stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Pendahuluan Penelitian dalam Manajemen & Peran Riset
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Metodologi Penelitian Bisnis

Pertemuan 1 — Pendahuluan Penelitian dalam Manajemen & Peran Riset

Membangun fondasi berpikir ilmiah: apa itu penelitian bisnis, mengapa metode ilmiah berbeda dari akal sehat, dan peran riset bagi manajer dalam mengambil keputusan.

RPS MINGGU 1 • 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami hakikat penelitian bisnis sebagai fondasi mata kuliah satu semester. Secara rinci:

CAPAIAN 1 — DEFINISI
APA ITU PENELITIAN BISNIS
Menjelaskan pengertian penelitian bisnis serta ciri-ciri metode ilmiah yang membedakannya dari akal sehat semata.
CAPAIAN 2 — FONDASI
ONTOLOGI-EPISTEMOLOGI-AKSIOLOGI
Mengenali tiga fondasi filosofis penelitian: apa yang diteliti, bagaimana mengetahuinya, dan untuk apa nilainya.
CAPAIAN 3 — PERAN
PERAN RISET BAGI MANAJER
Mengaitkan hasil riset dengan proses pengambilan keputusan manajerial di berbagai fungsi bisnis.
CAPAIAN 4 — KONTRAK
KESEPAKATAN KELAS
Memahami komponen penilaian, tata tertib, dan peta 14 pertemuan menuju penyusunan proposal riset.

Mengapa Manajer Butuh Riset, Bukan Sekadar Firasat?

Bayangkan Anda adalah pemilik toko daring pakaian yang penjualannya turun 30% bulan ini. Rekan Anda menduga "mungkin karena harga terlalu mahal" — tapi apakah dugaan itu cukup untuk mengambil keputusan besar?

HANYA BERBEKAL FIRASAT
TEBAKAN & BIAS PRIBADI
Keputusan diambil berdasarkan perasaan atau pengalaman satu orang saja — bisa jadi harga bukan penyebab utama, melainkan kualitas foto produk atau kompetitor baru di Shopee.
BERBEKAL PENELITIAN SISTEMATIS
DATA & BUKTI TERUKUR
Survei singkat ke pelanggan, analisis data penjualan per kategori, dan perbandingan dengan kompetitor mengungkap akar masalah yang sesungguhnya — sebelum keputusan besar diambil.
Inilah alasan lahirnya penelitian bisnis: mengganti tebakan dengan bukti yang sistematis, dapat diuji, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bagian 1 dari 3
Hakikat Penelitian & Metode Ilmiah
Apa itu penelitian bisnis, apa ciri metode ilmiah, dan apa fondasi filosofis di baliknya?
Definisi Metode Ilmiah Fondasi Filosofis

Apa itu Penelitian Bisnis?

Proses sistematis, terkendali, empiris, dan kritis untuk menyelidiki masalah bisnis, guna menghasilkan pengetahuan yang membantu pengambilan keputusan manajerial.

EMPAT KATA KUNCI DEFINISI
  • Sistematis: mengikuti tahapan yang jelas, bukan asal-asalan.
  • Terkendali: variabel pengganggu diminimalkan agar hasil valid.
  • Empiris: berdasarkan data & fakta yang bisa diamati, bukan opini.
  • Kritis: setiap kesimpulan diuji ulang, terbuka untuk disanggah.
INTI SASARAN
MENJAWAB MASALAH BISNIS DENGAN BUKTI
Berbeda dari opini pribadi, penelitian bisnis menghasilkan pengetahuan yang dapat diperiksa ulang oleh orang lain dengan prosedur yang sama.
Penelitian bisnis mencakup semua fungsi organisasi: pemasaran (misalnya riset kepuasan pelanggan Grab), keuangan (misalnya studi kelayakan investasi), sampai sumber daya manusia.

Tiga Fondasi Filosofis Penelitian

Sebelum merancang riset apa pun, setiap peneliti — sadar atau tidak — menjawab tiga pertanyaan filosofis berikut.

ONTOLOGI
APA HAKIKAT REALITAS?
Apakah "kepuasan pelanggan" itu fakta objektif yang bisa diukur angka, atau persepsi subjektif tiap orang?
EPISTEMOLOGI
BAGAIMANA CARA MENGETAHUINYA?
Apakah pengetahuan itu diperoleh lewat angka statistik (kuantitatif) atau lewat pemahaman mendalam (kualitatif)?
AKSIOLOGI
UNTUK APA NILAI PENELITIAN INI?
Apakah hasil riset harus bebas nilai (objektif ketat), atau boleh dipandu tujuan & nilai peneliti/perusahaan?
Jawaban Anda atas tiga pertanyaan ini akan menentukan pilihan metode — kuantitatif, kualitatif, atau campuran — di pertemuan-pertemuan mendatang.

Siklus Metode Ilmiah dalam Penelitian Bisnis

Metode ilmiah bekerja sebagai siklus berulang, bukan garis lurus sekali jalan.

