‹ Daftar slidePertemuan 4: Teknik Tinjauan Pustaka (Literature Review)
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP · Metodologi Penelitian Bisnis
Teknik Tinjauan Pustaka (Literature Review)
Pertemuan 4 · Mencari, Membaca, dan Menyintesis Pustaka
Dari tumpukan artikel yang berserakan menjadi peta pengetahuan yang menunjukkan celah penelitian Anda.
RPS minggu 4 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu mencari, mengevaluasi, dan menyintesis pustaka menjadi tinjauan yang koheren (Sub-CPMK 4):
Capaian 1 — Fungsi
①
Menjelaskan fungsi tinjauan pustaka dalam penelitian bisnis: memetakan state of the art, menemukan research gap, dan membangun kerangka teori.
Capaian 2 — Sumber
②
Membedakan sumber primer & sekunder serta menilai kredibilitasnya menggunakan hierarki jurnal, database, dan indeks sitasi.
Capaian 3 — Sintesis
③
Menyusun matriks sintesis dan membedakan sintesis dari sekadar ringkasan berurutan antar-sumber.
Capaian 4 — Etika & Sitasi
④
Menulis sitasi & daftar pustaka format APA edisi 7 secara benar serta menghindari plagiarisme lewat parafrase yang tepat.
Kenapa Tinjauan Pustaka Bukan Sekadar "Kutip Sana-Sini"?
Banyak mahasiswa mengira tinjauan pustaka adalah kumpulan kutipan. Padahal fungsinya jauh lebih strategis:
Tanpa Tinjauan Pustaka
🌀
Mahasiswa meneliti "pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian UMKM" — padahal topik ini sudah diteliti ratusan kali sejak 2015 dengan hasil yang sama.
Dengan Tinjauan Pustaka
🧭
Anda menemukan bahwa promosi digital UMKM di platform seperti Tokopedia belum banyak diteliti untuk segmen generasi Z — itulah celah Anda.
Konsekuensi Nyata
⚖️
Dosen penguji sidang proposal selalu bertanya: "Apa bedanya penelitian Anda dengan yang sudah ada?" — jawabannya ada di tinjauan pustaka.
Tinjauan pustaka yang baik menjawab satu pertanyaan penting sebelum Anda menulis satu kata pun proposal: "Mengapa penelitian ini perlu dilakukan?"
Bagian 1 dari 3
Apa & Mengapa Tinjauan Pustaka?
Definisi, empat fungsinya dalam penelitian bisnis, hierarki kredibilitas sumber, dan strategi mencari pustaka yang tepat sasaran.
DefinisiKredibilitasStrategi Cari
Definisi: Apa Itu Tinjauan Pustaka?
Tinjauan pustaka (literature review) adalah analisis & sintesis kritis atas penelitian terdahulu yang relevan dengan topik Anda — bukan sekadar daftar ringkasan artikel satu per satu.
Bukan Tinjauan Pustaka
✗
"Penelitian A menemukan X. Penelitian B menemukan Y. Penelitian C menemukan Z." — hanya rangkaian ringkasan tanpa keterkaitan.
Tinjauan Pustaka Sejati
✓
"Penelitian A dan B sepakat bahwa X memengaruhi Y, namun keduanya belum menguji hal ini pada konteks Z" — ada keterkaitan & posisi argumen.
Kata kuncinya kritis dan sintesis: Anda tidak hanya melapor apa yang ditemukan peneliti lain, tetapi membangun argumen tentang bagaimana temuan-temuan itu saling terhubung dan di mana posisi penelitian Anda.
Empat Fungsi Utama Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka yang baik menjalankan empat fungsi ini sekaligus dalam proposal penelitian bisnis Anda:
Fungsi 1 — State of the Art
🗺
Memetakan perkembangan mutakhir (state of the art) sebuah topik: apa yang sudah diketahui, teori mana yang dominan.
Fungsi 2 — Research Gap
🕳
Mengidentifikasi celah penelitian (research gap): konteks, variabel, atau metode yang belum dikaji.
Fungsi 3 — Kerangka Teori
🏗
Membangun fondasi teoritis & konseptual untuk hipotesis Anda di pertemuan berikutnya.
Fungsi 4 — Hindari Duplikasi
🔁
Mencegah Anda mengulang penelitian yang sudah pernah dilakukan dan menghasilkan kesimpulan yang sama.
Sumber Primer vs Sekunder & Hierarki Kredibilitas
Tidak semua sumber setara. Kenali jenisnya dan urutkan berdasarkan kredibilitas ilmiah:
Sudah ditelaah sejawat (peer-reviewed) — paling dapat dipercaya
Tinggi
Buku teks akademik, prosiding konferensi bereputasi
Kredibel tapi biasanya kurang mutakhir dari jurnal
Sedang
Laporan resmi (BPS, OJK, BEI), skripsi/tesis
Data primer/sekunder resmi — bukan sumber teori utama
Rendah — hindari
Blog pribadi, Wikipedia, artikel populer tanpa sitasi
Tanpa telaah sejawat — hanya untuk latar belakang awal
Sumber primer = laporan asli penelitian (artikel jurnal, disertasi). Sumber sekunder = ulasan/ringkasan atas sumber primer (buku teks, ensiklopedia). Proposal Anda harus didominasi sumber primer.
