‹ Daftar slidePertemuan 14: Proyek Presentasi 5: Presentasi Akhir Rencana Proposal Tesis (Mock Defense)
RPS minggu 15 · 2x50 menit
Proyek Presentasi 5
Presentasi Akhir Rencana Proposal Tesis (Mock Defense)
Academic Writing and Reading — Pertemuan 14 · Program Magister Manajemen FEB UNDIP
Dari Proyek 1-4 ke Mock Defense: Di Mana Kita Sekarang
Perjalanan Proyek Presentasi
P1: Topik & rumusan masalah — argumen awal riset Anda
P2: Tinjauan pustaka — posisi Anda di antara literatur
P3: Metodologi — desain untuk menjawab rumusan masalah
P4: Revisi sejawat — stress-test argumen sebelum "hari-H"
P5 (hari ini): integrasikan semua ke satu presentasi utuh 12-15 menit
Fokus Sesi
Koherensi
bukan sekadar kelengkapan slide
Penguji tesis tidak menilai jumlah slide Anda, melainkan apakah topik, gap, rumusan masalah, dan metodologi Anda saling mengunci menjadi satu argumen yang meyakinkan — dan apakah Anda mampu mempertahankannya secara lisan.
Bagian 1 — Diskusi Kelas
Apa yang Membuat Mock Defense "Meyakinkan"?
Jika Anda penguji, aspek apa yang paling cepat membongkar proposal yang lemah — kejelasan rumusan masalah, kekuatan literatur, atau kesiapan metodologi?
Rubrik Penilaian Mock Defense
Kriteria
Yang Dinilai
Bobot
Kejelasan argumen
Thesis statement tunggal, konsisten dari awal sampai akhir
25%
Justifikasi gap
Rumusan masalah lahir dari gap literatur yang jelas, bukan asumsi
20%
Kesesuaian metodologi
Desain riset logis menjawab rumusan masalah, bukan sekadar "familiar"
20%
Respons tanya-jawab
Mendengar dulu, menjawab tepat sasaran, mengakui keterbatasan bila perlu
25%
Manajemen waktu & delivery
Tuntas dalam alokasi waktu, vokal jelas, tanpa membaca slide kata per kata
10%
Total 100% — bobot ini mencerminkan pola umum rubrik sempro S2 FEB: substansi argumen (65%) jauh lebih berat daripada delivery (10%), tapi delivery yang buruk bisa menutupi substansi yang kuat.
Anatomi Presentasi Proposal Tesis yang Efektif
Struktur Ideal (10-12 Slide, 12-15 Menit)
Judul & konteks singkat (1 slide)
Latar belakang & fenomena/data pemicu (1-2 slide)
Gap literatur & posisi riset Anda (2 slide)
Rumusan masalah & thesis statement (1 slide)
Metodologi ringkas (2 slide)
Kontribusi & implikasi manajerial (1-2 slide)
Kesalahan struktur paling umum: menghabiskan 6 dari 10 slide untuk landasan teori umum, sehingga rumusan masalah dan metodologi hanya kebagian 90 detik terakhir — padahal itulah yang paling dinilai penguji.
Menyusun Narasi: Dari Topik ke Rumusan Masalah
Tahap
Pertanyaan Pemandu
Contoh Ilustratif
1. Fenomena
Fakta/data apa yang memicu keresahan riset?
Adopsi QRIS UMKM Jawa Tengah masih ~40% (ilustrasi)
2. Gap
Apa yang literatur BELUM jelaskan tentang fenomena ini?
Studi adopsi fintech fokus konsumen, minim studi sisi UMKM mikro
3. Justifikasi teori
Kerangka teori mana yang relevan menjelaskan gap ini?
Technology Acceptance Model (Davis, 1989) + trust
4. Rumusan masalah
Pertanyaan riset spesifik apa yang mengunci semua tahap di atas?
"Bagaimana kepercayaan memoderasi adopsi QRIS pada UMKM mikro?"
Prinsip Kunci
Tiap tahap harus mengalir logis ke tahap berikutnya — penguji akan bertanya "mengapa" di titik mana pun rantai ini terputus. Latih diri Anda menjawab "mengapa gap ini penting" sebelum ditanya.
Bagian 2 — Diskusi Kelas
Menghadapi Sesi Tanya-Jawab
Pertanyaan penguji seperti apa yang paling Anda takutkan saat ini — dan mengapa pertanyaan itu terasa mengancam?
Taksonomi Pertanyaan Penguji
Empat Jenis Pertanyaan
Klarifikasi — penguji ingin memastikan pemahaman Anda ("Apa maksud variabel X di sini?")
