‹ Daftar slidePertemuan 10: Metode Pengumpulan Data Primer & Sekunder
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP
Metodologi Penelitian Bisnis
Pertemuan 10 — Metode Pengumpulan Data Primer & Sekunder
Dari kerangka teoritis dan desain yang sudah Anda susun, sekarang saatnya mengumpulkan data sungguhan: kuesioner, wawancara, observasi, hingga data sekunder BPS dan laporan keuangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
RPS MINGGU 11 • 2×50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
SASARAN 1
2
jenis data penelitian
Membedakan data primer (dikumpulkan sendiri) dan data sekunder (sudah ada), beserta kapan masing-masing tepat dipakai.
SASARAN 2
4
teknik pengumpulan primer
Memahami kuesioner, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi — kelebihan, kelemahan, dan konteks pemakaiannya.
SASARAN 3
3
sumber data sekunder utama
Mengenal sumber sekunder terpercaya di Indonesia: BPS, OJK/BEI, dan laporan tahunan perusahaan.
SASARAN 4
1
kerangka pemilihan metode
Mampu memilih teknik pengumpulan data yang cocok dengan rumusan masalah proposal Anda sendiri.
Mengapa Ini Krusial?
Bab Metode Penelitian di proposal Anda akan dinilai konsultan/dosen pembimbing dari SATU pertanyaan: "Dari mana data ini berasal, dan bisakah kita percaya?"
Kesalahan paling sering mahasiswa: memilih teknik pengumpulan data karena mudah (sebar kuesioner Google Form ke teman sekelas), bukan karena paling sesuai dengan rumusan masalah. Data yang salah metode = temuan tidak valid, walau statistiknya rapi.
Contoh nyata: peneliti yang ingin memahami alasan psikologis UMKM di Semarang enggan mengajukan kredit bank tidak akan terjawab tuntas hanya dengan kuesioner skala 1–5 — di sinilah wawancara mendalam lebih tepat.
Bagian 1 dari 3
Data Primer vs. Data Sekunder
Dua sumber data yang menjadi fondasi seluruh bab metode penelitian — memahami perbedaannya menentukan kredibilitas seluruh riset Anda.
Data Primer — Dikumpulkan Langsung dari Sumber Pertama
Data primer = data yang dikumpulkan peneliti SENDIRI, LANGSUNG dari responden/objek, untuk MENJAWAB masalah penelitian yang sedang diteliti.
CIRI KHAS
"Tangan pertama" — belum pernah diolah pihak lain
Dirancang khusus sesuai kebutuhan riset Anda
Butuh waktu, biaya, dan izin (persetujuan responden)
CONTOH
Kuesioner ke 200 nasabah BCA soal kepuasan mobile banking
Wawancara pemilik UMKM kuliner di Semarang
Observasi antrean pelanggan di gerai Indomaret
Data Sekunder — Sudah Tersedia, Dikumpulkan Pihak Lain
Data sekunder = data yang SUDAH ADA, dikumpulkan pihak lain untuk tujuan lain, lalu DIMANFAATKAN kembali oleh peneliti.
CIRI KHAS
Lebih cepat, murah, tanpa perlu ke lapangan
Cakupan waktu/wilayah bisa jauh lebih luas
Risiko: definisi variabel tidak selalu cocok kebutuhan Anda
CONTOH
Statistik inflasi & PDB dari Badan Pusat Statistik (BPS)
Laporan keuangan tahunan emiten di situs Bursa Efek Indonesia
Data survei OJK tentang literasi keuangan nasional
Primer vs. Sekunder — Perbandingan Langsung
Kriteria
Data Primer
Data Sekunder
Sumber
Langsung dari responden/objek
Dokumen/basis data pihak lain
Kesesuaian dengan RQ
Sangat presisi (dirancang khusus)
Kadang kurang pas (tujuan awal beda)
Biaya & waktu
Tinggi (survei, wawancara, transport)
Rendah (unduh/akses laporan)
Kontrol kualitas
Peneliti kendalikan penuh
Bergantung penyedia data
Contoh sumber
Kuesioner, wawancara, FGD, observasi
BPS, OJK, BEI, laporan tahunan
Banyak riset bisnis yang kuat justru menggabungkan keduanya — misalnya data keuangan emiten (sekunder) dipadukan wawancara manajemen (primer) untuk memahami "mengapa" di balik angka.
