‹ Daftar slidePertemuan 3: Identifikasi Masalah & Tujuan Penelitian
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP
Identifikasi Masalah & Tujuan Penelitian
Pertemuan 3 — Metodologi Penelitian Bisnis
Bagaimana mengubah keresahan atau fenomena bisnis sehari-hari menjadi masalah penelitian yang jelas, dapat diteliti, dan bermanfaat.
RPS minggu 3 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu mengidentifikasi masalah penelitian dan menerjemahkannya menjadi rumusan masalah serta tujuan penelitian yang layak.
CAPAIAN 1
Mengenali Masalah
Membedakan fenomena bisnis biasa dari masalah penelitian yang memiliki gap (kesenjangan) jelas.
CAPAIAN 2
Merumuskan Masalah
Menyusun rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan penelitian yang spesifik dan dapat diukur.
CAPAIAN 3
Tujuan & Manfaat
Menurunkan tujuan penelitian dari rumusan masalah, serta menjelaskan manfaat teoritis dan praktisnya.
Bagian 1 dari 3
Dari Fenomena ke Masalah Penelitian
Tidak semua hal yang menarik perhatian Anda otomatis menjadi masalah penelitian yang layak diteliti.
Apa itu Masalah Penelitian?
Masalah penelitian adalah kesenjangan (gap) antara das Sollen (apa yang seharusnya terjadi) dan das Sein (apa yang senyatanya terjadi), yang belum terjawab oleh teori atau data yang ada.
Bukan Masalah Penelitian
Sekadar topik yang sedang tren di media
Pertanyaan yang jawabannya sudah pasti/jelas
Keluhan pribadi tanpa data pendukung
Masalah Penelitian Sejati
Ada kesenjangan terukur antara target dan realisasi
Ada perbedaan hasil antar-penelitian terdahulu
Fenomena bisnis nyata yang belum terjelaskan
Tiga Sumber Utama Masalah Penelitian
SUMBER 1
Gap Teori
Teori memprediksi A, tetapi kondisi di lapangan menunjukkan B — misalnya teori keagenan memprediksi insentif menurunkan turnover, namun beberapa perusahaan tetap tinggi turnover-nya.
SUMBER 2
Gap Riset Terdahulu
Hasil penelitian sebelumnya saling bertentangan (inkonsistensi), misalnya sebagian studi menyatakan kepuasan kerja memengaruhi kinerja, sebagian lain tidak.
SUMBER 3
Fenomena Bisnis
Kejadian nyata di dunia usaha yang belum terjelaskan, misalnya lonjakan keluhan pelanggan Shopee terhadap UMKM tertentu meski rating toko tinggi.
Kriteria Masalah Penelitian yang Baik (FINER)
Gunakan kerangka FINER untuk menyaring apakah fenomena yang Anda temukan layak diangkat menjadi masalah penelitian.
F — Feasible & I — Interesting
Feasible: data, waktu, dan biaya terjangkau bagi mahasiswa S1
Interesting: menarik bagi peneliti dan pembaca/pengambil kebijakan
N — Novel & E — Ethical & R — Relevant
Novel: memberi sudut pandang atau konteks baru, bukan replikasi murni
Ethical: tidak melanggar prinsip etika riset terhadap responden
Relevant: berguna bagi ilmu manajemen dan/atau praktik bisnis
Coba Sendiri: Uji Kelayakan Ide Riset Anda dengan FINER
Masukkan ide penelitian Anda dan geser penilaian tiap kriteria FINER, lalu amati skor kelayakan yang muncul.
Struktur Latar Belakang Masalah: Piramida Terbalik
Latar belakang masalah ditulis dari isu umum menyempit menuju gap spesifik yang menjadi fokus penelitian Anda.
Hitung dari Nol: Mengukur Gap Turnover Karyawan
Studi kasus: sebuah bank swasta di Semarang ingin membuktikan bahwa tingkat keluar-masuk karyawannya layak dijadikan masalah penelitian.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Turnover realisasi 2025
45 karyawan keluar / 300 karyawan awal x 100
15%
2. Target/benchmark industri sehat
Standar acuan industri perbankan
8%
3. Gap (Sein − Sollen)
15% − 8%
7 poin persentase
4. Rasio realisasi terhadap target
15% / 8%
1,875x (87,5% di atas target)
KESIMPULAN
Gap 7 poin — Signifikan
Angka ini cukup besar untuk dijadikan fenomena masalah penelitian, bukan sekadar keluhan tanpa dasar.
Coba Sendiri: Hitung Gap Realisasi vs Target Anda
Ubah angka realisasi dan target turnover atau kepuasan pelanggan, lalu amati besar gap dan rasio penyimpangannya.
Bagian 2 dari 3
Merumuskan Masalah Penelitian
Gap yang sudah Anda temukan perlu diterjemahkan menjadi pertanyaan penelitian yang tajam.
Dari Masalah ke Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang secara eksplisit menyatakan hubungan atau kondisi yang ingin Anda jawab lewat riset.
Fenomena/Gap → Pertanyaan Penelitian (Rumusan Masalah) → Data untuk Menjawabnya
Contoh: Gap turnover 7 poin di bank swasta Semarang → "Apakah kepuasan kerja dan komitmen organisasional berpengaruh terhadap turnover intention karyawan pada Bank XYZ?"
Tiga Jenis Rumusan Masalah
DESKRIPTIF
Menggambarkan Satu Variabel
"Bagaimana tingkat literasi keuangan mahasiswa FEB UNDIP?" — tanpa membandingkan atau menghubungkan variabel lain.
