stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Metode Penelitian Kualitatif
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP

Metodologi Penelitian Bisnis

Pertemuan 7: Metode Penelitian Kualitatif

Memahami "mengapa" dan "bagaimana" di balik perilaku bisnis — wawancara, FGD, dan analisis tematik.

RPS minggu 7 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Fondasi & Paradigma Penelitian Kualitatif
Sebelum turun ke lapangan, kita perlu tahu "kacamata" apa yang sedang kita pakai untuk memandang realitas bisnis.

Tujuan Pembelajaran (Sub-CPMK Minggu 7)

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:

PEMAHAMAN
Paradigma & Desain
Menjelaskan asumsi ontologis-epistemologis riset kualitatif dan membedakan lima ragam desainnya (studi kasus, fenomenologi, grounded theory, etnografi, naratif).
KETERAMPILAN
Kumpulkan & Analisis
Merancang panduan wawancara/FGD sederhana, menentukan sampling purposive, dan melakukan langkah dasar analisis tematik.
Muara akhir: bekal ini akan Anda pakai saat menyusun bab metode di proposal penelitian bisnis Anda — termasuk saat memilih kombinasi metode kualitatif-kuantitatif (mixed methods).

Apa Itu Penelitian Kualitatif?

Penelitian kualitatif adalah pendekatan riset yang menggali makna, pengalaman, dan proses di balik fenomena bisnis melalui data non-angka (kata-kata, gambar, perilaku) — bukan mengukur seberapa besar/sering sesuatu terjadi.

FOKUS
"Mengapa" & "Bagaimana"
Bukan "berapa banyak".
DATA
Kata & Narasi
Transkrip wawancara, catatan lapangan, dokumen.
SAMPEL
Kecil & Terarah
Bukan besar & acak.
Contoh: BCA ingin tahu bukan hanya "berapa persen nasabah pindah ke bank digital" (kuantitatif), tetapi "mengapa" nasabah loyal tetap bertahan meski ada promo bank digital lain — ini butuh wawancara mendalam.

Paradigma Penelitian: Tiga Pertanyaan Filosofis

Setiap riset — disadari atau tidak — berangkat dari jawaban atas tiga pertanyaan filosofis berikut:

Ontologi, Epistemologi, Aksiologi
Ontologi (sifat realitas)

Apakah realitas bisnis itu tunggal & objektif (positivisme), atau jamak & dikonstruksi tiap orang (interpretivisme)?

Epistemologi (cara mengetahui)

Kebenaran diperoleh dengan jarak & pengukuran objektif, atau dengan berdialog & memahami sudut pandang subjek?

Aksiologi (peran nilai)

Periset harus bebas nilai, atau nilai & latar belakang periset diakui ikut membentuk temuan?

Riset kualitatif umumnya berangkat dari paradigma interpretivisme/konstruktivisme: realitas bisnis dipandang jamak dan dibentuk lewat makna yang diberikan pelaku — misalnya, makna "sukses" bagi pemilik UMKM bisa berbeda dari definisi omzet semata.

Kualitatif vs Kuantitatif: Kapan Memilih yang Mana?

AspekKualitatifKuantitatif
Pertanyaan risetMengapa, bagaimanaBerapa banyak, seberapa kuat hubungan
Sifat dataKata, narasi, gambarAngka, skala
Ukuran sampelKecil (5–20 informan)Besar (ratusan responden)
Teknik samplingPurposive, snowballAcak (random)
TujuanPemahaman mendalam & maknaGeneralisasi & uji hipotesis
Keduanya bukan lawan yang saling meniadakan — banyak proposal riset bisnis modern menggabungkan keduanya (mixed methods): misalnya survei kepuasan pelanggan (kuantitatif) diperdalam dengan wawancara (kualitatif) untuk menjelaskan angka yang mengejutkan.

Ragam Desain Penelitian Kualitatif

STUDI KASUS
Menyelidiki satu kasus (perusahaan/peristiwa) secara mendalam & kontekstual. Contoh: krisis Garuda Indonesia 2018.
FENOMENOLOGI
Menggali makna pengalaman hidup dari sudut pandang pelaku. Contoh: pengalaman jadi reseller Shopee.
GROUNDED THEORY
Membangun teori baru dari data lapangan (bukan menguji teori lama). Contoh: teori loyalitas UMKM digital.
ETNOGRAFI
Meneliti budaya/kebiasaan kelompok lewat keterlibatan lama di lapangan. Contoh: budaya kerja startup.
NARATIF
Merekonstruksi kisah hidup/karier seseorang sebagai satu alur cerita. Contoh: perjalanan karier seorang wirausahawan.
Bagian 2 dari 3
Teknik Pengumpulan Data Kualitatif
Wawancara, diskusi kelompok, observasi — dan bagaimana menentukan siapa yang layak diwawancarai.

