‹ Daftar slidePertemuan 11: Analisis Data Kualitatif & Kuantitatif — Pengkodean Tematik & Statistik Dasar
Prodi Bisnis Digital · FEB UNDIP
Metodologi Penelitian Bisnis
Pertemuan 11: Analisis Data Kualitatif & Kuantitatif — Pengkodean Tematik & Statistik Dasar
Dari tumpukan wawancara dan angka survei menjadi temuan yang bisa dipercaya.
RPS minggu 12 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Dari Data Mentah ke Insight
Dua jalur analisis, satu tujuan: menjawab pertanyaan penelitian Anda dengan bukti.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
JALUR KUALITATIF
3 Tahap
Memahami dan mempraktikkan pengkodean tematik — dari kode mentah hingga tema final — pada data wawancara/teks.
JALUR KUANTITATIF
4 Ukuran
Menghitung statistik deskriptif (mean, median, modus, simpangan baku) dan memahami dasar statistik inferensial.
Sub-CPMK Minggu Ini
Mahasiswa mampu melakukan pengkodean tematik sederhana pada data kualitatif.
Mahasiswa mampu menghitung dan menginterpretasi statistik deskriptif dari data kuantitatif.
Mahasiswa memahami logika dasar statistik inferensial (populasi vs sampel, signifikansi) tanpa terjebak menghitung rumus rumit.
Mengapa Analisis Ini Penting?
Data yang tidak dianalisis dengan benar hanya jadi tumpukan file, bukan bukti ilmiah.
Bayangkan sebuah startup e-commerce mengumpulkan 500 respon survei kepuasan tapi hanya melaporkan "rata-rata pelanggan puas" tanpa menunjukkan bagaimana angka itu dihitung, atau berapa besar variasinya. Klaim itu tidak bisa diuji — dan itulah yang membedakan opini dari temuan penelitian.
TANPA ANALISIS SISTEMATIS
Bias
Peneliti hanya memilih kutipan wawancara yang mendukung dugaannya sendiri (cherry-picking).
DENGAN ANALISIS SISTEMATIS
Kredibel
Setiap klaim didukung prosedur yang bisa ditelusuri ulang oleh peneliti lain (transparan & dapat direplikasi).
Memahami makna & pola dari sudut pandang partisipan
Mengukur, membandingkan, menggeneralisasi ke populasi
Output khas
Tema, kategori, narasi
Rata-rata, persentase, koefisien
Contoh alat bantu
NVivo, Atlas.ti, atau coding manual di spreadsheet
SPSS, Excel, Jamovi, R
Banyak riset bisnis digital memakai mixed method — menggabungkan keduanya, misalnya wawancara untuk memahami alasan, lalu survei untuk mengukur seberapa luas alasan itu berlaku.
Alur Umum Analisis Data Kualitatif
Model klasik Miles & Huberman membagi analisis kualitatif menjadi tiga tahap yang saling terkait, bukan langkah satu-arah.
Pengkodean tematik yang akan kita praktikkan di slide berikutnya adalah inti dari tahap reduksi & penyajian data.
Pengkodean Tematik: Tiga Lapis Kode
Pengkodean (coding) adalah proses memberi label singkat pada potongan teks yang bermakna, lalu mengelompokkannya secara bertahap.
1. OPEN CODING
Kode
Memberi label singkat pada tiap kalimat/kutipan bermakna, sedekat mungkin dengan kata asli informan.
2. AXIAL CODING
Kategori
Mengelompokkan kode-kode yang mirip menjadi kategori yang lebih besar.
3. SELECTIVE CODING
Tema
Menyatukan kategori menjadi tema inti yang menjawab pertanyaan penelitian.
Ini adalah proses dari bawah ke atas (bottom-up) — tema tidak ditentukan di awal, tapi muncul dari data itu sendiri.
Walkthrough: Mengkode Kutipan Wawancara (1/2)
Kasus: wawancara pemilik UMKM digital tentang alasan pindah berjualan ke marketplace online.
