stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-13
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 13: Struktur & Konvensi Penulisan Proposal Penelitian
FEB UNDIP · Metodologi Penelitian Bisnis

Struktur & Konvensi Penulisan Proposal Penelitian

Pertemuan 13 · Dari Naskah Berantakan menjadi Proposal yang Siap Dikonsultasikan

Bagaimana menyusun proposal penelitian bisnis dengan struktur akademik baku, alur argumentasi yang runtut, dan konvensi penulisan ilmiah yang benar — siap dibawa ke meja dosen pembimbing.

RPS minggu 14 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun proposal penelitian bisnis lengkap dengan struktur akademik baku. Secara rinci, Anda akan mampu:

Capaian 1 — Anatomi
1
Struktur Baku
Menjelaskan tiga bagian besar proposal (awal, isi, akhir) beserta komponen wajib di dalam masing-masing bab.
Capaian 2 — Alur Logis
2
Dari Fenomena ke Hipotesis
Merangkai fenomena bisnis nyata menjadi rumusan masalah, dan kerangka teoritis menjadi hipotesis yang teruji.
Capaian 3 — Konvensi
3
Sitasi & Bahasa Ilmiah
Menerapkan konvensi sitasi APA dan kaidah bahasa ilmiah baku (EYD V) dalam naskah proposal.
Capaian 4 — Format Teknis
4
Standar Fisik Naskah
Menerapkan format teknis baku (margin, font, spasi, penomoran) sesuai pedoman penulisan skripsi FEB.

Tiga Proposal, Tiga Nasib Berbeda di Meja Dosen Pembimbing

Bayangkan tiga mahasiswa mengajukan judul proposal minggu ini dengan ide yang sama bagusnya — pengaruh rating dan ulasan terhadap keputusan pembelian di Shopee. Nasib mereka berbeda:

Mahasiswa A
Ditolak
Struktur berantakan
Latar belakang dan tinjauan pustaka bercampur, tidak ada rumusan masalah eksplisit. Dosen bingung inti masalahnya apa.
Mahasiswa B
Revisi Berat
Struktur ada, sitasi kacau
Bab sudah lengkap, tetapi sitasi tidak konsisten APA, banyak kalimat "menurut saya" — dianggap tidak ilmiah.
Mahasiswa C
Disetujui
Struktur & konvensi rapi
Alur logis dari fenomena ke hipotesis, sitasi konsisten, format sesuai pedoman. Dosen langsung menyetujui untuk lanjut ke seminar proposal.
Ide yang sama, hasil yang berbeda jauh — bukan karena topiknya, melainkan karena struktur dan konvensi penulisannya. Itulah yang kita kuasai hari ini.
Bagian 1 dari 3
Anatomi & Struktur Baku Proposal
Tiga bagian besar yang membentuk kerangka proposal penelitian bisnis — dari halaman sampul sampai rumusan masalah.

Tiga Bagian Besar Proposal Penelitian

Proposal penelitian bisnis FEB mengikuti struktur baku tiga bagian — urutannya tidak boleh dibolak-balik.

Bagian AwalSampul, abstrak,daftar isiBagian IsiBab I–III:Pendahuluan–MetodeBagian AkhirDaftar pustaka,lampiran
BagianIsi UtamaSifat
AwalHalaman judul, persetujuan, abstrak, kata pengantar, daftar isi/tabel/gambarAdministratif
IsiBab I Pendahuluan, Bab II Tinjauan Pustaka, Bab III Metode PenelitianInti ilmiah
AkhirDaftar pustaka, lampiran (kuesioner, panduan wawancara, dsb.)Pertanggungjawaban

Bagian Awal: Halaman Sampul, Abstrak & Daftar Isi

Halaman Sampul & Persetujuan
  • Judul penelitian — ringkas, spesifik, memuat variabel & objek
  • Logo universitas, nama & NIM, program studi
  • Halaman persetujuan dosen pembimbing (tanda tangan)
  • Contoh judul baik: "Pengaruh Kualitas Layanan dan Rating terhadap Keputusan Pembelian di Shopee (Studi pada Mahasiswa Semarang)"
Abstrak
  • Ringkasan 150–250 kata: masalah, metode, tujuan (hasil belum ada di tahap proposal)
  • Ditulis terakhir, setelah seluruh bab selesai
  • Memuat 3–5 kata kunci (keywords) di bagian bawah
  • Satu paragraf padat, tanpa sitasi & tanpa singkatan tak dijelaskan
Daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dibuat otomatis (fitur References di Word) — bukan diketik manual, agar nomor halaman selalu akurat setelah revisi.

