stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Desain Penelitian: Eksploratif, Deskriptif, Kausal
Program Studi Bisnis Digital • FEB

Metodologi Penelitian Bisnis

Pertemuan 6 — Desain Penelitian: Eksploratif, Deskriptif, Kausal

Tiga cetak biru riset bisnis: kapan menjelajah, kapan memotret, dan kapan membuktikan sebab-akibat — dengan contoh nyata bisnis digital Indonesia.

RPS MINGGU 6 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Peta Desain Penelitian
Apa itu desain penelitian, di mana posisinya dalam alur riset, dan dua dari tiga jenis utama: eksploratif dan deskriptif.
Eksploratif Deskriptif

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK Minggu 6: mahasiswa mampu membedakan dan memilih desain penelitian yang tepat sesuai tujuan riset.

MEMAHAMI
3 Desain
Eksploratif • Deskriptif • Kausal
Menjelaskan definisi, tujuan, dan ciri khas masing-masing jenis desain penelitian bisnis.
MENERAPKAN
Memilih
Desain yang tepat
Mencocokkan pertanyaan riset (apa, seberapa banyak, mengapa) dengan jenis desain yang sesuai.
Fokus hari ini bukan menghafal definisi, melainkan melatih kepekaan memilih — sebab desain yang salah membuat seluruh riset, sebagus apa pun analisisnya, tidak menjawab pertanyaan yang diajukan.

Di Mana Posisi Kita dalam Alur Riset?

Desain penelitian adalah jembatan antara hipotesis yang sudah dirumuskan dan data yang akan dikumpulkan.

P5Hipotesis & KerangkaP6 — HARI INIDesain PenelitianEksploratif/Deskriptif/KausalP7Metode KualitatifP8–P11Kuantitatif, Sampling, Analisis
Desain penelitian menerjemahkan hipotesis abstrak menjadi rencana kerja konkret: metode apa, data dari siapa, dan bagaimana dianalisis.

Apa Itu Desain Penelitian?

Desain Penelitian = Cetak biru (blueprint) pengumpulan, pengukuran, dan analisis data
MENJAWAB
Apa, Bagaimana, Mengapa
Jenis pertanyaan riset yang ingin dijawab menentukan jenis desain.
MENENTUKAN
Metode & Sumber Data
Wawancara, survei, atau eksperimen — serta dari siapa data diambil.
MENJAGA
Validitas Hasil
Desain yang tepat mencegah kesimpulan keliru atau bias.

Tiga Jenis Desain: Peta Cepat

JenisPertanyaan KunciKapan Dipakai
EksploratifApa sebenarnya masalahnya?Topik masih asing, minim teori/data awal
DeskriptifBagaimana karakteristiknya? Seberapa banyak?Ingin memotret kondisi/perilaku secara akurat
KausalApakah X menyebabkan Y?Ingin membuktikan hubungan sebab-akibat
Ketiganya sering berurutan dalam satu riset besar: eksploratif deskriptif kausal — makin ke kanan, makin ketat kontrolnya, tapi makin sempit topiknya.

Desain Eksploratif: Definisi & Kapan Dipakai

Eksploratif (exploratory) = penelitian awal untuk memahami masalah yang masih kabur, belum banyak diteliti, atau belum punya teori mapan.

CIRI KHAS
Fleksibel & Terbuka
Tidak ada hipotesis kaku di awal; peneliti terbuka pada temuan tak terduga. Sampel kecil, tidak perlu representatif.
TUJUAN
Menemukan Arah
Menghasilkan wawasan awal, memperjelas konsep, atau merumuskan hipotesis untuk riset lanjutan.
Contoh: startup logistics-tech baru ingin tahu "mengapa" UMKM enggan pindah dari ojek daring ke layanan kirim instan mereka — belum ada teori baku, jadi harus dijelajahi dulu.