Strategi Pencarian: Database & Kata Kunci Boolean
Pencarian yang efisien memakai database akademik dan operator Boolean (AND/OR/NOT) untuk menyaring hasil.
AND — Persempit
∩
"UMKM" AND "media sosial" → hanya artikel yang memuat kedua istilah.
OR — Perluas
∪
"loyalitas" OR "retensi" → artikel yang memuat salah satu istilah sinonim.
Bagian 2 dari 3
Membaca, Menyintesis, & Mengutip
Teknik membaca kritis, menyusun matriks sintesis, dua latihan hitung dari nol, dan aturan sitasi APA edisi 7.
Ringkasan ≠ Sintesis
Teknik Membaca Kritis: Abstrak → Pendahuluan → Simpulan
Anda tidak perlu membaca 50 artikel dari awal sampai akhir. Gunakan teknik skimming bertingkat berikut:
Tahap 1 — Abstrak
①
Baca abstrak untuk cek relevansi: variabel, konteks, dan temuan utama dalam 150-250 kata.
Tahap 2 — Pendahuluan & Simpulan
②
Jika relevan, baca pendahuluan (motivasi & gap) dan simpulan (implikasi) — lompati metode dulu.
Tahap 3 — Baca Penuh
③
Hanya untuk 5-10 artikel terpilih yang paling relevan, baca metode & hasil secara mendalam.
Dari 50 artikel hasil pencarian, biasanya hanya 10-15% yang benar-benar relevan lolos sampai Tahap 3 — dan itu wajar, bukan berarti pencarian Anda gagal.
Matriks Sintesis: Alat Mengorganisir Pustaka
Matriks sintesis (concept matrix) adalah tabel yang membariskan artikel sebagai baris dan tema/variabel sebagai kolom — memudahkan Anda melihat pola.
Penulis (Tahun)
Variabel Utama
Konteks/Sampel
Temuan Kunci
Wijaya (2021)
Promosi digital → Minat beli
UMKM kuliner, Jawa
Pengaruh positif signifikan
Pratama & Sari (2023)
Ulasan daring → Kepercayaan
UMKM di Tokopedia
Kepercayaan memediasi
Rahman (2024)
Promosi digital → Loyalitas
Ritel besar, bukan UMKM
Belum diuji pada UMKM generasi Z
Dengan tabel ini, celahnya langsung terlihat: belum ada studi yang menguji promosi digital → loyalitas khusus pada UMKM untuk konsumen generasi Z — itulah calon research gap Anda.
Coba Sendiri: Susun Matriks Sintesis Anda
Masukkan variabel dan temuan dari beberapa artikel, lalu amati bagaimana widget menyorot pola dan celah yang belum diteliti.
Hitung dari Nol — HDN-1: Indeks-H Sederhana
Seorang dosen memiliki 5 artikel dengan jumlah sitasi: 15, 9, 6, 4, 1. Berapa indeks-h-nya (ukuran produktivitas & dampak publikasi)?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Urutkan sitasi (menurun)
15, 9, 6, 4, 1
—
Uji h = 5
Perlu 5 artikel dgn ≥5 sitasi; artikel ke-5 hanya 1
Gagal
Uji h = 4
4 artikel teratas (15, 9, 6, 4) semua ≥4 sitasi
Berhasil
Indeks-h
h terbesar yang lolos uji = 4
h = 4
Indeks-h = 4 berarti dosen ini punya 4 artikel yang masing-masing disitasi minimal 4 kali. Artikel ke-5 (1 sitasi) tidak ikut dihitung karena gagal memenuhi ambang.
Coba Sendiri: Hitung Indeks-H dari Daftar Sitasi
Masukkan jumlah sitasi tiap artikel seorang penulis, lalu amati bagaimana widget menguji ambang h satu per satu hingga ditemukan nilai h final.
Hitung dari Nol — HDN-2: Persentase Kemutakhiran Pustaka
Draf tinjauan pustaka Anda memuat 20 sumber; 14 di antaranya terbit dalam 10 tahun terakhir (2016-2026). Berapa persen kemutakhirannya?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Total sumber
Jumlah seluruh rujukan dalam draf
20
Sumber mutakhir (≤10 tahun)
Terbit 2016-2026
14
Persentase kemutakhiran
14 ÷ 20 × 100
70%
Verdict vs standar umum (≥70-80%)
70% berada di batas bawah standar
Marginal — perlu tambah sumber baru
Banyak dosen pembimbing mensyaratkan minimal 70-80% sumber terbit dalam 10 tahun terakhir. Draf dengan 70% berada di ambang batas — sebaiknya ganti 1-2 sumber lama dengan artikel 2023-2026.
Sintesis vs Ringkasan: Latihan Membedakan
Perhatikan dua versi paragraf tinjauan pustaka tentang topik yang sama. Mana yang sintesis, mana yang hanya ringkasan?
