stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (Expected Credit Loss)
RPS minggu 4 · 2x50 menit

Expected Credit Loss (ECL)

Model 3-Stage Forward-Looking — PD × LGD × EAD — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 4: menjelaskan prinsip akuntansi pencadangan kerugian kredit. Tiga stage + tiga komponen ECL.

Jam ke-1
  • Transisi: PPAP kol 1-5 (incurred loss) → ECL 3-stage (forward-looking)
  • Definisi 3 stage: Stage 1 (sehat), Stage 2 (SICR), Stage 3 (kredit bermasalah)
  • Tiga komponen ECL: PD, LGD, EAD
Jam ke-2
  • Hitung dari nol: ECL untuk kredit sehat vs SICR vs bermasalah
  • Forward-looking macro: PDB, suku bunga, unemployment
  • Mini-kasus: ECL Bank Mandiri per segmen (korporasi/ritel/UMKM)

Mengapa ECL Menggantikan PPAP

Revolusi psikologi pencadangan: dari menunggu kerugian terjadi menjadi mengantisipasi kerugian masa depan.

Pra-PSAK 71
Incurred Loss
Cadangan diakui SETELAH bukti objektif kerugian (default 90 hari, restrukturisasi). Reaktif, terlambat.
Pasca-PSAK 71
Expected Loss
Cadangan diakui BERDASARKAN ekspektasi kerugian forward-looking (12-month atau lifetime). Proaktif.
Krisis 2008 menunjukkan incurred loss terlambat mengenali kerugian: bank-bank global memposting cadangan besar hanya SETELAH krisis meledak. IFRS 9 / PSAK 71 dirancang untuk memakai pengakuan lebih awal.

Perbandingan PPAP Kol 1-5 vs ECL 3-Stage

Tabel pemetaan untuk Anda yang sudah familiar dengan sistem OJK lama.

PPAP Lama (OJK)ECL PSAK 71Pengakuan Kerugian
Kol 1 (Lancar)Stage 112-month ECL (forward-looking)
Kol 2 (DPK <90 hari)Stage 1 atau 2 (evaluasi SICR)12-month atau lifetime ECL
Kol 3 (KL <90 hari)Stage 2 (SICR terpenuhi)Lifetime ECL
Kol 4 (Diraguan <90-180 hari)Stage 2 atau 3Lifetime ECL, PD meningkat
Kol 5 (Macet >180 hari)Stage 3 (default)Lifetime ECL, PD = 100%
Catatan: OJK masih mewajibkan reporting PPAP kol 1-5 secara paralel untuk pengawasan, sementara PSAK 71 dipakai untuk laporan keuangan. Dual reporting ini akan terus berlanjut.
BLOK 1

Definisi 3 Stage ECL

Pertanyaan diskusi: Kapan sebuah kredit dikatakan mengalami SICR (Significant Increase in Credit Risk)? Apa threshold-nya?

Tiga Stage Pengakuan ECL

Tiga stage menentukan horizon waktu dan metode perhitungan ECL.

Stage 1
Sehat
Tidak ada SICR sejak pengakuan awal. ECL = 12-month expected credit loss.
Stage 2
SICR
Significant increase in credit risk. ECL = lifetime expected credit loss (seluruh tenor tersisa).
Stage 3
Default
Kredit bermasalah/default. PD = 100%. ECL = lifetime, dengan LGD pada aset tertentu.
Perpindahan stage berlaku dua arah: 1→2 (SICR), 2→3 (default), 3→2 (recovery signifikan), 2→1 (mustahil kecuali bukti kuat). Bank harus mendokumentasikan setiap perpindahan stage.

Kriteria SICR (Significant Increase in Credit Risk)

Empat indikator utama yang dipakai bank untuk menilai SICR.

Indikator SICR (Per PSAK 71)
  • Quantitative: PD actual meningkat signifikan vs PD awal pengakuan (mis. >2x atau threshold bank)
  • Delinquency: Keterlambatan pembayaran >30 hari (common proxy bank)
  • Modifikasi: Restrukturisasi kredit, peringanan kovenan, atau forbearance
  • Forward-looking: Penurunan peringkat kredit eksternal atau internal signifikan
Bank bebas menetapkan threshold spesifik selama didokumentasikan & konsisten. OJK mewajibkan pengungkapan threshold di catatan atas laporan keuangan.

Tiga Komponen ECL: PD × LGD × EAD

Tiga parameter kunci perhitungan ECL dari model kredit bank.

ECL = PD × LGD × EAD × Discount Factor
PD
Probability of Default
Probabilitas debitur default dalam horizon tertentu (12-bulan atau lifetime). Dipakai dari model credit scoring internal.
LGD
Loss Given Default
Kerugian sebagai % exposure bila default terjadi. LGD = 1 − recovery rate. Dipengaruhi agunan & senioritas.
EAD
Exposure at Default
Nilai exposure pada saat default. Termasuk outstanding + drawn portion untuk revolving credit.

Hitung dari Nol: ECL Stage 1 vs Stage 2

Mini-kasus: kredit Rp 1 M, tenor 5 thn, bunga 12%. PD 12-bulan = 2%, PD lifetime = 8%. LGD 45%. EAD = saldo Rp 800 jt. Discount factor ~0,95.

LangkahStage 1 (12-month)Stage 2 (Lifetime)
EAD (saldo)Rp 800.000.000Rp 800.000.000
PD2% (12-bulan)8% (lifetime)
LGD45%45%
Discount factor~0,95~0,80 (lifetime avg)
ECL = PD × LGD × EAD × DF0,02 × 0,45 × 800 jt × 0,950,08 × 0,45 × 800 jt × 0,80
ECL (cadangan)~Rp 6,84 juta~Rp 23,04 juta
Insight
3,4× lebih besar
Cadangan lifetime ECL Stage 2 (Rp 23 jt) 3,4 kali lebih besar dari Stage 1 (Rp 6,84 jt). Inilah mengapa perpindahan stage 1→2 berdampak signifikan pada beban CKPN & laba bank.

