stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-12
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 12: Etika Penelitian: Persetujuan, Bias, Kerahasiaan, Plagiarisme
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Etika Penelitian

Pertemuan 12 — Persetujuan, Bias, Kerahasiaan, Plagiarisme

Memahami empat pilar integritas riset agar temuan penelitian bisnis Anda sah secara metodologis dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral.

RPS minggu 13 · 2x50 menit

Mengapa Etika Penelitian Penting?

Etika penelitian bukan formalitas administratif, melainkan syarat sah agar temuan riset bisnis Anda dipercaya oleh dosen pembimbing, jurnal, dan objek penelitian itu sendiri.

EMPAT PILAR YANG DIBAHAS HARI INI
  • Persetujuan (Informed Consent): partisipan tahu dan setuju sebelum data diambil.
  • Bias: menjaga proses riset agar tidak menyesatkan hasil secara sistematis.
  • Kerahasiaan: melindungi identitas dan data pribadi responden.
  • Plagiarisme: menghargai kontribusi ilmiah orang lain secara jujur.
Kasus nyata: skandal Cambridge Analytica (data pengguna Facebook dipakai tanpa persetujuan yang jelas) dan berbagai kasus skripsi yang ditolak sidang karena similarity index Turnitin di atas ambang batas — bukti bahwa pelanggaran etika berdampak nyata, bukan sekadar teori.
Bagian 1 dari 3
Persetujuan Partisipan
Memahami apa itu informed consent, komponennya, dan bagaimana memperlakukan subjek rentan dengan adil.
Informed Consent Formulir Persetujuan Subjek Rentan

Apa Itu Informed Consent?

Informed consent (persetujuan berdasar informasi) adalah proses memastikan calon partisipan memahami tujuan, prosedur, risiko, dan hak mereka sebelum data diambil, lalu menyetujuinya secara sukarela tanpa paksaan.

Prinsip dasarnya sederhana: tidak ada data yang boleh diambil dari seseorang tanpa orang itu tahu dan setuju — baik lewat wawancara tatap muka, kuesioner daring, maupun observasi terselubung.
TIGA SYARAT SAH
  • Voluntary (sukarela): tanpa tekanan dari atasan, dosen, atau peneliti.
  • Informed (terinformasi): partisipan paham apa yang akan terjadi pada datanya.
  • Competent (cakap): partisipan mampu memahami dan mengambil keputusan sendiri.
KAPAN DIBUTUHKAN
  • Wawancara mendalam pemilik UMKM tentang strategi bisnis.
  • Survei daring karyawan Bank BCA tentang kepuasan kerja.
  • FGD konsumen Shopee mengenai keputusan pembelian.

Komponen Wajib Formulir Persetujuan

Formulir persetujuan (consent form) yang baik menjawab lima pertanyaan dasar calon partisipan sebelum mereka membubuhkan tanda tangan.

Tujuan Penelitian"Untuk apa data ini?"Prosedur & Durasi"Apa yang akan terjadi?"Risiko & Manfaat"Apa dampaknya bagi saya?"Kerahasiaan Data"Siapa yang bisa lihat?"Hak Menolak & Mundur Kapan Saja"Bisakah saya berhenti di tengah jalan?"TANDA TANGAN PERSETUJUAN

Langkah Demi Langkah: Meminta Consent ke Pemilik UMKM

Kasus: Anda ingin mewawancarai Bu Sari, pemilik usaha katering rumahan yang berjualan lewat GoFood, untuk skripsi tentang adopsi platform digital UMKM.

URUTAN LANGKAH YANG BENAR
  • Langkah 1 — Perkenalkan diri sebagai mahasiswa peneliti dan sebutkan institusi (FEB UNDIP), bukan menyamar sebagai calon pelanggan.
  • Langkah 2 — Jelaskan tujuan riset dalam bahasa sederhana: "Saya ingin memahami bagaimana Ibu memutuskan bergabung dengan GoFood."
  • Langkah 3 — Sampaikan estimasi durasi (± 30 menit), rencana perekaman audio, dan bahwa nama asli bisa disamarkan bila diminta.
  • Langkah 4 — Tegaskan hak menolak menjawab pertanyaan tertentu atau menghentikan wawancara kapan pun tanpa alasan.
  • Langkah 5 — Minta persetujuan lisan/tertulis secara eksplisit — baru setelah itu mulai merekam dan mengajukan pertanyaan inti.

