stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Metode Penelitian Kuantitatif & Sampling
FEB UNDIP · Metodologi Penelitian Bisnis

Metode Penelitian Kuantitatif & Sampling

Pertemuan 8 · Dari Populasi ke Sampel yang Dapat Dipercaya

Bagaimana peneliti bisnis menyimpulkan hal tentang ribuan nasabah, konsumen, atau UMKM — hanya dengan mengamati sebagian kecil dari mereka, secara sah dan terukur.

RPS minggu 9 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu merancang strategi sampling kuantitatif yang valid dan menilai kualitas instrumen pengukurannya (Sub-CPMK 6.1 & 6.2). Secara rinci:

Capaian 1 — Konsep
1
Populasi & Sampel
Membedakan populasi dan sampel, serta parameter dan statistik, dalam konteks riset bisnis.
Capaian 2 — Teknik
2
Probabilitas & Non-Probabilitas
Memilih teknik sampling probabilitas (acak sederhana, stratifikasi, klaster, sistematis) atau non-probabilitas sesuai tujuan riset.
Capaian 3 — Hitungan
3
Ukuran Sampel
Menghitung ukuran sampel dengan rumus Slovin dan alokasi proporsional stratified sampling tanpa kesalahan aritmetika.
Capaian 4 — Kualitas
4
Validitas & Reliabilitas
Menilai validitas dan reliabilitas instrumen serta mengenali sumber bias sampling.

Survei ke 30 Juta Pengguna Tokopedia — Perlukah?

Bayangkan Anda ingin meneliti kepuasan pengguna Tokopedia terhadap fitur baru. Tiga pilihan ada di depan Anda:

Opsi 1 — Sensus
100%
Survei Seluruh Populasi
Mensurvei seluruh puluhan juta pengguna. Biaya dan waktu tidak realistis untuk skripsi Anda.
Opsi 2 — Asal Comot
?%
Tanya Teman Sekelas Saja
Cepat dan murah, tetapi tidak mewakili populasi pengguna Tokopedia yang sesungguhnya sangat beragam.
Opsi 3 — Sampling
n
Sampel Terancang
Menentukan ukuran & teknik sampel yang tepat agar hasil tetap dapat digeneralisasi dengan biaya terjangkau.
Opsi 3 adalah jalan yang ditempuh peneliti profesional — dan itulah yang akan kita kuasai hari ini: bagaimana merancang sampel yang representatif tanpa harus mensurvei semua orang.
Bagian 1 dari 3
Riset Kuantitatif, Populasi & Sampel
Sebelum bicara teknik sampling, kita perlu sepakat dulu: apa itu riset kuantitatif, dan apa beda populasi dari sampel?

Riset Kuantitatif: Angka, Deduksi, Generalisasi

Riset kuantitatif menguji hipotesis melalui pengukuran numerik pada sampel, lalu menyimpulkan ke populasi.

Kuantitatif
Deduktif
Uji hipotesis
  • Berangkat dari teori & hipotesis, diuji dengan data numerik
  • Sampel besar, instrumen terstandar (kuesioner Likert)
  • Hasil digeneralisasi secara statistik ke populasi
  • Contoh: survei kepuasan nasabah BBCA n = 385 responden
Kualitatif (recap)
Induktif
Bangun makna
  • Berangkat dari fenomena, membangun makna & teori
  • Sampel kecil, mendalam (wawancara, FGD)
  • Hasil digeneralisasi secara teoritis/analitis, bukan statistik
  • Contoh: studi kasus adaptasi 5 UMKM ke Shopee
Pertemuan ini fokus pada sisi kuantitatif — khususnya bagaimana sampel dirancang agar generalisasi statistiknya sah.

Populasi (N) vs Sampel (n): Siapa yang Benar-Benar Anda Amati?