KOMPARATIF
Membandingkan Kelompok
"Apakah ada perbedaan kinerja penjualan antara toko UMKM di Tokopedia dan Shopee?"
ASOSIATIF
Menguji Hubungan/Pengaruh
"Apakah kualitas layanan berpengaruh terhadap loyalitas nasabah Bank BCA?" — jenis paling umum di skripsi manajemen.
Kriteria Rumusan Masalah yang Baik
Harus Dipenuhi
Berbentuk kalimat tanya, bukan pernyataan
Spesifik: sebut variabel dan objek/lokasi penelitian
Dapat diukur dengan data yang bisa diakses
Konsisten dengan latar belakang masalah yang ditulis
Hindari
Pertanyaan yang terlalu luas ("Bagaimana bisnis di Indonesia?")
Pertanyaan yang jawabannya sudah jelas/normatif
Menyebut lebih dari 3-4 variabel sekaligus tanpa alasan kuat
Walkthrough: Rumusan Masalah Lemah vs Kuat
Kasus 1 — Bank Digital
Awal (lemah): "Bagaimana perbankan digital di Indonesia?"
Diagnosis: terlalu luas, tidak menyebut variabel atau objek spesifik.
Revisi (kuat): "Apakah persepsi kemudahan penggunaan dan keamanan berpengaruh terhadap minat penggunaan ulang aplikasi BCA mobile pada nasabah usia 20-30 tahun?"
Kasus 2 — UMKM Kuliner
Awal (lemah): "Apakah UMKM kuliner butuh media sosial?"
Diagnosis: jawabannya sudah jelas/normatif ("ya"), tidak menguji hubungan.
Revisi (kuat): "Apakah intensitas promosi di Instagram berpengaruh terhadap volume penjualan UMKM kuliner di Kota Semarang?"
Bagian 3 dari 3
Tujuan & Manfaat Penelitian
Rumusan masalah yang sudah tajam kini diterjemahkan menjadi target capaian dan nilai guna penelitian.
Menurunkan Tujuan Penelitian dari Rumusan Masalah
Tujuan penelitian adalah jawaban terarah atas rumusan masalah — ditulis dengan kata kerja aktif, bukan kalimat tanya.
Rumusan Masalah
Kata Kerja
Tujuan Penelitian
Apakah kualitas layanan berpengaruh terhadap loyalitas nasabah?
Menganalisis / menguji
Menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas nasabah Bank BCA.
Apakah ada perbedaan kinerja penjualan Tokopedia vs Shopee?
Membandingkan
Membandingkan kinerja penjualan UMKM di platform Tokopedia dan Shopee.
Aturan emas: satu rumusan masalah → satu tujuan penelitian yang sepadan (jumlah dan susunan kata harus konsisten).
Manfaat Penelitian: Teoritis vs Praktis
MANFAAT TEORITIS
Untuk Ilmu Pengetahuan
Memperkuat, memperluas, atau menguji ulang teori yang ada — misalnya memperkaya literatur tentang teori keagenan pada konteks UMKM Indonesia.
MANFAAT PRAKTIS
Untuk Praktik Bisnis
Memberi masukan bagi manajer, regulator, atau pelaku UMKM — misalnya rekomendasi strategi retensi karyawan bagi manajemen Bank XYZ.
Hitung dari Nol: Gap Kepuasan Pelanggan UMKM Daring
Studi kasus: survei terhadap 100 pelanggan toko UMKM kuliner di Shopee menggunakan skala Likert 1-5.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Total skor kepuasan seluruh responden
Jumlah skor 100 responden
320
2. Skor rata-rata realisasi
320 / 100 responden
3,2 (skala 1-5)
3. Skor standar/target (acuan literatur)
Batas "puas tinggi" dari studi acuan
4,0
4. Persentase gap
(4,0 − 3,2) / 4,0 x 100
20%
KESIMPULAN
Gap 20% — Layak Diteliti
Kesenjangan seperlima dari skor ideal ini cukup besar untuk dijadikan dasar rumusan masalah asosiatif.
Alur Utuh: Fenomena Menuju Manfaat Penelitian
Kelima tahap ini adalah kerangka bab I (Pendahuluan) proposal skripsi Anda — pastikan alurnya runtut dan konsisten.
Latihan Mandiri: Susun Rumusan Masalah & Tujuan
Kasus: sebuah UMKM fesyen di Semarang mencatat rating toko 4,8/5 di Shopee, namun tingkat repeat order pelanggan hanya 18%, sementara rata-rata toko sejenis mencapai 35%.
Instruksi (kerjakan berpasangan, 10 menit):
Hitung besar gap repeat order (dalam poin persentase dan persentase relatif terhadap acuan).
Tulis satu rumusan masalah asosiatif yang spesifik dari kasus ini.
Turunkan satu tujuan penelitian yang sepadan dengan rumusan masalah tersebut.
Sebutkan satu manfaat teoritis dan satu manfaat praktis dari penelitian ini.
Ringkasan & Persiapan Pertemuan Berikutnya
Yang Sudah Anda Kuasai
Membedakan fenomena biasa dari masalah penelitian (gap Sollen-Sein)
Tiga sumber masalah: gap teori, gap riset terdahulu, fenomena bisnis
Menyaring ide dengan kerangka FINER
Menyusun rumusan masalah, tujuan, dan manfaat yang sepadan
Pertemuan Berikutnya
Tinjauan pustaka: mencari dan menyusun landasan teori
Menyusun kerangka teoritis dari variabel penelitian Anda
Tugas: bawa 1 fenomena bisnis + hasil hitungan gap dari latihan hari ini