stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Akuntansi Aset Produktif Bank
RPS minggu 2 · 2x50 menit

Akun Aset Produktif Bank

Kredit · Surat Berharga · Penempatan Antar Bank — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 2: menjelaskan pencatatan akuntansi atas aset produktif bank. Empat kelompok aset yang akan dibedah.

Jam ke-1
  • Klasifikasi 4 aset produktif: penempatan antar bank, SBN, kredit,dana yang ditempatkan
  • Pengakuan awal kredit: principal + biaya transaksi
  • Mini-kasus: struktur portofolio kredit Mandiri publikasi OJK
Jam ke-2
  • Amortisasi saldo pokok dengan effective interest rate (EIR)
  • Akuntansi surat berharga: HTM, AFS, trading
  • Hitung dari nol: amortisasi kredit & evaluasi fair value SBN

Empat Kelompok Aset Produktif

Bank menghasilkan bunga dari empat sumber yang masing-masing punya perlakuan akuntansi berbeda.

Penempatan Antar Bank
CALL
Call money & Sertifikat Deposit Antar Bank. Likuiditas operasional harian, tenor <1 bulan, bunga mengambang.
Surat Berharga Negara
SBN
Obligasi pemerintah & SPN. Likuiditas cadangan + trading. Bunga kupon + fair value.
Kredit yang Diberikan
~65%
Dominan di portofolio bank umum Indonesia. Principal diamortisasi EIR + cadangan ECL.
Penyertaan
Anak Usaha
Investasi pada anak/asosiasi. equity method, diverifikasi dari laporan anak usaha.

Bagaimana Bank Menghasilkan Bunga

Pendapatan bunga bank secara umum berasal dari principal dikalikan EIR efektif per periode.

Pendapatan Bunga = Saldo Pokok × EIR × (n/12)
Dua Konsep Kunci
  • Principal = nominal kredit yang dipinjamkan
  • EIR = bunga efektif yang mengakomodasi biaya transaksi & diskon
Konsekuensi Akuntansi
  • Pendapatan bunga ≠ bunga kontraktual
  • Saldo pokok menurun seiring angsuran
  • ECL mengurangi net carrying amount (lihat P4)
BLOK 1

Akuntansi Kredit Bank

Pertanyaan diskusi: Mengapa kredit bank dicatat pada amortised cost, bukan fair value seperti saham?

Pengakuan Awal Kredit (Initial Recognition)

Pengakuan awal kredit mengikuti prinsip amortised cost PSAK terkait instrumen keuangan.

Carrying Amount = Principal − Biaya Transaksi + Diskon (bila ada)
Komponen Pengakuan Awal
  • Principal = nominal pinjaman yang dicairkan ke debitur
  • Biaya transaksi (provisi, biaya notaris, admin) dikurangkan dari carrying amount
  • Selisih carrying amount vs principal = agio/Disagio, diamortisasi sepanjang tenor
  • Diskon (bila ada) untuk pinjaman bunga di bawah pasar
Pada pencairan kredit: Dr. Kredit yang Diberikan (gross) | Cr. Kas (principal ke debitur), Cr. Pendapatan Komisi (provisi diakui bertahap via EIR).

Mengapa EIR > Bunga Kontraktual

EIR (Effective Interest Rate) memperhitungkan biaya transaksi sehingga lebih tinggi dari bunga nominal.

Bunga Kontraktual12%/thntercantum di akadProvisi/Biaya Transaksi2%dibayar di muka+EIR (bunga efektif)~13,2%dipakai untuk amortisasiEIR > kontraktual karena debitur terima lebih sedikit dari nominal
Implikasi: pendapatan bunga bank (EIR × saldo) selalu > bunga kontraktual sederhana. Inilah mengapa debitur merasa "lebih mahal" dari bunga yang dijanjikan.

Hitung dari Nol: EIR & Pendapatan Bunga Tahun 1

Mini-kasus: kredit korporasi Rp 10 M, bunga kontraktual 12%, provisi 2%, tenor 5 tahun, anuitas. Angka ilustrasi — verifikasi ke akad nyata.