Hitung dari Nol: ECL Stage 3 (Default)

Stage 3 — PD = 100%. Hitung cadangan berdasarkan LGD & collateral haircut.

LangkahPerhitunganNilai
Outstanding kreditRp 1.000.000.000
Nilai agunan (rumah)Rp 700.000.000
Force-sale value (60% agunan)700 jt × 0,60Rp 420.000.000
Net exposure (EAD)1.000 − 420Rp 580.000.000
Recovery cost & waktu (~15%)580 × 0,15Rp 87.000.000
Final LGD-based cadangan580 + 87~Rp 667.000.000
PD (Stage 3) = 100%ECL = Rp 667.000.000
Insight
~66,7% dari saldo
Cadangan Stage 3 (~Rp 667 jt) sekitar 66,7% dari outstanding. Bandingkan dengan PPAP lama kol 5 (50%) — ECL lebih konservatif karena memperhitungkan recovery cost dan waktu.
BLOK 2

Forward-Looking & Macro

Pertanyaan diskusi: Bagaimana PD dan LGD dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi (PDB, suku bunga, unemployment)? Apa risiko manajerial?

Forward-Looking Adjustment

PSAK 71 mewajibkan penyesuaian PD dan LGD dengan informasi makro forward-looking.

Variabel Makro Standar
  • Pertumbuhan PDB (GDP growth) — proksi kesehatan ekonomi umum
  • Suku bunga acuan BI 7-day repo — mempengaruhi beban bunga debitur
  • Tingkat pengangguran (open unemployment) — proksi stress debitur ritel
  • Indeks Harga Konsumen (IHK) — mempengaruhi daya beli & nilai agunan
  • Nilai tukar IDR/USD — penting untuk debitur valas
Skenario: 3 skenario (base, optimistic, pessimistic) dengan probability masing-masing. Bank harus mengungkapkan asumsi makro & bobot skenario.

Mini-Kasus: ECL Bank Mandiri per Segmen

Komposisi rasio ECL per segmen Bank Mandiri (ilustrasi berdasarkan publikasi OJK).

Segmen KreditRasio ECL / OutstandingStage Dominan
Korporasi (large corporate)~1-2%Stage 1 dominan
Ritel (consumer)~2-4%Stage 1 + Stage 2
UMKM~4-7%Stage 2 signifikan
Mikro (microfinance)~7-12%Stage 2 + Stage 3
Card & rotating credit~5-9%Stage 2 + Stage 3
Insight
10× spread
Rasio ECL mikro (~10%) bisa 10 kali lipat rasio ECL korporasi (~1%). Bukan berarti mikro tidak profitable — bunga mikro juga lebih tinggi (risk-return tradeoff). Verifikasi ke laporan ECL per segmen.

Disclosure ECL Wajib

Bank wajib mengungkapkan informasi ECL yang detail untuk transparansi.

Pengungkapan ECL Wajib
  • Saldo outstanding per stage (Stage 1, 2, 3) — analisis pergerakan
  • Asumsi & variabel makro forward-looking yang dipakai
  • Sensitivitas ECL terhadap perubahan asumsi makro (stress test)
  • Kebijakan threshold SICR & metodologi penilaian
  • Reconciliation: saldo awal → mutasi → saldo akhir ECL allowance
Disclosure ECL adalah sumber informasi terkaya bagi analis kredit — baca dengan cermat untuk mendeteksi bank under-provision atau over-provision.
BLOK 3

Pitfalls & Tantangan Implementasi

Pertanyaan diskusi: Apa tantangan utama bank Indonesia saat mengimplementasikan PSAK 71 pada portofolio mikro/UMKM?

Empat Pitfall Implementasi ECL

Empat jebakan yang sering dijumpai bank saat menerapkan PSAK 71.

1. Data historis pendek. Untuk debitur mikro/UMKM, validasi PD lifetime sulit karena track record kurang dari satu siklus ekonomi.

2. Threshold SICR judgemental. Bervariasi antar bank, mempersulit komparasi. Auditor harus menguji konsistensi.

3. Asumsi makro tidak konservatif. Risiko bank under-provision dengan asumsi makro terlalu optimis. OJK mengawasi.

4. Capacity SDM risk management. Model probabilistik kompleks butuh tim risk yang kuat. Bank kecil kewalahan.

Rangkuman: 5 Poin Kunci Hari Ini

1. PSAK 71 mengubah paradigma. Dari incurred loss (reaktif) ke expected loss (proaktif, forward-looking).

2. Tiga stage pengakuan. Stage 1 (12-month ECL), Stage 2 (lifetime ECL), Stage 3 (default, PD=100%).

3. ECL = PD × LGD × EAD × DF. Tiga parameter kunci dari model kredit bank.

4. Forward-looking makro wajib. PDB, suku bunga, unemployment mempengaruhi PD & LGD.

5. Disclosure ECL sangat kaya. Baca dengan cermat untuk deteksi under/over-provision.

Penutup & Persiapan P5

Persiapan P5 (minggu depan):

  • Baca komposisi DPK bank pilihan Anda: giro, tabungan, deposito
  • Pelajari CASA Ratio sebagai indikator efisiensi pendanaan
  • Tandai perbedaan pencatatan giro (non-bunga) vs deposito (bunga)

Tugas mini: Hitung rasio ECL satu bank & bandingkan dengan rata-rata industri (data SPI OJK).