Subjek Rentan & Relasi Kuasa Asimetris

Beberapa kelompok partisipan memerlukan perlindungan ekstra karena posisi mereka membuat "persetujuan sukarela" sulit benar-benar bebas dari tekanan.

KASUS 1
Karyawan Bawahan
Survei kepuasan kerja yang disebar langsung oleh atasan berisiko dijawab tidak jujur karena takut dinilai atau dipecat.
KASUS 2
Mahasiswa Bimbingan
Dosen yang meneliti mahasiswa bimbingannya sendiri berisiko partisipan merasa "wajib" ikut demi nilai.
KASUS 3
Anak & Remaja
Riset perilaku konsumsi remaja memerlukan persetujuan tambahan dari orang tua/wali (parental consent).
Solusi umum: gunakan pihak ketiga netral untuk menyebarkan kuesioner, jamin anonimitas jawaban, dan hindari peneliti mengumpulkan data langsung dari bawahan atau anak didiknya sendiri.
Bagian 2 dari 3
Bias & Kerahasiaan Data
Mengenali sumber bias yang mengancam validitas riset, serta cara melindungi data pribadi partisipan.
Jenis Bias Response Rate Anonimisasi

Jenis-Jenis Bias dalam Penelitian

Bias adalah distorsi sistematis yang membuat hasil riset menyimpang dari kondisi sebenarnya — berbeda dari kesalahan acak yang bisa saling meniadakan.

BIAS PADA TAHAP PENGUMPULAN DATA
  • Selection bias: sampel tidak mewakili populasi, mis. survei hanya ke UMKM yang aktif di Instagram.
  • Response bias: partisipan menjawab tidak jujur, cenderung ke jawaban "sosial diterima".
  • Non-response bias: yang tidak merespons berbeda karakteristik dengan yang merespons.
BIAS PADA TAHAP PENELITI
  • Confirmation bias: hanya mencari data yang mendukung hipotesis awal.
  • Researcher bias: pertanyaan wawancara "menggiring" jawaban tertentu.
  • Publication bias: hanya hasil signifikan yang dianggap layak dilaporkan.

Hitung dari Nol: Response Rate & Risiko Non-Response Bias

Kasus: skripsi tentang literasi keuangan UMKM menyebarkan kuesioner Google Form ke 250 pemilik UMKM se-Kota Semarang.

LangkahPerhitunganNilai
1. Total kuesioner disebarData lapangan250 responden
2. Kuesioner terisi lengkap & validData lapangan165 responden
3. Response rate165 ÷ 250 × 100%66%
4. Non-responden (potensi bias)250 − 16585 responden (34%)
5. Ambang minimal representatif (rule of thumb)rujukan metodologi survei≥ 60%
Response rate 66% berada di atas ambang minimal 60%, tetapi 85 UMKM yang tidak merespons (34%) tetap perlu dicek: apakah mereka berbeda karakteristik (mis. UMKM mikro tanpa gawai) dari yang merespons?

Kerahasiaan: Anonimisasi vs Konfidensialitas

Dua istilah ini sering tertukar, padahal levelnya berbeda dan berimplikasi berbeda pada desain instrumen Anda.

ANONIMITAS
Identitas Tak Tercatat
Bahkan peneliti sendiri tidak bisa menelusuri jawaban kembali ke individu tertentu. Contoh: kuesioner daring tanpa kolom nama/email/NIM.
KONFIDENSIALITAS
Identitas Dilindungi
Peneliti tahu siapa partisipannya (perlu untuk wawancara/follow-up), tetapi berjanji tidak membocorkannya ke pihak lain.
Konsekuensi praktis: wawancara mendalam ke pemilik UMKM biasanya hanya bisa konfidensial (peneliti tahu nama, tapi menyamarkannya di laporan menjadi "Informan A"), bukan anonim, karena tatap muka.