LangkahPerhitunganNilai
PrincipalRp 10.000.000.000
Provisi 2% (biaya transaksi)10 M × 0,02Rp 200.000.000
Carrying amount awal10 M − 200 jutaRp 9.800.000.000
Angsuran tahunan (anuitas, ~12%)PMT(12%,5,−10M)~Rp 2.774.000.000
EIR efektif (internal rate of return)IRR dari arus kas~12,97%/thn
Pendapatan bunga T1 (EIR)9,8 M × 12,97%~Rp 1.271.000.000
Insight
~Rp 1,27 M
Pendapatan bunga yang diakui bank pada tahun pertama menggunakan EIR. Bandingkan dengan bunga kontraktual sederhana 12% × 10 M = Rp 1,2 M — selisih ~Rp 71 juta berasal dari amortisasi provisi.

Skema Jurnal Akuntansi Kredit (Tahun 1)

Jurnal tahunan untuk pencatatan pendapatan bunga dan penerimaan angsuran.

Saat Pengakuan Pendapatan Bunga T1
  • Dr. Kredit yang Diberikan (saldo pokok) — sebagian dari angsuran
  • Dr. Pendapatan Bunga Akrual (EIR × saldo awal)
  • Cr. Kas — total angsuran yang diterima dari debitur
Pada akhir tahun, saldo Kredit yang Diberikan menurun sebesar pokok yang telah diangsur. Pendapatan bunga yang diakui mengikuti EIR, BUKAN porsi bunga dari angsuran kontraktual.
BLOK 2

Akuntansi Surat Berharga

Pertanyaan diskusi: Apa perbedaan klasifikasi HTM, AFS, dan Trading menurut standar sebelum PSAK 71? Bagaimana pengaruhnya terhadap laba?

Tiga Klasifikasi Surat Berharga (Pra-PSAK 71)

Pra-PSAK 71, bank mengklasifikasi SBN ke tiga portofolio dengan perlakuan fair value berbeda.

PortofolioNiat ManajemenPengukuranPerubahan FV ke?
TradingProfit jangka pendekFair ValueLaba Rugi
AFS (Available-for-Sale)Bisa dijual sebelum jatuh tempoFair ValueOCI (ekuitas)
HTM (Held-to-Maturity)Dipegang sampai jatuh tempoAmortised CostTidak ada (tidak ditandai ke pasar)
Catatan: sejak implementasi PSAK 71 / IFRS 9 (sekitar 2020 di Indonesia), istilah HTM/AFS/Trading diganti dengan Amortised Cost / FVOCI / FVTPL. Detail di P3.

Hitung dari Nol: Amortisasi SBN HTM

Mini-kasus: SBN nominal Rp 1 M, kupon 6%/thn dibayar tahunan, tenor 3 thn, dibeli premium Rp 1.020 juta. Hitung pendapatan bunga efektif.

TahunSaldo AwalBunga Efektif (EIR)Kupon (6%)Amortisasi Premium
11.020.000.0001.020 M × ~5,30% = 54.060.00060.000.0005.940.000
21.014.060.0001.014 M × ~5,30% = 53.745.00060.000.0006.255.000
31.007.805.000~60.195.000 (closing)60.000.0007.805.000 (lunas)
Insight
EIR ≈ 5,30%
EIR lebih rendah dari kupon 6% karena SBN dibeli premium. Pendapatan bunga yang diakui (EIR × saldo) lebih kecil dari kupon tunai; selisihnya mengamortisasi premium. Pada jatuh tempo, saldo kembali ke nominal Rp 1 M.

Penempatan Antar Bank (Call Money)

Aset paling likuid bank — penempatan jangka pendek ke bank lain untuk mengelola likuiditas harian.

Karakteristik
  • Tenor sangat pendek: overnight hingga 90 hari
  • Bunga mengambang mengikuti JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate)
  • Tanpa agunan, mengandalkan risiko counterparty bank penerima
  • Pengakuan: amortised cost, pendapatan bunga akrual harian
Risiko Counterparty
  • Bank penerima bisa default (kasus Bank Century 2008)
  • ECL stage 1 berlaku — 12-month expected loss
  • Limit intraday dari Manajemen Risiko
  • Pengawasan OJK pada konsentrasi antar bank
BLOK 3

Penyertaan & Goodwill Anak Usaha

Pertanyaan diskusi: Mengapa bank sering mengkonsolidasikan anak usaha (securities, asuransi, pembiayaan)? Apa konsekuensi akuntansinya?