Langkah
Aktivitas
Hasil
1
Baca kutipan asli: "Toko fisik sewa Rp 3 juta/bulan, sepi. Pindah ke Tokopedia, ga perlu sewa, jangkauan pembeli lebih luas."
Teks mentah
2
Beri kode pada tiap potongan bermakna (open coding)
"hemat sewa" · "jangkauan luas"
3
Bandingkan dengan kutipan informan lain yang serupa
Informan #2, #5, #7 sebut "hemat biaya" juga
4
Kelompokkan kode serupa jadi kategori (axial coding)
Kategori: "Efisiensi Biaya Operasional"
Walkthrough: Mengkode Kutipan Wawancara (2/2)
Melanjutkan dari kategori menuju tema final (selective coding).
Langkah
Aktivitas
Hasil
5
Identifikasi kategori lain dari data yang sama: "jangkauan luas", "kemudahan promosi", "kepercayaan pembeli via rating"
3 kategori tambahan
6
Cari benang merah antar-kategori (selective coding)
Semua mengarah ke satu isu besar
7
Rumuskan tema inti yang menjawab pertanyaan penelitian
Tema: "Migrasi digital didorong oleh efisiensi & perluasan pasar"
Tema akhir harus bisa ditelusuri kembali ke kutipan asli — inilah yang membuat analisis tematik kredibel, bukan tebakan peneliti.
Bagian 2 dari 3
Statistik Deskriptif & Inferensial Dasar
Mengubah kolom angka survei menjadi angka yang bisa Anda ceritakan.
Statistik Deskriptif: Ukuran Pemusatan & Sebaran
Statistik deskriptif meringkas data mentah menjadi angka yang menggambarkan pusat dan sebaran data.
Ukuran Pemusatan
Mean (rata-rata) — jumlah semua nilai dibagi banyaknya data
Median — nilai tengah setelah data diurutkan
Modus — nilai yang paling sering muncul
Ukuran Sebaran
Rentang (range) — nilai maksimum dikurangi minimum
Simpangan baku (std dev) — rata-rata jarak tiap data terhadap mean
Mean = median = modus 4,0 → data cenderung simetris & konsisten
Coba Sendiri: Hitung Statistik Deskriptif Data Anda
Ubah angka-angka data, lalu lihat mean, median, modus, dan simpangan baku terhitung ulang secara otomatis.
Melihat Sebaran: Histogram & Boxplot
Angka saja kadang tidak cukup — visualisasi membantu kita melihat bentuk distribusi data.
Distribusi yang menjulang di tengah dan menurun ke kedua sisi disebut mendekati normal — asumsi penting untuk banyak uji statistik lanjutan.
Statistik Inferensial: Dari Sampel ke Populasi
Statistik deskriptif bicara tentang data yang Anda punya. Statistik inferensial bicara tentang menggeneralisasi ke kelompok yang lebih luas.
POPULASI
Semua
Seluruh pengguna aplikasi belanja online di Indonesia — jutaan orang, mustahil disurvei semua.
SAMPEL
Sebagian
300 responden yang Anda survei — dipakai untuk MENAKSIR karakteristik populasi.
Konsep kunci: H0 (hipotesis nol) = "tidak ada perbedaan/hubungan"; H1 (hipotesis alternatif) = "ada perbedaan/hubungan". Uji statistik membantu kita memutuskan mana yang lebih didukung data.
Uji Signifikansi: Memahami p-value
p-value adalah probabilitas mendapatkan hasil seekstrem data Anda, seandainya H0 (tidak ada hubungan) benar.
Jika p-value < α (biasanya 0,05) → tolak H0
p-value KECIL (< 0,05)
Data yang kita lihat sangat tidak mungkin terjadi kalau H0 benar → kita punya bukti cukup kuat untuk menolak H0 dan mendukung H1.
p-value BESAR (≥ 0,05)
Data yang kita lihat masih masuk akal kalau H0 benar → belum cukup bukti untuk menolak H0.