Eksploratif: Metode & Studi Kasus

Metode Umum
  • Wawancara mendalam dengan pakar atau pengguna kunci
  • FGD (Focus Group Discussion — diskusi kelompok terarah 6–10 orang)
  • Studi kasus tunggal yang kaya-detail
  • Kajian literatur & data sekunder yang tersedia
Studi Kasus: Tim riset UMKM digital melakukan 8 wawancara mendalam dengan pemilik toko online di Shopee & Tokopedia untuk menjelajahi hambatan adopsi pembayaran digital sebelum menyusun kuesioner survei nasional.

Desain Deskriptif: Definisi & Kapan Dipakai

Deskriptif = penelitian untuk memotret karakteristik, frekuensi, atau hubungan antar-variabel secara akurat, tanpa mengklaim sebab-akibat.

CIRI KHAS
Terstruktur & Terukur
Hipotesis/pertanyaan sudah jelas sejak awal; sampel besar & representatif agar bisa digeneralisasi.
TUJUAN
Memotret Kondisi
Menjawab "siapa, apa, kapan, di mana, berapa banyak" — bukan "mengapa" sebab-akibat.
Contoh: "Berapa persentase pengguna GoTo berusia 18–24 tahun yang berbelanja lewat fitur live shopping setiap bulan?" — ini memotret, bukan menguji sebab-akibat.

Deskriptif: Metode & Dua Jenis Waktu Pengamatan

MetodeCiriContoh
SurveiKuesioner terstruktur, sampel besarSurvei kepuasan pelanggan e-commerce nasional
ObservasiMengamati perilaku langsung tanpa intervensiMerekam pola klik di halaman checkout
Analisis data sekunderMemakai data yang sudah adaData transaksi BPS/OJK e-commerce
CROSS-SECTIONAL
Satu Waktu
Data diambil sekali dalam satu titik waktu — "potret" (mis. survei bulan ini saja).
LONGITUDINAL
Berulang
Data diambil berulang dari sampel yang sama/serupa sepanjang waktu — "video" tren perilaku.
Bagian 2 dari 3
Kausalitas & Eksperimen
Desain paling ketat: membuktikan bahwa satu variabel benar-benar menyebabkan perubahan pada variabel lain — bukan sekadar berjalan bersamaan.
X Sebab      Y Akibat

Desain Kausal: Tiga Syarat Sebab-Akibat

"Korelasi bukan kausasi" — ada 3 syarat yang harus dipenuhi sebelum berani mengklaim X menyebabkan Y.

1. KOVARIASI
Bergerak Bersama
X dan Y harus terbukti berubah bersamaan secara konsisten.
2. URUTAN WAKTU
X Dulu, Y Kemudian
Penyebab harus terjadi sebelum akibatnya, bukan sesudah/bersamaan.
3. NON-SPURIOUS
Bukan Palsu
Tidak ada variabel ketiga tersembunyi yang menjelaskan hubungan itu.
Jebakan klasik spurious correlation (korelasi palsu): penjualan payung dan kecelakaan motor sama-sama naik saat musim hujan — bukan karena payung menyebabkan kecelakaan, tapi hujan (variabel ketiga) menyebabkan keduanya.

Eksperimen Murni vs Kuasi-Eksperimen

AspekEksperimen MurniKuasi-Eksperimen
Penugasan grupAcak (random assignment)Tidak acak (grup alami/sudah ada)
Kontrol variabel luarSangat ketatTerbatas
ContohA/B test fitur checkout ke pengunjung acakBandingkan penjualan toko yang pakai vs tidak pakai iklan digital
Kekuatan klaim kausalKuatSedang (rentan variabel pengganggu)
Variabel independen (yang dimanipulasi/diubah peneliti)  vs  variabel dependen (yang diukur hasilnya) — dasar dari setiap desain kausal.

Hitung dari Nol #1 — A/B Test Checkout Toko Online

Sebuah UMKM digital menguji desain checkout baru (B) vs lama (A), masing-masing ke 1.000 pengunjung acak.

