‹ Daftar slidePertemuan 2: Hakikat dan Proses Penyelidikan Ilmiah
FEB UNDIP · Metodologi Penelitian Bisnis
Hakikat dan Proses Penyelidikan Ilmiah
Pertemuan 2 · Fondasi Berpikir Ilmiah dalam Riset Bisnis
Sebelum merancang proposal apa pun, kita perlu jawab dulu: apa bedanya "tahu" secara ilmiah dengan sekadar menduga-duga, dan bagaimana proses berpikir itu bergulir dari teori ke data dan kembali lagi.
RPS minggu 2 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda mampu menjelaskan hakikat metode ilmiah dan proses penyelidikan ilmiah dalam konteks riset bisnis (Sub-CPMK 2). Secara rinci:
Capaian 1 — Hakikat Ilmu
01
Membedakan pengetahuan ilmiah dari pengetahuan sehari-hari/otoritas, serta ciri-ciri metode ilmiah.
Capaian 2 — Tiga Pilar Filsafat
02
Menjelaskan ontologi, epistemologi, aksiologi sebagai fondasi setiap desain riset.
Capaian 3 — Penalaran
03
Membedakan & mempraktikkan alur berpikir deduktif dan induktif dengan contoh bisnis nyata.
Capaian 4 — Proses Riset
04
Mengurutkan tahapan proses penelitian bisnis dari identifikasi masalah sampai laporan.
Bagian 1 dari 3
Hakikat Ilmu Pengetahuan dan Metode Ilmiah
Apa yang membedakan "tahu" secara ilmiah dari sekadar menduga, dan tiga pilar filsafat yang mendasari setiap riset.
Cara TahuCiri IlmiahOntologi-Epistemologi-Aksiologi
Empat Jalan Menuju "Tahu"
Sebelum ada metode ilmiah, manusia sudah lama mencari kebenaran lewat cara lain. Bandingkan keempatnya:
Sumber Pengetahuan
Contoh
Kelemahan Utama
Otoritas (tokoh/atasan)
"Kata Direktur Utama, strategi ini pasti berhasil"
Bisa salah, tak teruji, sulit dibantah bawahan
Tradisi/kebiasaan
"UMKM di pasar ini selalu buka jam 6 pagi, ya sudah ikut saja"
Belum tentu relevan untuk konteks baru
Akal sehat/intuisi
"Rasanya konsumen muda lebih suka promo diskon"
Bisa bias, tak sistematis, sulit diverifikasi
Metode ilmiah
Survei 400 responden BBCA tentang loyalitas nasabah, diuji statistik
Butuh waktu & sumber daya, tapi bisa direplikasi
Metode ilmiah bukan satu-satunya jalan "tahu" — tapi satu-satunya yang sistematis, teruji, dan bisa direplikasi oleh peneliti lain.
Ciri-Ciri Metode Ilmiah
Sebuah penyelidikan layak disebut "ilmiah" bila memenuhi lima ciri berikut secara bersamaan:
Sistematis & Logis
Mengikuti tahapan yang jelas, bukan asal tebak
Setiap simpulan mengikuti aturan logika
Empiris
Didasarkan pada data/fakta yang diamati/diukur
Bukan opini atau spekulasi murni
Objektif
Bebas dari bias pribadi peneliti sebisa mungkin
Prosedur transparan & bisa diperiksa pihak lain
Replikatif & Self-Correcting
Bisa diulang peneliti lain dengan hasil serupa
Terbuka direvisi bila ada bukti baru yang lebih kuat
Tiga Pilar Filsafat Ilmu dalam Riset
Setiap keputusan metodologis — kualitatif atau kuantitatif — sebenarnya berakar dari tiga pertanyaan filosofis ini:
Ontologi
Apa hakikat realitas?
Apakah "loyalitas konsumen" itu fakta objektif yang bisa diukur angka, atau konstruksi sosial yang berbeda tiap konteks?
Epistemologi
Bagaimana kita mengetahuinya?
Lewat kuesioner terstandar & statistik, atau lewat wawancara mendalam yang menangkap makna subjektif informan?
Aksiologi
Untuk apa pengetahuan ini?
Apakah riset ini murni akademik, atau untuk membantu keputusan manajerial nyata — mis. strategi harga UMKM?
Jawaban Anda atas tiga pertanyaan ini menentukan seluruh desain riset — inilah sebabnya filsafat ilmu dibahas sebelum bicara sampling atau kuesioner.