Populasi (N)Sampel (n)diamati langsungdisimpulkan kembali ke seluruh N
Notasi & Istilah
  • Populasi (N): keseluruhan unit yang ingin disimpulkan — mis. seluruh nasabah BBCA di Jawa Tengah
  • Sampel (n): bagian populasi yang benar-benar diukur/disurvei
  • Parameter: nilai sebenarnya di populasi (mis. rata-rata kepuasan populasi, biasanya tak diketahui)
  • Statistik: nilai yang dihitung dari sampel, dipakai untuk menduga parameter

Coba Sendiri: Bedakan Populasi & Sampel

Ubah ukuran populasi dan sampel, lalu amati bagaimana lingkaran sampel membesar-mengecil relatif terhadap populasi.

Mengapa & Kapan Sampling Diperlukan?

Sampling bukan sekadar "jalan pintas" — ia adalah kebutuhan praktis dan ilmiah ketika populasi besar.

Alasan 1
Biaya
Efisiensi Anggaran
Mensurvei seluruh populasi (sensus) mahal — mis. seluruh 64 juta UMKM Indonesia mustahil didatangi satu per satu.
Alasan 2
Waktu
Batas Skripsi
Skripsi punya tenggat; sensus penuh butuh waktu bertahun-tahun untuk populasi besar.
Alasan 3
Akurasi
Kontrol Kualitas Data
Sampel kecil yang dikelola cermat bisa lebih akurat daripada sensus besar yang datanya sulit dikontrol.
Pengecualian: bila populasi kecil dan terjangkau (mis. 40 karyawan satu kantor cabang), sensus — meneliti semua unit — justru lebih tepat daripada sampling.
Bagian 2 dari 3
Teknik Sampling: Probabilitas & Non-Probabilitas
Setelah paham mengapa sampling perlu, sekarang kita pelajari bagaimana caranya — dan bagaimana menghitung berapa banyak sampel yang cukup.

Probability Sampling — Setiap Unit Punya Peluang Diketahui

Acak Sederhanaundi/RNG, tiap unit sama rataStratifikasibagi strata, acak per strataKlasteracak klaster, survei semua isinyaSistematistiap unit ke-k dari daftar urut
Ciri utama: ada kerangka sampel (sampling frame) — daftar lengkap populasi — sehingga peluang terpilih tiap unit dapat dihitung. Inilah dasar generalisasi statistik yang sah.

Non-Probability Sampling — Peluang Terpilih Tidak Diketahui

Convenience
Kemudahan
Siapa saja yang mudah dijangkau
Mis. survei pengunjung mal terdekat. Cepat & murah, tapi rawan bias — tidak mewakili populasi luas.
Purposive
Pertimbangan
Sesuai kriteria tertentu
Mis. hanya mewawancarai manajer keuangan UMKM yang sudah go digital — sesuai tujuan riset spesifik.
Quota
Kuota
Target jumlah per kategori
Mis. 50 responden pria & 50 wanita — mirip stratifikasi, tapi pemilihan dalam kuota tidak acak.
Snowball
Berantai
Responden merujuk responden
Untuk populasi sulit dijangkau, mis. investor kripto anonim — responden pertama merujuk responden berikutnya.
Kelemahan umum: hasil tidak bisa digeneralisasi secara statistik ke populasi. Cocok untuk riset eksploratif atau populasi khusus/sulit dijangkau — bukan untuk uji hipotesis generalisasi luas.

Coba Sendiri: Bandingkan Probability & Non-Probability

Pilih teknik sampling dan amati apakah ia masuk kategori probability atau non-probability beserta konsekuensinya bagi generalisasi.

Hitung dari Nol — HDN-1: Ukuran Sampel dengan Rumus Slovin

Dinas KUKM Kota Semarang membina N = 500 UMKM. Anda ingin meneliti dengan margin error e = 5%. Berapa ukuran sampel minimum?

n = N ÷ (1 + N·e²)
LangkahPerhitunganNilai
1 Identifikasi N & eN = 500; e = 5% = 0,05
2 Kuadratkan e0,05²0,0025
3 N × e²500 × 0,00251,25
4 Penyebut1 + 1,252,25
5 n = N ÷ penyebut500 ÷ 2,25222,22
6 Pembulatan ke atasselalu bulatkan naik (jangan turun)n = 223
Sampel minimum = 223 UMKM. Aturan: hasil desimal Slovin selalu dibulatkan ke atas, karena membulatkan ke bawah membuat sampel sedikit kurang dari margin error yang ditetapkan.