Bagian 2 dari 3
Teknik Pengumpulan Data Primer
Empat teknik utama — kuesioner, wawancara, FGD, dan observasi — beserta kapan dan mengapa masing-masing dipilih.
Teknik 1 — Kuesioner (Survey)
DEFINISI
📋
Daftar pertanyaan terstruktur
Diberikan tertulis (kertas/daring, misalnya Google Form) kepada sampel responden untuk mengukur variabel secara kuantitatif dan terstandardisasi.
KAPAN TEPAT DIPAKAI
Sampel besar (misalnya 200+ responden)
Variabel jelas & sudah ada instrumen tervalidasi
Butuh generalisasi hasil ke populasi lebih luas
Kelemahan: jawaban dangkal (tidak bisa mengejar "mengapa"), rawan bias jika pertanyaan ambigu, dan respons rendah kalau disebar acak tanpa strategi.
Teknik 2 — Wawancara (Interview)
DEFINISI
💬
Percakapan terarah 1-ke-1
Peneliti bertanya langsung ke narasumber untuk menggali makna, pengalaman, dan alasan di balik suatu fenomena — ciri khas riset kualitatif.
TIGA JENIS WAWANCARA
Terstruktur: pertanyaan & urutan tetap (seperti kuesioner lisan)
Semi-terstruktur: panduan pertanyaan, tapi bisa mengejar jawaban menarik
Tidak terstruktur: mengalir bebas, hanya bertopik umum
Teknik 3 — Focus Group Discussion (FGD)
FGD = diskusi terarah dengan 6–10 peserta sekaligus, dipandu moderator, untuk menggali persepsi bersama tentang suatu topik.
KEUNGGULAN
Efisien: satu sesi menangkap banyak sudut pandang
Interaksi antar-peserta memunculkan ide baru
Cocok menguji reaksi awal terhadap produk/iklan baru
RISIKO
Groupthink: peserta ikut opini yang paling vokal
Butuh moderator terlatih agar diskusi tidak didominasi 1 orang
Peneliti mencatat perilaku/kejadian nyata TANPA bertanya — mengurangi bias "jawaban yang diinginkan" (social desirability bias).
DUA MODE
Partisipan: peneliti ikut terlibat dalam aktivitas yang diamati
Non-partisipan: peneliti mengamati dari luar, tidak terlibat
Contoh: mengamati langsung pola antre & lama transaksi pelanggan di kasir Indomaret untuk meneliti efisiensi layanan — jauh lebih akurat daripada bertanya "menurut Anda seberapa cepat pelayanan kami?".
Hitung dari Nol #1 — Tingkat Respons Kuesioner
Anda menyebar kuesioner daring ke 250 nasabah BCA untuk riset kepuasan mobile banking. Yang mengisi lengkap: 180 orang. Berapa response rate-nya, dan apakah layak dianalisis?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Kuesioner disebar
Jumlah target responden
250
2. Kuesioner kembali lengkap
Jumlah yang valid diisi penuh
180
3. Response rate
180 ÷ 250 × 100
72%
4. Bandingkan ambang layak
Ambang umum riset akademik: ≥ 50%~
72% > 50% → LAYAK
RESPONSE RATE
72%
180 dari 250 kuesioner kembali lengkap — di atas ambang minimal ~50%, data layak dianalisis lebih lanjut
Coba Sendiri: Hitung Response Rate Kuesioner Anda
Ubah jumlah kuesioner disebar dan yang kembali lengkap, lalu amati apakah response rate sudah melewati ambang layak analisis.
Hitung dari Nol #2 — Kapan Wawancara Kualitatif "Cukup"?
