Academic Writing and Reading — Magister Manajemen FEB UNDIP
Bagian 1 dari 3
Dari Kredibilitas Argumen ke Strategi Penulisan
Pertanyaan diskusi: apa bedanya argumen yang KUAT secara substansi dengan argumen yang ditulis secara MEYAKINKAN?
Rekap P5 & Peta Sasaran Pertemuan 6
Pertemuan 5 (sudah dikuasai)
Mengidentifikasi klaim utama vs klaim pendukung
Menilai kredibilitas sumber (penulis, penerbit, tahun)
Mendeteksi bias sudut pandang penulis
Pertemuan 6 (sasaran hari ini)
Membedah strategi penulisan yang membangun persuasi
Mengevaluasi kekuatan bukti tekstual secara sistematis
Menerapkan kerangka analisis pada teks jurnal/laporan riil
Kompetensi ini langsung dipakai saat Anda menulis tinjauan pustaka proposal tesis di P8-P9 — bukan sekadar latihan akademik.
Tiga Daya Tarik Retoris: Ethos, Logos, Pathos
Penulis akademik/manajerial yang efektif menyeimbangkan ketiganya — bukan hanya mengandalkan logika.
Contoh: laporan riset yang mengutip afiliasi penulis (ethos) + data survei besar (logos) + narasi dampak ke masyarakat (pathos, secukupnya) — bukan salah satu saja.
Hedging vs Booster: Kalibrasi Klaim
Hedging (bahasa hati-hati)
"tampaknya", "diperkirakan", "cenderung"
Mengakui batas generalisasi temuan
Menunjukkan kejujuran ilmiah penulis
Booster (bahasa penegas)
"jelas", "pasti", "tidak diragukan lagi"
Berguna untuk temuan yang benar-benar solid
Berlebihan → overclaiming, sinyal lemah
Glosarium: hedging = bahasa yang mengesankan kehati-hatian atas kepastian klaim; overclaiming = mengklaim lebih kuat daripada yang didukung bukti.
Signposting & Koherensi sebagai Strategi
Penulis kredibel memandu pembaca lewat struktur, bukan membiarkan pembaca tersesat.
Signpost Awal
"Bagian ini membahas tiga argumen utama..." — menyiapkan peta bagi pembaca
Transisi Antar-Paragraf
"Namun", "Sebaliknya", "Sejalan dengan itu" — menandai hubungan logis, bukan sekadar penghubung kalimat
Signpost Penutup
Merangkum kembali klaim & mengaitkan ke argumen berikutnya
Glosarium: signposting = penanda eksplisit yang memandu pembaca menyusuri alur argumen dalam teks.
Kasus 1: Membedah Strategi Penulisan Laporan SNLIK OJK
Walkthrough langkah-per-langkah menilai bagaimana laporan literasi keuangan membangun persuasi.
Langkah
Yang Diperiksa
Temuan
1
Ethos dibangun lewat apa?
Afiliasi resmi OJK + metodologi survei nasional (SNLIK) disebut eksplisit
Bab dipisah jelas: literasi → inklusi → rekomendasi, dengan transisi eksplisit antar-bab
4
Apakah pathos dipakai berlebihan?
Minimal — narasi dampak sosial hanya di ringkasan eksekutif, bukan di data inti
Simpulan
Kredibel
Ethos + logos dominan, pathos terkendali, struktur rapi
Bagian 2 dari 3
Dari Strategi Penulisan ke Bukti Tekstual
Pertanyaan diskusi: bukti seperti apa yang bisa Anda percaya sepenuhnya di sebuah teks akademik?
Coba Sendiri: Rangkai Argumen Retoris Anda
Setelah membahas ethos-logos-pathos, susun kerangka argumen esai Anda lengkap dengan antitesis, lalu lihat bagaimana ketiga daya tarik retoris terdistribusi di argumen Anda.
