stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-10
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 10: Metode Pengumpulan Data Primer & Sekunder
Bisnis Digital · FEB Undip

Metodologi Penelitian Bisnis

Pertemuan 10: Metode Pengumpulan Data Primer & Sekunder

Survei, observasi, eksperimen, dan data sekunder — memilih & menghitung kebutuhan data untuk riset bisnis digital.

RPS minggu 11 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:

CPMK 1
4
metode pengumpulan data primer
Membedakan survei, observasi, eksperimen, dan wawancara/FGD (recap P7) beserta kapan masing-masing tepat dipakai.
CPMK 2
2
jenis sumber data sekunder
Mengidentifikasi sumber internal & eksternal, serta mengevaluasi kualitasnya sebelum dipakai dalam riset.
Bonus keterampilan: Anda akan bisa menghitung ukuran sampel minimal memakai rumus Slovin — alat yang langsung terpakai saat menyusun proposal riset.
Bagian 1 dari 3
Data Primer: Survei, Observasi & Eksperimen
Data yang Anda kumpulkan sendiri, langsung dari sumber aslinya, untuk menjawab pertanyaan penelitian spesifik.

Apa Itu Data Primer?

Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dari sumber pertama, khusus untuk menjawab pertanyaan penelitian yang sedang dikerjakan.

Ciri-ciri
  • Dikumpulkan langsung, bukan dari laporan orang lain
  • Sangat relevan & spesifik dengan RQ
  • Butuh waktu, biaya, dan tenaga lebih besar
  • Peneliti mengontrol penuh cara pengumpulan
Contoh dalam Bisnis Digital
  • Kuesioner ke pengguna aplikasi e-commerce
  • Mengamati langsung perilaku checkout di toko online
  • Eksperimen A/B testing tampilan aplikasi
  • Wawancara pemilik UMKM digital (recap P7)

Metode 1 — Survei (Kuesioner)

Survei mengumpulkan data dari sejumlah besar responden memakai daftar pertanyaan terstruktur, biasanya untuk mengukur sikap, persepsi, atau perilaku.

Jenis Pertanyaan
  • Tertutup: pilihan ganda, skala Likert (recap P9)
  • Terbuka: responden menulis jawaban bebas
  • Kombinasi keduanya paling umum dipakai
Kanal Distribusi
  • Google Forms / link digital (paling umum saat ini)
  • Survei tatap muka (paper-based)
  • Survei telepon atau via aplikasi chat
Kelebihan utama: bisa menjangkau jumlah responden besar dengan biaya relatif rendah — cocok untuk riset kuantitatif skala nasional seperti survei kepuasan pengguna e-commerce.

Metode 2 — Observasi

Observasi adalah pengamatan langsung terhadap perilaku subjek, tanpa harus bertanya — cocok saat Anda ingin tahu apa yang benar-benar dilakukan, bukan sekadar apa yang dikatakan.

Observasi PartisipanPeneliti terlibat langsungdalam aktivitas yang diamaticontoh: ikut kerja di gudang UMKMObservasi Non-PartisipanPeneliti mengamati dari luar,tanpa terlibat aktivitascontoh: rekam heatmap klik di app
Contoh digital: menganalisis rekaman heatmap atau session recording untuk melihat pola klik pengguna di aplikasi e-commerce — ini observasi non-partisipan berbasis data digital.

Metode 3 — Eksperimen

Eksperimen memanipulasi satu variabel (variabel bebas) secara terkontrol untuk melihat efeknya pada variabel lain (variabel terikat) — satu-satunya metode yang bisa menguji hubungan sebab-akibat.

EKSPERIMEN LABORATORIUM
Lab
Lingkungan terkontrol penuh
Contoh: menguji reaksi pengguna terhadap dua desain UI aplikasi di ruang usability testing.
EKSPERIMEN LAPANGAN
Field
Lingkungan alami sehari-hari
Contoh: A/B testing dua versi halaman checkout langsung ke pengguna nyata aplikasi.
Perhatikan variabel pengganggu (confounding variable) — faktor lain yang bisa memengaruhi hasil selain variabel yang Anda uji, misalnya musim promo yang bersamaan dengan A/B test Anda.

