‹ Daftar slidePertemuan 4: Teknik Tinjauan Pustaka & Identifikasi Gap Penelitian
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Teknik Tinjauan Pustaka & Identifikasi Gap Penelitian
Pertemuan 4 — Metodologi Penelitian Bisnis
Mengubah tumpukan artikel jurnal menjadi peta pengetahuan yang jelas — lalu menemukan celah yang layak diteliti.
RPS minggu 4 · 2x50 menit
Bagian 1
Mengapa Tinjauan Pustaka Penting
Dari sekadar "kutip-tempel" menuju fondasi ilmiah penelitian Anda.
Apa Itu Tinjauan Pustaka?
Tinjauan pustaka (literature review) adalah kajian sistematis atas penelitian terdahulu yang relevan dengan topik Anda — bukan sekadar kumpulan ringkasan, melainkan sintesis yang menunjukkan posisi penelitian Anda.
Empat Fungsi Utama
Memetakan apa yang sudah diketahui tentang topik
Menunjukkan landasan teori yang relevan
Mengidentifikasi gap atau celah yang belum terjawab
Menghindari duplikasi penelitian yang sudah ada
Bukan Tinjauan Pustaka Jika
Hanya deretan ringkasan artikel tanpa keterkaitan
Tidak ada analisis persamaan & perbedaan antar studi
Tidak berujung pada celah atau justifikasi penelitian
Sumber didominasi blog atau berita populer
Jenis Sumber Pustaka
Primer
Data Asli
Artikel jurnal hasil penelitian orisinal, skripsi/tesis, laporan riset resmi (mis. Laporan Tahunan BEI, riset internal Bank Indonesia).
Sekunder
Ulasan
Artikel review/meta-analisis, buku teks yang merangkum banyak studi primer, buku ajar metodologi.
Tersier
Ringkasan Umum
Ensiklopedia, kamus istilah, artikel berita populer — cocok untuk latar belakang awam, bukan rujukan analisis utama.
Aturan praktis: skripsi/tesis idealnya minimal 80% rujukan berasal dari sumber primer & sekunder ilmiah (jurnal terindeks), bukan sumber tersier.
Menilai Kualitas Sumber
Tidak semua yang muncul di Google layak dikutip. Gunakan empat saringan berikut sebelum memasukkan artikel ke daftar bacaan Anda.
Kriteria
Pertanyaan Kunci
Contoh Indikator
Kredibilitas penerbit
Apakah jurnal terindeks resmi?
Scopus, SINTA 1-2, bukan predator
Kebaruan
Seberapa relevan dengan konteks saat ini?
Idealnya ≤10 tahun terakhir
Relevansi
Apakah membahas variabel/konteks Anda?
Topik e-commerce, UMKM digital, dsb.
Metodologi jelas
Apakah desain & sampel dijelaskan transparan?
Ada bagian metode, sampel, alat analisis
Walkthrough 1: Menyusun Kata Kunci Pencarian
Rumusan masalah Anda: "Mengapa sebagian UMKM kuliner di Semarang enggan bertransaksi lewat QRIS?" Mari ubah menjadi strategi pencarian database.
("QRIS" OR "mobile payment") AND ("UMKM" OR "SME") AND "adoption"
4. Uji & persempit
Jalankan di database, cek jumlah hasil
Terlalu banyak → tambah filter tahun/negara
Glosarium: Boolean operator = kata penghubung logika (AND/OR/NOT) untuk mempersempit atau memperluas hasil pencarian database.
Walkthrough 2: Dari Database ke Daftar Bacaan
Setelah kata kunci siap, ke mana harus mencari? Ikuti alur berikut agar tidak tersesat di lautan artikel.
Langkah
Tindakan
Alat Bantu
1. Cari luas
Masukkan kata kunci Boolean ke database akademik
Google Scholar, Scopus, SINTA
2. Saring cepat
Baca judul & abstrak, buang yang tidak relevan
Filter tahun 2016-2026, bahasa
3. Simpan terkelola
Kumpulkan PDF & metadata secara rapi
Mendeley, Zotero, folder terstruktur
4. Lacak referensi silang
Cek daftar pustaka artikel kunci untuk temuan baru
Teknik "snowballing"
Bagian 2
Membaca & Memetakan Literatur
Dari tumpukan PDF menuju matriks sintesis yang siap ditulis.
