‹ Daftar slidePertemuan 13: Menulis Proposal Penelitian — Struktur & Konvensi Penulisan
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Metodologi Penelitian Bisnis
Pertemuan 13 — Menulis Proposal Penelitian: Struktur & Konvensi Penulisan
Dari sembilan langkah metodologis yang sudah Anda pelajari, saatnya merangkainya menjadi satu dokumen utuh: proposal penelitian yang layak diajukan ke dosen pembimbing.
RPS MINGGU 14 • 2X50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun proposal penelitian bisnis yang lengkap dan sesuai kaidah akademik. Secara rinci:
CAPAIAN 1 — STRUKTUR
BAB DEMI BAB
Menjelaskan fungsi dan isi tiap bab proposal (Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metode Penelitian).
CAPAIAN 2 — KONVENSI
GAYA AKADEMIK
Menerapkan konvensi penulisan ilmiah: sitasi, bahasa formal, format tabel/gambar.
CAPAIAN 3 — SINKRONISASI
SATU BENANG MERAH
Memastikan konsistensi antara masalah, tujuan, kajian pustaka, hipotesis, dan metode.
CAPAIAN 4 — SIAP TULIS
DRAF PERTAMA
Menghasilkan kerangka draf proposal yang siap dibawa ke bimbingan pertemuan depan.
Mengapa Proposal Itu Penting?
Bayangkan Anda mahasiswa Bisnis Digital yang ingin meneliti faktor yang memengaruhi keputusan UMKM bergabung dengan e-commerce seperti Tokopedia. Anda punya ide bagus di kepala — tapi ide di kepala tidak bisa dinilai orang lain.
Tanpa proposal: dosen pembimbing tidak tahu apa yang akan Anda kerjakan, tidak bisa memberi arahan, dan tidak bisa menilai kelayakan (feasibility) penelitian Anda sebelum waktu & biaya terbuang.
Dengan proposal solid: pembimbing bisa segera memberi masukan tajam, penelitian punya arah jelas, dan Anda punya "kontrak" tertulis tentang apa yang akan dikerjakan.
Proposal juga adalah dokumen persuasif — sama seperti pitch deck startup ke investor. Bedanya, "investor" Anda adalah dosen pembimbing dan penguji, dan yang "dijual" adalah kelayakan ilmiah penelitian Anda.
Bagian 1 dari 4
Anatomi Proposal Penelitian
Tiga bab inti — apa isinya, dan mengapa urutannya tidak boleh diacak.
Tiga Bab Inti Proposal
Format standar proposal penelitian bisnis (skripsi/tugas akhir) di Indonesia umumnya terdiri atas tiga bab utama sebelum lampiran.
Bab I menjelaskan apa masalahnya dan mengapa penting; Bab II menunjukkan apa kata riset sebelumnya dan merumuskan hipotesis; Bab III menjelaskan bagaimana Anda akan mengujinya secara empiris.
Bab I — Pendahuluan: Empat Sub-Bab Wajib
Pendahuluan membangun argumen mengapa penelitian ini perlu dilakukan, dari isu umum menuju rumusan spesifik.
1.1 Latar Belakang Masalah
Mulai dari fenomena umum (misal: pertumbuhan UMKM digital), lalu persempit ke gap spesifik.
Dukung dengan data awal (BPS, laporan industri, berita).
1.2 Rumusan Masalah
Ditulis sebagai pertanyaan penelitian (research question) — bukan pernyataan.
Contoh: "Apakah kepercayaan berpengaruh terhadap niat beli ulang di marketplace?"
1.3 Tujuan Penelitian
Jawaban langsung atas rumusan masalah, kriteria SMART (sudah dibahas P3).
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat teoritis (sumbangan ke ilmu) dan praktis (bagi pelaku bisnis/pembuat kebijakan).
Bab II — Tinjauan Pustaka: Tiga Fungsi
Bab ini bukan sekadar kumpulan ringkasan paper — ia harus membangun argumen menuju hipotesis Anda.
FUNGSI 1
Landasan Teori
Definisikan konsep utama pakai teori mapan (mis. Technology Acceptance Model untuk adopsi aplikasi digital).
FUNGSI 2
Riset Terdahulu
Rangkum temuan penelitian sebelumnya (idealnya tabel) — apa yang sudah diketahui, apa yang masih gap.
FUNGSI 3
Hipotesis & Kerangka
Simpulkan menjadi hipotesis (H1, H2, ...) dan gambar kerangka pemikiran (model penelitian).