LangkahPerhitunganNilai
1. Conversion rate Grup A (lama), 80 dari 1.000 beli80 ÷ 1.000 × 1008%
2. Conversion rate Grup B (baru), 100 dari 1.000 beli100 ÷ 1.000 × 10010%
3. Selisih poin persentase (B − A)10% − 8%2 poin
4. Uplift relatif terhadap baseline A(10 − 8) ÷ 8 × 10025%
HASIL EKSPERIMEN
25%
Uplift conversion rate desain baru

Coba Sendiri: Simulasikan A/B Test Checkout Anda

Geser jumlah pengunjung dan pembeli tiap grup, lalu amati bagaimana conversion rate dan uplift relatif berubah seketika.

Hitung dari Nol #2 — Ukuran Sampel Survei Deskriptif

Sebelum survei deskriptif ke UMKM digital terdaftar, tentukan dulu ukuran sampel minimum memakai rumus Slovin (dibahas lebih dalam di P8–P9).

n = N ÷ (1 + N×e²)
LangkahPerhitunganNilai
1. Populasi (N) — UMKM digital terdaftardiketahui5.000
2. Margin error (e) yang ditoleransi10% = 0,10,1
3. Hitung N × e²5.000 × (0,1)²50
4. Hitung penyebut (1 + N×e²)1 + 5051
5. Ukuran sampel minimum (n)5.000 ÷ 51≈ 98,04
SAMPEL MINIMUM
98
Responden (dibulatkan ke atas)
Bagian 3 dari 3
Memilih Desain yang Tepat
Menyatukan tiga desain jadi satu alat bantu praktis: peta keputusan, jebakan umum, dan ringkasan siap pakai.

Peta Keputusan: Desain Mana yang Saya Pakai?

Seberapa jelas topiknya?Masih kaburJelas, ingin memotretIngin buktikan sebab-akibatEKSPLORATIFWawancara, FGD,studi kasusDESKRIPTIFSurvei, observasi,data sekunderKAUSALEksperimen /kuasi-eksperimenSering berurutan: eksploratif → deskriptif → kausal dalam satu program riset besar

Jebakan Umum yang Harus Anda Hindari

Jebakan 1 — Klaim kausal dari data deskriptif. "Survei menunjukkan pengguna yang sering belanja online juga lebih puas hidupnya" ≠ belanja online menyebabkan kepuasan hidup. Itu baru korelasi.
Jebakan 2 — Sampel eksploratif dianggap representatif. Delapan wawancara mendalam tidak bisa digeneralisasi ke jutaan pengguna e-commerce Indonesia — itu bukan tujuannya.
Jebakan 3 — Lupa urutan waktu. Mengukur X dan Y bersamaan (cross-sectional) lalu mengklaim X menyebabkan Y, padahal urutan mana yang lebih dulu tidak jelas.
Jebakan 4 — Mengabaikan variabel ketiga. Tidak mengecek kemungkinan spurious correlation sebelum menyimpulkan sebab-akibat.

Cheat Sheet: Ringkasan Tiga Desain

AspekEksploratifDeskriptifKausal
PertanyaanApa masalahnya?Berapa banyak/siapa?Mengapa/apa penyebabnya?
SampelKecil, tak representatifBesar, representatifTerkontrol, sering acak
Metode utamaWawancara, FGDSurvei, observasiEksperimen, kuasi-eksperimen
OutputWawasan & hipotesis awalProfil/statistik akuratBukti sebab-akibat
Simpan tabel ini — akan Anda pakai langsung saat menulis Bab 3 (Metodologi) proposal penelitian di pertemuan 13–14.

Latihan, Tugas, & Pertemuan Berikutnya

Latihan Diskusi Kelas (10 menit)

Sebuah aplikasi ride-hailing ingin tahu: "Apakah pemberian diskon 20% meningkatkan frekuensi pemesanan pengguna baru?"

  • Desain apa yang paling tepat, dan mengapa?
  • Apa risiko spurious correlation-nya?
TUGAS SEBELUM P7
Draf Desain
Tentukan & tuliskan (1 halaman) desain penelitian untuk topik proposal Anda sendiri — sertakan alasan pemilihannya.
Pertemuan 7 minggu depan: Metode Penelitian Kualitatif — wawancara mendalam, FGD, analisis tematik, dan empat kriteria kepercayaan data (kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, transferabilitas).