stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-10
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 10: Akuntansi Lembaga Keuangan Non-Bank
RPS minggu 10 · 2x50 menit

Lembaga Keuangan Non-Bank

Asuransi · Leasing · Dana Pensiun — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 10: menjelaskan karakteristik akuntansi lembaga keuangan non-bank.

Jam ke-1
  • Akuntansi asuransi: UPR, IBNR, cadangan teknis
  • Siklus kontrak asuransi: premi, klaim, cadangan
  • Mini-kasus: kasus Jiwasraya (cadangan under-priced)
Jam ke-2
  • Akuntansi leasing: modal vs operating lease (PSAK terkait sewa)
  • Akuntansi dana pensiun: Defined Benefit (DB) vs Defined Contribution (DC)
  • Hitung dari nol: cadangan UPR & obligation dana pensiun

Empat Kelompok LKBB Non-Bank

Empat kelompok lembaga keuangan non-bank yang diawasi OJK dengan karakteristik akuntansi berbeda.

Asuransi
Insurance
Asuransi jiwa, kesehatan, umum. Cadangan teknis (UPR, IBNR) dominant di kewajiban.
Pembiayaan/Leasing
Multi-finance
Sewa guna usaha, consumer finance, factoring. Aset produktif dari piutang sewa.
Dana Pensiun
Pension
DPLK, DPP. Skema DB (promise) & DC (akumulasi). Cadangan aktuaria dominan.
Sekuritas
Securities
Perusahaan efek, manajer investasi. Aset under management & fee-based dominan.
BLOK 1

Akuntansi Asuransi

Pertanyaan diskusi: Mengapa asuransi perlu cadangan UPR padahal premi sudah diterima di muka penuh?

Lima Cadangan Teknis Asuransi

Lima cadangan teknis wajib yang dominan di neraca perusahaan asuransi.

CadanganDefinisiTujuan
UPR (Unearned Premium Reserve)Bagian premi belum diakui sebagai pendapatanKewajiban periode pertanggungan tersisa
IBNR (Incurred But Not Reported)Klaim sudah terjadi tetapi belum dilaporkanAktuaria estimasi klaim yang akan masuk
Outstanding ClaimKlaim sudah dilaporkan tetapi belum dibayarEstimasi klaim dalam proses
Mathematical Reserve (asuransi jiwa)Cadangan manfaat polis jiwaKewajiban pembayaran manfaat di masa depan
Reserve for Unexpired RiskTambahan jika UPR tidak cukup menutup risikoPengaman bila premi under-priced
Cadangan teknis bisa >80% kewajiban asuransi. Under-provisioning = risiko gagal bayar (kasus Jiwasraya 2020).

Hitung dari Nol: Cadangan UPR

Mini-kasus: premi tahunan Rp 12 juta, diterima 1 Juli. Hitung UPR per 31 Desember.

LangkahPerhitunganNilai
Premi tahunanRp 12.000.000
Tanggal terbit1 Juli
Tanggal pelaporan31 Desember
Periode berjalanJul-Des = 6 bulan6/12 = 50%
Pendapatan premi diakui12 jt × 50%Rp 6.000.000
UPR (kewajiban)12 jt − 6 jt (Jan-Jun tahun depan)Rp 6.000.000
Insight
50% UPR
Pada 31 Desember, 50% premi (Rp 6 jt) sudah diakui sebagai pendapatan, 50% sisanya (Rp 6 jt) dicatat sebagai UPR — kewajiban untuk periode pertanggungan Januari-Juni tahun depan.

Mini-Kasus: Jiwasraya Failure

Studi kasus kegagalan: bagaimana under-provisioning & aggressive investment memicu gagal bayar Jiwasraya 2020.

