stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Kerangka Analisis Strategis I: SWOT dan analisis lingkungan eksternal-internal sebagai alat bantu diagnosis
RPS minggu 3 · 2x50 menit

Kerangka Analisis Strategis I

SWOT dan Analisis Lingkungan Eksternal-Internal sebagai Alat Bantu Diagnosis

Analisis Kasus Bisnis dan Presentasi — Magister Manajemen FEB UNDIP

Bagian 1
Mengapa SWOT Generik Gagal sebagai Alat Diagnosis

Diskusi kelas: pernahkah Anda melihat SWOT perusahaan yang isinya klise dan tidak dipakai untuk keputusan apa pun?

SWOT sebagai Alat Diagnosis, Bukan Daftar Belanja

Bagi profesional, SWOT bukan latihan brainstorming bebas — melainkan proses penyaringan bukti menjadi implikasi strategis yang bisa diuji.

SWOT versi generik (dihindari)
  • Poin lepas tanpa bukti kuantitatif/kualitatif
  • Tidak dikaitkan dengan keputusan spesifik
  • Internal & eksternal tercampur tanpa disiplin kategori
  • Tidak diberi bobot — semua poin dianggap setara pentingnya
SWOT sebagai alat diagnosis (target kita)
  • Tiap poin ditopang data/observasi yang bisa dirujuk
  • Diakhiri implikasi: "maka opsi strategis yang relevan adalah..."
  • Dipetakan silang (TOWS) untuk menghasilkan opsi tindakan
  • Diprioritaskan — bukan seluruh poin punya bobot keputusan sama

Anatomi Kerangka: Internal vs Eksternal, Kontrol vs Non-Kontrol

INTERNAL (dapat dikontrol organisasi)Strengths (S)Weaknesses (W)Sumber: VRIO audit, rantai nilai, laporan kinerja internalEKSTERNAL (di luar kontrol langsung)Opportunities (O)Threats (T)Sumber: PESTEL, Five Forces, tren makro & regulasiUji disiplin kategori sebelum menulis poin"Apakah organisasi bisa mengubah ini lewat keputusan internal?"Ya → Internal (S/W) · Tidak → Eksternal (O/T)

Latihan Cepat: Klasifikasikan Faktor Berikut

Instruksi: dalam kelompok kecil (3 menit), tentukan apakah tiap faktor berikut adalah S, W, O, atau T bagi Bank Jago.

Faktor yang harus diklasifikasikan
  • Ekosistem GoTo yang terintegrasi dengan aplikasi Jago
  • Basis modal yang relatif kecil dibanding bank BUKU IV
  • Regulasi OJK tentang bank digital yang makin ketat
  • Adopsi dompet digital yang tumbuh pesat di kalangan Gen Z
Cara kerja kelompok
  • Tulis S/W/O/T di samping tiap faktor
  • Sepakati satu alasan singkat per klasifikasi
  • Satu kelompok akan diminta presentasi lisan 1 menit

Sumber Bukti: Dari Mana Poin SWOT yang Kredibel Berasal?

Analis senior tidak mengarang poin SWOT dari intuisi — tiap poin harus dapat dirunut ke sumber.

Sumber Internal
  • Laporan keuangan & laporan tahunan (segmen kinerja)
  • Wawancara manajemen dalam kasus (kutipan langsung)
  • Data operasional: pangsa pasar, retensi karyawan, NPS
Sumber Eksternal
  • Data BPS/BI/OJK untuk tren makro & sektor
  • Laporan riset analis (mis. sekuritas untuk emiten IDX)
  • Berita & laporan regulator untuk perubahan kebijakan
Standar kelas: setiap poin S/W/O/T pada tugas Anda wajib dapat ditunjuk sumbernya — kasus, data, atau wawancara — bukan opini pribadi.

Analisis Internal: Kerangka VRIO untuk Menyaring "Kekuatan Sejati"

Tidak semua kelebihan adalah keunggulan kompetitif. VRIO (Barney, 1991) menyaring kekuatan yang benar-benar berkelanjutan.