Aset Produktif: Mini-Kasus Bank Mandiri (Ringkas)

Komposisi portofolio aset produktif Bank Mandiri (ilustrasi berdasarkan publikasi OJK).

Komponen Aset Produktif% AsetPendapatan Dominan
Penempatan pada BI & bank lain~8%Bunga pasar uang harian (JIBOR)
Surat berharga (SBN, SBI)~18%Kupon + trading gain (FVTPL/FVOCI)
Kredit yang diberikan~62%Pendapatan bunga EIR per segmen
Penyertaan pada anak usaha~5%Dividen + goodwill konsolidasi
Aset tetap & lainnya~7%(bukan produktif)
Insight
~88% aset
Empat kelompok aset produktif menyumbang mayoritas penghasil bunga Mandiri. Kredit dominan ~62%, surat berharga ~18% sebagai cadangan likuiditas & trading. Verifikasi ke laporan publikasi OJK terbaru.

ECL sebagai Pengurang Carrying Amount

Setiap aset produktif bank dikurangi ECL (Expected Credit Loss) untuk mendapatkan net carrying amount.

Net Loans = Gross Loans − ECL Allowance
Konsep
  • Gross Loans = principal outstanding seluruh debitur
  • ECL Allowance = cadangan kerugian (PSAK terkait instrumen keuangan)
  • Net Loans = nilai buku yang dilaporkan di neraca
Mengapa Penting
  • Indikator kualitas kredit: ECL/loans ratio
  • Bank sehat: ECL ratio ~2-3% gross loans
  • Bank bermasalah: ECL ratio >5% (red flag OJK)

Restrukturisasi Kredit & PSAK

Restrukturisasi kredit menjadi mekanisme mitigasi yang penting saat siklus ekonomi turun.

AspekPerlakuan PSAKImplikasi
Definisi restrukturisasiModifikasi term: tenor, suku bunga, principalBisa triggered derecognition atau modifikasi
Gain/loss derecognitionSelisih PV old vs new cash flow → P&LBank bisa rugi/besar restukturisasi
Pengaruh ECLECL direcompute atas term baruBisa menurunkan/tambah cadangan
DisclosureCatatan eksposur restrukturisasi wajibTransparansi risk OJK
Saat pandemi 2020, OJK mengeluarkan relaksasi restrukturisasi kredit (POJK 11/2020) yang berdampak signifikan pada ECL bank Indonesia. Verifikasi perlakuan akuntansi ke PSAK terkait instrumen keuangan terkini.

Mini-Kasus: Komposisi Aset Produktif Bank

Perbandingan komposisi aset produktif bank besar Indonesia (ilustrasi publikasi OJK).

BankKredit %Surat Berharga %PA & Penyertaan %
BCA~70%~20%~10%
Mandiri~65%~22%~13%
BRI~72%~18%~10%
Bank Digital~55-60%~30-35%~5-10%
Komposisi Aset Produktif (% terhadap total aset produktif)BCA Kredit 70%SB 20%PA 10%Mandiri Kredit 65%SB 22%PA 13%BRI Kredit 72%SB 18%PA 10%Bank korporasi besar punya kredit 65-72%; bank digital punya surat berharga lebih tinggi untuk likuiditas

Rangkuman: 5 Poin Kunci Hari Ini

1. Empat aset produktif bank. Penempatan antar bank, surat berharga, kredit, penyertaan anak usaha.

2. Kredit dicatat amortised cost. Principal dikurangi biaya transaksi, diamortisasi EIR sepanjang tenor.

3. EIR > bunga kontraktual. Karena debitur menerima lebih sedikit dari nominal akibat provisi.

4. Surat berharga tiga kategori. Trading, AFS, HTM (pra-PSAK 71); FVTPL/FVOCI/AC pasca-PSAK 71.

5. ECL mengurangi carrying amount. Net Loans = Gross Loans − ECL Allowance.

Penutup & Persiapan P3

Persiapan P3 (minggu depan):

  • Baca catatan atas laporan instrumen keuangan bank pilihan Anda
  • Identifikasi klasifikasi surat berharga: AC / FVOCI / FVTPL
  • Tandai posisi ECL & tanggal adopsi PSAK terbaru

Tugas mini: Hitung rasio ECL/Gross Loans satu bank Indonesia & interpretasikan.