualitas & menenggelamkan low-risk → mekanisme ekonomi anti adverse selection
Bagian 3 · 3/4
Kerangka Rasionalitas & Trade-Off
Diskusi kelas: jika harus memilih, mana yang lebih penting bagi bank umum konvensional Indonesia — ROE tinggi, NPL rendah, atau CAR tinggi? Mengapa tidak bisa ketiganya maksimal bersamaan?
Fungsi Tujuan Bank: Profit, Stabilitas, Kepatuhan
Berbeda dari perusahaan non-bank, bank menjalankan fungsi tujuan multi-objektif — trade-off-nya nyata dan terukur.
1 · Profitabilitas
ROA, ROE, NIM; dimaksimalkan untuk pemegang saham — dibatasi oleh dua constraint
2 · Stabilitas
NPL rendah, LCR cukup, durasi gap terkendali; tujuan makroprudensial
3 · Kepatuhan
CAR ≥ 8%, GWM, BMPK, APUPT-PML; non-negosiable
Bank yang sehat adalah bank yang mengoptimalkan ketiga tujuan, bukan memaksimalkan satu dengan mengorbankan dua lainnya — inilah perbedaan kunci dengan perusahaan non-finansial.
Trade-Off Klasik: NIM vs NPL vs CAR
Tiga indikator kunci bank saling terkait dalam hubungan trade-off — tidak ada yang bisa maksimal sendirian tanpa mengorbankan lainnya.
Trade-Off
Mekanisme
Contoh Indonesia
NIM ↑ vs NPL ↑
NIM tinggi biasanya dari segmen berisiko (UMKM, konsumer) → NPL naik
Bank ritel BRI NIM ~7-8% tapi NPL lebih tinggi
NIM ↑ vs CAR ↓
Margin tinggi menarik ekspansi cepat → konsumsi modal → CAR turun
Bank agresif ekspansi pra-2019
CAR ↑ vs ROE ↓
Modal berlebih = buffer kuat tapi leverage turun → ROE tertekan
Bank konservatif pasca-pandemi
NPL ↓ vs Pertumbuhan ↓
Scoring ketat menurunkan NPL tapi juga menurunkan volume kredit
Bank post-restrukturisasi 2021
Manajer bank tidak bisa memilih satu indikator untuk dimaksimalkan — harus optimasi portofolio trade-off.
Kasus Pemantik: Pricing KUR BRI vs KMK Korporasi BCA
Dua segmen, dua strategi pricing — perbandingan menggambarkan aplikasi kerangka ekonomi manajerial di praktik.
Dimensi
KUR BRI (UMKM)
KMK Korporasi BCA
Suku bunga (~2024)
~6% (subsidi pemerintah)
~8-10% (pasar)
Cost of funds
~3-4% (DPK murah)
~2,5-3% (CASA tinggi)
NIM efektif
~2-3% (kompensasi pemerintah)
~5-6%
NPL historis
~3-4% (lebih tinggi)
~1-2% (lebih rendah)
Elastisitas
Tinggi (UMKM sensitif)
Sedang (korporasi alternatif)
Pilar dominan
Pasar + Regulasi (subsidi)
Harga + Informasi
BRI 'mengorbankan' margin di KUR karena pangsa pasar UMKM + subsidi pemerintah; BCA optimasi margin di korporasi dengan informasi asimetri lebih rendah.
Bagian 4 · 4/4
Peta Semester & Kesimpulan
Diskusi kelas: dari peta 14 pertemuan, mana yang paling relevan dengan pekerjaan Anda saat ini? Mana yang paling ingin Anda dalami?
Peta 14 Pertemuan: Dari Intermediasi ke Studi Kasus
Empat blok tematik yang membentuk alur semester — pondasi, biaya-likuiditas, regulasi-profitabilitas, risiko-strategi.
Blok A fondasi · Blok B biaya & ALM · Blok C regulasi & profitabilitas · Blok D risiko & strategi (ditutup studi kasus terintegrasi P14).
Keterkaitan dengan Mata Kuliah MM Lain
Ekonomi Manajerial LK adalah fondasi untuk mata kuliah MM konsentrasi risiko lainnya — posisinya sebagai jembatan.
Prasyarat (dari mana)
Manajemen Lembaga Keuangan (sistem keuangan, OJK/BI/LPS)
Manajemen Keuangan I (nilai waktu uang, NPV)
Teori Ekonomi (permintaan-penawaran, elastisitas)
Pendalaman (ke mana)
Manajemen Risiko Kredit (PD/LGD/EAD)
Manajemen Risiko Pasar (VaR, duration)
Manajemen Risiko Operasional, Perbankan Syariah
Mata kuliah ini adalah JEMBATAN antara fondasi teori dan spesialisasi risiko — tanpa ekonomi manajerial, analisis risiko menjadi kalkulasi tanpa konteks keputusan.
Ringkasan Kunci Pertemuan 1 + Persiapan P2
Pesan 1
Ekonomi manajerial = problem-solving, bukan teori murni; pakai marginal analysis untuk keputusan konkret
Pesan 2
Enam pilar keputusan bank — harga, biaya, risiko, regulasi, pasar, informasi
Pesan 3
Fungsi tujuan multi-objektif — profitabilitas, stabilitas, kepatuhan; trade-off nyata
Bawa tiga lensa ini sebagai peta rujukan sepanjang semester.
Persiapan P2: baca Froeb et al. (2018) Bab 3 (marginal analysis) dan Bab 7 (elasticity); bawa satu contoh keputusan intermediasi dari tempat kerja untuk dianalisis. Kuis singkat 10 menit di awal P2 — cakupan definisi ekonomi manajerial + 6 pilar.