Kritis/menantang — menguji ketahanan argumen ("Mengapa bukan metode Y?")
Hipotetis — menguji antisipasi Anda ("Bagaimana jika data lapangan tidak signifikan?")
Defensif/jebakan — menguji integritas akademik ("Bagaimana Anda tahu ini bukan plagiarisme ide?")
Insight kunci: pertanyaan kritis bukan tanda proposal Anda buruk — justru tanda penguji menganggap Anda layak diajak berdebat serius. Yang berbahaya adalah pertanyaan yang dijawab dengan mengulang slide.
Kerangka Menjawab Pertanyaan Sulit
Langkah
Tindakan
Contoh Frasa
1. Dengar tuntas
Jangan memotong penguji; parafrase pertanyaan sebelum menjawab
"Jadi maksud Bapak/Ibu adalah..."
2. Akui sudut pandang
Validasi kekhawatiran penguji tanpa langsung membantah
"Itu poin yang valid, dan..."
3. Jawab langsung
Beri jawaban inti dalam 1-2 kalimat sebelum elaborasi
"Alasan utamanya adalah..."
4. Kaitkan ke bukti
Rujuk kembali ke literatur atau data yang sudah dipresentasikan
"Sesuai temuan (Nama, Tahun)..."
5. Akui batas bila perlu
Jujur pada keterbatasan, tawarkan langkah mitigasi ke depan
"Ini keterbatasan yang akan saya atasi dengan..."
Kerangka lima langkah ini berlaku sama saat Anda mempresentasikan proposal riset ke tim manajemen di kantor — bukan hanya untuk sidang akademik.
Mini-Kasus: Presentasi Proposal Riset Internal ke Komite
Seorang manajer risiko di bank BUMN mempresentasikan usulan riset internal tentang model credit scoring baru ke komite direksi.
Situasi (Ilustrasi)
Gap: model scoring lama kurang akurat untuk segmen UMKM tanpa histori kredit formal
Usulan: model alternatif berbasis data transaksi non-tradisional
Komite bertanya: "Apa risiko regulasi OJK jika model ini dipakai?"
Keputusan Manajerial
Bukan Teknis
tapi risiko & kepatuhan
Manajer tersebut tidak menjawab dengan detail teknis model, melainkan mengaitkan jawaban ke kerangka manajemen risiko OJK yang relevan — persis seperti penguji tesis yang ingin melihat Anda mengaitkan metodologi ke implikasi yang lebih luas.
Bahasa Tubuh, Vokal, dan Manajemen Waktu
Vokal
Bicara lebih lambat dari kecepatan normal Anda; jeda setelah poin penting alih-alih mengisi dengan "eee"
Postur
Berdiri tegak menghadap penguji, kontak mata bergilir — bukan membelakangi layar untuk membaca slide
Waktu
Latih dengan stopwatch; sisakan buffer 2 menit dari alokasi untuk transisi ke tanya-jawab
Kesalahan paling sering pada presentasi jarak jauh (daring): menatap layar sendiri bukan kamera, sehingga penguji merasa tidak dipandang langsung.
Kesalahan Umum Kandidat Magister saat Mock Defense
Kesalahan
Mengapa Merugikan
Perbaikan Cepat
Membaca slide kata per kata
Penguji kehilangan kontak mata dan kesan penguasaan materi
Slide hanya kata kunci, narasi dari ingatan
Rumusan masalah berubah di tengah presentasi
Menandakan argumen belum matang atau belum direvisi tuntas
Satu thesis statement, diulang konsisten 2-3 kali
Menjawab pertanyaan dengan defensif berlebihan
Penguji menilai lebih rendah sikap daripada substansi
Akui dulu poin penguji, baru berargumen
Metodologi dijelaskan terlalu teknis tanpa kaitan RQ
Penguji tidak melihat "mengapa metode ini", hanya "apa metodenya"
Selalu tutup penjelasan metode dengan "ini menjawab RQ karena..."
Instruksi Tugas: Pelaksanaan Mock Defense Hari Ini
Format Sesi
Presentasi individual 8-10 menit (bukan 12-15 menit penuh — dipadatkan untuk kelas)
Sesi tanya-jawab 5 menit per mahasiswa, minimal 2 pertanyaan dari dosen dan 1 dari sejawat
Bawa cetak/tampilkan thesis statement final di slide kedua sebagai jangkar argumen
Peer reviewer mengisi lembar penilaian singkat (lihat rubrik) selama rekan tampil
Rekaman/notes tanya-jawab menjadi bahan revisi menuju proposal seminar (sempro)
Dosen akan mencatat kekuatan dan area perbaikan tiap presentasi untuk umpan balik tertulis yang dibagikan setelah sesi.