Langkah Demi Langkah: Menjaga Kerahasiaan Transkrip Wawancara

Kasus: Anda memiliki 8 transkrip wawancara pemilik UMKM kuliner untuk riset kualitatif, dan harus menyerahkan salinan transkrip ke dosen pembimbing.

URUTAN LANGKAH ANONIMISASI DATA
  • Langkah 1 — Simpan file audio & transkrip asli terpisah dari file analisis, di folder terenkripsi/terkunci kata sandi.
  • Langkah 2 — Ganti nama asli partisipan dengan kode (Informan A, Informan B, dst.) di seluruh transkrip yang akan dibagikan.
  • Langkah 3 — Samarkan detail yang bisa mengidentifikasi, mis. nama toko spesifik "Warung Bu Sari" → "warung katering skala kecil".
  • Langkah 4 — Simpan tabel padanan (kode ↔ nama asli) terpisah, hanya Anda yang memegang, tidak ikut dilampirkan.
  • Langkah 5 — Hapus/musnahkan rekaman audio mentah setelah masa retensi data terlampaui sesuai pedoman kampus.

Strategi Mitigasi Bias dalam Desain Riset

Bias tidak bisa dihilangkan 100%, tetapi bisa diminimalkan melalui desain riset yang cermat sejak awal.

STRATEGI 1
Triangulasi
Gabungkan beberapa sumber data (wawancara + observasi + dokumen) agar satu bias tidak mendominasi kesimpulan.
STRATEGI 2
Randomisasi Sampel
Gunakan simple random/stratified sampling, bukan hanya responden yang "mudah dijangkau" (convenience sampling).
STRATEGI 3
Pertanyaan Netral
Uji-coba (pilot test) instrumen untuk memastikan kata-kata pertanyaan tidak menggiring jawaban tertentu.
Sub-CPMK minggu ini: Anda diharapkan mampu mengidentifikasi potensi bias dalam proposal riset Anda sendiri dan menuliskan strategi mitigasinya di bagian metodologi.
Bagian 3 dari 3
Plagiarisme & Integritas Akademik
Mengenali bentuk-bentuk plagiarisme, menghitung similarity index, dan memahami sitasi sebagai bentuk pencegahannya.
Bentuk Plagiarisme Similarity Index Sitasi & Sanksi

Bentuk-Bentuk Plagiarisme & Pelanggaran Integritas

Plagiarisme lebih luas dari sekadar "copy-paste" — mencakup berbagai bentuk penyalahgunaan karya dan data orang lain.

PELANGGARAN TERHADAP KARYA ORANG LAIN
  • Plagiarisme verbatim: menyalin kalimat persis tanpa tanda kutip/sitasi.
  • Parafrase tanpa sitasi: mengubah kata tapi ide tetap milik orang lain, tanpa mencantumkan sumber.
  • Sitasi palsu: mencantumkan sumber yang sebenarnya tidak pernah dibaca/tidak ada.
PELANGGARAN LAIN YANG SERING TERLEWAT
  • Self-plagiarism: mendaur ulang tugas/skripsi sendiri sebelumnya tanpa keterangan.
  • Fabrikasi data: mengarang data yang tidak pernah benar-benar dikumpulkan.
  • Falsifikasi data: mengubah/menghapus data asli agar hasil "sesuai harapan".

Hitung dari Nol: Menghitung Similarity Index Turnitin

Kasus: Bab 2 (Tinjauan Pustaka) skripsi Anda berisi 4.000 kata. Laporan Turnitin mendeteksi kemiripan dari tiga sumber berbeda.

LangkahPerhitunganNilai
1. Total kata dalam Bab 2Word count dokumen4.000 kata
2. Kata mirip Sumber A (jurnal internasional)Laporan Turnitin320 kata
3. Kata mirip Sumber B (buku teks)Laporan Turnitin180 kata
4. Kata mirip Sumber C (repositori skripsi, tanpa sitasi)Laporan Turnitin100 kata
5. Total kata terindikasi mirip320 + 180 + 100600 kata
6. Similarity index600 ÷ 4.000 × 100%15%
Sumber A dan B kemungkinan aman karena sudah dikutip dengan benar (parafrase + sitasi); Sumber C berisiko tinggi karena diambil dari repositori skripsi lain tanpa sitasi sama sekali — inilah yang perlu direvisi segera.