Bagian 2 dari 3
Proses Berpikir Ilmiah: Deduktif & Induktif
Dua arah penalaran yang membentuk "roda ilmu pengetahuan" — dari teori ke data, dan dari data kembali ke teori.
DeduktifInduktifWheel of Science
Walkthrough 1 — Penalaran Deduktif
Deduktif bergerak dari teori/premis umum → hipotesis khusus → pengujian data. Kasus: perilaku dividen bank BUMN.
Langkah
Deskripsi
Contoh Kasus
1. Premis umum (teori)
Ambil teori/proposisi yang sudah mapan
"Teori signaling: bank yang laba stabil cenderung menaikkan dividen"
2. Premis khusus (konteks)
Terapkan teori ke objek spesifik
"BBCA melaporkan laba stabil 5 tahun terakhir"
3. Hipotesis (prediksi)
Tarik simpulan logis yang bisa diuji
"Maka BBCA diprediksi menaikkan dividen tahun ini"
4. Uji dengan data
Cek prediksi terhadap fakta di lapangan
Cek laporan RUPS BBCA — dividen naik/tidak?
Ciri deduktif: kesimpulan sudah "terkandung" dalam premis — kalau premisnya benar & logikanya valid, kesimpulan pasti benar.
Walkthrough 2 — Penalaran Induktif
Induktif bergerak sebaliknya: observasi khusus → pola berulang → generalisasi teori. Kasus: perilaku UMKM di Tokopedia.
Langkah
Deskripsi
Contoh Kasus
1. Observasi kasus 1
Amati satu kejadian spesifik
UMKM A di Tokopedia naik omzet setelah pakai live shopping
2. Observasi kasus 2–n
Ulangi pengamatan pada kasus serupa
UMKM B, C, D di Tokopedia menunjukkan pola serupa
3. Identifikasi pola
Cari kesamaan di antara kasus-kasus tadi
Live shopping berulang kali berasosiasi dengan omzet naik
4. Generalisasi (teori baru)
Rumuskan proposisi umum dari pola tsb
"Fitur live shopping cenderung meningkatkan omzet UMKM daring"
Risiko induktif: generalisasi bisa keliru bila jumlah kasus terlalu sedikit atau tidak representatif — karena itu perlu sampel yang memadai (dibahas Pertemuan 8).
Roda Ilmu Pengetahuan: Deduksi & Induksi Berputar
Riset ilmiah yang baik bukan memilih salah satu, melainkan menggabungkan keduanya dalam satu siklus berkelanjutan.
Teori → Hipotesis (deduksi) → Observasi (uji data) → Generalisasi (induksi) → kembali memperkuat/merevisi Teori.
Riset Bisnis Ilmiah vs Non-Ilmiah
Tidak semua yang disebut "riset" oleh perusahaan memenuhi kaidah ilmiah. Bandingkan dua pendekatan berikut:
Riset Ilmiah
Masalah dirumuskan jelas & spesifik
Metode & sampel dijelaskan transparan
Kesimpulan sesuai batas data, bisa direplikasi
Contoh: riset kepuasan nasabah bank dengan kuesioner tervalidasi
Riset Non-Ilmiah / Semu
Simpulan ditarik dari 3–4 testimoni tanpa dasar
Metode tidak dijelaskan, "pokoknya sudah disurvei"
Generalisasi berlebihan dari sampel sangat kecil
Contoh: klaim "90% pelanggan puas" dari polling media sosial informal
Tugas Anda sebagai peneliti bisnis: mampu membedakan & tidak terjebak menyebut riset semu sebagai "bukti ilmiah".
Bagian 3 dari 3
Proses Penyelidikan Ilmiah dalam Riset Bisnis
Tahapan lengkap sebuah penelitian bisnis, dari fenomena awal sampai laporan dan rekomendasi — peta jalan Anda satu semester ke depan.
7 TahapMasalah RisetPeran Teori
Tujuh Tahapan Proses Penelitian Bisnis
Garis putus-putus: umpan balik — analisis data bisa memaksa kembali revisi desain, bahkan rumusan masalah (proses tidak selalu linear).
Ciri Masalah Riset yang Baik
Tahap paling menentukan keberhasilan riset Anda adalah tahap pertama: merumuskan masalah yang tepat.
Feasible
Bisa diteliti dengan waktu, biaya, dan akses data yang realistis — misalnya data sekunder BEI yang tersedia publik.