Wawancara Mendalam: Jenis & Teknik Probing

TERSTRUKTUR
Pertanyaan & urutan tetap untuk semua informan. Mirip kuesioner lisan.
SEMI-TERSTRUKTUR
Ada panduan pertanyaan inti, tapi fleksibel mengikuti alur jawaban. Paling umum dipakai.
TAK TERSTRUKTUR
Mengalir bebas seperti percakapan biasa, topik ditentukan di lapangan.
Teknik probing (menggali lebih dalam): gunakan pertanyaan lanjutan seperti "Bisa diceritakan lebih detail?", "Mengapa Anda merasa begitu?", atau diam sejenak memberi ruang informan berpikir — jangan buru-buru memotong dengan pertanyaan baru.

Walkthrough: Menyusun Panduan Wawancara

LangkahYang DilakukanContoh
1. Tentukan tujuan risetRumuskan pertanyaan riset utama yang ingin dijawab"Mengapa pelanggan setia bertahan di warung kopi lokal?"
2. Susun topik besar (bukan pertanyaan kaku)Pecah tujuan jadi 3–5 tema besarAlasan awal datang, pengalaman layanan, alasan kembali
3. Buat pertanyaan pembuka & lanjutanPertanyaan terbuka dulu, lalu probing per tema"Ceritakan pengalaman pertama Anda ke sini" → "Apa yang membuatnya berkesan?"
4. Uji coba (pilot) ke 1–2 orangCek apakah pertanyaan jelas & tidak menggiring jawabanRevisi pertanyaan yang bikin informan bingung
Hindari pertanyaan menggiring (leading question) seperti "Anda pasti puas dengan pelayanan kami, kan?" — ganti jadi netral: "Bagaimana pendapat Anda tentang pelayanan di sini?"

Focus Group Discussion (FGD)

FGD adalah diskusi terarah dengan sekelompok kecil informan (biasanya 6–10 orang) dipandu seorang moderator, untuk menggali persepsi bersama lewat interaksi antarpeserta.

KEUNGGULAN
  • Efisien — banyak sudut pandang sekaligus
  • Interaksi memicu ide yang tak muncul di wawancara satu-satu
  • Cocok untuk uji konsep produk/iklan baru
RISIKO
  • Suara dominan bisa membungkam peserta pendiam
  • Isu sensitif (gaji, keluhan personal) sulit terungkap
  • Butuh moderator terlatih menjaga arah diskusi
Contoh nyata: Indomie kerap memakai FGD ibu rumah tangga sebelum meluncurkan varian rasa baru, untuk menangkap reaksi spontan dan perdebatan antarpeserta soal selera.

Observasi Partisipan & Studi Dokumen

Observasi Partisipan

Periset ikut terlibat/mengamati langsung aktivitas di lokasi — menangkap apa yang benar-benar dilakukan, bukan hanya yang dikatakan.

Contoh: mengamati langsung interaksi kasir-pelanggan di gerai Indomaret selama sepekan.

Studi Dokumen

Menganalisis dokumen tertulis/digital: laporan tahunan, memo internal, unggahan media sosial, berita.

Contoh: membedah laporan tahunan & siaran pers Astra untuk memahami narasi strategi keberlanjutan.

Triangulasi metode: menggabungkan wawancara + observasi + dokumen memperkuat kredibilitas temuan — kalau ketiganya bercerita hal serupa, kesimpulan Anda jauh lebih meyakinkan daripada mengandalkan satu sumber saja.

Sampling Kualitatif: Purposive & Snowball

Berbeda dari sampling acak di riset kuantitatif, sampel kualitatif dipilih sengaja & terarah berdasarkan kekayaan informasi yang bisa diberikan, bukan mewakili populasi secara statistik.

PURPOSIVE SAMPLING
Memilih informan yang paling relevan & kaya informasi sesuai kriteria riset. Contoh: hanya mewawancarai pemilik UMKM yang sudah berjualan online >2 tahun.
SNOWBALL SAMPLING
Informan pertama merekomendasikan informan berikutnya, cocok untuk populasi tersembunyi/sulit diakses. Contoh: mencari investor kripto lewat rekomendasi berantai.
Jumlah informan tidak ditentukan di awal secara kaku — periset berhenti mewawancarai ketika mencapai titik jenuh (saturasi), yaitu saat wawancara baru sudah tidak lagi memunculkan informasi/tema baru. Kita hitung contohnya di slide berikut.

Coba Sendiri: Pilih Teknik Sampling yang Tepat

Masukkan karakteristik populasi target Anda, lalu amati rekomendasi widget antara purposive atau snowball sampling beserta alasannya.

Hitung dari Nol #1: Titik Jenuh Data (Saturasi)

Ilustrasi: riset UMKM daring dengan 9 wawancara, dibagi 3 gelombang. Kita hitung berapa kode baru (tema unik) muncul tiap gelombang untuk menentukan kapan berhenti mewawancarai.