Penyebab Kegagalan
  • Asumsi tingkat bunga terlalu optimis (8% vs realitas 4%)
  • Manfaat polis JS Dwi Sempurna di atas kemampuan cadangan
  • Investasi agresif di saham yang kemudian jatuh
  • Under-provisioning mathematical reserve bertahun-tahun
Pembelajaran
  • Asumsi aktuaria harus konservatif & divalidasi
  • Investasi harus match dengan profil kewajiban
  • Disclosure cadangan harus transparan
  • Pengawasan OJK harus ketat (restrukturisasi early)
Kasus Jiwasraya menunjukkan bahaya under-provisioning asuransi: cadangan yang tidak realistis bisa menyebabkan kebangkrutan sistemik.
BLOK 2

Akuntansi Leasing

Pertanyaan diskusi: Apa perbedaan modal lease dan operating lease pra-PSAK 73? Bagaimana PSAK 73 mengubahnya?

Akuntansi Lessor: Modal vs Operating

Bagi lessor (perusahaan leasing), klasifikasi tetap mempengaruhi perlakuan akuntansi.

AspekFinance Lease / ModalOperating Lease
Transfer risiko & manfaatYa — ke lesseeTidak — tetap di lessor
Pengakuan asetDihapus dari neraca lessor; piutang sewa dicatatAset tetap di neraca lessor; disusutkan
PendapatanBunga (EIR × saldo piutang)Pendapatan sewa (rata per periode)
Contoh IndonesiaBFI Finance, Mandiri Tunas FinanceLeasing operasi gedung, kendaraan perusahaan
Mayoritas consumer finance & sewa guna usaha di Indonesia adalah finance lease (modal lease). Pendapatan diakui sebagai bunga EIR, mirip dengan akuntansi kredit bank.

Hitung dari Nol: Pendapatan Sewa EIR

Mini-kasus: finance lease mobil Rp 200 jt, tenor 3 thn, angsuran bulanan Rp 7 jt (total Rp 252 jt). EIR bunga ~14%/thn.

TahunSaldo Piutang AwalPendapatan Bunga (EIR)Angsuran TahunanSaldo Piutang Akhir
1Rp 200.000.000200 × 14% = 28.000.0007 × 12 = 84.000.000200 + 28 − 84 = 144.000.000
2Rp 144.000.000144 × 14% = 20.160.00084.000.000144 + 20,16 − 84 = 80.160.000
3Rp 80.160.000~3.840.000 (closing)84.000.0000 (lunas)
Total bunga 3 thnRp 52.000.000Rp 252.000.000
Insight
Bunga ~26% dari principal
Total bunga 3 tahun Rp 52 jt atau 26% dari principal Rp 200 jt. Pendapatan bunga menurun tiap tahun mengikuti saldo piutang. Pendapatan year 1 (Rp 28 jt) lebih besar dari year 3 (Rp 3,8 jt).
BLOK 3

Akuntansi Dana Pensiun

Pertanyaan diskusi: Apa perbedaan skema Defined Benefit (DB) dan Defined Contribution (DC)? Mana yang lebih berisiko bagi sponsor?

DB vs DC: Perbandingan Skema

Dua skema dana pensiun yang fundamental berbeda dalam alokasi risiko.

AspekDefined Benefit (DB)Defined Contribution (DC)
ManfaatPasti (formula: % × tahun × gaji)Tidak pasti (akumulasi kontribusi + return)
Risiko investasiSponsor (perusahaan/penyelenggara)Peserta
Asumsi aktuariaKrusial — discount rate, salary growth, mortalityMinimal — hanya administratif
Contoh IndonesiaTaspen, Asabri, DPP BUMNDPLK bank, asuransi
AkuntansiPSAK terkait imbalan pasca kerjaPSAK akrual standar
Catatan: nomor PSAK spesifik terkait imbalan pasca kerja perlu diverifikasi ke rules-reference atau IAI untuk status terbaru.

Hitung dari Nol: Defined Benefit Obligation

Mini-kasus: karyawan pensiun 5 thn lagi, manfaat Rp 100 jt di tahun 5. Discount rate 6%. Hitung DBO awal.