Bab I Pendahuluan: Latar Belakang Masalah

Latar belakang adalah corong (funnel) — bergerak dari yang umum ke yang spesifik, membangun alasan mengapa penelitian ini penting dilakukan.

Lapis 1 — Umum
Konteks
Fenomena makro
Tren industri/pasar. Contoh: pertumbuhan transaksi e-commerce Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.
Lapis 2 — Spesifik
Fenomena
Gejala & data pendukung
Data konkret objek studi. Contoh: rating rendah UMKM kuliner di GoFood berkorelasi dengan penurunan repeat order.
Lapis 3 — Gap
Kesenjangan
Research gap
Perbedaan hasil penelitian terdahulu, atau fenomena yang belum banyak diteliti pada konteks lokal.
Kesalahan umum: mahasiswa langsung menulis rumusan masalah tanpa data pendukung — dosen akan bertanya "buktinya mana?" Sertakan angka, sumber (BPS, laporan perusahaan, berita terverifikasi).

Rumusan Masalah, Tujuan & Manfaat Penelitian

KomponenFungsiBentuk Kalimat
Rumusan MasalahInti pertanyaan yang akan dijawab penelitianKalimat tanya: "Bagaimana pengaruh X terhadap Y pada Z?"
Tujuan PenelitianMenjawab langsung rumusan masalah (harus 1:1 sejajar)Kalimat pernyataan: "Untuk menganalisis pengaruh X terhadap Y..."
Manfaat TeoritisKontribusi pada ilmu/teori"Memperkaya kajian tentang..."
Manfaat PraktisKegunaan bagi pelaku bisnis/pembuat kebijakan"Menjadi masukan bagi UMKM/perusahaan dalam..."
Aturan emas: jumlah rumusan masalah = jumlah tujuan penelitian = jumlah hipotesis (bila kuantitatif). Ketiganya harus sejajar satu-satu, tidak boleh ada yang "nyasar".

Hitung dari Nol — Walkthrough 1: Dari Fenomena ke Rumusan Masalah

Kasus: seorang mahasiswa mengamati bahwa UMKM kuliner mitra GoFood di Semarang mengalami penurunan repeat order. Mari rangkai jadi rumusan masalah, langkah demi langkah.

LangkahPerhitungan/AksiHasil
1 Amati fenomenaObservasi awal: rating toko 3,2/5 dan keluhan "pesanan lama" di kolom ulasanFenomena awal tercatat
2 Cari data pendukungData internal mitra: repeat order turun 18% dalam 3 bulan terakhirBukti kuantitatif
3 Telusuri teori/riset terdahuluStudi terdahulu: kualitas layanan & rating memengaruhi loyalitas pelanggan (Parasuraman et al., 1988)Landasan teoritis ditemukan
4 Identifikasi gapRiset terdahulu banyak di ritel modern, jarang pada UMKM kuliner berbasis aplikasiResearch gap tersedia
5 Rumuskan sebagai kalimat tanyaSusun dalam format baku "Bagaimana pengaruh X terhadap Y pada Z?""Bagaimana pengaruh kualitas layanan dan rating terhadap keputusan pembelian ulang pada UMKM kuliner mitra GoFood di Semarang?"
Bagian 2 dari 3
Isi Inti: Tinjauan Pustaka sampai Metode Penelitian
Bab II merangkai teori dan hipotesis, Bab III menerjemahkan hipotesis menjadi rancangan penelitian yang bisa dieksekusi.