Coba Sendiri: Hitung Ukuran Sampel Slovin Anda

Masukkan populasi dan margin error rencana skripsi Anda, lalu amati ukuran sampel minimum yang dihasilkan rumus Slovin.

Hitung dari Nol — HDN-2: Alokasi Proporsional Stratified Sampling

500 UMKM binaan terbagi 3 strata bidang usaha: Kuliner 250, Fashion 150, Kerajinan 100. Dari total sampel n = 223 (HDN-1), berapa alokasi tiap strata?

nh = (Nh ÷ N) × n
LangkahPerhitunganNilai
1 Total sampel & populasin = 223; N = 500
2 Proporsi Kuliner250 ÷ 5000,50
3 Sampel Kuliner0,50 × 223111,5 ≈ 112
4 Proporsi Fashion150 ÷ 5000,30
5 Sampel Fashion0,30 × 22366,9 ≈ 67
6 Proporsi Kerajinan100 ÷ 5000,20
7 Sampel Kerajinan0,20 × 22344,6 ≈ 45
8 Verifikasi total112 + 67 + 45224 (≈223, selisih pembulatan)
Selisih 1 unit dari pembulatan tiap strata adalah hal wajar dalam praktik — cukup dokumentasikan, atau kurangi 1 dari strata dengan desimal terkecil (Kerajinan) agar total tepat 223.

Coba Sendiri: Alokasikan Sampel ke Tiap Strata

Ubah jumlah populasi tiap strata dan total sampel, lalu amati bagaimana alokasi proporsional tiap strata terhitung otomatis.

Latihan Kilat: Hitung Sendiri Ukuran Sampel Anda

Kerjakan berpasangan (5 menit) dengan rumus Slovin di atas, lalu satu pasangan akan diminta menjelaskan hasilnya di depan kelas.

Kasus Latihan
  • Populasi: N = 1.200 mahasiswa FEB UNDIP program Manajemen
  • Margin error yang ditetapkan: e = 7%
  • Tugas: (1) hitung n dengan Slovin, (2) bulatkan ke atas, (3) usulkan 1 teknik probability sampling yang paling cocok untuk populasi mahasiswa ini & alasannya
Petunjuk cepat: e = 0,07 → e² = 0,0049 → N·e² = 1.200 × 0,0049 = 5,88 → penyebut = 6,88 → n = 1.200 ÷ 6,88 = 174,4 → bulatkan ke atas.
Bagian 3 dari 3
Instrumen, Validitas, Reliabilitas & Etika Data
Sampel yang besar dan tepat teknik tetap sia-sia jika instrumen pengukurannya tidak valid, tidak reliabel, atau dikumpulkan tanpa etika.

Skala Pengukuran: Nominal, Ordinal, Interval, Rasio

SkalaCiriContoh Riset Bisnis
NominalKategori, tanpa urutanJenis usaha UMKM: kuliner/fashion/kerajinan
OrdinalKategori berurutan, jarak tak samaTingkat kepuasan: sangat tidak puas → sangat puas
IntervalJarak sama, tanpa nol mutlakSkor sikap Likert 1–5 (dianggap interval)
RasioJarak sama, nol mutlak berarti "tidak ada"Omzet UMKM per bulan (Rp), jumlah karyawan
Skala Likert (mis. 1 = Sangat Tidak Setuju … 5 = Sangat Setuju) adalah instrumen paling umum riset bisnis kuantitatif — secara teknis ordinal, namun lazim diperlakukan sebagai interval untuk analisis statistik parametrik.

Validitas Instrumen: Apakah Alat Ukur Mengukur yang Seharusnya?