Rubrik Penilaian Akhir Presentasi
Level
Deskripsi
Rentang Skor
Istimewa
Argumen koheren penuh, jawaban tanya-jawab tajam & jujur pada batasan
85-100
Baik
Argumen jelas, sebagian jawaban tanya-jawab kurang tuntas
70-84
Cukup
Struktur ada tapi rumusan masalah/metodologi belum solid, jawaban sering mengulang slide
55-69
Perlu revisi besar
Argumen tidak konsisten, tidak mampu mempertahankan posisi saat ditanya
<55
Catatan Penting
Skor mock defense BUKAN skor final sempro — ini adalah alat diagnostik untuk memetakan area revisi sebelum Anda menghadapi penguji sesungguhnya.
Umpan Balik Sejawat: Protokol Terstruktur
Format Umpan Balik (bukan opini bebas)
1 kekuatan spesifik — bagian argumen yang paling meyakinkan, dan mengapa
1 area perbaikan spesifik — bagian yang paling membingungkan atau lemah
1 pertanyaan tajam — yang benar-benar ingin dijawab peer reviewer sendiri
Format tiga poin ini mencegah umpan balik generik seperti "sudah bagus" yang tidak membantu revisi — mirip standar peer review jurnal yang dipelajari di P4.
Menyusun Elevator Pitch Tesis 60 Detik
Tahap
Isi (Maks 15 Detik/Tahap)
Contoh Kalimat Pembuka
1. Masalah
Satu kalimat fenomena/gap yang memicu riset
"Banyak UMKM sulit mengakses kredit formal karena..."
2. Kesenjangan
Apa yang literatur belum jawab
"Studi sebelumnya belum melihat peran..."
3. Pendekatan
Bagaimana Anda akan menjawabnya
"Penelitian ini menggunakan pendekatan..."
4. Kontribusi
Mengapa jawaban ini penting bagi praktik/kebijakan
"Temuan ini relevan bagi pengambil kebijakan karena..."
Latih pitch ini sampai lancar tanpa membaca — inilah jawaban Anda ketika penguji atau kolega bertanya "riset Anda tentang apa?" secara mendadak di koridor kampus.
Bagian 3 — Diskusi Kelas
Dari Mock Defense Menuju Sempro Sesungguhnya
Berdasarkan umpan balik yang Anda terima hari ini, revisi konkret apa yang akan Anda lakukan pada proposal sebelum sempro?
Roadmap: Menuju Seminar Proposal (Sempro)
Langkah Setelah Mata Kuliah Ini
Revisi proposal berdasarkan umpan balik dosen & sejawat hari ini
Konsultasi lanjutan dengan dosen pembimbing tesis (bukan dosen matkul ini)
Finalisasi instrumen/desain metodologi sesuai standar prodi
Ajukan jadwal sempro resmi ke bagian akademik program studi
Perbedaan Kunci
Skala
bukan jenis keterampilan
Keterampilan yang dilatih hari ini — struktur argumen, kesiapan tanya-jawab, delivery — sama persis dengan yang dibutuhkan di sempro sesungguhnya. Yang berbeda hanya skala formalitas dan komposisi penguji.
Checklist Refleksi Pra-Sempro
Self-Assessment — Centang Sebelum Melangkah ke Sempro
Thesis statement saya sama persis di slide pembuka dan penutup
Saya bisa menjelaskan gap riset dalam satu kalimat tanpa membaca catatan
Saya sudah mengantisipasi minimal 5 pertanyaan kritis dan menyiapkan jawaban
Metodologi saya terhubung eksplisit ke rumusan masalah, bukan sekadar "metode populer"
Saya sudah berlatih presentasi dengan stopwatch minimal dua kali
Jika lebih dari satu poin belum tercentang, prioritaskan itu di sesi konsultasi berikutnya dengan dosen pembimbing — jangan tunggu sampai H-1 sempro.
Ringkasan: Perjalanan Satu Semester Academic Writing and Reading
Menulis akademik: thesis statement, organisasi teks (P8-P9)
Presentasi & pertahanan argumen: dari topik sampai mock defense (P10-P14)
Nilai Jangka Panjang
Portable
melampaui tesis Anda
Kemampuan membaca kritis, menulis argumen jelas, dan mempertahankannya di depan audiens skeptis akan Anda pakai jauh melampaui sidang tesis — dalam rapat direksi, proposal proyek, dan negosiasi bisnis sepanjang karier.