Jebakan umum: menulis tinjauan pustaka sebagai "daftar belanja" ringkasan paper tanpa benang merah. Setiap sumber harus menjawab: "ini mendukung argumen bagian mana dari hipotesis saya?"
Bab III — Metode Penelitian: Enam Komponen
Bab ini adalah "resep masakan" penelitian Anda — harus cukup rinci sehingga orang lain bisa mereplikasinya.
Statistik deskriptif/inferensial, uji hipotesis (P11)
Etika penelitian
Informed consent, kerahasiaan data (P12)
Bagian 2 dari 4
Konvensi Penulisan Akademik
Bahasa, sitasi, dan format — aturan main yang membedakan proposal ilmiah dari tulisan populer.
Bahasa Akademik: Formal, Objektif, Presisi
Proposal ditulis dengan bahasa Indonesia baku, berbeda dari bahasa media sosial atau blog bisnis.
Hindari: kata ganti orang pertama ("saya rasa", "menurut saya"), kalimat subjektif, singkatan tidak baku ("yg", "tsb"), kalimat terlalu panjang tanpa tanda baca jelas.
Gunakan: kalimat pasif/impersonal ("penelitian ini bertujuan..."), istilah teknis konsisten, kalimat efektif (subjek-predikat-objek jelas), paragraf dengan satu gagasan utama.
Tidak Baku
Baku (Akademik)
"Menurut saya, harga berpengaruh ke keputusan beli."
"Harga diduga berpengaruh terhadap keputusan pembelian."
"Penelitian ini pengen tahu kenapa konsumen milih GoPay."
"Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor pemilihan GoPay sebagai metode pembayaran."
Sitasi & Daftar Pustaka
Sitasi (citation) adalah cara mengakui sumber gagasan/data yang Anda pakai — wajib di setiap klaim yang bukan pemikiran orisinal Anda.
Sitasi Dalam Teks (APA Style)
Satu penulis: (Kotler, 2021)
Dua penulis: (Kotler & Armstrong, 2021)
Tiga+ penulis: (Kotler et al., 2021)
Kutipan langsung: sertakan nomor halaman (Kotler, 2021, hlm. 45)
Daftar Pustaka
Urut alfabetis nama belakang penulis
Setiap sumber yang disitasi harus muncul di daftar pustaka (dan sebaliknya)
Gunakan pengelola referensi (Mendeley/Zotero) agar konsisten
Perhatian: mengutip tanpa mencantumkan sumber = plagiarisme (dibahas P12) — sanksi akademik berat, termasuk gagal mata kuliah atau pencabutan gelar bila terjadi di skripsi.
Format Tabel & Gambar
Tabel dan gambar (termasuk grafik, diagram, kerangka pemikiran) punya aturan penomoran dan penempatan baku.
Tabel
Judul di atas tabel: "Tabel 2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu"
Penomoran: Bab.Urutan (Tabel 2.1, 2.2, ... di Bab II)
Sumber dicantumkan di bawah tabel jika data sekunder
Gambar / Diagram
Judul di bawah gambar: "Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran"
Penomoran sama: Bab.Urutan
Harus dirujuk di teks sebelum gambar muncul ("...seperti pada Gambar 2.1")
Aturan mnemonik sederhana: "Tabel di atas, Gambar di bawah" — judul tabel selalu di atas objeknya, judul gambar selalu di bawah objeknya.
Bagian 3 dari 4
Latihan: Membedah Proposal
Menerapkan struktur dan konvensi pada studi kasus riset bisnis digital.
Walkthrough 1 — Dari Topik ke Rumusan Masalah
Kasus: mahasiswa tertarik meneliti ulasan produk (review) di Shopee. Bagaimana ide mentah ini menjadi rumusan masalah yang layak?
Langkah
Proses
Hasil
1. Topik mentah
Ide awal masih sangat luas & belum bisa diteliti
"Ulasan produk di Shopee"
2. Fenomena/gap
Cari data pendukung: mayoritas pembeli mengaku membaca ulasan sebelum beli, tapi sebagian ulasan diduga palsu
Isu: kredibilitas ulasan vs keputusan beli
3. Variabel penelitian
Tentukan variabel yang bisa diukur
X = kredibilitas ulasan, Y = niat beli
4. Rumusan masalah
Ubah jadi kalimat tanya spesifik & terukur
"Apakah kredibilitas ulasan produk berpengaruh terhadap niat beli konsumen di Shopee?"