LangkahPerhitunganNilai
Gelombang 1 (wawancara 1–3): kode baru ditemukanDihitung langsung dari transkrip30 kode baru
Gelombang 2 (wawancara 4–6): kode baru tambahanKode yang belum pernah muncul di gelombang 18 kode baru
Gelombang 3 (wawancara 7–9): kode baru tambahanKode yang belum pernah muncul sebelumnya1 kode baru
Rasio kode baru gelombang 3 vs gelombang 11 ÷ 30 × 100%≈ 3,3%
KESIMPULAN — TITIK JENUH TERCAPAI PADA WAWANCARA KE-9 (RASIO KODE BARU <5%)

Coba Sendiri: Tentukan Titik Jenuh Wawancara Anda

Masukkan jumlah kode baru tiap gelombang wawancara, lalu amati kapan rasio kode baru turun di bawah ambang saturasi.

Bagian 3 dari 3
Analisis, Keabsahan & Etika
Data mentah berupa transkrip tidak berarti apa-apa sampai diolah, diuji keabsahannya, dan dikumpulkan secara etis.

Walkthrough: Analisis Tematik 6 Langkah (Braun & Clarke)

LangkahYang DilakukanContoh
1. Familiarisasi dataBaca ulang seluruh transkrip berkali-kaliMembaca 9 transkrip wawancara UMKM 2–3 kali
2. Koding awalBeri label pendek pada potongan teks bermakna"harga naik", "tetap loyal", "kualitas produk"
3. Cari temaKelompokkan kode-kode terkait jadi tema besarKode "tetap loyal"+"kualitas produk" → tema "kepercayaan pelanggan"
4. Tinjau temaCek apakah tema konsisten dengan data & tidak tumpang-tindihGabungkan tema yang mirip, pisahkan yang beda
5. Definisikan & namai temaTulis definisi jelas tiap tema final"Kepercayaan Pelanggan: keyakinan atas kualitas meski harga naik"
6. Susun laporanTulis narasi temuan dengan kutipan informan sebagai buktiBab hasil & pembahasan proposal/skripsi

Koding Data: Open, Axial, Selective Coding

Tiga tahap koding dalam pendekatan grounded theory untuk membangun teori dari bawah ke atas (data → teori):

1. OPEN CODING
Memberi label pada tiap potongan data secara terbuka, sebanyak mungkin, tanpa kategori awal.
2. AXIAL CODING
Menghubungkan kode-kode terkait menjadi kategori & melihat pola sebab-akibat antarkategori.
3. SELECTIVE CODING
Memilih satu kategori inti (core category) yang mengikat semua kategori lain menjadi teori.
Contoh alur: kode terbuka "promo hilang", "harga naik", "tetap beli" → kategori (axial) "respons terhadap kenaikan harga" → kategori inti (selective) "loyalitas berbasis kepercayaan", yang menjadi teori kecil hasil riset Anda.

Hitung dari Nol #2: Persentase Tema Dominan dari Transkrip

Ilustrasi: dari analisis tematik terhadap 12 informan UMKM daring, kita hitung apakah tema "kepercayaan pelanggan" layak disebut tema utama.

LangkahPerhitunganNilai
Total informan diwawancaraiDitetapkan dari purposive sampling12 informan
Informan yang menyebut tema "kepercayaan pelanggan"Dihitung dari transkrip yang sudah dikoding8 informan
Persentase kemunculan tema8 ÷ 12 × 100%66,7%
Ambang batas "tema utama" (konvensi umum)Muncul pada ≥50% informan66,7% > 50% → memenuhi
"KEPERCAYAAN PELANGGAN" = TEMA UTAMA (66,7% INFORMAN)

Keabsahan Data (Trustworthiness) & Etika Penelitian

4 Kriteria Trustworthiness
  • Kredibilitas — data benar-benar mencerminkan realitas (via triangulasi, member checking)
  • Transferabilitas — temuan bisa dipahami/relevan di konteks serupa
  • Dependabilitas — proses riset konsisten & terdokumentasi rapi
  • Konfirmabilitas — temuan berasal dari data, bukan bias periset
Etika Penelitian Kualitatif
  • Informed consent — informan setuju sukarela & paham tujuan riset
  • Anonimitas & kerahasiaan identitas informan
  • Izin eksplisit sebelum merekam audio/video
  • Hak informan untuk berhenti kapan saja tanpa konsekuensi

Rangkuman & Persiapan Ujian Tengah Semester

Cheat Sheet Hari Ini
  • Kualitatif = menjawab "mengapa/bagaimana" via kata-kata, bukan angka
  • Paradigma interpretivisme: realitas jamak & dimaknai subjek
  • Data: wawancara, FGD, observasi, dokumen — triangulasi memperkuat kredibilitas
  • Analisis: 6 langkah tematik atau koding open-axial-selective
  • Kualitas dijaga lewat 4 kriteria trustworthiness + etika riset
LATIHAN KELAS & TUGAS
Diskusi 10 menit (berpasangan): susun 3 pertanyaan wawancara semi-terstruktur untuk menggali "mengapa mahasiswa memilih belanja di platform digital tertentu" — hindari pertanyaan menggiring.

Tugas individu: baca ulang materi Pertemuan 1–7 sebagai persiapan Ujian Tengah Semester minggu depan (RPS minggu 8).