Riset kualitatif tidak pakai rumus sampel statistik, tetapi konsep saturasi data (data saturation) — titik ketika wawancara baru tidak lagi memunculkan informasi baru.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Wawancara ke-1–5
Tema baru muncul tiap sesi
5 tema baru
2. Wawancara ke-6–8
Tema baru menurun drastis
1 tema baru
3. Wawancara ke-9–10
Tidak ada tema baru sama sekali
0 tema baru
4. Titik saturasi
2 sesi berturut-turut = 0 tema baru
Berhenti di wawancara ke-10
JUMLAH NARASUMBER
10
Bukan angka baku "wajib 30 responden" seperti kuantitatif — berhenti saat data sudah jenuh, biasanya berkisar 8~–15~ narasumber untuk riset skala skripsi
Bagian 3 dari 3
Sumber Data Sekunder di Indonesia & Kualitas Instrumen
Ke mana mencari data sekunder terpercaya, dan bagaimana memastikan instrumen pengumpulan data Anda valid serta reliabel.
Peta Sumber Data Sekunder Terpercaya di Indonesia
BPS
📈
Badan Pusat Statistik
Inflasi, PDB, angka kemiskinan, sensus ekonomi — data makro nasional & regional, gratis di bps.go.id.
Diunggah wajib oleh emiten Tbk. (Terbuka) — memuat laporan keuangan, tata kelola, dan strategi bisnis.
Selalu cek: siapa penerbit data, tahun rilis terbaru, dan metodologi pengumpulannya — data sekunder yang tidak jelas sumbernya tidak boleh dipakai di proposal akademik.
Instrumen benar-benar mengukur apa yang HENDAK diukur.
Kuesioner "kepuasan kerja" jangan diam-diam mengukur "gaji" saja
Diuji dengan korelasi item-total (uji validitas)
RELIABILITAS
Instrumen memberi hasil KONSISTEN bila diulang.
Diuji dengan koefisien Cronbach's Alpha (umumnya ≥ 0,7~ dianggap reliabel)
Wawancara: konsistensi dijaga lewat pedoman wawancara baku
Instrumen yang TIDAK valid dan reliabel → data yang dikumpulkan pun tidak bisa dipercaya, seberapa pun canggih analisis statistiknya nanti.
Latihan Kelas — Pilih Teknik yang Tepat
Kasus: Anda meneliti "Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Loyalitas Pelanggan Kopi Kenangan di Semarang" dengan pendekatan kuantitatif kausal, target sampel 150 pelanggan.
PERTANYAAN DISKUSI
Teknik pengumpulan data primer apa yang paling tepat, dan mengapa?
Apakah Anda perlu data sekunder pendukung? Dari mana?
Bagaimana Anda memastikan instrumen Anda valid & reliabel?
INSTRUKSI
Diskusikan berkelompok (4–5 orang) selama 10 menit, lalu satu perwakilan kelompok memaparkan jawaban singkat di depan kelas.
Rangkuman — Cheat Sheet Pengumpulan Data
Kebutuhan Riset
Teknik Disarankan
Sampel besar, hasil digeneralisasi, variabel jelas
Kuesioner (kuantitatif)
Menggali makna, pengalaman, "mengapa"
Wawancara (kualitatif)
Persepsi kolektif thd produk/isu baru
FGD (kualitatif)
Perilaku nyata, hindari bias jawaban sosial
Observasi (kualitatif/campuran)
Data makro, laporan keuangan, tren historis
Data sekunder (BPS/OJK/BEI)
Pilih teknik berdasarkan RUMUSAN MASALAH, bukan kemudahan — lalu pastikan instrumennya valid & reliabel sebelum turun ke lapangan.
Penutup — Tugas & Pertemuan Berikutnya
MINGGU DEPAN
Kita akan membahas Teknik Analisis Data — bagaimana data yang sudah dikumpulkan hari ini diolah menjadi temuan: analisis tematik untuk data kualitatif, dan uji statistik dasar untuk data kuantitatif.
TUGAS SEBELUM PERTEMUAN 11
1
draf instrumen pengumpulan data
Susun draf kuesioner ATAU pedoman wawancara (pilih sesuai desain proposal Anda), minimal 10 item/pertanyaan, siap dikonsultasikan.