‹ Daftar slidePertemuan 5: Kerangka Teoritis & Pengembangan Hipotesis
FEB UNDIP · Metodologi Penelitian Bisnis
Kerangka Teoritis & Pengembangan Hipotesis
Pertemuan 5 · Dari Konsep Menjadi Dugaan yang Bisa Diuji
Menyusun peta hubungan antar-variabel yang jelas, lalu menerjemahkannya menjadi hipotesis yang tegas, terarah, dan siap diuji secara empiris.
RPS minggu 5 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun kerangka teoritis dan merumuskan hipotesis penelitian yang testable untuk proposal riset bisnis Anda sendiri.
Capaian 1 — Fondasi Teori
T
Konsep, konstruk, variabel
Menjelaskan hierarki abstraksi dari teori ke konsep, konstruk, hingga variabel yang bisa diukur.
Capaian 2 — Kerangka Teoritis
K
Peta hubungan variabel
Menyusun kerangka teoritis berisi variabel independen, dependen, mediator, dan moderator secara koheren.
Capaian 3 — Hipotesis
H
Dugaan yang teruji
Merumuskan hipotesis H0/Ha yang jelas arah, spesifik, dan dapat diuji secara empiris dari kerangka teoritis.
Capaian 4 — Validasi
V
Kualitas kerangka & hipotesis
Mengevaluasi kerangka & hipotesis sendiri terhadap kriteria relevansi, parsimoni, dan testability.
Dua Draf Proposal, Satu yang Ditolak
Dua mahasiswa manajemen mengajukan proposal tentang loyalitas pengguna Gojek. Bandingkan kedua draf mereka:
Draf Rina — Ditolak
✕
"Kualitas layanan penting bagi loyalitas"
Tidak ada peta variabel, tidak jelas mana penyebab mana akibat, hipotesis tak bisa diuji karena tak ada arah & ukuran yang jelas.
Draf Andra — Diterima
✓
Kerangka jelas + hipotesis terarah
Kualitas layanan (X) → kepuasan (M) → loyalitas (Y), dengan hipotesis: "Ha: kepuasan memediasi positif pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas."
Perbedaannya bukan topik — keduanya sama-sama meneliti Gojek. Perbedaannya adalah kerangka teoritis yang eksplisit dan hipotesis yang presisi. Itulah yang kita pelajari hari ini.
Bagian 1 dari 3
Dari Fenomena ke Teori
Memahami apa itu teori, bagaimana teori diturunkan menjadi konsep dan variabel, serta ke mana mahasiswa manajemen mencari teori yang relevan.
TeoriKonsepVariabel
Apa Itu Teori? Bukan Sekadar Opini
Teori adalah seperangkat konsep, definisi, dan proposisi yang saling terkait secara sistematis untuk menjelaskan & memprediksi suatu fenomena.
Fungsi 1 — Menjelaskan
1
Mengapa fenomena terjadi
Contoh: teori signaling menjelaskan mengapa emiten BEI membagi dividen tinggi saat kinerja bagus.
Fungsi 2 — Memprediksi
2
Apa yang akan terjadi
Contoh: teori TAM memprediksi UMKM akan adopsi QRIS jika dianggap mudah & bermanfaat.
Fungsi 3 — Mengarahkan
3
Variabel apa yang relevan
Teori mengarahkan peneliti: variabel mana yang penting diukur, mana yang bisa diabaikan.
Bukan teori: "Menurut saya, pelanggan Indomaret lebih setia daripada Alfamart." Ini opini pribadi tanpa dasar konsep & proposisi yang teruji — beda dengan teori ilmiah.
Hierarki Abstraksi: Teori → Konsep → Konstruk → Variabel
Setiap kerangka teoritis dibangun dengan menurunkan abstraksi selangkah demi selangkah hingga bisa diukur.
Tingkat
Contoh
Ciri
Teori
Resource-Based View (RBV)
Paling abstrak, berlaku umum lintas konteks
Konsep
Keunggulan kompetitif
Ide umum turunan teori, belum operasional
Konstruk
Kapabilitas inovasi UMKM
Konsep yang dipersempit & didefinisikan operasional
Variabel
Skor kuesioner 5 item kapabilitas inovasi
Bisa diukur dengan angka/instrumen
Kesalahan umum: mahasiswa langsung menulis variabel tanpa menelusuri teori & konsep di baliknya — akibatnya kerangka terasa "mengambang", tak berakar teori.
Grand Theory yang Sering Dipakai Riset Manajemen
Anda tak perlu menciptakan teori baru — pilih grand theory yang relevan sebagai payung kerangka Anda.