Walkthrough 1 — Content Validity (Validitas Isi)
  • Anda menyusun 10 item kuesioner untuk mengukur "literasi keuangan UMKM"
  • Item-item diperiksa oleh 3 pakar akuntansi/keuangan (expert judgment)
  • Pakar menilai: apakah 10 item ini mewakili seluruh dimensi literasi keuangan (menabung, kredit, investasi, pembukuan)?
  • Hasil: 2 item direvisi karena tidak mewakili dimensi "pembukuan" → validitas isi tercapai
Walkthrough 2 — Construct Validity (Validitas Konstruk)
  • Uji statistik: uji korelasi item-total atau Confirmatory Factor Analysis
  • Tiap item kuesioner "kepuasan nasabah" dikorelasikan dengan skor total konstruknya
  • Item dengan korelasi item-total < 0,30 dianggap lemah mengukur konstruk yang sama
  • Hasil: item lemah dibuang/direvisi sebelum kuesioner disebar ke sampel penuh

Reliabilitas: Apakah Hasil Ukurannya Konsisten?

Reliabilitas diukur dengan Cronbach's Alpha (α) — konsistensi internal antar-item dalam satu konstruk.

α < 0,60
Lemah
Tidak layak dipakai
Item-item tidak konsisten mengukur konstruk yang sama — instrumen perlu dirombak.
0,60 ≤ α < 0,70
Diragukan
Batas minimum riset eksploratif
Sering dipakai skripsi tahap awal, tapi sebaiknya diperbaiki bila memungkinkan.
α ≥ 0,70
Reliabel
Standar umum riset bisnis
Ambang yang lazim disyaratkan jurnal & pembimbing skripsi FEB.
Cara kerja: Cronbach's Alpha dihitung software (SPSS/JASP) dari matriks korelasi antar-item; Anda tidak menghitung manual, tetapi wajib bisa membaca & menafsirkan nilainya sebelum lanjut ke analisis utama.

Kesalahan Sampling & Bias — Musuh Diam-Diam Generalisasi

Sampling Error
Wajar
Selisih sampel vs populasi
Selisih alami antara statistik sampel & parameter populasi karena hanya sebagian yang diamati — diperkecil dengan sampel lebih besar & teknik probabilitas.
Non-Sampling Error
Bias
Kesalahan sistematis
Bukan soal ukuran sampel — muncul dari desain/proses yang keliru: instrumen bias, pewawancara mengarahkan, data salah entri.
Dua Bias Paling Sering di Riset Bisnis Mahasiswa
  • Selection bias: memilih sampel dari sumber yang tidak mewakili — mis. kuesioner online hanya menjangkau responden melek internet
  • Non-response bias: yang mengisi kuesioner hanya responden dengan pandangan kuat (sangat puas/sangat kecewa) — yang netral memilih tidak mengisi

Coba Sendiri: Deteksi Jenis Bias dalam Riset Anda

Pilih skenario pengumpulan data, lalu amati apakah widget mengidentifikasinya sebagai sampling error atau non-sampling error (bias).

Etika Pengumpulan Data Kuantitatif

Informed Consent
Setuju
Persetujuan Sukarela
Responden diberi tahu tujuan riset & berhak menolak/berhenti kapan saja — tanpa paksaan.
Anonimitas & Kerahasiaan
Rahasia
Lindungi Identitas
Data pribadi (nama, NIK, kontak) tidak dipublikasikan — hanya dipakai agregat untuk analisis.
Kejujuran Data
Jujur
Tanpa Manipulasi
Dilarang membuang data "mengganggu hipotesis" (cherry-picking) atau mengarang responden fiktif.
Contoh pelanggaran nyata: menyebar kuesioner ke keluarga sendiri lalu mengklaim sebagai "sampel acak nasabah bank" — ini pemalsuan metodologi, bukan sekadar kesalahan teknis.

Tugas: Rancang Rencana Sampling untuk Proposal Anda

Instruksi Tugas (dikumpulkan pekan depan)
  • Tentukan populasi penelitian proposal Anda (definisikan N secara spesifik)
  • Hitung ukuran sampel dengan rumus Slovin (tentukan e Anda sendiri & jelaskan alasannya)
  • Pilih & justifikasi 1 teknik sampling (probabilitas atau non-probabilitas) sesuai desain riset Anda
  • Sebutkan 1 risiko bias yang mungkin muncul & cara memitigasinya
Ringkasan hari ini: Populasi (N) & sampel (n) → 4 teknik probabilitas + 4 non-probabilitas → hitung n via Slovin & alokasi stratified → validitas & reliabilitas (α ≥ 0,70) → waspadai sampling error, bias, dan etika data.