Modal Inti · Modal Pelengkap · CAR · ATMR — Magister Manajemen FEB UNDIP
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK 8: menjelaskan struktur akuntansi permodalan lembaga keuangan.
Jam ke-1
Struktur modal bank: modal inti (Tier 1) vs modal pelengkap (Tier 2)
Komponen modal inti: modal disetor, agio, laba ditahan
Komponen modal pelengkap: pinjaman subordinasi, revaluasi aset
Jam ke-2
CAR (Capital Adequacy Ratio): rumus & interpretasi
ATMR (Aset Tertimbang Menurut Risiko) per kategori aset
Hitung dari nol: CAR bank dengan portofolio kredit beragam
Mengapa Modal Bank Diatur Ketat
Modal adalah bantalan terakhir bank atas kerugian — fondasi kepercayaan publik.
CAR Minimum OJK
8%
Sesuai standar Basel III + buffer konservasi 2,5% + buffer D-SIB (sistemik) untuk bank besar.
Tier 1 Minimum
6%
Dari total 8%, minimal 6% harus modal inti (Tier 1). Tier 2 hanya boleh menambah 2 pp.
Implikasi: dengan CAR 8% dan aset tertimbang 100 (risiko penuh), bank butuh modal Rp 8. Modal kecil = bank fragile terhadap kerugian. Inilah mengapa CAR dijaga ketat.
Tiga Lapis Modal Bank
Tiga lapis modal bank sesuai Basel III yang masing-masing punya karakteristik berbeda.
Lapis Modal
Komponen Utama
Karakteristik
Common Equity Tier 1 (CET1)
Modal disetor, agio, laba ditahan, DIC
Equity penuh — paling tangguh menyerap kerugian
Additional Tier 1 (AT1)
Saham preferen, instrumen modal inovatif
Perpetual, kupon dapat dibatalkan
Tier 2
Pinjaman subordinasi, revaluasi aset, provisi umum
Tenor >5 tahun, menyerap kerugian saat likuidasi
Total modal = CET1 + AT1 + Tier 2. Tier 1 = CET1 + AT1. AT1 & Tier 2 ada limit maksimum dalam total modal.
BLOK 1
Komponen Modal Inti (Tier 1)
Pertanyaan diskusi: Mengapa laba ditahan lebih disukai sebagai modal inti dibandingkan penerbitan saham baru?
Detail Komponen Modal Inti
Empat komponen utama CET1 yang membentuk modal inti terkuat bank.
Modal Disetor
Nominal saham yang diterbitkan
Penerimaan kas dari pemegang saham
Komponen paling permanen — tidak dapat ditarik
Agio Saham
Selisih harga terbit di atas nominal
Contoh: saham nominal Rp 100 diterbitkan Rp 500 → agio Rp 400
Komponen permanen modal
Laba Ditahan
Akumulasi laba bersih yang tidak dibagi
Sumber modal organik — tanpa biaya eksternal
Paling fleksibel: dapat dipakai dividen atau reinvestasi
Dana Inti (DIC)
Sesuai formula OJK POJK permodalan
Modal Pelengkap (Tier 2)
Tier 2 adalah modal pelengkap yang menyerap kerugian saat likuidasi, kurang tangguh dari Tier 1.
Komponen Tier 2
Pinjaman Subordinasi: utang tenor >5 thn, subordinat ke nasabah bank
Revaluasi Aset Tetap: kenaikan nilai aset tetap (45% dari surplus)
Provisi Umum: cadangan umum untuk kerugian (1-2% aset)
Hybrid Instruments: obligasi konversi tertentu
Tier 2 ada limit: maksimum 100% dari Tier 1. Tier 2 tidak boleh dominan dalam struktur modal bank. Tier 2 menyerap kerugian saat bank gagal, bukan saat operasi normal.
Hitung dari Nol: Komposisi Modal Bank
Mini-kasus: Bank Mandiri dengan struktur modal berikut (ilustrasi publikasi OJK).
Komponen Modal
Nilai (Rp T)
Tier
Modal disetor + agio
Rp 80 T
CET1
Laba ditahan
Rp 150 T
CET1
DIC (selisih lain)
Rp 5 T
CET1
Total CET1
235 T
—
Pinjaman subordinasi
Rp 20 T
Tier 2
Provisi umum
Rp 5 T
Tier 2
Total Modal
Rp 260 T
—
Insight
~90% Tier 1
Tier 1 (CET1) dominan ~Rp 235 T atau ~90% total modal. Tier 2 hanya ~Rp 25 T atau ~10%. Struktur sehat — Tier 1 dominan menunjukkan kualitas modal tinggi. Verifikasi ke laporan publikasi OJK.
BLOK 2
ATMR & CAR
Pertanyaan diskusi: Mengapa kredit mikro memerlukan bobot risiko ATMR lebih tinggi dari kredit korporasi besar?
ATMR per Kategori Aset
Setiap kategori aset punya bobot risiko ATMR berbeda — semakin tinggi risiko, semakin tinggi modal yang dibutuhkan.