Ingat: p-value bukan "probabilitas H0 benar", dan "tidak signifikan" bukan berarti "tidak ada hubungan sama sekali" — ini kesalahan interpretasi paling umum.
Hitung dari Nol #2: Koefisien Korelasi Pearson (r)
Data 5 UMKM: X = jam iklan digital/hari, Y = jumlah transaksi harian → X: 1,2,3,4,5 · Y: 2,4,5,4,5
Langkah
Perhitungan
Nilai
Rata-rata X dan Y
X̄ = 15÷5, Ȳ = 20÷5
X̄=3,0 · Ȳ=4,0
Deviasi tiap titik (x−X̄)(y−Ȳ), kalikan & jumlahkan (Σxy)
(-2·-2)+(-1·0)+(0·1)+(1·0)+(2·1)
6
Kuadratkan deviasi X, jumlahkan (Σx²)
4+1+0+1+4
10
Kuadratkan deviasi Y, jumlahkan (Σy²)
4+0+1+0+1
6
r = Σxy ÷ √(Σx² × Σy²)
6 ÷ √(10×6) = 6 ÷ 7,75
≈ 0,77
INTERPRETASI
r ≈ 0,77
Korelasi positif kuat — makin lama iklan digital, makin tinggi transaksi (bukan bukti sebab-akibat!)
Coba Sendiri: Ubah Data, Amati Scatter Plot & Nilai r
Geser titik-titik data pada scatter plot, lalu lihat nilai r Pearson berubah langsung sesuai pola sebarannya.
Bagian 3 dari 3
Memilih Alat, Menyajikan, dan Menjaga Integritas
Dari perhitungan manual ke praktik profesional — dengan tanggung jawab etis.
Memilih Alat Bantu Analisis
Untuk Data Kualitatif
NVivo / Atlas.ti — software khusus coding, cocok data besar (puluhan wawancara)
Coding manual di spreadsheet (Excel/Sheets) — cukup untuk skripsi dengan <15 informan
Tetap butuh pemahaman manusia — software hanya membantu organisasi, bukan mengganti interpretasi peneliti
Untuk Data Kuantitatif
SPSS — paling umum di riset bisnis, antarmuka klik (point-and-click)
Excel — cukup untuk statistik deskriptif dasar & korelasi sederhana
Jamovi / R — gratis, open-source, makin populer untuk uji lanjutan
Menyajikan Hasil: Tabel, Narasi, dan Triangulasi
Hasil analisis yang baik dikomunikasikan dengan kombinasi angka/kutipan DAN narasi yang menjelaskannya.
Contoh Struktur Penyajian (Bab Hasil Penelitian)
Kualitatif: tabel ringkasan tema + kutipan pendukung dari informan (dengan kode anonim, mis. "Informan 3")
Kuantitatif: tabel statistik deskriptif (mean, std dev, n) + hasil uji hipotesis + interpretasi dalam kalimat
Triangulasi (mixed method): narasi yang menghubungkan temuan kualitatif & kuantitatif — apakah keduanya saling menguatkan?
Aturan emas: setiap angka atau kutipan di laporan harus bisa ditelusuri kembali ke data mentah — inilah esensi traceability dalam riset.
Kesalahan Umum & Latihan Kelas
Kesalahan yang sering terjadi: (1) memilih kutipan yang mendukung dugaan awal saja (cherry-picking), (2) melaporkan mean tanpa simpangan baku, (3) menyimpulkan sebab-akibat dari korelasi, (4) p-hacking — mengulang uji sampai dapat p<0,05.
Latihan Kelas (10 menit, berkelompok 3 orang)
Setiap kelompok menerima 3 kutipan wawancara singkat tentang alasan konsumen memilih belanja di marketplace lokal vs luar negeri.
Lakukan open coding pada tiap kutipan, lalu usulkan 1 kategori yang menaunginya.
Satu kelompok akan diminta mempresentasikan hasilnya secara singkat.