Jenis Bukti Tekstual: Bukan Semua Setara
Kuat → lemah (piramida di atas)
Data primer: survei/eksperimen sendiri penulis
Data sekunder: BPS/OJK/BI yang dikutip valid
Anekdot: testimoni segelintir informan, opini penulis lain
Sinyal peringatan
Anekdot dipakai seolah mewakili populasi
Sumber sekunder tanpa sitasi asal data
Data lama dipakai untuk klaim kondisi terkini
Empat Kriteria Menilai Kekuatan Bukti
Relevansi
Apakah bukti benar-benar mendukung klaim spesifik, bukan klaim yang mirip-mirip?
Sufficiency (kecukupan)
Apakah jumlah/keragaman bukti cukup untuk menopang generalisasi yang dibuat?
Currency (kebaruan)
Apakah data masih relevan dengan konteks waktu klaim diajukan?
Source credibility
Apakah sumber punya rekam jejak metodologis yang bisa diverifikasi?
Glosarium: sufficiency = kecukupan jumlah/ragam bukti relatif terhadap besarnya klaim yang diajukan.
Coba Sendiri: Skor Kekuatan Argumen Toulmin dari Teks Anda
Masukkan data, warrant, dan klaim dari satu paragraf artikel yang Anda evaluasi, lalu lihat skor kekuatan argumennya dan titik yang paling lemah.
Bukti vs Klaim: Ketika Ada Celah
Hasty generalization
Menarik simpulan umum dari sampel kecil/tidak representatif
Contoh: "3 startup fintech sukses tanpa izin OJK" → "regulasi tidak perlu"
Cherry-picking
Memilih bukti yang menguntungkan, mengabaikan yang kontradiktif
Contoh: mengutip 1 studi yang mendukung, mengabaikan 5 studi yang menyanggah
Glosarium: hasty generalization = generalisasi tergesa-gesa dari sampel kecil; cherry-picking = memilih bukti yang menguntungkan klaim saja.
Bagaimana Penulis Kredibel Menangani Counter-Evidence
Penulis yang kuat justru mengakui dan merespons bukti yang berlawanan, bukan menyembunyikannya.
Langkah 1
Menyebutkan eksplisit temuan/pandangan yang berbeda (counter-evidence)
Langkah 2
Menjelaskan mengapa temuannya tetap berlaku (batasan konteks, metodologi berbeda)
Langkah 3
Mengakui limitasi tanpa merusak keseluruhan argumen
Sinyal kredibilitas tertinggi: penulis yang menyebut counter-evidence justru terlihat lebih jujur dan lebih kuat, bukan lebih lemah.
Rubrik Skor Kekuatan Bukti
Kerangka analisis langkah-per-langkah untuk menilai satu klaim beserta buktinya secara sistematis.
Langkah
Kriteria Rubrik
Skor/Simpulan
1
Relevansi bukti terhadap klaim spesifik
Tinggi — data langsung mengukur variabel yang diklaim
2
Sufficiency (jumlah & keragaman sampel)
Sedang — n memadai tapi satu wilayah saja
3
Currency (kebaruan data)
Tinggi — data 2 tahun terakhir
4
Penanganan counter-evidence
Rendah — tidak disebut limitasi sama sekali
Simpulan Rubrik
Sedang
Bukti cukup kuat tapi generalisasi perlu dibatasi & limitasi wajib ditambahkan
Bagian 3 dari 3
Menuju Tinjauan Pustaka Tesis Anda
Pertanyaan diskusi: seberapa kuat sebenarnya bukti di sumber-sumber yang akan Anda kutip di proposal tesis?
Kasus 2: Dua Klaim tentang Adopsi QRIS UMKM
Walkthrough membandingkan kekuatan bukti dari dua sumber yang mengklaim hal serupa.
Sumber A
Klaim: "Adopsi QRIS meningkatkan omzet UMKM secara signifikan."
Bukti: survei BI/asosiasi merchant, n ~1.200, lintas 5 kota
Menyebut limitasi: hanya UMKM kategori kuliner & ritel