LangkahPertanyaan UjiImplikasi
1. ValuableApakah faktor ini memungkinkan perusahaan menangkap peluang/menetralkan ancaman?Tidak → bukan kekuatan sama sekali
2. RareApakah pesaing juga memilikinya?Umum → sekadar paritas kompetitif
3. InimitableSulit/mahal ditiru pesaing dalam waktu dekat?Mudah ditiru → keunggulan sementara
4. OrganizedApakah organisasi punya sistem untuk mengeksploitasinya?Tidak terorganisasi → potensi belum tereksploitasi
Kesimpulan Praktis
V+R+I+O
= keunggulan kompetitif berkelanjutan (bukan sekadar kekuatan biasa)

Rantai Nilai (Porter, 1985) sebagai Sumber Bukti Internal

Aktivitas Pendukung: Infrastruktur · SDM · Teknologi · PengadaanSumber margin tersembunyi — sering terlewat dalam SWOT generikLogistik MasukOperasiLogistik KeluarPemasaran & PenjualanLayananMargin = nilai yang diciptakan dikurangi biaya di sepanjang aktivitas primer
Bagian 2
Memindai Lingkungan Eksternal secara Sistematis

Diskusi kelas: faktor makro apa yang paling sering diabaikan analis junior saat menilai peluang dan ancaman?

PESTEL: Menyaring Makro Menjadi Sinyal Relevan

Tujuan PESTEL bukan mengisi enam kotak — melainkan mengidentifikasi 2-3 faktor makro yang paling material bagi keputusan yang sedang dianalisis.

Politik & Regulasi
  • Kebijakan fiskal, PPN 11% efektif (PMK 131/2024)
  • Perizinan sektoral, kebijakan investasi asing
Ekonomi
  • Suku bunga acuan BI, inflasi ~3%
  • Daya beli, nilai tukar rupiah
Sosial-Teknologi-Lingkungan-Hukum
  • Perubahan perilaku konsumen digital
  • Regulasi ESG dan lingkungan
Prinsip kerja: PESTEL adalah filter, bukan daftar lengkap. Analis senior menyaring, bukan mendaftar semua yang ada.

Five Forces (Porter, 1979) sebagai Alat Diagnosis Daya Tarik Industri

Rivalitas Kompetitif(pusat analisis)Ancaman Pendatang BaruAncaman Produk SubstitusiDaya Tawar PemasokDaya Tawar Pembeli

Hitung dari Nol: Skor Daya Tarik Industri dengan Five Forces Berbobot

Kasus ilustrasi: industri ritel bahan pokok modern (skala 1=lemah/tidak menarik bagi incumbent hingga 5=kuat/menarik).

LangkahPerhitunganNilai
1. Skor tiap kekuatan (bobot x skor 1-5)Rivalitas 0,30x2 + Pendatang baru 0,25x3 + Substitusi 0,15x3 + Pemasok 0,15x4 + Pembeli 0,15x20,60+0,75+0,45+0,60+0,30
2. Jumlahkan skor terbobot0,60 + 0,75 + 0,45 + 0,60 + 0,302,70
3. Bandingkan ke skala interpretasi (1=sangat tidak menarik, 5=sangat menarik)2,70 berada di rentang 2,5-3,4Cukup menarik
4. Implikasi strategisSkor sedang → keunggulan harus datang dari efisiensi rantai pasok, bukan diferensiasi hargaFokus VRIO ke logistik
Skor Daya Tarik Industri
2,70 / 5
Cukup menarik — margin ditekan rivalitas tinggi, ditopang barrier moderat
Bagian 3
Dari SWOT ke Opsi Strategis: Matriks TOWS

Diskusi kelas: mengapa banyak laporan strategis berhenti di tabel SWOT dan tidak pernah sampai ke rekomendasi tindakan?

Matriks TOWS: Menyilangkan Internal dan Eksternal Menjadi Opsi

SO — Strategi Agresif
  • Pakai kekuatan untuk menangkap peluang
  • Contoh: BCA memakai basis nasabah loyal + tren cashless untuk ekspansi myBCA
WO — Strategi Perbaikan
  • Atasi kelemahan agar bisa menangkap peluang
  • Contoh: Bank Jago memperkuat modal untuk menangkap pertumbuhan kredit UMKM digital
ST — Strategi Diversifikasi
  • Pakai kekuatan untuk meredam ancaman
  • Contoh: Indomaret memakai jaringan logistik untuk melawan tekanan e-commerce grosir
WT — Strategi Defensif
  • Minimalkan kelemahan sekaligus hindari ancaman
  • Contoh: maskapai kecil merger/konsolidasi rute saat harga avtur naik

Kerangka/Rubrik: Langkah Menyusun TOWS yang Actionable

Topik ini tidak selalu berbasis angka — gunakan rubrik langkah analisis berikut untuk memastikan proses disiplin.