OBSERVASIAmati masalah nyataTEORI/KONSEPCari kerangka relevanHIPOTESISRumuskan dugaan terujiPENGUJIANKumpulkan & uji dataKESIMPULANJawab masalah awal
Garis putus-putus menunjukkan siklus berulang: kesimpulan hari ini memicu observasi baru pada masalah berikutnya.

Penelitian Ilmiah vs Pengetahuan Awam

Sehari-hari kita juga "mengetahui" banyak hal tentang bisnis — tapi apa yang membedakannya dari pengetahuan hasil penelitian ilmiah?

PERBANDINGAN EMPAT ASPEK UTAMA
Aspek PembedaPenelitian IlmiahPengetahuan Awam
Sumber KlaimData & bukti terkumpul secara sistematisPengalaman pribadi & kebiasaan
ProsedurTerdokumentasi, dapat diulang orang lainTidak baku, sulit direplikasi
Sikap terhadap KesalahanTerbuka diuji & direvisi bila terbukti keliruCenderung dipertahankan tanpa bukti baru
GeneralisasiDiuji batas berlakunya pada sampel/populasiSering digeneralisasi berlebihan dari satu kasus
Bagian 2 dari 3
Peran Riset bagi Manajer & Alur Prosesnya
Bagaimana riset membantu keputusan manajerial, dan bagaimana tahapan prosesnya berjalan di lapangan.
Peran Manajerial Alur Proses Hitung Sendiri

Peran Riset bagi Pengambilan Keputusan Manajerial

Riset bisnis bukan monopoli divisi tertentu — hampir setiap fungsi manajemen membutuhkannya untuk mengurangi ketidakpastian keputusan.

RISETKumpulkan data masalahINFORMASIOlah jadi temuan relevanKEPUTUSANManajer pilih tindakanKINERJAHasil terukur bisnis
PEMASARAN
Riset preferensi konsumen sebelum Tokopedia meluncurkan fitur baru.
KEUANGAN
Studi kelayakan investasi sebelum ekspansi gerai baru Alfamart.
SDM
Survei kepuasan karyawan untuk menekan turnover di perusahaan startup.

Alur Tahapan Proses Penelitian Bisnis

Setiap penelitian bisnis, sesederhana apa pun, umumnya mengikuti enam tahapan berikut secara berurutan.

TahapPertanyaan KunciContoh Kegiatan
1. Identifikasi Masalah"Apa yang sebenarnya ingin dijawab?"Merumuskan penurunan penjualan sebagai masalah riset
2. Tinjauan Pustaka"Apa yang sudah diketahui tentang ini?"Membaca teori & penelitian terdahulu terkait
3. Desain Penelitian"Bagaimana cara terbaik menjawabnya?"Memilih desain eksploratif, deskriptif, atau kausal
4. Pengumpulan Data"Data siapa & dari mana yang dibutuhkan?"Menyebar kuesioner atau wawancara pelanggan
5. Analisis Data"Apa pola yang terlihat dari data?"Mengolah data dengan statistik atau tema kualitatif
6. Pelaporan & Rekomendasi"Apa yang harus dilakukan manajemen?"Menyusun laporan & rekomendasi tindakan
Seluruh proposal penelitian yang akan Anda susun di akhir semester mengikuti tiga tahap pertama dari alur ini.

Studi Kasus: Toko Daring "Bunda Craft"

Bunda Craft, toko daring kerajinan tangan, mengalami penurunan penjualan 30% dalam dua bulan terakhir. Pemiliknya ingin tahu penyebabnya sebelum mengambil tindakan drastis.

Langkah BerpikirYang Dilakukan Pemilik Bunda Craft
1. Rumuskan masalah spesifikBukan "penjualan turun", tapi "faktor apa yang paling memengaruhi penurunan pembelian ulang pelanggan?".
2. Cari kemungkinan penyebabMenelusuri ulasan pelanggan & membandingkan dengan kompetitor sejenis di Shopee.
3. Kumpulkan data pelangganMenyebar kuesioner singkat ke pelanggan yang pernah bertransaksi 3 bulan terakhir.
4. Analisis & ambil keputusanData menunjukkan waktu pengiriman jadi keluhan utama — bukan harga seperti dugaan awal.
Tanpa riset, pemilik Bunda Craft mungkin akan menurunkan harga — padahal akar masalahnya ada di waktu pengiriman. Mari kita hitung dua angka kunci di balik proses ini di dua slide berikut.

Hitung dari Nol: Ukuran Sampel dengan Rumus Slovin

Bunda Craft memiliki 200 pelanggan aktif dalam 3 bulan terakhir (populasi). Pemiliknya menoleransi margin kesalahan 10%. Berapa jumlah responden minimum yang perlu disurvei?

LangkahPerhitunganNilai
Populasi penelitian (N)Diketahui200 pelanggan
Margin kesalahan yang ditoleransi (e)Diketahui10% (0,1)
Kuadrat margin kesalahan (e²)0,1 × 0,10,01
N × e²200 × 0,012
Ukuran sampel minimum (n)200 ÷ (1 + 2)66,67 ≈ 67 responden
HASIL AKHIR
67 Responden
ukuran sampel minimum survei

Hitung dari Nol: Response Rate Kuesioner

Kuesioner disebar ke 150 pelanggan (melebihi target minimum 67 agar antisipasi non-respons). Berapa tingkat respons yang diperoleh, dan apakah memenuhi ambang minimal 60%?