Jelas & Spesifik
Variabel & batasan konteks terdefinisi, bukan pertanyaan umum seperti "bagaimana kinerja perusahaan?"
Signifikan/Bermanfaat
Punya kontribusi teori dan/atau praktik — bukan sekadar mengulang riset yang sudah ada.
Etis
Tidak merugikan/membahayakan subjek riset, menghormati persetujuan & kerahasiaan data.
Studi Kasus — Dari Fenomena ke Pertanyaan Riset
Fenomena bisnis nyata tidak otomatis menjadi masalah riset. Perlu proses penyempitan bertahap:
Fenomena Umum (Terlalu Luas)
"Banyak UMKM di Tokopedia gagal bertahan setelah tahun pertama."
Gap/Celah Teori
Literatur menjelaskan faktor modal, tapi minim kajian tentang peran literasi digital pemilik UMKM.
Rumusan Masalah
"Bagaimana pengaruh literasi digital pemilik terhadap keberlangsungan usaha UMKM di Tokopedia?"
Pertanyaan Riset (Spesifik)
"Apakah tingkat literasi digital pemilik UMKM berpengaruh positif terhadap omzet tahun kedua?"
Peran Teori dalam Penelitian Bisnis
Teori bukan sekadar kutipan pembuka bab — ia berfungsi sebagai "lensa" dan "kerangka" riset Anda.
Fungsi Teori
Menjelaskan mengapa suatu fenomena terjadi
Menjadi dasar menyusun hipotesis (jalur deduktif)
Membantu menafsirkan hasil temuan data
Contoh Penerapan
Teori keagenan → menjelaskan konflik manajer-pemegang saham BUMN
Teori sinyal → menjelaskan reaksi harga saham BEI atas pengumuman dividen
Teori perilaku terencana → menjelaskan niat beli konsumen UMKM daring
Ingat roda ilmu pengetahuan: teori mengarahkan riset (deduktif), lalu hasil riset menyempurnakan teori (induktif).
Etika Dasar dalam Proses Penyelidikan (Pengantar)
Proses ilmiah yang sah juga harus etis. Tiga prinsip pengantar yang akan diperdalam di pertemuan etika penelitian:
Persetujuan (Informed Consent)
Subjek riset — misalnya karyawan atau nasabah — tahu & setuju data mereka dipakai untuk riset.
Menghindari Bias
Peneliti tidak "mengarahkan" data/responden agar sesuai hasil yang diinginkan sebelumnya.
Anti-Plagiarisme
Setiap teori/data yang dipakai dari sumber lain wajib disitasi secara jujur & akurat.
Ketiga prinsip ini bukan sekadar formalitas administratif — mereka menjaga agar predikat "ilmiah" pada riset Anda benar-benar layak disandang.
Ringkasan Pertemuan 2
Hakikat Ilmu
Metode ilmiah = sistematis, empiris, objektif, replikatif
Tiga pilar: ontologi, epistemologi, aksiologi
Proses Berpikir & Riset
Deduktif (teori→data) & induktif (data→teori) — satu roda ilmu
Tujuh tahap proses penelitian: masalah → laporan
Minggu depan: kita masuk ke kajian pustaka — cara mencari, menilai, dan menyintesis literatur untuk membangun kerangka teoritis Anda.
Latihan Kelas — Identifikasi Alur Berpikir
Kerjakan berpasangan (10 menit), lalu presentasikan singkat ke kelas:
Instruksi
Ambil satu berita bisnis terkini (mis. dari media keuangan tentang BEI, Tokopedia, atau bank BUMN)
Identifikasi: klaim dalam berita itu hasil penalaran deduktif atau induktif?
Tuliskan satu rumusan masalah riset yang bisa lahir dari fenomena dalam berita tersebut
Cek: apakah rumusan masalah Anda sudah feasible, spesifik, signifikan, & etis?
Dikumpulkan lewat forum e-learning sebelum pertemuan berikutnya sebagai bahan diskusi pembuka.
Penutup & Persiapan Pertemuan 3
Tugas Baca
Baca modul Pertemuan 3 tentang teknik kajian pustaka & sumber referensi
Cari 2 artikel jurnal terkait minat riset Anda sendiri
Refleksi Pribadi
Tuliskan satu fenomena bisnis yang menarik minat riset Anda
Identifikasi teori apa yang mungkin relevan untuk menjelaskannya
Sampai jumpa Pertemuan 3 — kita akan belajar menyaring & menyintesis literatur menjadi kerangka teoritis yang solid.