LangkahAktivitas AnalisOutput
1. Validasi buktiPastikan tiap poin S/W/O/T sudah ditopang data atau observasi kasus, bukan asumsiDaftar S/W/O/T terverifikasi
2. PrioritisasiPilih 3-4 poin paling material per kuadran (bukan seluruh daftar mentah)Shortlist faktor kunci
3. Silangkan (TOWS)Pasangkan tiap S/W dengan tiap O/T yang relevan secara logisKandidat strategi per sel
4. Uji kelayakanSaring kandidat: apakah realistis dieksekusi dengan sumber daya organisasi saat ini?Opsi strategis final
Kesimpulan: hasil akhir SWOT/TOWS yang baik adalah 2-3 opsi strategis dengan alasan eksplisit — siap menjadi input piramida argumen minggu depan.

Mini-Kasus: Ekspansi Alfamart ke Wilayah Timur Indonesia

Manajemen ritel nasional mempertimbangkan ekspansi agresif gerai ke Kalimantan dan Sulawesi (angka ilustrasi).

Ringkasan Faktor Kunci (ilustrasi)
  • S: rantai pasok terpusat & sistem waralaba matang
  • W: kepadatan gerai di Jawa mendekati titik jenuh
  • O: pertumbuhan kelas menengah di luar Jawa ~6-8% per tahun (ilustrasi)
  • T: biaya logistik antar-pulau lebih tinggi & pemain lokal kuat
Pertanyaan Keputusan Manajerial
  • Apakah strategi SO (agresif) atau ST (diversifikasi) lebih tepat?
  • Model ekspansi apa yang mengurangi risiko biaya logistik: waralaba lokal atau gerai milik sendiri?
  • Bukti apa lagi yang dibutuhkan sebelum keputusan investasi disetujui?

Latihan Kelompok: Bangun SWOT-TOWS untuk Kasus Pilihan Anda

Instruksi latihan (15 menit, dikerjakan dalam kelompok kasus yang sama untuk presentasi individu tahap 1 minggu 6):

Langkah Kerja
  • Pilih satu perusahaan/kasus riil yang relevan dengan latar belakang industri kelompok Anda
  • Susun 3-4 poin per kuadran SWOT, masing-masing dengan bukti singkat
  • Isi minimal 2 sel matriks TOWS (satu SO, satu WT atau ST) dengan opsi strategi konkret
  • Siapkan satu kalimat implikasi: "maka rekomendasi awal kami adalah..."
Hasil latihan ini akan menjadi fondasi bahan presentasi individu tahap 1 di pertemuan 6 — simpan baik-baik.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Kesalahan Analisis
  • Poin SWOT tanpa bukti — hanya opini atau asumsi
  • Mencampur kategori internal-eksternal (uji disiplin kategori diabaikan)
  • Berhenti di deskripsi, tidak masuk ke implikasi strategi
Kesalahan Proses
  • Terlalu banyak poin (10+ per kuadran) tanpa prioritisasi
  • TOWS diisi asal-asalan tanpa uji kelayakan eksekusi
  • Tidak menautkan hasil SWOT ke pertanyaan keputusan yang jadi fokus kasus

Menjembatani ke Pertemuan Berikutnya

SWOT dan TOWS hari ini adalah bahan mentah; pertemuan 4 akan membahas kerangka analisis strategis lanjutan (kelayakan finansial) sebelum semua digabung menjadi argumen piramida.

Alur Menuju Presentasi Individu Tahap 1
P3 → P4 → P6
Pertemuan 3: SWOT/TOWS (hari ini) → Pertemuan 4: kelayakan finansial → Pertemuan 6: presentasi individu tahap 1 memakai kedua kerangka ini sebagai fondasi bukti.

Ringkasan & Tugas Persiapan

Yang Sudah Kita Kuasai Hari Ini
  • SWOT sebagai alat diagnosis berbasis bukti, bukan daftar generik
  • VRIO dan rantai nilai untuk menyaring kekuatan internal sejati
  • PESTEL dan Five Forces untuk memindai lingkungan eksternal secara terstruktur
  • Matriks TOWS untuk mengubah SWOT menjadi opsi strategis actionable
Persiapan Pertemuan 4
  • Selesaikan & rapikan hasil SWOT-TOWS kelompok Anda
  • Baca materi kelayakan finansial dasar (NPV, IRR) sebagai bekal
  • Kumpulkan data finansial awal dari kasus pilihan kelompok