‹ Daftar slidePertemuan 1: Karakteristik Laporan Keuangan Lembaga Keuangan
RPS minggu 1 · 2x50 menit
Karakteristik Laporan Keuangan Lembaga Keuangan
Akuntansi Lembaga Keuangan — Magister Manajemen FEB UNDIP
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK 1: menjelaskan karakteristik khas laporan keuangan lembaga keuangan. Empat indikator capaian yang harus Anda kuasai sebelum meninggalkan kelas.
Jam ke-1 (50 menit)
Mengapa bank beda fundamental: intermediasi & maturity transformation
Posisi dalam alur 14 pertemuan: fondasi konseptual sebelum kita membahas aset produktif bank (P2), klasifikasi instrumen keuangan (P3), ECL/CKPN (P4), hingga studi kasus terintegrasi (P14).
Mengapa Bank Butuh Akuntansi Khusus
Bank bukan perusahaan biasa — bisnisnya adalah mengelola uang orang lain dengan janji pengembalian.
Total Aset Perbankan Indonesia
~Rp 11.000 T
data Statistik Perbankan Indonesia OJK (di-hedge)
Rekening DPK Nasabah
~ratusan juta
titipan giro, tabungan, deposito
Materialitas bank: salah catat cadangan 1% saja dari kredit, dampaknya bisa ratusan triliun rupiah — tidak ada di perusahaan non-keuangan.
BLOK 1
Mengapa Bank Beda Secara Fundamental
Pertanyaan diskusi: Mengapa bank disebut lembaga kepercayaan (trust-based), dan apa konsekuensinya bagi pelaporan keuangan?
Bisnis Bank: Intermediasi + Transformasi Maturity
Tiga fungsi inti bank menjelaskan struktur neraca yang khas.
Intermediasi
Transfer dana dari surplus unit (penyimpan) ke deficit unit (debitur).
Maturity Transformation
Mengubah tenor pendek (giro harian) menjadi pinjaman jangka panjang (KPR 15 thn).
Diversifikasi Risiko
Menyalurkan ke ribuan debitur → kegagalan satu tidak menjatuhkan bank.
Tiga Karakteristik Unik Laporan Bank
Tiga benang merah yang akan menjadi lensa sepanjang semester.
Karakteristik 1
Likuiditas Terbalik
Aset paling atas bukan kas, melainkan penempatan pada BI & bank lain. Kredit justru paling tidak likuid.
Karakteristik 2
DPK Dominan
70-80% sumber dana bank umum Indonesia berasal dari DPK nasabah — jauh dari struktur pendanaan perusahaan biasa.
Karakteristik 3
Modal Inti Minimum
CAR minimum 8% (POJK permodalan, + buffer Basel III) sebagai jangkar stabilitas bank.
Tanggung Jawab Fidusia & Pengawasan Ekstra
Tanggung jawab fidusia bank berbeda secara struktural, sehingga pengawasannya juga berbeda.
Konsekuensi Fidusia Bank
Kewajiban pengungkapan lebih ketat (POJK transparasi kondisi & tata kelola)
Audit eksternal wajib oleh KAP bersertifikat OJK + audit internal setingkat direksi
Pelaporan mingguan & bulanan ke OJK untuk monitoring profil risiko
GWM (Giro Wajib Minimum) sebagai kontrol likuiditas sistemik — ~9% dari DPK (di-hedge)
BLOK 2
Anatomi Neraca Bank
Pertanyaan diskusi: Di bank, mengapa penempatan pada bank lain dicatat di aset paling atas, sedangkan DPK di kewajiban paling atas?
Urutan Likuiditas Terbalik (Aset)
Di bank, instrumen pasar uang di puncak neraca — bukan kas. Peta dasar aset bank:
Akun Aset Bank
Karakteristik
Porsi Tipikal
Penempatan pada BI & bank lain
Paling likuid — cair dalam hitungan menit via BI-RTGS
5-10%
Surat berharga (SBN, SBI)
Likuid menengah — ada risiko nilai pasar
10-15%
Kredit yang diberikan
Tidak likuid — menunggu jatuh tempo /jual ke pihak ketiga
60-70%
Aset tetap & lainnya
Gedung, ATM, peralitan
5-10%
Sumber Dana: DPK, Modal, Pinjaman
Sisi pasiva neraca bank didominasi DPK — sangat berbeda dari perusahaan biasa.