LangkahPerhitunganNilai
Kuesioner yang disebarDiketahui150 responden
Kuesioner kembali & valid diisiDiketahui96 responden
Response rate survei96 ÷ 150 × 10064%
Verifikasi terhadap ambang minimal64% dibandingkan 60%Memenuhi ambang minimal
HASIL AKHIR
64%
response rate — layak dianalisis
Bagian 3 dari 3
Jenis Penelitian, Etika, & Kontrak Kuliah
Tiga jenis desain penelitian bisnis, standar etika riset, dan kesepakatan kelas kita satu semester ke depan.
Jenis Penelitian Etika Riset Kontrak Kuliah

Tiga Jenis Desain Penelitian Bisnis

EKSPLORATIF
MASALAH BELUM JELAS
Dipakai ketika masalah masih kabur, misalnya "mengapa aplikasi kami sepi pengguna baru?" — hasilnya berupa wawasan awal, bukan jawaban final.
DESKRIPTIF
MENGGAMBARKAN KARAKTERISTIK
Menjawab "siapa, apa, di mana, kapan" — misalnya profil demografis pengguna aplikasi OVO di berbagai kota.
KAUSAL
MENGUJI SEBAB-AKIBAT
Menguji apakah promosi diskon benar-benar menyebabkan kenaikan penjualan, bukan sekadar berbarengan waktu.
Ketiga jenis ini sering dipakai berurutan: eksploratif untuk menjajaki, deskriptif untuk memetakan, kausal untuk membuktikan hubungan sebab-akibat.

Etika dalam Penelitian Bisnis

Penelitian melibatkan data & kepercayaan orang lain — etika menjadi fondasi tak tergantikan agar hasil riset dapat dipercaya.

TIGA PILAR ETIKA RISET
  • Persetujuan (informed consent): responden tahu tujuan riset & setuju berpartisipasi secara sukarela.
  • Bebas dari bias & manipulasi: pertanyaan tidak menggiring jawaban tertentu.
  • Anti-plagiarisme: mengutip & mengakui sumber gagasan orang lain secara jujur.
CONTOH PELANGGARAN
DATA DIREKAYASA
Peneliti mengarang jawaban responden agar hasil sesuai harapan sponsor riset — merusak kepercayaan & validitas seluruh temuan.

Kontrak Kuliah: Komponen Penilaian

Nilai akhir Anda ditentukan dari lima komponen berikut. Perhatikan bobot masing-masing.

KomponenBobotBentuk
Tugas & kuis mingguan20%Latihan konsep & studi kasus per pertemuan
Diskusi & keaktifan kelas10%Partisipasi tanya-jawab & presentasi kelompok
Ujian Tengah Semester (UTS)30%Setelah Pertemuan 7 — materi P1 s.d. P7
Proposal Penelitian & UAS35%Proposal lengkap + presentasi setelah Pertemuan 14
Kehadiran5%Minimal 75% kehadiran untuk syarat mengikuti UAS
Total bobot 100%. Rubrik penilaian proposal akan dibagikan terpisah melalui e-learning.

Kontrak Kuliah: Tata Tertib & Peta 14 Pertemuan

TATA TERTIB KELAS
  • Toleransi keterlambatan 15 menit dari jadwal kuliah.
  • Tugas dikumpulkan tepat waktu melalui e-learning.
  • Kejujuran akademik mutlak — plagiarisme proposal berujung nilai E.
  • Konsultasi proposal dijadwalkan bertahap mulai Pertemuan 8.
PETA JALAN 14 PERTEMUAN
  • P1–P7: fondasi metode ilmiah, tinjauan pustaka, kerangka teoritis & hipotesis, desain penelitian.
  • P8–P11: metode kualitatif & kuantitatif, sampling, validitas & reliabilitas instrumen.
  • P12–P14: teknik analisis data, etika lanjutan, penyusunan & peer review proposal.

Ringkasan Pertemuan 1

YANG SUDAH KITA PELAJARI
  • Penelitian bisnis = proses sistematis, empiris, kritis berbasis metode ilmiah.
  • Tiga fondasi filosofis: ontologi, epistemologi, aksiologi.
  • Riset berperan mengurangi ketidakpastian keputusan di semua fungsi manajemen.
  • Tiga jenis desain: eksploratif, deskriptif, kausal — beserta etika risetnya.
SIAP UNTUK PERTEMUAN 2
TINJAUAN PUSTAKA & IDENTIFIKASI MASALAH
Minggu depan kita bahas bagaimana merumuskan masalah riset yang tajam & menelusuri literatur secara sistematis.
Pastikan Anda sudah paham perbedaan penelitian ilmiah vs pengetahuan awam sebelum pertemuan berikutnya — ini fondasi untuk seluruh materi satu semester.