Perhatikan: setiap langkah mempersempit topik, dari ide luas menuju pertanyaan yang bisa dijawab lewat data — inilah yang mengisi Bab I sub-bab 1.1 dan 1.2.
Walkthrough 2 — Menemukan Kesalahan Konvensi
Cuplikan proposal (fiktif) berikut mengandung beberapa pelanggaran konvensi. Mari kita telusuri satu per satu.
Langkah
Cuplikan / Analisis
Temuan
1. Baca teks
"Menurut saya, aplikasi GoPay itu paling gampang dipakai dibanding OVO tsb."
Bahasa tidak formal
2. Cek subjektivitas
Frasa "menurut saya" & "paling gampang" tanpa data pendukung
Klaim tanpa sitasi (opini, bukan argumen ilmiah)
3. Cek singkatan
"tsb." adalah singkatan tidak baku untuk konteks akademik
Pelanggaran ejaan baku
4. Versi perbaikan
"GoPay diduga memiliki tingkat kemudahan penggunaan (usability) yang lebih tinggi dibandingkan OVO (Rahman, 2023)."
Formal, bersitasi, terukur
Latihan untuk Anda: coba baca ulang draf Bab I Anda sendiri dan tandai kalimat mana yang masih "curhat" bukan argumen ilmiah.
Latihan Kelas: Checklist Self-Review Proposal
Sebelum mengumpulkan draf proposal minggu depan (P14), periksa naskah Anda dengan checklist berikut. Kerjakan berpasangan (peer-review) selama 15 menit.
Struktur & Konsistensi
Rumusan masalah & tujuan penelitian selaras (satu-satu)
Setiap hipotesis di Bab II didukung minimal 1 sumber teori/riset
Metode analisis di Bab III sesuai dengan hipotesis yang diuji
Konvensi Penulisan
Tidak ada kalimat berbunyi "menurut saya"/opini tanpa sitasi
Semua sitasi dalam teks ada di daftar pustaka (dan sebaliknya)
Penomoran tabel/gambar berurutan sesuai bab
Tukar draf dengan teman sebangku, beri minimal 3 catatan perbaikan tertulis, lalu diskusikan bersama sebelum sesi berakhir.
Bagian 4 dari 4
Rangkuman & Menuju Pertemuan Terakhir
Konsolidasi apa yang sudah dipelajari, dan persiapan finalisasi proposal minggu depan.
Cheat Sheet: Proposal dalam Satu Halaman
Elemen
Inti yang Harus Dijawab
Bab I — Pendahuluan
Fenomena apa? Masalah apa? Mengapa penting?
Bab II — Tinjauan Pustaka
Apa kata teori & riset sebelumnya? Apa hipotesis Anda?
Bab III — Metode Penelitian
Siapa/apa yang diteliti? Bagaimana cara mengukur & menganalisis?
Bahasa
Formal, objektif, konsisten istilah
Sitasi
Setiap klaim dari luar wajib bersumber (APA style)
Tabel/Gambar
Tabel judul di atas, Gambar judul di bawah, bernomor per-bab
Lima Kesalahan Umum yang Wajib Dihindari
KESALAHAN 1
Rumusan tak selaras tujuan
Rumusan masalah bertanya A, tapi tujuan penelitian menjawab B.
KESALAHAN 2
Tinjauan pustaka "daftar belanja"
Ringkasan paper berderet tanpa sintesis atau benang merah ke hipotesis.
KESALAHAN 3
Metode tak sesuai hipotesis
Hipotesis butuh uji beda, tapi metode yang ditulis hanya statistik deskriptif.
KESALAHAN 4
Sitasi tak konsisten
Ada di teks tapi hilang di daftar pustaka, atau sebaliknya.
Kesalahan 5 (paling fatal): menyalin kalimat dari sumber lain tanpa parafrase atau sitasi — berisiko dianggap plagiarisme, bisa berujung sanksi akademik berat.
Tugas & Pertemuan Berikutnya
Tugas Sebelum P14
Susun draf lengkap Bab I–III proposal Anda mengikuti struktur hari ini
Cek dengan checklist self-review (slide 16)
Unggah draf ke sistem e-learning paling lambat H-1 sebelum pertemuan berikutnya
PERTEMUAN 14
Finalisasi Proposal
Sesi umpan balik draf riset — presentasi singkat & masukan dari dosen serta rekan sekelas, sebelum proposal siap diajukan resmi.