Kewajiban
~95%
DPK ~75% · Pinjaman antar bank & surat berharga diterbitkan ~15% · kewajiban lain ~5%
Ekuitas
~5%
Modal inti + pelengkap — memenuhi CAR minimum 8% (POJK permodalan) sebagai jangkar stabilitas
Dengan modal hanya ~5% dari aset, kerugian aset 5% saja bisa menghapus seluruh modal bank. Inilah mengapa CAR minimum menjadi begitu kritis.
Hitung dari Nol: Struktur Neraca BRI (Ringkas)
Mini-kasus berdasarkan publikasi OJK (angka ilustrasi di-hedge — verifikasi ke laporan terbaru).
Komponen
Perhitungan
Nilai
Total aset BRI (asumsi)
—
Rp 2.000 T
DPK (~80% aset)
2.000 × 0,80
Rp 1.600 T
Kredit yang diberikan (~65% aset)
2.000 × 0,65
Rp 1.300 T
Modal (~12% aset)
2.000 × 0,12
Rp 240 T
CAR implisit
modal/ATMR
~9-13% (well-capitalized)
Insight
~80%
DPK dominan sebagai sumber dana BRI; kredit 65% menjadi aset produktif utama. Verifikasi angka aktual ke laporan publikasi OJK sebelum dipakai untuk keputusan.
BLOK 3
Laporan Laba Rugi Bank
Pertanyaan diskusi: Mengapa di bank, 'beban bunga' adalah beban kepada nasabah penyimpan, sedangkan di perusahaan biasa beban bunga adalah bunga kredit ke bank?
Pendapatan Bunga vs Pendapatan Fee
Laporan laba rugi bank punya dua sumbu utama yang menentukan profil bisnis.
Pendapatan Bunga Neto = Bunga Diterima dari Debitur − Beban Bunga ke Penyimpan
Pendapatan Bunga
Bunga kredit yang diberikan
Bunga surat berharga
Bunga penempatan antar bank
Pendapatan Fee-Based
Komisi transfer & ATM
Biaya admin kredit
Bancassurance, LC, bank garansi
Spread Bank & Beban Operasi
Empat kelompok beban bank membentuk struktur profitabilitas.
Struktur Beban Bank
Beban bunga ke penyimpan (DPK) — biasanya 30-40% total beban
Beban CKPN/ECL — cadangan kerugian kredit (akan dibahas P4)
Beban operasi — gaji, IT, sewa jaringan kantor, ATM
Pajak — PPh badan 22% (sama dengan perusahaan lain, sesuai UU HPP 2021)
Hitung dari Nol: Bunga Bebas Risiko vs Spread Bank
Mini-kasus: bagaimana bank menghasilkan uang dari spread (angka ilustrasi — verifikasi ke OJK).
Langkah
Perhitungan
Nilai
Bunga KMR yang dibebankan ke debitur
—
~7%/tahun
Beban bunga deposito ke penyimpan
—
~4%/tahun
Spread bank (margin)
7% − 4%
3%/tahun
Komponen CKPN (~0,5-1%)
cadangan kerugian
~0,7%
Komponen biaya operasi
gaji, IT, jaringan
~1,5-2%
Profit + pajak
spread tersisa
~0,3-0,8%
Insight
~Rp 550 T
Potensi pendapatan bunga neto perbankan Indonesia: 5% × Rp 11.000 T aset. Itulah mengapa bank dengan NIM tipikal 4-6% bisa tetap profitabel karena basis asetnya sangat besar.
BLOK 4
Konteks Pengawasan OJK
Pertanyaan diskusi: Apakah laporan keuangan bank yang sangat rinci sudah cukup untuk mencegah kegagalan bank? Apa peran audit dan pengawasan?
Rasio-Rasio Utama (Preview P9)
Tiga lensa cepat untuk membaca kesehatan bank — detail di P9.
NIM
~5%
Net Interest Margin — pendapatan bunga neto ÷ aset produktif rata-rata. Tipikal bank Indonesia sehat.
LDR
80-92%
Loan to Deposit Ratio — rentang sehat OJK. Terlalu rendah idle, terlalu tinggi risiko likuiditas.
NPL
<3%
Non-Performing Loan — kredit bermasalah sebagai persentase kredit total. Sehat menurut OJK.
Pengungkapan Wajib Bank (Preview P12)
Bank diwajibkan mengungkapkan informasi yang tidak ada di perusahaan biasa.
Pengungkapan Khas Bank
Rasio permodalan CAR setiap kuartal untuk transparansi kekuatan modal