Teknik Membaca Kritis: Ekstraksi Terarah
Jangan baca linear dari awal — baca artikel jurnal secara terarah dengan lima pertanyaan ekstraksi berikut.
Urutan Baca Efisien
Abstrak & kesimpulan dulu (gambaran besar)
Pendahuluan (masalah & motivasi studi)
Metode (bagaimana data dikumpulkan)
Hasil & diskusi (temuan inti)
Lima Pertanyaan Ekstraksi
Apa tujuan & pertanyaan penelitiannya?
Teori/kerangka apa yang dipakai?
Metode & sampel apa yang digunakan?
Apa temuan utamanya?
Apa keterbatasan yang diakui penulis?
Sintesis, Bukan Sekadar Ringkasan
Ringkasan menceritakan ulang satu per satu artikel. Sintesis menyatukan beberapa artikel menjadi satu argumen yang menunjukkan pola, persamaan, dan pertentangan.
Aspek
Ringkasan (Hindari)
Sintesis (Target)
Struktur
Per artikel, berurutan
Per tema/variabel, lintas artikel
Bahasa
"Penelitian A menemukan..., Penelitian B menemukan..."
"Beberapa studi (A, B) sepakat bahwa..., namun studi C menunjukkan sebaliknya..."
Fungsi
Daftar fakta terpisah
Membangun argumen menuju gap penelitian
Hitung dari Nol: Persentase Kebaruan Referensi
Anda mengumpulkan 25 referensi untuk draf tinjauan pustaka. Berapa persen yang memenuhi standar kebaruan (terbit ≤10 tahun terakhir)?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Total referensi
Jumlah seluruh sumber di daftar pustaka
25 referensi
2. Referensi terbit 2016-2026
Hitung yang memenuhi batas ≤10 tahun
18 referensi
3. Persentase kebaruan
18 ÷ 25 x 100
72%
4. Bandingkan standar
72% vs standar minimal 70-80%
Memenuhi ambang bawah, perlu ditingkatkan
Hasil Akhir
72%
referensi Anda tergolong baru — masih di bawah target ideal 80%
Sitasi yang Benar & Menghindari Plagiarisme
Gaya Kutipan Umum (APA)
Dalam teks: (Santoso, 2023) atau Santoso (2023) menyatakan...
Daftar pustaka: Santoso, A. (2023). Judul artikel. Nama Jurnal, 12(1), 45-58.
Kutip ide, bukan hanya kalimat yang dicopy-paste
Tiga Jenis Plagiarisme yang Sering Terjadi
Copy-paste tanpa kutipan (plagiarisme langsung)
Parafrasa terlalu mirip kalimat asli
Self-plagiarism: mendaur ulang tulisan sendiri tanpa sitasi
Aturan emas: setiap klaim, data, atau ide yang bukan pemikiran orisinal Anda wajib disertai sitasi — meski sudah diparafrasakan.
Apa Itu Gap Penelitian?
Gap (celah) penelitian adalah area yang belum terjawab, belum konsisten, atau belum diuji dalam literatur yang ada — inilah pintu masuk kontribusi penelitian Anda.
Jenis Gap
Ciri
Contoh Bisnis Digital
Gap kontekstual
Belum diuji pada populasi/wilayah tertentu
Studi adopsi QRIS banyak di kota besar, minim di UMKM pedesaan
Gap metodologis
Metode terdahulu punya keterbatasan
Mayoritas studi kualitatif, belum ada pengujian kuantitatif skala besar
Gap konseptual/teoretis
Variabel/hubungan belum diuji bersamaan
Kepercayaan & keamanan data diuji terpisah, belum simultan
Gap temuan (kontradiksi)
Hasil studi terdahulu saling bertentangan
Sebagian studi bilang harga berpengaruh, sebagian lain tidak
Hitung dari Nol: Skor Kelayakan Gap Penelitian
Anda menemukan tiga calon gap penelitian. Gunakan rubrik berbobot untuk memilih yang paling layak diteliti (skala 1-5 tiap kriteria).