Versi A — Ringkasan Berurutan
"Andini (2022) meneliti loyalitas pelanggan BCA dan menemukan kualitas layanan berpengaruh. Kemudian, Prasetyo (2023) meneliti hal serupa di bank lain dan menemukan hasil yang sama."
Versi B — Sintesis Kritis
"Konsistensi temuan Andini (2022) dan Prasetyo (2023) menegaskan kualitas layanan sebagai prediktor loyalitas lintas bank — namun keduanya belum menguji peran layanan digital banking yang kini mendominasi transaksi nasabah BBCA."
Versi B = sintesis: membandingkan, menyimpulkan pola, dan menunjuk celah. Versi A = ringkasan berjajar tanpa keterkaitan argumen.
Sitasi dalam Teks (In-Text Citation) — Format APA Edisi 7
Setiap klaim yang berasal dari sumber lain wajib disitasi dalam teks, dengan dua gaya utama:
Gaya Naratif
📝
Nama penulis jadi bagian kalimat: "Andini (2022) menemukan bahwa..."
Gaya Parentetik
🔖
Nama & tahun dalam kurung di akhir kalimat: "...berpengaruh signifikan (Andini, 2022)."
Kutipan langsung (kata-per-kata) wajib menambahkan nomor halaman: (Andini, 2022, hlm. 45). Parafrase tidak wajib mencantumkan halaman, tapi boleh ditambahkan.
Daftar Pustaka: Anatomi Format APA Edisi 7
Setiap sumber yang disitasi dalam teks wajib muncul di daftar pustaka, dengan struktur baku berikut untuk artikel jurnal:
Penulis, I. (Tahun). Judul artikel: Subjudul jika ada. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman-halaman. DOI/URL
Elemen
Contoh
Catatan
Penulis
Andini, R.
Nama belakang, inisial depan
Tahun
(2022)
Dalam kurung, setelah penulis
Judul
Pengaruh layanan digital...
Huruf kecil kecuali kata pertama
Jurnal, Vol(No), hlm
Jurnal Manajemen, 15(2), 88-102
Nama jurnal & volume dicetak miring
Daftar pustaka diurutkan alfabetis berdasarkan nama belakang penulis pertama — bukan berdasarkan urutan kemunculan dalam teks.
Etika: Parafrase yang Benar vs Plagiarisme
Mengganti beberapa kata saja dari kalimat sumber tetap dianggap plagiarisme. Bandingkan tiga versi berikut:
Langkah A — Plagiarisme
✗
Menyalin kalimat asli hanya mengganti 2-3 kata, tanpa tanda kutip & tanpa sitasi.
Langkah B — Parafrase Lemah
⚠
Struktur kalimat masih identik dengan sumber, kata diganti sinonim, ada sitasi — berisiko.
Langkah C — Parafrase Benar
✓
Ide dipahami penuh, ditulis ulang dengan struktur & kata sendiri, plus sitasi lengkap.
Uji sederhana: tutup sumber aslinya, lalu coba jelaskan idenya dengan kata-kata Anda sendiri tanpa melihat teks. Jika Anda bisa, itu tanda Anda sudah benar-benar memahami — bukan menyalin.
Bagian 3 dari 3
Kesalahan Umum & Praktik Mandiri
Jebakan yang paling sering terjadi pada tinjauan pustaka mahasiswa, ditutup dengan latihan praktik yang akan dinilai minggu depan.
Jebakan UmumLatihan
Lima Kesalahan Umum dalam Tinjauan Pustaka Mahasiswa
1 · Cherry Picking
Hanya mengutip sumber yang mendukung hipotesis, mengabaikan temuan yang bertentangan.
2 · Sumber Usang
Mayoritas rujukan terbit >10 tahun lalu, padahal konteks (mis. digital) berubah cepat.
3 · Tanpa Sintesis
Ringkasan berjajar (lihat Versi A slide 14) tanpa keterkaitan argumen antar-sumber.
4 · Kutipan Tak Terverifikasi
Mengutip dari sumber sekunder tanpa membaca sumber aslinya (mengutip kutipan/dikutip dari).
Kesalahan ke-5 — paling fatal: tidak ada kaitan eksplisit antara tinjauan pustaka dan rumusan masalah/hipotesis di bab selanjutnya — pembaca bertanya "lalu apa hubungannya?"
Latihan Praktik: Susun Matriks Sintesis Anda Sendiri
Kerjakan sebelum pertemuan minggu depan (dinilai sebagai bagian progres proposal Anda):
Instruksi Tugas
Cari minimal 8 artikel jurnal (Scopus/SINTA 1-3) relevan dengan topik proposal Anda, gunakan operator Boolean.
Format sitasi & daftar pustaka wajib APA edisi 7 — akan dicek dengan alat deteksi plagiarisme.
Kumpulkan via portal e-learning sebelum Senin pukul 23.59 WIB. Bawa hasil ini sebagai bahan diskusi konsultasi di pertemuan berikutnya tentang kerangka teoritis & hipotesis.