Teori
Fokus
Contoh Topik Riset
Resource-Based View
Sumber daya internal → keunggulan bersaing
Kapabilitas digital UMKM vs kinerja penjualan
Technology Acceptance Model
Persepsi kemudahan & manfaat → adopsi teknologi
Adopsi QRIS oleh pedagang pasar tradisional
Teori Keagenan (Agency)
Konflik kepentingan prinsipal-agen
Struktur kepemilikan & kinerja emiten BEI
Planned Behavior (TPB)
Niat & sikap → perilaku konsumen
Niat beli produk ramah lingkungan Gen Z
Cara memilih: baca 5–10 artikel Q1/Scopus di topik Anda (lihat Pertemuan 4) — teori yang paling sering dipakai di topik itu adalah kandidat payung teori Anda.
Anatomi Kerangka Teoritis: Empat Peran Variabel
Sebuah kerangka teoritis yang baik menempatkan setiap variabel pada peran yang jelas.
Independen (X)
X
Variabel bebas / penyebab
Diduga memengaruhi variabel lain. Contoh: kualitas layanan mobile banking BCA.
Dependen (Y)
Y
Variabel terikat / akibat
Yang ingin dijelaskan/diprediksi. Contoh: loyalitas nasabah.
Mediator (M)
M
Perantara mekanisme "mengapa"
Menjelaskan mekanisme X memengaruhi Y. Contoh: kepuasan nasabah sebagai perantara.
Moderator (Z)
Z
Pengubah kekuatan "kapan"
Mengubah kekuatan/arah hubungan X→Y. Contoh: usia nasabah memperkuat/melemahkan efek kualitas layanan.
Perbedaan kunci: mediator menjawab "mengapa" (mekanisme di dalam jalur X→Y), moderator menjawab "kapan/untuk siapa" (kondisi yang mengubah kekuatan jalur itu). Ini pasangan konsep paling sering tertukar mahasiswa.
Visualisasi: Bentuk Baku Kerangka Teoritis
Konvensi gambar: kotak = variabel, panah lurus = pengaruh langsung/mediasi, panah putus-putus ke garis = efek moderasi.
Contoh Kerangka Teoritis Nyata: Studi Kasus Tokopedia
Riset: "Mengapa sebagian pengguna Tokopedia berpindah ke platform lain?" Kerangka teoritis yang disusun peneliti:
Model Konseptual
X1 — Persepsi harga kompetitor (payung teori: perceived value)
X2 — Kemudahan penggunaan aplikasi (payung teori: Technology Acceptance Model)
M — Kepuasan pengguna (mediator, menjelaskan mekanisme "mengapa")
Z — Lama menjadi pengguna (moderator: pengguna baru vs lama bereaksi berbeda)
Y — Niat berpindah platform (switching intention)
Perhatikan: setiap variabel punya payung teori eksplisit. Ini yang membedakan kerangka ilmiah dari sekadar daftar variabel yang "kelihatannya relevan".
Susun kotak variabel X, M/Z, dan Y lewat diagram, lalu amati kalimat hipotesis yang otomatis terbentuk dari tiap panah.
Bagian 2 dari 3
Dari Kerangka ke Hipotesis
Menerjemahkan setiap panah dalam kerangka teoritis menjadi kalimat hipotesis yang tegas, terarah, dan siap diuji secara empiris.
H0 & HaDireksionalTestability
Apa Itu Hipotesis yang Baik? Walkthrough Kasus
Kasus: mahasiswa menulis dugaan "Kualitas layanan mobile banking BCA memengaruhi nasabah." Mari perbaiki bertahap.
Tahap
Perbaikan
Hasil
1. Diagnosis awal
Variabel dependen tidak spesifik — "nasabah" bukan variabel
Butuh Y yang jelas
2. Tentukan Y spesifik
Ganti "nasabah" → variabel terukur
"...memengaruhi loyalitas nasabah"
3. Tentukan arah hubungan
Berdasarkan teori & studi terdahulu: arah positif
"Kualitas layanan berpengaruh positif terhadap loyalitas"
4. Rumuskan sebagai Ha formal
Tambahkan notasi & subjek populasi jelas
Ha1: Kualitas layanan mobile banking berpengaruh positif terhadap loyalitas nasabah BCA
Hipotesis yang baik: spesifik (variabel jelas), terarah (ada arah hubungan), testable (bisa diukur & diuji statistik), dan berakar teori (bukan tebakan).