Langkah
Perhitungan (Gap: "UMKM Pedesaan & QRIS")
Nilai
1. Relevansi (bobot 40%)
Skor 4 x 0,40
1,60
2. Kebaruan (bobot 30%)
Skor 5 x 0,30
1,50
3. Kelayakan data (bobot 30%)
Skor 3 x 0,30
0,90
4. Skor total
1,60 + 1,50 + 0,90
4,00 / 5,00
Keputusan
4,00
di atas ambang layak (≥3,50) — gap ini dipilih untuk proposal
Coba Sendiri: Nilai Kelayakan Gap Anda Sendiri
Masukkan skor 1-5 untuk relevansi, kebaruan, dan kelayakan data calon gap Anda, lalu lihat skor total dan keputusannya.
Studi Kasus: Gap Penelitian Bisnis Digital Indonesia
Contoh nyata bagaimana peneliti Indonesia merumuskan gap dari literatur yang ada.
Literatur yang Sudah Ada
Banyak studi tentang niat beli di marketplace besar (Tokopedia, Shopee)
Fokus umumnya pada konsumen kota besar
Variabel dominan: kepercayaan, kemudahan, harga
Gap yang Ditemukan & Dirumuskan
Minim studi tentang UMKM sebagai penjual, bukan hanya pembeli
Belum ada yang menguji literasi digital pelaku UMKM sebagai moderator
→ RQ baru: "Bagaimana literasi digital memoderasi hubungan antara dukungan platform dan kinerja penjualan UMKM di marketplace?"
Bagian 3
Dari Gap ke Kerangka Riset
Merangkai bahan bacaan menjadi narasi tinjauan pustaka yang mengalir.
Alat Bantu: Matriks Sintesis Literatur
Sebelum menulis narasi, susun dulu tabel sintesis. Ini "peta jalan" yang membuat penulisan Bab Dua jauh lebih cepat.
Coba Sendiri: Susun Matriks Sintesis Anda
Tambahkan baris artikel (penulis, variabel, metode, temuan), lalu lihat pola dan gap yang muncul saat dibaca menyamping.
Merangkai Narasi: Pola Corong (Funnel)
Tinjauan pustaka yang baik mengalir dari topik luas menuju celah spesifik — seperti corong, bukan lompatan acak.
Setiap paragraf harus menjadi jembatan menuju paragraf berikutnya, hingga akhirnya "menyempit" menjadi satu kalimat gap yang tegas.
Kesalahan Umum & Cara Menghindarinya
Kesalahan Umum
Dampak
Cara Menghindari
Menumpuk kutipan tanpa analisis
Terbaca seperti daftar belanja referensi
Selalu tambahkan kalimat sintesis setelah kutipan
Sumber terlalu lama/tidak relevan
Diragukan kebaruan & relevansinya
Terapkan cek persentase kebaruan (slide 11)
Gap tidak spesifik ("masih perlu diteliti lagi")
Tidak meyakinkan sebagai justifikasi
Rumuskan gap dengan variabel & konteks konkret
Mengabaikan referensi kontradiktif
Terkesan bias, tidak objektif
Tampilkan juga temuan yang berbeda/bertentangan
Latihan Kelas: Rancang Strategi Pencarian Anda
Kerjakan berpasangan (15 menit), gunakan rumusan masalah dari tugas Pertemuan 3 Anda.
Instruksi
Tuliskan 3-5 kata kunci utama dari rumusan masalah Anda
Rangkai menjadi satu string pencarian Boolean (AND/OR/NOT)
Cari di Google Scholar atau SINTA, catat jumlah hasil & 3 judul teratas
Nilai satu artikel dengan empat kriteria kualitas sumber (slide 5)
Tuliskan satu dugaan awal gap penelitian dari 3 artikel tersebut
Siapkan hasil latihan ini — akan dibahas 10 menit terakhir sesi & menjadi dasar tugas individu menyusun matriks sintesis (5 artikel) untuk minggu depan.