LangkahPerhitunganNilai
Manfaat di tahun 5Rp 100.000.000
Discount rate6%/thn
Tahun ke pensiun5 tahun
DBO (PV manfaat)100 jt / (1,06)^5~Rp 74.725.000
Service cost T1DBO / 5 tahun kerja tersisa~Rp 14.945.000
Interest cost T1DBO awal × 6%~Rp 4.483.500
Insight
DBO ~Rp 75 jt
Defined Benefit Obligation awal ~Rp 75 jt adalah PV manfaat masa depan. Service cost T1 (~Rp 15 jt) + interest cost (~Rp 4,5 jt) = total beban imbalan pasca kerja T1 ~Rp 19,4 jt.

Risiko Guna LKBB Non-Bank

Tiga risiko utama yang khas untuk LKBB non-bank.

1. Under-provisioning cadangan. Asuransi & dana pensiun: asumsi aktuaria terlalu optimis → cadangan undersized (kasus Jiwasraya, Asabri).

2. Asset-liability mismatch. Investasi jangka panjang dengan sumber dana jangka pendek → likuiditas stress.

3. Default lessee/consumer. Leasing: kredit macet konsumer — siklus ekonomi sensitif.

4. Konflik kepentingan sponsor. Dana pensiun: sponsor 'meminjam' dana untuk operasional → misal Asabri.

Mini-Kasus: Taspen (DB BUMN)

Taspen sebagai contoh dana pensiun DB terbesar Indonesia untuk BUMN.

KomponenNilai IlustrasiInterpretasi
Total Aset~Rp 600 TSalah satu dana pensiun terbesar Indonesia
Total DBO~Rp 500 TKewajiban imbalan pasca kerja karyawan BUMN
Funding Ratio~120%Aset / DBO — well-funded di atas 100%
Discount rate dipakai~6-7%Sesuai yield SUN 10-15 thn
Expected return aset~7-8%Konsisten dengan discount rate → sustainable
Insight
Funding ratio 120%
Taspen funding ratio ~120% menunjukkan aset lebih dari cukup untuk menutup DBO. Bandingkan dengan Asabri yang pernah under-funded di bawah 80% (perlu restrukturisasi pemerintah). Verifikasi ke laporan Taspen.

Pengawasan OJK atas LKBB Non-Bank

OJK mengawasi LKBB non-bank dengan kerangka yang berbeda dari bank umum.

Pengawasan Spesifik per LKBB
  • Asuransi: RBC (Risk-Based Capital) minimum 120%, surplus solvabilitas
  • Leasing: KPMM (Kewajiban Penyediaan Modal Minimum) sesuai POJK
  • Dana pensiun: funding ratio minimum 100%, asumsi aktuaria divalidasi
  • Disclosure spesifik: cadangan teknis, asumsi aktuaria, sensitivity
  • Reporting berkala ke OJK untuk monitoring profil risiko

Rangkuman: 5 Poin Kunci Hari Ini

1. Asuransi: 5 cadangan teknis. UPR, IBNR, Outstanding, Mathematical, Reserve for Unexpired Risk.

2. UPR = premi belum diakui. Pendapatan premi akrual seiring berjalannya periode pertanggungan.

3. Leasing: finance vs operating. Finance lease — pendapatan EIR seperti bank kredit.

4. Dana pensiun DB vs DC. DB berisiko sponsor; DC berisiko peserta. DBO = PV manfaat.

5. Under-provisioning = fatal. Kasus Jiwasraya & Asabri: asumsi terlalu optimis → kebangkrutan.

Penutup & Persiapan P11

Persiapan P11 (minggu depan):

  • Baca laporan keuangan satu bank syariah (BSI, BPD Syariah)
  • Pelajari akad murabahah, mudharabah, musyarakah sebagai pembeda
  • Tandai DPS (Dana Pihak Ketiga Syariah) vs DPK konvensional

Tugas mini: Analisis kualitas cadangan satu asuransi/dana pensiun Indonesia.