Ambang Batas Similarity Index & Kebijakan Kampus

Angka similarity index harus dibaca bersama konteks sitasi, bukan sekadar dibandingkan dengan satu ambang batas tunggal.

Rentang SimilarityInterpretasi UmumTindakan
< 15%Umumnya dianggap aman (kutipan wajar + parafrase)Lanjut ke tahap bimbingan berikutnya
15% – 25%Perlu waspada — cek apakah kemiripan bersumber dari kutipan bersitasiRevisi kalimat & tambahkan sitasi yang hilang
> 25%Berisiko tinggi — indikasi kuat plagiarisme substansialWajib tulis ulang; berpotensi ditolak dosen pembimbing
Ambang batas persis berbeda-beda antar kampus/program studi (umumnya 20–30% untuk keseluruhan naskah) — selalu cek pedoman skripsi terbaru FEB UNDIP program studi Anda, jangan berasumsi dari kampus lain.

Coba Sendiri: Cek Ambang Similarity Index Naskah Anda

Masukkan persentase similarity index draf Anda, lalu amati kategori risiko dan tindakan yang disarankan.

Sitasi yang Benar sebagai Pencegahan Plagiarisme

Sitasi bukan basa-basi akademik — ia adalah bukti kejujuran ilmiah bahwa Anda mengakui dari mana ide itu berasal.

Kutipan langsung: "..." (Nama, Tahun, hlm. XX)  |  Parafrase: ide ditulis ulang + (Nama, Tahun)
CONTOH SALAH
  • Menyalin definisi brand loyalty dari buku Kotler kata demi kata tanpa tanda kutip maupun sitasi.
  • Menulis "menurut beberapa ahli..." tanpa menyebut nama & tahun yang jelas.
CONTOH BENAR
  • "Loyalitas merek adalah komitmen mendalam untuk membeli ulang..." (Kotler & Keller, 2016, hlm. 153).
  • Riset Aaker (1991) menunjukkan bahwa loyalitas merek berkorelasi dengan willingness to pay premium.

Konsekuensi Pelanggaran Etika Penelitian

Pelanggaran etika penelitian bukan sekadar risiko nilai turun — dampaknya bisa menjangkau status akademik dan reputasi jangka panjang.

TINGKAT KAMPUS
Sanksi Akademik
Skripsi ditolak sidang, wajib revisi total, hingga skorsing sesuai kode etik mahasiswa UNDIP.
TINGKAT PUBLIKASI
Retraksi Jurnal
Artikel yang terbukti fabrikasi/plagiat ditarik (retracted) dari jurnal, tercatat permanen di Retraction Watch.
TINGKAT KARIER
Reputasi Jangka Panjang
Rekam jejak pelanggaran menghambat studi lanjut, beasiswa, dan kredibilitas profesional di masa depan.
Prinsip pegangan: jika ragu apakah suatu tindakan melanggar etika penelitian, tanyakan ke dosen pembimbing sebelum bertindak — jauh lebih murah daripada memperbaiki setelah pelanggaran terjadi.

Ringkasan & Latihan Reflektif

Sebelum menyusun proposal penelitian Anda pada pertemuan berikutnya, kerjakan refleksi singkat ini secara individu.

LATIHAN: AUDIT ETIKA PROPOSAL ANDA SENDIRI
  • Tuliskan draf singkat informed consent untuk objek riset Anda (siapa partisipan, apa yang dijelaskan, bagaimana persetujuan diminta).
  • Identifikasi 1 potensi bias paling mungkin muncul dalam desain riset Anda, dan tuliskan 1 strategi mitigasinya.
  • Tentukan apakah riset Anda akan menjamin anonimitas atau konfidensialitas, dan jelaskan alasannya.
  • Cek ulang draf tinjauan pustaka Anda: apakah setiap parafrase sudah disertai sitasi (Nama, Tahun)?
Takeaway hari ini: etika penelitian menopang keempat pilar sekaligus — persetujuan partisipan, kendali bias, kerahasiaan data, dan integritas akademik — semuanya harus tertulis eksplisit dalam bagian metodologi proposal Anda.