Bandingkan: Kelebihan & Kekurangan Metode Primer

MetodeKelebihan UtamaKekurangan Utama
SurveiJangkauan besar, biaya relatif rendahRentan bias jawaban sosial
ObservasiMenangkap perilaku nyata, bukan klaimButuh waktu lama, bisa bias jika subjek sadar diamati
EksperimenBisa simpulkan sebab-akibatSulit dikontrol penuh di luar lab, biaya tinggi
Wawancara/FGD (P7)Data kaya & mendalamSulit digeneralisasi, makan waktu analisis
Tidak ada metode yang "terbaik" secara mutlak — pilihan bergantung pada pertanyaan penelitian Anda.
Bagian 2 dari 3
Data Sekunder: Sumber & Evaluasi Kualitas
Data yang sudah dikumpulkan pihak lain — cepat, murah, tetapi harus dievaluasi kualitasnya sebelum dipakai.

Apa Itu Data Sekunder?

Data sekunder adalah data yang sudah dikumpulkan dan dipublikasikan oleh pihak lain untuk tujuan yang berbeda dari penelitian Anda saat ini, lalu Anda manfaatkan kembali.

KEUNTUNGAN
Cepat
& hemat biaya
Sudah tersedia, tinggal diunduh; cocok untuk analisis tren jangka panjang yang tak mungkin Anda kumpulkan sendiri.
RISIKO
Tidak Pas
dengan kebutuhan riset
Dikumpulkan untuk tujuan lain, sehingga definisi variabel atau periode waktunya mungkin tidak persis cocok dengan RQ Anda.

Sumber Data Sekunder: Internal vs Eksternal

Sumber Internal
  • Laporan keuangan & laporan tahunan perusahaan
  • Data transaksi & log sistem internal perusahaan
  • Catatan penjualan, CRM, database pelanggan
Sumber Eksternal
  • BPS (Badan Pusat Statistik) — statistik nasional
  • OJK, Bank Indonesia — data sektor keuangan
  • BEI/IDX — data perdagangan saham perusahaan Tbk
  • Jurnal, laporan riset lembaga, media massa

Evaluasi Kualitas Data Sekunder: 4 Kriteria

1. Akurasi
A
Apakah data bebas dari kesalahan?
Bandingkan dengan sumber lain bila memungkinkan; periksa metodologi pengumpulan aslinya.
2. Relevansi
R
Sesuai definisi variabel Anda?
Pastikan definisi & unit analisis data cocok dengan kerangka teoritis riset Anda.
3. Ketepatan Waktu
T
Seberapa baru datanya?
Data 10 tahun lalu tentang perilaku belanja online mungkin sudah tidak relevan hari ini.
4. Kredibilitas Sumber
K
Siapa penerbitnya?
Lembaga resmi (BPS, OJK, BEI) lebih kredibel daripada blog atau media sosial tanpa metodologi jelas.

Data Sekunder di Era Digital: Big Data & Web Scraping

Selain sumber resmi seperti BPS, era digital membuka sumber data sekunder baru berskala besar (big data).

Contoh Sumber Digital
  • Ulasan & rating produk di marketplace (Tokopedia, Shopee)
  • Data media sosial (jumlah mention, sentimen)
  • Data trafik situs (Google Trends, Google Analytics)
  • API publik platform e-commerce & media sosial
Catatan Etika & Legal
  • Web scraping harus taati Terms of Service platform
  • Data pribadi pengguna wajib dianonimkan
  • Perhatikan UU PDP saat mengolah data personal
Bagian 3 dari 3
Memilih Metode & Menghitung Kebutuhan Data
Kapan menggabungkan primer dan sekunder, serta cara menghitung ukuran sampel yang Anda butuhkan.

Kapan Memilih Primer, Kapan Memilih Sekunder?