Kategori Aset
Bobot ATMR
Contoh
Kas & penempatan BI
0%
Kas, giro di BI
Claim pemerintah RI
0-20%
SBN, SPN
Klaim bank lain (<3 bulan)
20%
Call money
Klaim bank lain (>3 bulan)
50%
Penempatan tenor panjang
Kredit beragun rumah (LTV <80%)
50%
KPR primary residence
Kredit korporasi
100%
Kredit kerja api, working capital
Kredit ritel/mikro
100-150%
KMR, KUMKM
Aset tetap & investasi saham
100-150%
Gedung, penyertaan
Implikasi: bank dengan portofolio SBN besar (bobot rendah) lebih efisien modal dibanding bank dengan portofolio mikro (bobot tinggi). Verifikasi bobot terbaru ke POJK permodalan OJK.
Hitung dari Nol: ATMR & CAR Bank
Mini-kasus: bank dengan struktur aset beragam. Hitung ATMR & CAR.
Kategori
Saldo (Rp T)
Bobot
ATMR (Rp T)
Kas & penempatan BI
50
0%
0
SBN
150
20%
30
Kredit korporasi
300
100%
300
Kredit ritel/mikro
200
100%
200
Aset tetap
50
100%
50
Total Aset
750
—
580
CAR dengan Modal Rp 60 T
CAR = 60/580 = 10,3%
CAR 10,3% di atas minimum OJK 8%. Tier 1 efektif ~9% — sehat. Verifikasi ke laporan publikasi OJK.
CAR & Buffer Basel III
Selain CAR minimum 8%, bank sistemik wajib memenuhi buffer tambahan Basel III.
Capital Conservation Buffer
+2,5%
Wajib semua bank. Total CAR minimum jadi 10,5%. Di bawah ini → pembatasan distribusi.
Countercyclical Buffer
0-2,5%
Dapat diaktifkan saat kredit tumbuh terlalu cepat. Buffer procyclical — hanya saat overheating.
D-SIB Buffer
+1-3,5%
Untuk bank sistemik (Mandiri, BCA, BRI). Total CAR bisa 13-15% untuk bank D-SIB Tier 1.
BLOK 3
Strategi Manajemen Modal
Pertanyaan diskusi: Bagaimana CFO bank menyeimbangkan pertumbuhan bisnis, dividend payout, dan kepatuhan CAR?
Empat Sumber Modal Tambahan
Empat sumber modal tambahan yang bisa dimanfaatkan bank saat perlu menaikkan CAR.
1. Retensi laba organik. Paling murah — laba ditahan tanpa biaya transaksi. Bank BCA gunakan dominan.
4. AT1 instruments. Perpetual bonds, contingent convertibles. Cost lebih tinggi tapi fleksibel.
Mini-Kasus: CAR 3 Bank Indonesia
Perbandingan CAR 3 bank besar Indonesia (ilustrasi publikasi OJK).
Bank
Total Modal
ATMR
CAR
Status
BCA
~Rp 160 T
~Rp 1.050 T
~15,2%
Well-capitalized
Mandiri
~Rp 260 T
~Rp 1.700 T
~15,3%
Well-capitalized
BRI
~Rp 220 T
~Rp 1.700 T
~12,9%
Well-capitalized
Insight
BRI CAR lebih rendah
BRI CAR ~12,9% lebih rendah dari BCA/Mandiri (~15%) karena portofolio mikro bobot risiko ATMR tinggi. Bukan indikasi bank lebih buruk — profil bisnis berbeda. Verifikasi ke laporan publikasi OJK.
Pengungkapan Modal Wajib
Bank wajib mengungkapkan struktur modal & CAR setiap kuartal untuk transparansi.
Pengungkapan Wajib
Saldo CET1, AT1, Tier 2, dan total modal per kuartal
ATMR per kategori aset (kredit, SBN, antar bank)
CAR Tier 1, CAR total, leverage ratio Basel III
Liquidity Coverage Ratio (LCR) & Net Stable Funding Ratio (NSFR)
Buffer konservasi & D-SIB yang dipenuhi
Audit Prosedur Modal Bank
Auditor mengaudit struktur modal bank dengan tiga lapis pengujian.
Lapis 1
Eksistensi
Verifikasi eksistensi modal disetor, agio, laba ditahan via dokumen pendukung.
Lapis 2
Klasifikasi
Uji klasifikasi Tier 1 vs Tier 2 sesuai POJK permodalan terbaru.
Lapis 3
Calculation
Rekalkulasi ATMR & CAR per kategori aset, uji kepatuhan buffer Basel III.
Rangkuman: 5 Poin Kunci Hari Ini
1. Tiga lapis modal. CET1 (modal inti terkuat), AT1 (perpetual), Tier 2 (subordinasi).
2. CAR minimum 8%. Dengan buffer Basel III, total bisa 10,5-15% untuk bank sistemik.
3. ATMR per kategori. Bobot 0% (kas) hingga 150% (mikro) menentukan kebutuhan modal.
4. Profil bisnis beda CAR. Bank mikro CAR lebih rendah dari bank korporasi (bukan inferior).
5. Retensi laba sumber utama. Modal organik tanpa biaya transaksi — pilihan utama bank Indonesia.
Penutup & Persiapan P9
Persiapan P9 (minggu depan):
Baca laporan keuangan bank pilihan Anda secara lengkap
Pelajari rasio NIM, BOPO, NPL, LDR, CAR sebagai paket analisis
Tandai RGEC (Risk profile, Good corporate governance, Earnings, Capital) sebagai kerangka
Tugas mini: Hitung CAR satu bank & bandingkan dengan minimum Basel III.