Bab II Tinjauan Pustaka & Kerangka Pemikiran

Isi Bab II
  • Landasan teori: definisi & teori utama tiap variabel (mis. Technology Acceptance Model)
  • Penelitian terdahulu: ringkas dalam tabel — peneliti, tahun, variabel, hasil
  • Kerangka pemikiran: diagram hubungan antarvariabel
  • Hipotesis: dugaan sementara berbasis teori & riset terdahulu
Kualitas Layanan(X1)Rating & Ulasan(X2)Keputusan Pembelian(Y)H1H2

Merumuskan Hipotesis Penelitian (untuk Riset Kuantitatif)

Hipotesis adalah dugaan sementara tentang hubungan antarvariabel, ditulis sebagai kalimat pernyataan (bukan pertanyaan), dan harus bisa diuji secara statistik.

Hipotesis Alternatif (Ha/H1)
Ada Pengaruh
Yang diuji & dilaporkan
"Kualitas layanan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian ulang."
Hipotesis Nol (H0)
Tidak Ada Pengaruh
Pembanding statistik
"Kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian ulang."
Catatan: penelitian kualitatif (studi kasus, fenomenologi) umumnya tidak memakai hipotesis formal — diganti dengan proposisi atau pertanyaan penelitian yang bersifat eksploratif.

Hitung dari Nol — Walkthrough 2: Merumuskan Hipotesis dari Teori

Kasus: mahasiswa meneliti pengaruh kemudahan penggunaan aplikasi terhadap minat menggunakan layanan mobile banking BCA. Mari rangkai hipotesisnya, langkah demi langkah.

LangkahPerhitungan/AksiHasil
1 Identifikasi variabelX = kemudahan penggunaan (perceived ease of use); Y = minat menggunakanVariabel teridentifikasi
2 Telusuri teori penjelasTechnology Acceptance Model (Davis, 1989): kemudahan → minat penggunaan teknologiLandasan teori ditemukan
3 Rujuk riset terdahulu3 dari 4 studi sejenis pada bank digital Indonesia menemukan arah hubungan positifArah hubungan: positif
4 Susun H1 (pernyataan)Ubah arah hubungan menjadi kalimat pernyataan tegas"Kemudahan penggunaan berpengaruh positif terhadap minat menggunakan BCA mobile."
5 Susun H0 (pembanding)Negasikan H1 untuk keperluan uji statistik"Kemudahan penggunaan tidak berpengaruh terhadap minat menggunakan BCA mobile."

Bab III Metode Penelitian: Enam Komponen Wajib

#KomponenIsi Inti
1Jenis penelitianEksploratif, deskriptif, atau kausal; kuantitatif/kualitatif/campuran
2Populasi & sampelBatasan populasi, teknik sampling, ukuran sampel (mis. rumus Slovin)
3Variabel & definisi operasionalTiap variabel didefinisikan terukur — indikator & skala (mis. Likert 1–5)
4Jenis & sumber dataData primer (kuesioner/wawancara) vs. sekunder (laporan keuangan, BPS)
5Metode pengumpulan dataKuesioner, wawancara, FGD, observasi — sesuai jenis penelitian
6Metode analisis dataUji validitas/reliabilitas, regresi, SEM, atau analisis tematik (kualitatif)
Prinsip kunci: setiap pilihan metode harus konsisten dengan rumusan masalah dan hipotesis di Bab I dan II — bukan dipilih karena "terlihat canggih".
Bagian 3 dari 3
Konvensi Penulisan Ilmiah & Format Teknis
Sitasi, bahasa baku, dan format fisik naskah — detail yang menentukan kesan profesional proposal Anda.

Konvensi Sitasi & Daftar Pustaka (Gaya APA Edisi 7)

Sitasi dalam Teks (In-text Citation)
  • Satu penulis: (Kotler, 2021)
  • Dua penulis: (Davis & Bagozzi, 1989)
  • Tiga penulis atau lebih: (Parasuraman et al., 1988)
  • Kutipan langsung wajib sertakan halaman: (Kotler, 2021, hlm. 45)
Daftar Pustaka
  • Diurutkan alfabetis berdasarkan nama belakang penulis
  • Setiap sumber yang dikutip di teks wajib ada di daftar pustaka — tidak boleh timpang
  • Format: Penulis. (Tahun). Judul. Penerbit.
  • Prioritaskan jurnal terindeks Scopus/SINTA, hindari blog/Wikipedia sebagai sumber utama
Plagiarisme: menyalin kalimat tanpa sitasi, atau mengubah sedikit kata tanpa mengutip sumber asli, tetap tergolong plagiarisme — periksa similarity index (Turnitin) sebelum submit.