Pilih Data Primer Jika
  • Pertanyaan riset sangat spesifik & baru
  • Tidak ada data sekunder yang cocok tersedia
  • Anda butuh mengontrol penuh kualitas & format data
Pilih Data Sekunder Jika
  • Data resmi yang relevan sudah tersedia (contoh: BPS)
  • Butuh data historis jangka panjang
  • Waktu & anggaran riset terbatas
Praktik umum: gunakan data sekunder untuk konteks & latar belakang (bab 1-2 proposal), lalu data primer untuk menjawab RQ spesifik Anda.

Triangulasi: Menggabungkan Beberapa Sumber Data

Triangulasi adalah strategi menggunakan lebih dari satu sumber atau metode data untuk memperkuat kredibilitas temuan riset Anda.

SurveiData SekunderObservasiTiga sumber saling menguatkan satu temuan riset
Contoh: klaim "pengguna beralih ke aplikasi kompetitor karena biaya admin" lebih kredibel jika didukung survei + data transaksi sekunder + observasi ulasan sekaligus.

Hitung dari Nol #1: Ukuran Sampel dengan Rumus Slovin

n = N ÷ (1 + N × e²)

Kasus: populasi 5.000 UMKM digital terdaftar di sebuah platform, margin error yang ditoleransi 5%.

LangkahPerhitunganNilai
1. Tentukan populasi (N)Populasi UMKM digital terdaftarN = 5.000
2. Tentukan margin error (e)Toleransi kesalahan 5%e = 0,05
3. Hitung e²0,05 × 0,05e² = 0,0025
4. Kalikan N × e²5.000 × 0,002512,5
5. Tambahkan 11 + 12,513,5
6. Bagi N dengan hasil5.000 ÷ 13,5370,37
7. Bulatkan ke atasJumlah responden harus bilangan bulatn = 371
UKURAN SAMPEL MINIMAL
371
responden survei (margin error 5%)

Hitung dari Nol #2: Response Rate Survei

Response Rate = (Kembali ÷ Disebar) × 100%

Kasus: dari perhitungan Slovin, Anda menargetkan 371 responden, sehingga menyebar 400 kuesioner untuk antisipasi non-respons.

LangkahPerhitunganNilai
1. Kuesioner disebarDitargetkan lebih dari 371400
2. Kuesioner kembali & validYang diisi lengkap & benar340
3. Bagi kembali dengan disebar340 ÷ 4000,85
4. Kalikan 100 untuk persen0,85 × 10085%
5. Bandingkan ambang minimal (~50%)85% > 50%Layak dianalisis
RESPONSE RATE
85%
340 dari 400 kuesioner valid — melebihi 371 minimal Slovin

Coba Sendiri: Hitung Response Rate Survei Anda

Geser jumlah kuesioner disebar dan kembali valid, lalu lihat response rate berubah dan apakah melewati ambang layak dianalisis.

Latihan Kelas: Rancang Metode Pengumpulan Data

Kasus

Sebuah startup UMKM digital di Semarang ingin tahu mengapa tingkat pembelian ulang (repeat order) pelanggannya rendah dibandingkan kompetitor sejenis.

Diskusikan Berkelompok (10 menit)
  • Metode primer apa yang paling tepat, dan mengapa?
  • Data sekunder apa yang bisa mendukung/melengkapi?
  • Apakah triangulasi diperlukan di sini?
Siapkan untuk Dipresentasikan
  • 1 metode primer utama + alasannya
  • 1 sumber data sekunder pendukung
  • Estimasi ukuran sampel jika memakai survei

Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya

KonsepPoin Kunci
Data primerSurvei, observasi, eksperimen — dikumpulkan langsung, mahal tapi relevan
Data sekunderBPS/OJK/BEI/internal — cepat & murah, wajib dievaluasi 4 kriteria
Ukuran sampelRumus Slovin: n = N ÷ (1 + N×e²)
Response rate(Kembali ÷ Disebar) × 100%, target > 50%
Minggu Depan (P11)

Analisis Data Kualitatif & Kuantitatif — statistik deskriptif/inferensial, pengkodean tematik.

TUGAS
1
rancangan pengumpulan data
Tuliskan metode primer/sekunder untuk topik proposal Anda + hitung estimasi ukuran sampel (jika survei).

📖 Baca juga: Dcf Valuation — penjelasan mendalam dan contoh numerik.