H0 vs Ha, Direksional vs Non-Direksional
Walkthrough: menyusun pasangan hipotesis lengkap untuk riset "pengaruh work-life balance terhadap kinerja karyawan".
Tahap
Pertanyaan Kunci
Rumusan
1. Hipotesis nol (H0)
Apa "tidak ada efek" yang ingin disangkal?
H0: Work-life balance tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan
2. Hipotesis alternatif non-direksional
Ada hubungan, tapi arah belum jelas dari teori?
Ha (non-direksional): Work-life balance berpengaruh terhadap kinerja karyawan
3. Cek bukti pustaka
Apakah studi terdahulu konsisten satu arah?
5 dari 6 studi acuan: arah positif konsisten → boleh direksional
4. Hipotesis alternatif direksional
Rumuskan dengan arah yang tegas
Ha (direksional): Work-life balance berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan
Pilih direksional hanya jika teori/studi terdahulu cukup konsisten menunjukkan satu arah. Kalau bukti bercampur (sebagian positif, sebagian negatif), tetap non-direksional agar jujur secara ilmiah.
Latihan Kelas: Susun Kerangka & Hipotesis Anda
Kerjakan berpasangan (10 menit). Topik: "Pengaruh ulasan online (online review) terhadap keputusan pembelian di Shopee."
Instruksi
Langkah 1 — Tentukan payung teori (boleh pilih dari Slide 7, mis. perceived value atau TAM)
Langkah 2 — Gambar kerangka: tentukan X, Y, dan minimal satu variabel mediator atau moderator
Langkah 3 — Tuliskan minimal 2 hipotesis (H0 & Ha) untuk jalur langsung X→Y
Langkah 4 — Tuliskan 1 hipotesis tambahan untuk jalur mediasi/moderasi Anda
Setelah 10 menit, 2 pasangan akan diminta presentasi kerangka mereka di depan kelas untuk didiskusikan bersama.
Hitung dari Nol — HDN-1: Berapa Hipotesis dari Kerangka Ini?
Kerangka: 3 variabel independen (X1, X2, X3) → 1 mediator (M) → 1 dependen (Y), dengan 1 moderator (Z) pada jalur M→Y.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Jalur langsung ke mediator
X1→M, X2→M, X3→M = 3 jalur
3 hipotesis
Jalur mediator ke dependen
M→Y = 1 jalur
1 hipotesis
Jalur moderasi
Z memoderasi M→Y = 1 jalur
1 hipotesis
Jalur mediasi tak langsung
X1→M→Y, X2→M→Y, X3→M→Y = 3 jalur
3 hipotesis
Total hipotesis
3 + 1 + 1 + 3
8 hipotesis
Kesalahan umum: mahasiswa hanya menulis 4 hipotesis (jalur langsung saja) dan lupa menuliskan 3 hipotesis mediasi tak langsung — padahal itu tuntutan uji mediasi.
Coba Sendiri: Hitung Total Hipotesis dari Kerangka Anda
Atur jumlah variabel independen, mediator, dan moderator, lalu amati bagaimana total hipotesis bertambah untuk tiap jenis jalur.
Hitung dari Nol — HDN-2: Arah Hipotesis dari Studi Pilot
Studi pilot (n=50): korelasi kualitas layanan & loyalitas nasabah r = 0,35. Tentukan kekuatan & apakah hipotesis boleh direksional.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Koefisien korelasi pilot
r (diketahui dari pilot)
0,35
Koefisien determinasi
r² = 0,35²
0,1225
Persentase varians terjelaskan
0,1225 × 100
12,25%
Kategori kekuatan (Cohen)
0,10 kecil · 0,30 sedang · 0,50 besar → 0,35 di atas ambang 0,30
Sedang menuju besar
Keputusan arah hipotesis
Pilot + 5/6 studi acuan konsisten positif
Ha direksional: r > 0
Pilot bukan pengganti pustaka — pilot hanya memperkuat keyakinan memilih hipotesis direksional; keputusan tetap harus didukung tinjauan pustaka (Pertemuan 4).
Lima Kesalahan Umum Merumuskan Hipotesis
Kesalahan ini paling sering membuat proposal direvisi berkali-kali oleh dosen pembimbing.
#
Kesalahan
Perbaikan
1
Hipotesis berupa pertanyaan, bukan pernyataan
Ubah "Apakah X memengaruhi Y?" → pernyataan tegas "X berpengaruh terhadap Y"
2
Variabel tidak spesifik ("kinerja" saja, tanpa indikator jelas)