Kaidah Bahasa Ilmiah Baku

AspekHindariGunakan
Kata ganti orang"Saya menemukan bahwa...""Peneliti menemukan bahwa..." / bentuk pasif
Opini tanpa dasar"Menurut saya, hal ini penting...""Hal ini penting karena (sitasi)..."
Kata tidak baku/informal"nggak", "bikin", "banget""tidak", "membuat", "sangat"
Kalimat ambigu & bertele-teleKalimat >25 kata, klausa bertumpukKalimat efektif — satu gagasan per kalimat
Singkatan tanpa penjelasan"UMKM meningkat..." (di kemunculan pertama)"Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meningkat..."
Cek ejaan & tata bahasa sesuai KBBI dan EYD Edisi V (PUEBI 2022) — kesalahan ejaan berulang menurunkan kredibilitas proposal di mata pembimbing.

Format Teknis Naskah Proposal

Kertas & Margin
A4
4-4-3-3 cm
Kertas A4; margin kiri & atas 4 cm, kanan & bawah 3 cm.
Font & Spasi
12pt
Times New Roman
Times New Roman 12pt, spasi 1,5 atau 2 (ikuti pedoman FEB terbaru).
Penomoran
i, ii / 1, 2
Angka romawi & arab
Bagian awal: angka romawi kecil. Bagian isi & akhir: angka arab, dimulai Bab I.
Selalu cek pedoman penulisan skripsi FEB UNDIP versi terbaru — detail teknis (margin, font, penomoran bab) dapat berbeda antarangkatan/antarprodi, jangan mengandalkan template lama teman.

Latihan Kelas: Susun Outline Proposal Anda

Latihan 1 — Outline Bab I

Pilih satu fenomena bisnis nyata (marketplace, UMKM, perbankan digital, dsb.) yang relevan dengan minat riset Anda.

  • Tulis 3 kalimat latar belakang (corong: umum → spesifik → gap)
  • Rumuskan 1 rumusan masalah (kalimat tanya)
  • Tulis 1 tujuan penelitian yang sejajar
Latihan 2 — Cek Konvensi

Tukar outline Latihan 1 dengan teman sebangku, lalu periksa (peer review):

  • Apakah rumusan masalah & tujuan sejajar?
  • Apakah ada kata ganti "saya" atau opini tanpa dasar?
  • Apakah data pendukung disebut dengan sumbernya?

Kumpulkan hasil peer review sebagai bahan konsultasi minggu depan.

Latihan 1 melatih alur logis; Latihan 2 melatih kepekaan konvensi penulisan. Keduanya bekal utama sebelum konsultasi individual dengan dosen pembimbing.

Kesimpulan & Checklist Self-Review Sebelum Konsultasi

Poin 1
🏛️
Struktur Baku Terpenuhi
Tiga bagian (awal, isi, akhir) lengkap; rumusan masalah, tujuan, dan hipotesis sejajar satu-satu.
Poin 2
🔗
Alur Argumentasi Runtut
Latar belakang mengerucut dari umum ke gap; kerangka pemikiran mendasari hipotesis secara logis.
Poin 3
✒️
Konvensi Ilmiah Terjaga
Sitasi APA konsisten, bahasa baku, format teknis sesuai pedoman FEB — siap dibaca dosen pembimbing.
Checklist self-review sebelum konsultasi: (1) Setiap sitasi ada di daftar pustaka? (2) Tidak ada kata "saya"/opini tanpa dasar? (3) Rumusan masalah = tujuan = hipotesis (jumlahnya sama)? (4) Margin, font, spasi sesuai pedoman? (5) Sudah dicek similarity index?

Pertemuan 14: Konsultasi & Peer Review Proposal Penelitian